Bandung, Juli 2025

Sekolah Tinggi Hukum Bandung kembali melahirkan lulusan berprestasi dengan berhasilnya Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., meraih gelar Magister Hukum (M.H.) dalam Program Kekhususan Hukum Pidana. Pencapaian ini diraih melalui penyelesaian tesis yang berjudul “Konsep Mediasi Penal dalam Sengketa Olahraga Berdasarkan Perspektif Restorative Justice”.

Dosen Berpengalaman dengan Spesialisasi Olahraga 

Sandey Tantra Paramitha, yang juga merupakan dosen program pascasarjana Studi S2 Pendidikan Olahraga di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), berhasil mengombinasikan keahliannya di bidang pendidikan olahraga dengan pendalaman ilmu hukum. Latar belakang akademik yang multidisiplin ini menjadikan penelitiannya semakin komprehensif dan relevan dengan kebutuhan dunia olahraga Indonesia.

Penelitian Inovatif di Bidang Hukum Olahraga 

Tesis yang disusun oleh mahasiswa dengan NPM P.23.4301.029 ini mengangkat topik yang sangat relevan dengan perkembangan dunia olahraga Indonesia saat ini. Penelitian ini mengkaji penerapan konsep restorative justice dalam penyelesaian sengketa olahraga melalui mekanisme mediasi penal, sebuah pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan hubungan antarpihak yang bersengketa.

“Pengalaman saya sebagai dosen pendidikan olahraga memberikan perspektif unik dalam memahami dinamika konflik yang terjadi di dunia olahraga. Dunia olahraga tidak terlepas dari berbagai permasalahan hukum, termasuk sengketa yang melibatkan berbagai pihak. Pendekatan mediasi penal berbasis restorative justice menawarkan solusi yang lebih efektif dan berkeadilan dibandingkan sistem peradilan pidana konvensional yang bersifat retributif,” ungkap Sandey dalam penelitiannya.

Bimbingan Akademisi Berpengalaman 

Proses penyelesaian tesis ini dilakukan di bawah bimbingan dua akademisi berpengalaman, yaitu Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, S.H., M.H., Sp.N., sebagai Ketua Komisi Pembimbing dan Dr. Mas Putra Zenno J., S.H., M.H., sebagai Anggota Komisi Pembimbing. Kolaborasi dengan pembimbing yang kompeten ini menghasilkan karya akademik yang berkualitas tinggi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu hukum, khususnya di bidang hukum pidana dan hukum olahraga.

Sinergi Pendidikan Olahraga dan Hukum 

Keunikan penelitian Sandey terletak pada kemampuannya memadukan pemahaman mendalam tentang dunia pendidikan olahraga dengan analisis hukum yang komprehensif. Sebagai dosen di Program Studi S2 Pendidikan Olahraga UPI, ia memiliki wawasan praktis tentang berbagai permasalahan yang dihadapi dalam penyelenggaraan olahraga, mulai dari tingkat pendidikan hingga profesional.

“Sandey memiliki keunggulan dalam memahami konteks olahraga secara holistik, sehingga solusi hukum yang ditawarkan tidak hanya teoritis tetapi juga aplikatif,” komentar Dr. Mas Putra Zenno J., S.H., M.H., selaku pembimbing.

Kontribusi untuk Pengembangan Hukum Olahraga Indonesia 

Penelitian yang dilakukan Sandey ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach). Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa mediasi penal berbasis restorative justice memberikan ruang partisipasi aktif bagi pelaku, korban, dan komunitas dalam proses pemulihan, sekaligus berkontribusi dalam mengurangi beban perkara di lembaga peradilan.

Dr. Walter Wanggur, S.H., M.H., selaku Kepala Program Magister Sekolah Tinggi Hukum Bandung, menyatakan bahwa penelitian ini memberikan perspektif baru dalam penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia. “Karya Sandey ini tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi penyelesaian konflik dalam dunia olahraga yang semakin kompleks. Latar belakangnya sebagai dosen pendidikan olahraga memberikan nilai tambah yang signifikan,” ujarnya.

Implikasi Praktis dan Rekomendasi Kebijakan 

Tesis ini juga menghasilkan rekomendasi penting bagi pengembangan sistem penyelesaian sengketa olahraga di Indonesia. Sandey menyarankan perlunya penguatan landasan hukum dan kebijakan internal yang mendukung penerapan mediasi penal berbasis restorative justice di dunia olahraga, serta pentingnya edukasi berkelanjutan kepada komunitas olahraga untuk menginternalisasi nilai-nilai restorative justice.

Kontribusi untuk Dunia Akademik 

Dengan posisinya sebagai dosen pascasarjana di UPI, Sandey diharapkan dapat mengintegrasikan temuan penelitiannya ke dalam kurikulum pendidikan olahraga, khususnya dalam aspek etika, hukum, dan penyelesaian konflik olahraga. Hal ini akan memberikan bekal yang lebih komprehensif bagi calon-calon profesional di bidang olahraga.

Apresiasi dan Harapan ke Depan 

Keberhasilan Sandey Tantra Paramitha meraih gelar Magister Hukum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan kontribusi nyata bagi pengembangan hukum olahraga Indonesia. Penelitiannya membuka jalan bagi penerapan pendekatan yang lebih humanis dalam penyelesaian sengketa olahraga, sejalan dengan semangat sportivitas dan fair play yang menjadi jiwa olahraga.

Dengan latar belakang pendidikan Magister Hukum yang solid, pengalaman sebagai dosen pascasarjana pendidikan olahraga, dan fokus penelitian pada bidang yang sangat relevan, Sandey diharapkan dapat terus berkontribusi dalam pengembangan sistem hukum Indonesia, khususnya dalam menciptakan ekosistem olahraga yang lebih adil, harmonis, dan berintegritas. (kontributor)