CIREBON – Kepala Pusat Kajian Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Leni Anggraeni, M.Pd., melakukan kunjungan lapangan ke lokasi KKN Berdampak UPI di wilayah Cirebon dan Majalengka pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Dalam agenda kunjungannya, Dr. Leni meninjau beberapa titik kegiatan mahasiswa yang sedang melaksanakan program KKN. Lokasi yang dikunjungi antara lain SMP Negeri 1 Cirebon, Desa Megu Cilik, Kabupaten Cirebon, serta Desa Garawangi, Kabupaten Majalengka.
KKN Berdampak UPI tahun ini mengusung tema besar “Dari Desa untuk Dunia”, dengan fokus pada penguatan kapasitas desa melalui program-program inovatif dan berkelanjutan. Salah satu kegiatan unggulan yang menjadi perhatian adalah penerapan cat BeCool, sebuah produk inovasi dari dosen UPI yang telah mendapatkan pengakuan internasional.

Cat BeCool diaplikasikan pada atap sekolah dan kantor desa sebagai percontohan program gerakan adaptasi iklim global. Inovasi ini diyakini mampu mendukung upaya pengurangan dampak pemanasan global.

“Ini untuk mengurangi dampak dari pemanasan global karena fungsi dari cat di atap itu untuk memantulkan sinar matahari, sehingga di bawah atap itu dampaknya menjadi lebih dingin, suhunya tidak terlalu panas,” ujar Dr. Leni dalam kunjungannya.

Dukungan positif juga datang dari mahasiswa peserta KKN. Sidiq Abdul Ismail, Ketua Kelompok KKN di Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menyampaikan pengalaman lapangan mereka.
“Melihat di wilayah ini karena cuaca panas, jadi kami berinisiasi membuat program kerja berdampak dengan pengecatan atap sekolah di SDN Megu Cilik. Setelah pemasangan BeCool ini, respon positif ditunjukan oleh anak-anak sekolah karena dirasa suhu di dalam ruangan menjadi lebih adem sehingga mereka lebih nyaman dalam proses belajar di kelas,” ungkap Sidiq.
Sementara itu, menurut Drs. H. Mutaqin Billah, Kepala Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, menyambut baik program yang digagas UPI.

“Kami merasa mendapatkan penghargaan dan kepercayaan dari UPI untuk menerima adek adek mahasiswa KKN Berdampak tahun 2025 dan Alhamdulillah masyarakat mendapatkan manfaat, salah satunya program tematik BeCool untuk pengecatan genteng sehingga mampu menurunkan suhu panas di dalam ruangan,” ujarnya.
Selain memberikan apresiasi atas program yang dijalankan mahasiswa, Dr. Leni juga menegaskan bahwa kegiatan KKN Berdampak bukan sekadar agenda rutin, tetapi wadah nyata kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global melalui solusi yang lahir dari desa.
Kehadiran program ini diharapkan dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi model pembangunan berkelanjutan (SDGs) melalui pengembangan desa berkelanjutan yang bisa direplikasi di wilayah lain di Indonesia. (RK 08/25)

