Jerman, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus mengembangkan komitmen terhadap kampus berkelanjutan melalui partisipasinya dalam The 12th International Workshop on UI GreenMetric World University Rankings (IWGM 2026) di Umwelt-Campus Birkenfeld, Trier University of Applied Sciences, Jerman. Rabu, 26 Agustus 2026.

Partisipasi UPI dalam forum internasional tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi praktik keberlanjutan, tetapi juga membawa gagasan tentang bagaimana kebijakan lingkungan dapat diterjemahkan menjadi praktik nyata di lingkungan kampus.

Dalam forum tersebut, Dr. Mahardhika Zifana, S.Pd., M.Hum., mewakili UPI mempresentasikan penelitian berjudul “From Policy to Practice: Strengthening Building-Based Waste Management through Discourse-Oriented Policy Communication at Universitas Pendidikan Indonesia.”

Mahardhika mengatakan, kebijakan keberlanjutan tidak akan efektif apabila hanya berhenti pada dokumen. Menurutnya, komunikasi menjadi bagian penting karena menentukan bagaimana kebijakan dipahami, diterjemahkan, dan dijalankan oleh warga kampus.

“Komunikasi menjadi penting karena menentukan bagaimana kebijakan dipahami, diterjemahkan, dan dijalankan oleh warga kampus,” ujar Mahardhika.

Karena itu, isu komunikasi kebijakan pengelolaan sampah dinilai relevan dibawa ke IWGM 2026 sebagai bagian dari upaya menjembatani kebijakan dengan praktik. Pendekatan tersebut menempatkan komunikasi dan keterlibatan pemangku kepentingan sebagai bagian dari proses membangun budaya keberlanjutan di lingkungan universitas.

Penelitian tersebut kemudian dikembangkan melalui Discourse-Oriented Policy Communication Framework (DOPCF) yang mencakup policy framing, message translation, stakeholder interpretation, communicative engagement, dan practice institutionalization. Kerangka ini digunakan untuk melihat bagaimana kebijakan dapat diterjemahkan menjadi pesan yang dipahami dan diterapkan oleh berbagai kelompok di lingkungan kampus.

Gagasan yang dibawa ke forum internasional tersebut tidak berhenti pada presentasi akademik. Prinsip yang sama diterapkan melalui program pengabdian kepada masyarakat “Penguatan Strategi Sosialisasi Penanganan Sampah Mandiri bagi Pegawai UPI melalui Pendekatan Linguistik Wacana” bersama Biro Aset dan Lingkungan UPI.

Mahardhika menjelaskan, hasil penelitian diterjemahkan ke dalam program pengabdian melalui penguatan literasi kebijakan dan pelatihan komunikasi lingkungan bagi pegawai Biro Aset dan Lingkungan.

“Pendekatannya diwujudkan dalam panduan, template, dan materi sosialisasi pengelolaan sampah agar pesan kebijakan lebih jelas, kontekstual, dan dapat diterapkan di tingkat gedung,” katanya.

Program tersebut dilaksanakan selama delapan bulan dengan sedikitnya delapan kali kunjungan. Kegiatannya meliputi penguatan literasi kebijakan lingkungan, pelatihan penyusunan materi sosialisasi, penerapan teknologi sosial berbasis komunikasi kebijakan, pendampingan, evaluasi, serta pengembangan strategi keberlanjutan.

Pendekatan ini menempatkan kampus sebagai ruang sosial sekaligus laboratorium untuk mengembangkan praktik keberlanjutan. Program tersebut juga berkaitan dengan SDG 11 tentang Sustainable Cities and Communities dan SDG 12 tentang Responsible Consumption and Production.

Keterlibatan UPI dalam IWGM 2026 juga menunjukkan bahwa UI GreenMetric tidak semata-mata ditempatkan sebagai target pemeringkatan. Indikator keberlanjutan dapat menjadi instrumen refleksi untuk melihat sejauh mana kebijakan dan program lingkungan telah diterjemahkan menjadi praktik nyata.

Mahardhika mengatakan, langkah berikutnya adalah memperkuat komunikasi dua arah dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan dalam agenda keberlanjutan UPI.

“Targetnya bukan sekadar mempertahankan kinerja GreenMetric, tetapi membangun kebiasaan dan budaya keberlanjutan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga UPI,” ujarnya.

Melalui kesinambungan antara kebijakan, riset, pengabdian, dan praktik kelembagaan, UPI terus mengembangkan agenda kampus berkelanjutan. Partisipasi dalam forum internasional tersebut menjadi salah satu ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus memperluas pembelajaran mengenai penerapan sustainability di lingkungan perguruan tinggi. (RK)