
Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKAKU) 2025 selama empat hari di Kampus Bumi Siliwangi dan lima kampus daerah. Tahun ini, lebih dari 12.519 dari program S1, S2, hingga S3 telah resmi menjadi mahasiswa UPI yang dilaksankan di Gedung Gymnasium Jl. Dr. Setiabudhi No.229, Bandung, Jawa Barat. Senin (25/8/2025).
Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menyampaikan bahwa MOKAKU menjadi ajang penting untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, kegiatan akademik, serta organisasi kemahasiswaan. Tercatat 8.390 mahasiswa hadir langsung di Kampus Bumi Siliwangi.
“Selain diperkenalkan dengan lingkungan fisik kampus, mahasiswa juga dikenalkan dengan kegiatan kemahasiswaan serta kehidupan akademik. Harapannya, mereka dapat menjalani tridarma perguruan tinggi dengan baik, belajar dengan lancar, dan lulus tepat waktu sesuai harapan mereka dan orang tua,” ujar Prof. Didi Sukyadi.
MOKAKU 2025 menghadirkan sejumlah narasumber nasional maupun internal universitas dengan tema besar “Menyiapkan Generasi Emas 2045”, yang difokuskan pada upaya membentuk mahasiswa berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global.

Selain mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi unggul, UPI juga menegaskan komitmennya menghadirkan kegiatan orientasi yang bebas dari kekerasan, perundungan, pelecehan seksual, narkoba, radikalisme, maupun plagiarisme.
“Kita sudah membuat kontrak kinerja, fakta integritas bersama mahasiswa untuk menghindari kekerasan dan berbagai pelanggaran lainnya. Bila ada yang melanggar, akan diproses sesuai ketentuan melalui komisi disiplin,” tegas Rektor UPI.
Beberapa fakultas favorit yang tetap menjadi pilihan utama mahasiswa baru tahun ini antara lain Fakultas Kedokteran, Ilmu Komunikasi (FPIPS), Manajemen (FPEB), Psikologi (FIP), serta Bimbingan dan Konseling.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. Muhammad Najib, S.TP., M.M. menekankan bahwa mahasiswa UPI harus mampu menjadi agen perubahan melalui ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi.
“Mahasiswa sebagai agen perubahan tentu harus fokus pada agenda-agenda yang dapat memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat. Melalui sains dan teknologi, mahasiswa bisa berbagi pengetahuan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” jelas Prof. Najib.

Ia menambahkan, kegiatan MOKAKU juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi sesuai visi dan misi universitas.
“Harapan kami, mahasiswa UPI bisa lebih produktif, berprestasi, dan menjadi sosok sesuai yang diharapkan universitas maupun masyarakat luas,” pungkasnya.
Dengan jumlah mahasiswa baru yang mencapai lebih dari 12 ribu orang, UPI semakin menegaskan perannya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Riza/DN)

