Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) telah menyelenggarakan acara Silaturahmi Idulfitri 1446 Hijriah pada Selasa, 15 April 2025. Kegiatan ini yang bertepatan dengan 16 Syawal 1446 H menjadi penutup rangkaian acara Ramadan yang digelar oleh Panitia Ramadan 1446 H UPI. Bertempat di Gedung Ahmad Sanusi, acara ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika UPI, termasuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pembicara, di antaranya Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, Rektor UPI Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., serta penceramah utama Prof. Mohamad Nasir, M.Si., Ph.D., Akt. Mereka menyampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat silaturahmi, solidaritas, dan sinergi dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini.

Drs. Nanan Soekarna dalam sambutannya menekankan pentingnya mengedepankan nilai-nilai spiritual dan emosional dibandingkan sekadar kecerdasan intelektual. 

“Saya ingin mengajak seluruh sivitas akademika untuk mengedepankan spiritual question dan emotional question daripada hanya mengandalkan IQ,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk meninggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kemajuan bersama. 

“Saya sungguh berharap kita bisa meninggalkan kepentingan pribadi dan kelompok. Mari satukan hati dengan nilai-nilai spiritualitas,” tambahnya.

Prof. Solehuddin, M.Pd., M.A., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara ini serta kebersamaan yang terbangun. Ia menekankan bahwa capaian UPI tidak lepas dari peran aktif seluruh elemen sivitas akademika. 

“Saya sangat yakin, UPI bisa menjadi seperti sekarang ini karena kontribusi Bapak dan Ibu semua. Kami hanya mengelola; tanpa prestasi dan kerja keras Bapak/Ibu, tidak mungkin UPI mencapai titik ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, beliau juga menyampaikan pesan perpisahan menjelang akhir masa jabatannya sebagai rektor. Ia mengucapkan terima kasih dan menyampaikan harapan agar UPI terus berkembang menjadi institusi yang lebih baik di masa depan.

“Insyaallah, pertengahan Juni kita akan memiliki rektor baru—yang lebih sigap, lebih semangat, dan Insyaallah saya yakin dengan keyakinan penuh, akan membawa UPI menjadi lebih baik dalam segala hal. Ini nanti menjadi tanggung jawab beliau. Kita percaya, setiap orang itu ada zamannya, dan setiap zaman ada orangnya. Saya yakin beliau akan membawa UPI melompat, dan melompat, dan terus melompat ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Penceramah utama, Prof. Mohamad Nasir, menyoroti pentingnya silaturahmi dalam memperkuat tali persaudaraan dan persatuan. Ia membagikan kisah inspiratif tentang sejarah halalbihalal sebagai budaya khas Indonesia yang bertujuan mempererat ukhuwah. 

“Halalbihalal adalah cara untuk mempersatukan umat. Jangan sampai kita terpecah-belah kembali,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya inovasi dan kontribusi akademik untuk mendorong kemajuan bangsa. 

“Inovasi dan kontribusi akademik sangat penting untuk kemajuan bangsa. Mari kita satukan hati dan langkah demi menjadikan UPI universitas yang lebih baik lagi,” tuturnya.

Sebagai bagian dari acara, panitia turut menyerahkan buku kompilasi esai Ramadan berjudul “Pesan Sosial Ramadan: Gagasan dan Pemikiran dari Kampus Bumi Siliwangi untuk Bangsa dan Negara” kepada beberapa pihak, termasuk Rektor UPI dan penceramah utama. Selain itu, sejumlah hadiah diserahkan kepada dosen dan tenaga kependidikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Acara Silaturahmi Idulfitri 1446 H UPI sukses mempererat hubungan sivitas UPI dan menghadirkan pesan-pesan inspiratif untuk kemajuan bersama. Semoga UPI senantiasa berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.