
Bandung, UPI
Program Studi Film dan Televisi (FTV) Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, dan inovasi kreatif melalui kegiatan bertajuk “Video Mapping: Fragment of Art.” Selasa, (4/11/2025).
Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi FTV, Dr. Harry Tjahjodiningrat, M.Pd., ini menandai perkuliahan berbasis proyek (Project-Based Learning) pada mata kuliah Studio Intermedia Animasi. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Road to Cinefuture 2026. Dr. Harry Tjahjodiningrat, M.Pd. dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bentuk nyata sinergi antara dunia akademik dan industri kreatif. “FTV UPI berkomitmen untuk terus mengembangkan ekosistem pembelajaran yang mendorong kolaborasi lintas disiplin dan inovasi teknologi, agar mahasiswa tidak hanya menjadi pembuat film, tetapi juga peneliti dan inovator dalam bidang media digital,” ujarnya.
“Video Mapping: Fragment of Art” dirancang sebagai wahana eksplorasi artistik sekaligus riset kolaboratif antara mahasiswa dan dosen. Melalui kegiatan ini, proses belajar tidak hanya berhenti pada pencapaian kompetensi teknis, tetapi berkembang menjadi praktik riset terapan yang menggabungkan aspek konseptual, teknologi, dan inovasi kreatif. Proyek ini menjadi wujud nyata dari integrasi research-based creation, di mana mahasiswa dan dosen berinteraksi dalam meneliti, merancang, dan memproduksi karya video mapping yang mampu merepresentasikan gagasan estetik sekaligus menjawab tantangan sosial serta teknologi kontemporer.
Dosen pengampu studio animasi FTV, Salsa Solli Nafsika, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran yang menekankan pentingnya berpikir kritis dan kolaboratif dalam konteks industri kreatif. “Video mapping bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga tentang bagaimana ide-ide visual mampu membangun ruang dialog antara seni, teknologi, dan masyarakat. Melalui proyek ini, mahasiswa belajar bagaimana sebuah karya bisa menjadi medium refleksi sekaligus inovasi,” ungkapnya.

Antusiasme penonton terlihat jelas sepanjang pertunjukan berlangsung. Banyak dari mereka mengaku kagum dengan perpaduan antara teknologi proyeksi dan kekuatan narasi visual yang dihadirkan oleh mahasiswa FTV UPI.
Salah satu penonton, Rani (21), mahasiswi PGSD, menyampaikan kesannya “Saya tidak menyangka karya mahasiswa bisa sekompleks dan seindah ini. Perpaduan cahaya, musik, dan bentuk visualnya sangat menyentuh. Rasanya seperti berada di dalam karya seni itu sendiri.”
Sementara itu, Dimas (24), penonton umum yang tertarik pada dunia animasi, menilai bahwa karya ini menunjukkan kemajuan besar dalam cara kampus mengintegrasikan seni dan teknologi: “Video mapping ini bukan hanya hiburan, tapi juga pesan tentang bagaimana seni bisa berbicara dengan teknologi. Ini pengalaman yang edukatif sekaligus inspiratif”.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh tamu undangan dari PROSFISI (Asosiasi Program Studi Film dan Televisi) yang memberikan dimensi reflektif terhadap makna penciptaan karya seni dalam konteks akademik dan kebudayaan. Kehadiran mereka memperkaya diskusi lintas disiplin, mempertemukan perspektif artistik, filosofis, dan edukatif dalam satu ruang dialog kreatif.

Perwakilan PROSFISI menilai bahwa “Video Mapping: Fragment of Art” bukan sekadar pameran teknologi visual, melainkan juga sebuah manifestasi dialektika antara ide, medium, dan pengalaman estetik. “Karya ini menunjukkan bagaimana mahasiswa tidak hanya memproduksi visual yang indah, tetapi juga mengartikulasikan gagasan filosofis tentang relasi manusia, ruang, dan cahaya. Ini sejalan dengan semangat seni sebagai refleksi intelektual,” ujar salah satu dosen tamu dari PROSFISI.
Dalam konteks keberlanjutan global, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pemanfaatan teknologi digital, sistem proyeksi spasial, dan rekayasa visual interaktif dalam proyek ini menjadi sarana menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan akademik, memperkuat ekosistem kreatif berbasis teknologi, serta mendorong lahirnya infrastruktur kreatif yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Dengan menggabungkan research-based learning dan praktik kolaboratif lintas disiplin, “Video Mapping: Fragment of Art” tidak hanya menegaskan posisi FTV UPI sebagai ruang pembelajaran kreatif berbasis riset, tetapi juga sebagai laboratorium hidup yang terus melahirkan inovasi seni dan teknologi untuk pembangunan industri kreatif berkelanjutan di Indonesia. (Kontributor Humas UPI : Salsa Solli Nafsika, M.Pd.)

