
Asep Sukendar lahir di Bandung pada tanggal 1 Mei 1961. Sejak kecil, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di kota kelahirannya, Bandung. Semangat belajar dan kepemimpinan sudah tampak sejak masa sekolah. Setelah menamatkan pendidikan menengah atas, pada tahun 1981 ia melanjutkan studi ke Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) IKIP Bandung.
Selama masa kuliah, Asep Sukendar dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi pengurus Senat Mahasiswa, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, bahkan dipercaya sebagai Komandan Resimen Mahasiswa (Menwa) Batalyon XI IKIP Bandung pada tahun 1983. Pengalaman berorganisasi ini membentuk kepribadiannya sebagai sosok yang disiplin, tegas, dan berjiwa kepemimpinan tinggi.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana pada tahun 1985, Asep Sukendar memulai kariernya sebagai pendidik di SMA Negeri 2 Bekasi. Lima tahun kemudian, pada tahun 1990, ia mendapat amanah untuk bergabung di SMA Taruna Nusantara Magelang sebagai Pamong Pengajar Pengasuh (Guru). Di sekolah berasrama unggulan ini, ia berperan besar dalam membentuk karakter dan kedisiplinan para taruna-taruni muda bangsa.
Perjalanan kariernya terus berkembang. Pada periode 2006–2018, Asep Sukendar dipercaya menjadi Kepala Sekolah di beberapa SMA Negeri di Kabupaten Magelang, tempat ia menorehkan banyak prestasi dan inovasi di bidang pendidikan. Selanjutnya, pada tahun 2018–2022, ia menjabat sebagai Kepala Sekolah SMA Presiden Boarding School di Cikarang, Jawa Barat, sebuah sekolah bertaraf internasional yang menekankan pendidikan karakter dan kedisiplinan.
Di tengah kesibukannya sebagai pendidik dan pemimpin sekolah, Asep Sukendar tetap menomorsatukan pengembangan diri. Ia berhasil menuntaskan pendidikan S-2 (Magister) pada tahun 2001 dan S-3 (Doktor) pada tahun 2018, keduanya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Pada periode 2022–2024, Asep Sukendar turut berkontribusi dalam pengembangan SMA Terpadu Krida Nusantara Kota Bandung, memperkuat sistem pembelajaran dan pengasuhan berasrama yang berkarakter. Saat ini, ia aktif sebagai Konsultan Pendidikan untuk SMA Taruna Nusantara di Magelang, Cimahi, dan Malang, memberikan pendampingan strategis dalam pengelolaan pendidikan berasrama berbasis karakter, kepemimpinan, dan keunggulan akademik.
Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan, Asep Sukendar dikenal sebagai sosok pendidik, pemimpin, dan pembina karakter yang berkomitmen tinggi dalam mencetak generasi muda Indonesia yang cerdas, disiplin, dan berakhlak mulia.
Gagasan Asep Sukendar untuk UPI di Era Digital
Dalam kesempatan yang sama, sebagai alumni UPI (dahulu IKIP Bandung), Asep Sukendar berharap agar UPI — sebagai perguruan tinggi dengan sejarah panjang dalam mencetak tenaga pendidik profesional — mampu menjadi pelopor transformasi pendidikan di era digital.
Menurutnya, dalam menghadapi kemajuan teknologi dan gelombang digitalisasi yang sangat cepat, UPI perlu berperan strategis dalam menyiapkan lulusannya agar tidak hanya adaptif, tetapi juga inovatif dan produktif dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi.
1. Transformasi Kurikulum dan Pembelajaran
UPI diharapkan terus memperbarui kurikulum dengan memasukkan literasi digital, kecerdasan buatan (AI), big data, dan teknologi pendidikan (edutech) sebagai bagian integral dari program studi keguruan. Pembelajaran tidak lagi hanya berorientasi pada teori, tetapi juga praktik inovatif seperti blended learning, microlearning, dan project-based learning yang memanfaatkan platform digital.
2. Penguatan Kompetensi Digital bagi Mahasiswa dan Dosen
UPI perlu menjadi pusat pelatihan dan pengembangan kompetensi digital bagi calon guru dan tenaga kependidikan. Dosen dan mahasiswa harus memiliki kemampuan pedagogik digital, seperti mendesain pembelajaran interaktif berbasis teknologi, menggunakan Learning Management System (LMS), serta mengelola kelas virtual dengan efektif.
3. Inovasi Riset dan Produk Teknologi Pendidikan
Sebagai universitas riset, UPI diharapkan dapat mendorong mahasiswa dan dosen untuk menghasilkan produk teknologi pendidikan lokal, seperti aplikasi pembelajaran, media interaktif, maupun sistem evaluasi berbasis data. Inovasi ini dapat menjadi kontribusi nyata bagi dunia pendidikan nasional.
4. Kolaborasi dengan Dunia Industri dan Sekolah Digital
UPI perlu memperkuat kerja sama dengan industri teknologi, start-up edutech, dan sekolah digital guna menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan magang, riset kolaboratif, serta menumbuhkan jiwa edupreneur.
5. Penciptaan Alumni yang Visioner dan Berdaya Saing Global
Harapannya, alumni UPI tidak hanya menjadi guru yang mampu mengajar di kelas, tetapi juga pemimpin perubahan di dunia pendidikan. Lulusan UPI diharapkan dapat menciptakan inovasi pembelajaran digital, menulis konten edukatif, membangun platform pendidikan, dan berperan aktif dalam komunitas global pendidikan digital.

(Searah jarum jam : Menlu Sugiono, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen Achiruddin, Pangdam XXI / Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono/AHY)


Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.