Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali memperkuat jejaring kemitraannya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Banjar. Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah terjalin sebelumnya, khususnya dalam bidang pembinaan pelatih olahraga yang dilaksanakan di Ruang Rapat Timur Gd. Partere Jl. Dr. Setiabudi No. 229 Bandung, Jawa Barat. Selasa (28/4/2026)

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menjelaskan bahwa kerja sama ini diperluas karena hasil kolaborasi sebelumnya dinilai berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata. Oleh karena itu, kedua pihak sepakat untuk menaungi kerja sama tersebut dalam bentuk MoU yang lebih komprehensif.

“Kerja sama ini sebenarnya sudah berlangsung, terutama melalui Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan dalam pembinaan pelatih olahraga di Kabupaten Banjar. Karena hasilnya positif, pemerintah daerah menginginkan cakupan kerja sama yang lebih luas,” ujar Agus.

Dalam MoU ini, UPI dan Pemerintah Kabupaten Banjar akan mengembangkan kolaborasi di berbagai bidang yang menjadi kebutuhan daerah. Beberapa fokus utama meliputi pengembangan pariwisata, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemenuhan dan pembinaan tenaga pendidik.

Pengembangan UMKM, misalnya, akan diarahkan pada peningkatan kualitas pengemasan produk agar memiliki daya saing lebih tinggi. Sementara itu, di sektor pendidikan, kerja sama akan mencakup penyediaan guru serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Kabupaten Banjar.

Terkait implementasi teknis, Agus menjelaskan bahwa setiap program akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih spesifik. Salah satu program yang direncanakan adalah penyusunan desain atau blueprint pengembangan olahraga daerah.

“Untuk pelaksanaan kegiatan, secara administratif akan diturunkan dalam bentuk PKS. Salah satu yang akan segera dilakukan adalah penyusunan desain olahraga daerah sebagai panduan pengembangan ke depan,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa peluang kerja sama ke depan sangat terbuka, mengingat program yang dirancang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat daerah. Sektor pariwisata dan pendidikan dinilai memiliki potensi besar untuk segera diwujudkan dalam bentuk program konkret.

Melalui kerja sama ini, UPI berharap dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Bentuk-bentuk kerja sama seperti inilah yang pada dasarnya menjadi wujud kontribusi universitas dalam memberikan dampak bagi masyarakat,” tutup Agus. (Rija)