
Bandung, UPI
Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melakukan kunjungan akademik ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam rangka penyusunan pedoman tugas akhir mahasiswa dan implementasi kurikulum baru. Kegiatan ini menjadi langkah penting UNY untuk menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru serta memperluas cakupan tugas akhir mahasiswa agar lebih beragam dan relevan dengan perkembangan zaman. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Parterre Jl. Dr. Setiabudhi, No.229 Bandung, Jawa Barat. Kamis (4/9/2025).
Latar belakang kunjungan ini tidak terlepas dari terbitnya dua regulasi penting, yaitu Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 serta Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2029 yang mengatur tentang standar nasional pendidikan tinggi, termasuk ketentuan mengenai tugas akhir. UPI dinilai telah lebih dahulu menyusun pedoman sesuai regulasi tersebut, sehingga menjadi rujukan tepat bagi UNY untuk memperkaya perspektif dan pengalaman.
Salah satu tim rombongan UNY, Staf Ahli Wakil Rektor Bidang Akdemik UNY, Muslikhin Ph.D menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan menggali informasi mendalam mengenai bagaimana UPI merancang dan menerapkan pedoman tugas akhir, khususnya dalam kaitannya dengan kurikulum terbaru.
Kegiatan benchmarking ini menjadi momentum penting bagi UNY untuk mempercepat penyesuaian regulasi dan memperluas pilihan mahasiswa dalam menuntaskan studi, sekaligus mengukuhkan komitmen kedua universitas dalam membangun pendidikan tinggi yang responsif terhadap perubahan.
“UNY ingin mengetahui secara langsung bagaimana implementasi pedoman tugas akhir di UPI, khususnya dalam konteks kurikulum yang baru saja kami susun untuk 2025. Kebetulan pada tanggal 2 September ini muncul peraturan baru, sehingga kami perlu segera menyesuaikan. UPI memiliki pengalaman lebih dulu dalam hal ini, dan tentu banyak hal yang bisa kami pelajari,” ujar Muslikhin, Ph.D.

Sementara itu, UPI menyambut baik kunjungan ini. Direktur Direktorat Pengembangan Kurikulum, Pembelajaran Digital,Kecerdasan Buatan, dan Metamesta Prof. Dr. Ahmad Yani, M.Si. menegaskan “pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam merespons kebijakan nasional serta memastikan bahwa regulasi baru dapat diterapkan secara efektif.”
Dengan adanya benchmarking ini, diharapkan tercipta pertukaran pengalaman dan praktik baik antara UPI dan UNY, khususnya dalam mengembangkan kurikulum dan pedoman tugas akhir yang adaptif. tegasnya.
Kolaborasi ini tidak hanya akan memperkuat hubungan akademik antara UNY dan UPI, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan membuka ruang inovasi dalam tugas akhir, mahasiswa diharapkan dapat lebih leluasa menunjukkan kompetensi, kreativitas, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.
Selain membahas soal tugas akhir, diskusi juga berkembang ke isu-isu lain yang menjadi perhatian kedua belah pihak, salah satunya adalah pengembangan Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
“Pertemuan ini bukan hanya soal tugas akhir, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa saling belajar di berbagai bidang. Hal-hal yang belum kami miliki bisa dipelajari dari UPI, dan sebaliknya, kami juga bisa memberikan perspektif bagi UPI,” tambah Prof. Ahmad Yani.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini mencerminkan semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. UPI menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang berbagi pengalaman dengan berbagai institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
“Harapan kami, pertemuan ini dapat menjadi titik awal untuk kerja sama lebih lanjut, tidak hanya dalam penyusunan pedoman tugas akhir, tetapi juga dalam bidang lain seperti riset bersama, pengembangan kurikulum, hingga inovasi pembelajaran berbasis teknologi,” pungkas Prof. Ahmad Yani, M.Si.

Melalui diskusi ini, UPI dan UNY diharapkan dapat memperkuat sinergi dan bersama-sama menciptakan terobosan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya dalam memastikan tugas akhir mahasiswa menjadi karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi syarat kelulusan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. (Rija Ibrahim)

