Bandung – Tim dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) secara komprehensif di SMK Negeri Kertajati, Kabupaten Majalengka, pada tanggal 10 – 11 Juni 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini mencakup tiga program pelatihan sekaligus, yaitu pelatihan integrasi teknologi digital dalam pembelajaran, pelatihan mobil listrik, dan pelatihan electronic fuel injection untuk kendaraan. Program ini merupakan kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pascasarjana (SPs) dan Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTI) UPI.

Tiga Program Pelatihan Terintegrasi

Kegiatan PkM ini dirancang secara menyeluruh dengan tiga fokus utama pelatihan yang saling melengkapi. Program pertama berupa pelatihan integrasi teknologi digital dalam pembelajaran yang dipimpin oleh Dr. Yusep Sukrawan, MT., bersama tim dari Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pascasarjana. Secara bersamaan, dua tim dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif juga melaksanakan pelatihan mobil listrik dan pelatihan electronic fuel injection untuk kendaraan.

Transformasi Pembelajaran Berbasis Digital

Dr. Yusep Sukrawan, MT., selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa pelatihan integrasi teknologi digital dirancang khusus untuk membekali para guru SMK dengan keterampilan mengintegrasikan teknologi digital dalam proses pembelajaran. “Kami melihat adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan literasi digital guru, terutama di SMK yang memiliki tantangan khusus dalam memadukan teknologi dengan pembelajaran praktik kejuruan,” ungkapnya.

Tim PkM terdiri dari dosen-dosen berpengalaman, yakni Prof. Dr. Tuti Suartini, M.Pd., dan Gilang Ciptadi Mahatkarsa, S.Sn., M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Pascasarjana, serta Dr. Ridwan Adam Muhamad Noor, M.Pd., dan Drs. Ir. H. Tatang Permana, M.Pd., IPM., dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif.

Para peserta pelatihan teknologi digital dilatih menggunakan berbagai platform pembelajaran digital, aplikasi multimedia pembelajaran, serta teknik pengembangan konten pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Pelatihan Teknologi Otomotif Terdepan

Paralel dengan pelatihan teknologi digital, dua tim dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif melaksanakan pelatihan yang sangat relevan dengan perkembangan industri otomotif terkini. Tim pertama yang dipimpin oleh Sriyono, M.Pd. memberikan pelatihan tentang teknologi mobil listrik, mencakup sistem kelistrikan, manajemen baterai, dan teknik perawatan kendaraan listrik.

Tim kedua yang dipimpin oleh Ibnu Mubarak, M.Pd. fokus pada pelatihan Electronic Fuel Injection (EFI) untuk kendaraan, yang merupakan teknologi penting dalam sistem injeksi bahan bakar modern. Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang komponen EFI, diagnosa kerusakan, dan teknik perbaikan yang sesuai dengan standar industri otomotif.

Materi Pelatihan Komprehensif

Untuk pelatihan teknologi digital, materi mencakup beberapa aspek penting, antara lain penggunaan Learning Management System (LMS), pembuatan video pembelajaran interaktif, pemanfaatan aplikasi kolaboratif untuk pembelajaran, serta strategi pembelajaran blended learning. Para guru juga dilatih menggunakan berbagai tools digital seperti Canva untuk desain visual, Flipgrid untuk diskusi interaktif, dan Google Workspace for Education.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena kami mendapat panduan praktis bagaimana mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran sehari-hari. Pelatihan mobil listrik dan EFI juga sangat membantu kami melakukan update pengetahuan teknis sesuai perkembangan industri,” ujar Halim, ST, MT., guru Teknik Kendaraan Ringan SMKN Kertajati.

Respons Positif dan Komitmen Keberlanjutan

Kepala SMKN Kertajati, H. Akhmad Karyono, M.Pd., menyambut baik kegiatan PkM yang komprehensif ini. Menurutnya, ketiga program pelatihan tersebut sangat sejalan dengan visi sekolah untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang teknologi. “Guru-guru kami mendapat manfaat luar biasa dari ketiga program ini. Pelatihan teknologi digital membantu mereka dalam metode mengajar, sementara pelatihan mobil listrik dan EFI memberikan update teknologi terkini di bidang otomotif. Kami berharap kerja sama dengan UPI dapat terus berlanjut,” katanya.

Tim PkM UPI juga memberikan modul pelatihan dan sertifikat kepada seluruh peserta dari ketiga program pelatihan. Meskipun kegiatan berlangsung intensif selama dua hari, akan dilakukan pendampingan jarak jauh selama tiga bulan untuk memastikan implementasi ilmu yang diperoleh berjalan optimal.

Dampak dan Keberlanjutan Program

Kegiatan PkM komprehensif ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran dan kompetensi teknis di SMKN Kertajati. Dengan meningkatnya kompetensi digital guru melalui pelatihan teknologi pembelajaran, diharapkan siswa akan mendapat pengalaman belajar yang lebih menarik dan interaktif.

Sementara itu, pelatihan mobil listrik dan electronic fuel injection memberikan update teknologi terkini yang sangat dibutuhkan dalam industri otomotif. Hal ini memungkinkan guru-guru jurusan Teknik Kendaraan Ringan untuk memberikan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif modern, sehingga lulusan SMKN Kertajati akan lebih siap menghadapi tantangan industri 4.0.

“Program terintegrasi ini merupakan wujud komitmen UPI dalam mengabdi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan kejuruan dan teknologi otomotif. Kolaborasi antar program studi ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam mengembangkan pendidikan teknologi yang komprehensif di Indonesia,” tutup Dr. Yusep Sukrawan, MT.

Kontributor: Gilang Ciptadi Mahatkarsa