Yogyakarta, UPI

Empat perguruan tinggi terkemuka di Indonesia resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertajuk “Pendidikan Seni, Literasi Budaya, dan Politik Representasi dalam Ekosistem Kreatif Kontemporer”.

Keempat institusi tersebut adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Agenda akademik ini digelar di Ruang Auditorium Lantai 5 Sekolah Pascasarjana UGM, Yogyakarta, pada Rabu (10/06/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Dalam forum ilmiah ini, sebanyak 14 mahasiswa S3 Program Studi Pendidikan Seni UPI turut berpartisipasi aktif, baik sebagai peserta, narasumber, maupun moderator.

Kolaborasi antarkampus ini digagas oleh dua akademisi UPI, R. Dian Dia-an Muniroh, Ph.D. dan Dr. Yanti Heriyawati, M.Hum. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa doktor untuk saling berbagi pengalaman dan membangun kesadaran terhadap mutu akademik.

“Secara mendasar, seminar ini diharapkan menjadi ruang silaturahim lintas pascasarjana melalui sharing keilmuan untuk memperkuat academic reputation pada pemeringkatan global,” ujar Dr. Yanti Heriyawati.

Seminar nasional ini menghadirkan delapan narasumber yang memaparkan kajian seni secara multidisiplin. Salah satu sorotan datang dari Enry Johan Jaohari, M.Pd., mahasiswa doktor Pendidikan Seni UPI, yang membawakan topik “Identitas Musikal sebagai Fondasi Pendidikan Tinggi Musik.”.

Dalam paparannya, Enry menawarkan pandangan kritis mengenai pentingnya kesadaran jati diri musikal bagi lulusan perguruan tinggi musik. Ia juga memperkenalkan desain “Permata AI”, sebuah inovasi berbasis kecerdasan buatan untuk mengeksplorasi identitas musisi dalam membangun reputasi profesional mereka. Paparan ini memicu diskusi dinamis di antara para panelis dan peserta.

Selain Enry Johan, jajaran narasumber lain yang hadir meliputi Dr. Yanti Heriyawati, M. Hum. Prof. Dr. Kun Setyaning Astuti, M.Pd., Dr. Sri Margana, M.Hum. M.Phil. Dr. Sn. Muh. Fajar Apriyanto, M.Sn. Rizki Risandi, M.Pd. Supriando, M.Sn. Theresia Agustina Sitompul, M.Sn.

Diskusi berjalan interaktif di bawah panduan duet moderator Dr. Trisna Pradita Putra, M.M. dan Fensy Sella, M.Pd., serta dibedah oleh empat pembahas ahli, yaitu R. Dian Dia-an Muniroh, M.Hum., Ph.D., Dr. Titik Putraningsih, M.Hum., Dr. G.R. Lono Lastoro Simatupang, dan Dr. Mikke Susanto, M.A.

Program kolaborasi ini didesain bukan hanya untuk menyebarluaskan produk akademik ke masyarakat luas, tetapi juga untuk menguji keilmuan mahasiswa melalui sudut pandang kritis dari perguruan tinggi mitra.

Dosen mata kuliah publikasi Program Studi Pendidikan Seni UPI, Prof. Dr. Julia, yang turut mendampingi para mahasiswa doktor, menyatakan optimismenya terhadap dampak jangka panjang dari kegiatan ini.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi pada jurnal internasional bereputasi,” ungkap Prof. Julia.

Melalui pertukaran gagasan lintas kampus yang intensif seperti ini, reputasi akademik (academic reputation) masing-masing universitas diharapkan dapat terbangun secara organik di kancah nasional maupun internasional. (DN)