
Subang, UPI
Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kelompok 13 Dusun 1 Desa Cimeuhmal menggelar kegiatan “KEMBARA” (Kegiatan Mengajar Bersama Anak untuk Mengenal Pahlawan dan Berkarya). Aksi edukasi kebangsaan ini dilaksanakan di TK Pelangi, TK Babus Salam 1, dan TK Babus Salam 2, Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Kamis (29/10/2026).
Program KEMBARA dirancang khusus untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah, sosok pahlawan nasional, serta semangat persatuan bangsa kepada anak usia dini melalui media pembelajaran interaktif yang dikembangkan secara mandiri oleh tim mahasiswa.
Perwakilan Tim P2MB UPI Kelompok 13 menyampaikan bahwa penanaman karakter kebangsaan perlu dilakukan sejak awal masa pertumbuhan anak dengan metode yang tepat dan menyenangkan.
“Mengenalkan pahlawan dan nilai Sumpah Pemuda kepada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang kreatif. Melalui media interaktif ini, anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi ikut terlibat aktif sehingga nilai persatuan dan rasa cinta tanah air dapat tertanam dengan kuat sejak dini,” ujar perwakilan Tim P2MB UPI Kelompok 13.
Setelah menyimak pengenalan tokoh-tokoh sejarah, murid-murid di ketiga TK tersebut diajak melakukan kegiatan motorik halus dengan membuat dan menghias figura gambar tokoh Sumpah Pemuda. Karya figura yang telah selesai dihias kemudian dipajang di dinding ruang kelas masing-masing sebagai pengingat semangat persatuan harian bagi para murid.

Salah seorang pengajar di TK Babus Salam menyambut positif kehadiran para mahasiswa UPI yang membawa suasana belajar baru dan penuh keceriaan di sekolah mereka.
“Anak-anak sangat antusias dan gembira mengikuti setiap sesi. Pengenalan pahlawan yang dipadukan dengan praktik membuat kerajinan tangan ini sangat membantu anak-anak mengingat materi yang diajarkan sekaligus melatih kreativitas mereka,” ungkap salah seorang guru TK di Desa Cimeuhmal.
Melalui keberlanjutan program KEMBARA, mahasiswa P2MB UPI Kelompok 13 berharap kegiatan ini mampu menjadi contoh model pembelajaran sejarah yang inklusif, kreatif, dan bermakna bagi pendidikan anak usia dini di pelosok desa. (Tim P2MB Kelompok 13)

