Dudih Sutrisman Berhasil Menjadi Finalis 10 Besar Writing Competition

beswan

Bandung, UPI

Djarum Foundation kembali menggelar kegiatan Writing Competition Beswan Djarum yang merupakan salah satu kompetisi yang diadakan untuk para penerima Djarum Beasiswa Plus atau disebut Beswan Djarum dengan mengusung tema “Masa Depan Ke-Indonesia-an”.

Dengan seleksi yang cukup ketat, terdapat 10 orang Beswan (sebutan bagi para penerima Djarum Beasiswa Plus) yang lolos ke babak final Writing Competition Regional Bandung. Bertempat di Galery Ciumbuleuit Hotel & Apartment, pada Selasa, 23 September 2014 para finalis yang terdiri dari Athifa Sri Ismiranti (ITB), Gembong Ikhwanan (UNPAD), Dudih Sutrisman (UPI), Riri Suliani (Universitas Widyatama), Mutiara Khadijah (UNJANI), Corry Fiani (ITB), Aditya Gianto Hadiwijaya (ITB), Indra Gandawijaya (ITB), Ignatius Tommy Pratama (UNPAR), Grace Novelia (UNPAR) mempresentasikan karya tulisnya masing-masing dihadapan Dewan Juri yang terdiri dari Prof. Dr. Rar. Nat. Sundani Nurono Soewandhi (Guru Besar ITB), Ir. Marleen Sunyoto, M.Sc. (Akademisi UNPAD) keduanya merupakan akademisi kampus yang kerap menjadi juri pada PIMNAS dan PKM Dikti serta Drs. H. Pitoyo (Tribun Jabar) dari kalangan jurnalis.

Dudih Sutrisman, mahasiswa jurusan PKn FPIPS UPI yang merupakan peraih Djarum Beasiswa Plus Tahun Ajaran 2013/2014 berhasil menjadi finalis 10 Besar ajang Writing Competition Beswan Djarum 2013/2014 Regional Bandung tersebut.

Pada ajang ini setiap finalis mengusung ide yang unik satu sama lain, dimana seluruhnya bermuara pada harapan besar bagi masa depan Indonesia. Persaingan yang begitu ketat nampak pada presentasi kali ini dimana para finalis berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan para Juri akan hasil karya tulisnya dengan gaya presentasinya masing-masing. Apresiasi, Saran dan Kritikan kerap muncul dari Dewan Juri terhadap penampilan dan substansi presentasi para Finalis. Dari ajang ini terpilihlah Gembong Ikhwanan (UNPAD), Aditya Gianto Hadiwijaya (ITB) dan Indra Gandawijaya (ITB) sebagai 3 Besar yang akan melaju ke tahap Writing Competition tingkat nasional di Jakarta. (Deny)

Seorang Atlet Harus Memiliki Mental Juara

3

Bandung, UPI

Sebuah kemenangan bisa tercapai karena didorong oleh sebuah keyakinan yang kuat dari dalam diri setiap atlet. Aku harus menang, maka tekad itu seharusnya menjadi landasan pada setiapkali gerak dengan maksud ingin mencapai tujuannya.

“Setiap atlet harus memiliki modal dasar, yaitu mental juara,” ujar Christian Hadinata saat Seminar Keolahragaan yang bertajuk Penerapan Sportscience dalam Bulutangkis dan Bedah Buku “Rahasia Ketangguhan Mental Juara Christian Hadinata”, Selasa, 30 September 2014 di Auditorium FPOK UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Christian Hadinata adalah seorang salah satu putra terbaik bangsa ini yang telah berjasa besar mengharumkan nama Indonesia dari cabang Bulutangkis. Pria asal Purwokerto, 11 Desember 1949 seorang atlet yang pernah mendapatkan julukan dari media sebagai “The Magnificient Seven of Djarum”, yaitu tujuh pendekar PB Djarum dalam tim nasional bulutangkis Indonesia yang pernah berjaya merebut Piala Thomas tahun 1984. Banyak catatan juara diraih atas namanya seperti Seri Kejujuran Dunia, Piala Thomas, All England, Asian Games dan lainnya.

4Seminar dan bedah buku tentang rahasia mental juara legendaris bulutangkis Indonesia itu digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bekerjasama dengan FPOK UPI itu menghadirkan Dr. Monty P. Satiadarma, MS/AT, MCP/MFCC, DHC, Dr. Herman Subarjah, M.Si., Agus Rusdiana, M.Sc. Ph.D dan Christian Hadinata sebagai pembicara.

Apa yang menjadikan rahasia dari mental juara seperti dikatakan yang maestro bulutangkis itu menarik perhartian pakar psikologi olahraga, Dr. Monty P. Satiadarma, Drs. Amran Effendi Siregar, dan Damar Arum Dwiariani, untuk lebih jauh menelitinya dan lalu disusunnya menjadi sebuah karya buku ilmiah yang memiliki nilai dan daya tarik tersendiri.

“Bagaimanapun nama besar Christian Hadinata dalam sejarah cabang olahraga bulutangkis bukan omomg kosong dan hal yang mudah dicapai. Dalam perhelatannya menekuni sebagai atlet dalam rentang era 1970-1980an telah banyak juara dicapainya dan berhasil menjadikan kebanggaan bagi bangsa,” Dr. Herman Subarjah, M.Si.

Menurutnya, bukan hal yang sederhana dalam kenyataannya, mental juara itu dimiliki seorang atlet, selain kemampuan teknik atau skill yang mumpuni.

“Secara psikologis seorang atlet harus memiliki kejujuran, kesabaran dan ketenangan.” kata Herman Subarjah.

Lebih lanjut dipaparkan oleh Sekjen PBSI Pengprov Jabar itu bahwa banyak atlet bermimpi ingin menjadi juara. Tak sedikit yang gagal mencapainya lalu putus asa. Bahkan banyak pula yang sekalipun meraihnya, tapi dijalani dengan kecurangan atau cara yang tidak sewajarnya.

1“Sikap religius itulah saya pahami yang telah menjadi ahasia keberhasilan seorang Christian Hadinata. Dan menjadikan hal yang penting kiranya untuk dipahami, diteliti dan dikembangkan oleh para pelatih bulutangkis dan mahasiswa, yang secara khusus menggeluti bidang olahraga dan psikologi,” ujar Dosen FPOK UPI itu. (Deny)

BEM REMA UPI Kampus Sumedang Selenggarakan Training Advokasi

travo 3Sumedang, UPI

Departemen Sosial Politik Mahasiswa di bawah Badan Eksekutif Mahasiswa Republik Mahasiswa (BEM REMA) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Sumedang, Kabinet Cipta Kelana Tahun 2014 menggelar acara Training Advokasi (Travo) 2014, Sabtu, 27 September 2014.

Kegiatan yang diikuti oleh 150 peserta yang terdiri dari mahasiswa UPI Kampus Sumedang dan mahasiswa dari perguruan tinggi lain di Kabupaten Sumedang turut serta dalam kegiatan ini. Sebut saja Perguruan Tinggi Sebelas April (PTSA) Sumedang dari berbagai sekolah tinggi serta dari Universitas Padjajaran Kampus Jatinangor, turut berkecimpung memeriahkan kegiatan Travo 2014.

Sesuai dengan tema kali ini yaitu “Menanggapi Masalah, Memberi Solusi dengan Mengenal Advokasi” kegiatan ini pada dasarnya bertujuan agar para mahasiswa di Kabupaten Sumedang peka akan isu-isu sosial yang terjadi dimasyarakat, sehingga berkat kepekaan tersebut timbulah sikap kritis, peduli, dan tergugah untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Kegiatan Travo 2014 ini dibuka oleh sekretaris UPI Kampus Sumedang sekaligus Pembina Kemahasiswaaan UPI Kampus Sumedang, yaitu Drs. H. Dede Tatang Sunarya, M.Pd. Dalam sambutannya beliau mengatakan mahasiswa jangan hanya berkutat dalam bidang akademik saja melainkan harus peduli terhadap masyarakat.

Dalam kegiatan Travo 2014 yang diselenggarakan di Aula UPI Kampus Sumedang ini, peserta mendapatkan materi-materi seputar advokasi. Materi pertama diberikan oleh Ahmad Faqihudin yang saat ini menjabat sebagai Presiden BEM REMA Universitas Pendidikan Indonesia. Dalam materinya beliau memaparkan tentang hakikat dari advokasi termasuk di dalamnya bagaimana alur advokasi dalam lingkup universitas.

travo 4Adapun pemateri selanjutnya adalah Bapak Dr. Herman Suryatman, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Kepala Biro Hukum Komunikasi dan Informasi Publik Kementrian PANRB). Dalam kesempatan tersebut beliau lebih menekankan pada pembangunan kepekaan diri mahasiswa terhadap bentuk permasalahan yang perlu diadvokasi. Beliau mengajak para mahasiswa untuk lebih peduli terhadap segala persoalan di masyarakat, bangsa, dan negara, serta memotivasi mahasiswa untuk menjadi pribadi-pribadi yang berani.

Setelah pemberian materi selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan konsolidasi antara BEM REMA UPI Kampus Sumedang dengan para mahasiswa UPI Kampus Sumedang yang hadir menjadi peserta dengan pembahasan seputar permasalahan di lingkungan UPI Kampus Sumedang. Kemudian dibentuklah Jaringan Advokasi Mahasiswa (JAM) dibawah koordinasi Departemen Sosial Politik Mahasiswa BEM REMA UPI Kampus Sumedang. Tidak hanya sampai di sana, konsolidasi pun berlanjut antara BEM REMA UPI Kampus Sumedang bersama perwakilan dari senat dan BEM berbagai Sekolah Tinggi PTSA serta Universitas Padjajaran kampus Jatinangor yang tergabung dalam aliansi BEM Sumedang Raya, di mana di sana dibahas mengenai isu-isu sosial politik di Kabpaten Sumedang tindak lanjutnya terhadap persoalan tersebut.

“Travo yang diselenggarakan oleh BEM REMA UPI Kampus Sumedang berjalan sesuai dengan harapan. Peserta tampak antusias dan pemateri yang dihadirkan sangat menginspirasi. Dengan adanya Travo ini diharapkan bisa menumbuhkan pemikiran kritis mahasiswa dalam menyikapi setiap dinamika dalam kehidupan dan membuka mindset mahasiswa bahwa tugas dari mahasiswa itu bukan sekedar duduk di bangku perkuliahan. Ada hal yang mulai dilupakan yaitu peran mahasiswa sebagai Iorn Stock, Agent of Change, dan Social Control.” tutur Karisdha Pradityana, Kepala Departemen Sosial Politik Mahasiswa BEM REMA UPI Kampus Sumedang, sekaligus Penanggung Jawab kegiatan Training Advokasi (Travo) 2014. (AD 03003/Jurnalisitik UPI Kampus Sumedang).

Kabumi Berupaya Melestarikan Alat Musik Bambu

logo upiBandung, UPI

Kabumi dengan kecintaannya terhadap seni budaya Indonesia khususnya Jawa Barat kembali menampilkan pagelaran “Serumpun Bambu Sejuta Karya” dalam rangkaian Pagelaran Seni dan Budaya UPI 2014, pada hari Jumat, 26 September 2014 pkl. 19.00 WIB di Gedung Kebudayaan Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Serumpun Bambu Sejuta Karya ini merupakan sajian lantunan karya yang sudah tidak asing lagi didengar dan dikemas menggunakan alat musik dari bambu yang dikolaborasikan dengan alat musik modern. Serta akan ditampilkan beberapa tarian tradisional nusantara dimana bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan motivasi kepada generasi muda agar terus mempertahankan budaya kita dan tak luput berkembangnya zaman kita pun bisa mengkolaborasikan tanpa menghilangkan unsur tradisional.

“Konsep yang ditampilkan dalam pagelaran kali ini adalah mengangkat alat musik yang terbuat dari bambu, Kabumi sebuah wadah yang berkecimpung di kesenian, bambu merupakan alat musik yang dominan dimainkan oleh Kabumi seperti halnya Angklung,” kata Andika selaku Lurah Kabumi

Menurut ia, alat musik yang kita gunakan di pagelaran kali ini dominan menggunakan bambu, sementara untuk materi lagu dan tarian mengangkat kesenian budaya nusantara.

Kabumi yang memiliki tujuan menjadi salah satu organisasi kesenian pelopor dimana Kabumi dijadikan pusat pengembangan kesenian tradisional bangsa kita, ujarnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang akan mempertahankan kesenenian tradisional ini, mengingat arus modernisasi terus menggerus kebudayaan kita, sehingga melalui pertunjukan ini tidak salahnya kita menjaga dan melestarikan budaya bangsa sendiri” tambah Andika.

Melalui pagelaran ini ia berharap, para generasi muda selain bisa mengapresiasi juga dapat menjaga identitas budaya bangsa melalui kesenian nusantara. Dan berharap kesenian nusantara bisa terus kita lestarikan. (Deny)

IPG Kampus Perempuan Melayu Kunjungi UPI

logo upiBandung,UPI
Universitas Pendidikan Indonesia menerima kunjungan akademik dari Institut Pendidikan Guru Perempuan Melayu, Melaka, Malaysia, Jumat, ( 26/09/2014) di Ruang Rapat Gedung University Centre UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Adapun maksud dari kunjungan mereka ini yaitu untuk sharing pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan Guru Sekolah Dasar terutama dalam proses belajar mengajar di bidang Matematika. serta kemungkinan-kemungkinan melakukan program kerjasama antar Universitas Pendidikan Indonesia dengan Institut Pendidikan Guru Kampus Perempuan.

Lawatan IPG Kuching Serawak Malaysia kali ini disambut oleh Kepala Office of International Education and Relation UPI, Sri Harto, M.Pd, didampingi Ketua Jurusan Pendidikan Matematika FPMIPA UPI Dr. Turmudi, M.Pd, serta Direktur UPI Kampus Daerah Purwakarta, Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd.

Menurut Encik Zaini, kami sangat tertarik kepada UPI untuk menggali pengalaman mengenai pengelolaan pendidikan guru sekolah dasar yang dimana UPI sudah dikenal sebagai universitas yang fokus pada bidang keguruan.

“Kami sangat senang bisa diterima oleh UPI. UPI memiliki kesamaan dengan universitas kami. Oleh karena itu, pengalaman ini akan kami coba diterapkan dalam pengelolaan pendidikan di IPG Kampus Perempuan Melayu,” tambahnya. (Deny)

UPI Jalin Kerjasama Dengan CCNU

logo upiBandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Central China Normal University, (CCNU) Wuhan, Republik of China, menjalin kerjasama bidang pendidikan untuk kemajuan kedua pihak.

Nota Kesepahaman (MoU) Kerjasama Pendidikan tersebut ditandatangani oleh rektor kedua belah pihak Prof. Sunaryo Kartadinata. M.Pd dan Prof. Wang Enke, Ph.D di Ruang Rapat Gedung Partere UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. (24/9/2014).

Kerjasama kedua universitas antara lain mencakup pertukaran staf dan tenaga pengajar, pertukaran materi perkuliahan, pertukaran bahan-bahan informasi dan publikasi. Di samping itu juga joint conferences dan joint academic programs, kerjasama di bidang riset dan publikasi, serta bidang-bidang kerjasama lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Menurut Prof. Wang, Antara UPI dan CCNU merupakan universitas yang memiliki kesamaan yaitu universitas pendidikan. Oleh karena itu kami perlu melakukan kolaborasi dalam bidang pendidikan yang dimulai dengan pertukaran mahasiswa, dosen atau publikasi bersama.

Sementara itu, Rektor UPI mengatakan penandatangan kerjasama antara UPI dan CCNU ini menambah daftar kerjasama yang telah dilakukan oleh UPI dengan universitas dalam negeri maupun luar negeri, hal ini dilakukan semata untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UPI maupun di Indonesia pada umumnya.

Ia berharap dengan adanya kerjasama ini dapat saling menguntukan dua pihak serta momentum ini dapat dimanfaatkan dengan baik dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. (Deny)

Hardini : Kurikulum 2013, Diperlukan Sinergitas Antar Lembaga Pendidikan

image1(1)

Bandung, UPI

Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “FLE et Littérature Française Sous le Rapport du Curricula Actuel, Bahasa dan Sastra Perancis Berdasarkan Kurikulum Terbaru”, Sabtu, 27 September 2014 di Training Center Isola Resort UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Menurut Ketua Panitia, Dr. Tri Indri Hardini, M.Pd., seminar ini dilatarbelakangi oleh terdapatnya beberapa masalah yang dirasakan oleh pengajar bahasa Perancis seiring diimplementasikannya kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah mulai tahun ajaran 2013/2014.

“Salah satu karakteristik dari kurikulum baru tersebut adalah adanya penggunaan pendekatan saintifik dalam proses pembelajarannya. Perubahan kurikulum ini berdampak pula pada pengembangan kurikulum di perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi yang menyelenggarakan program pendidikan guru, termasuk guru bahasa Perancis,” kata Hardini.

Hardini, yang merupakan juga Sekretaris Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI, menambahkan bahwa program studi bahasa/sastra Perancis perlu menyesuaikan kurikulumnya dengan silabus bahasa Perancis pada jenjang pendidikan menengah disamping merujuk pula pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan sekaligus Kerangka Acuan Umum Bahasa-bahasa Eropa (CECRL).

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 s/d pukul 17.00 tersebut dihadiri oleh 180 peserta dan beberapa pembicara yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi dalam dan luar negeri, khususnya Perancis. Adapun yang menjadi pembicara utama (keynote speaker) pada seminar tersebut adalah Prof. Furqon, M.A., Ph.D., (Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia); Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., (Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, Kemitraan dan Usaha Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)/ Guru Besar Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis FPBS UPI/ Ketua Perhimpunan Pengajar Bahasa Perancis Seluruh Indonesia periode 2000 – 2004 dan Periode 2004 – 2008); dan Mr. Louis Presset, (Direktur Institut Français d’Indonésie/Institut Perancis-Indonesia cabang Bandung).

“Seminar ini menyimpulkan bahwa permasalahan-permasalahan yang muncul di lapangan terkait implementasi kurikulum 2013 disebabkan oleh ketidaksamaan persepsi. Oleh karena itu, perlu adanya sinergi antara Pemerintah Perancis, asosiasi pengajar bahasa Perancis, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Perguruan Tinggi, dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah kita ke depan” ujar Hardini. (Deny)

Al-Qolam Selenggarakan Pelatihan Jurnalistik Islami

logo upi

Bandung, UPI

Unit Kegiatan Mahasiswa Kepenulisan Islami Al-Qolam UPI (UKM KI Al-Qolam UPI) mengadakan acara Pelatihan Jurnalistik Islami (PJI) dan Seminar Motivasi Menulis (SMM) sebagai acara puncak dari rangkaian kegiatan Al-Qolam Writivation Festival (AWF) 2014 yang bertemakan “Goreskan Pena Genggam Dunia”. 11-12 Oktober 2014 di Gedung Kebudayaan UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Pelatihan jurnalistik islami ini akan mendatangkan pemateri-pemateri profesional dalam bidangnya. Pada hari pertama, diadakan Pelatihan Jurnalistik Islami yang akan diisi oleh Budhiana Kartawijaya (Mantan Pemimpin Redaksi Harian Pikiran Rakyat) dan Tristia Riskawati (Pemimpin Redaksi Salman Media). Hari berikutnya akan dilanjutkan dengan Seminar Motivasi Menulis bersama Gol A. Gong (Penulis Novel Fenomenal Balada Si Roy dan Pendiri Rumah Dunia) dan Ali Muakhir (Penulis Buku Terbanyak Rekor MURI 2009).

Bagi Anda yang tertarik mengikuti acara ini, cukup dengan membayar sebesar Rp 30.000 (mahasiswa) dan Rp 40.000 (on the spot), untuk masing-masing acara. Apabila ingin mengikuti kedua acara sekaligus, cukup membayar Rp 55.000 saja. Pendaftaran bisa dilakukan dengan cara, mengirimkan SMS dengan format Nama_PJI/Seminar_Instansi_Kota, kirim ke 08986053959 atau datang langsung ke stand UKM KI Al-Qolam UPI, di Gedung Geuget Winda (Pusat Kegiatan Mahasiswa) UPI.(Deny)

 

 

MAPACH Cetak Kader Pecinta Alam Akademis

mapach 12

Bandung, UPI

Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum PKn FPIPS UPI, anggota muda Mahasisiwa Pecinta Alam Civics Hukum (MAPACH) melaksanakan pendidikan lanjutan brigade 29 yang didalamnya bertemakan “Ekonomi Kreatif dan Susur Pantai” yang bertempat di desa Kalapagenep Kec. Cikalong Kab. Tasikmalaya. Yang digelar pada tanggal 11-14 September 2014.

Kegiatan pendidikan dan latihan lanjutan ini didalamnya berisikan susur pantai dan sosiologi pedesaan mengenai ekonomi kreatif dan sosialisasi pentingnya akta tanah, dan ternyata kebanyakan dari warga desa Kalapagenep Kec. Cikalong kab. Tasikmalaya ini memiliki tanah namun tidak di sertifikat atau diaktakan.

Tidak disertifikatkan bukan karena tidak tahu tentang sertitikat tanah, melainkan sulitnya birokrasi yang harus ditempuh dan banyaknya biaya yang harus dibayar. Dalam kepemilikan tanah para warga desa hanya menggunakan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang untuk bukti sebagai pemilik tanah, padahal jika hanya menggunakan SPPT saja kepemilikan tanah tersebut kurang kuat.

Setelah sosialisasi selesai, ekspedisi dilanjutkan dengan susur pantai yang di mulai dari Santolo hingga pantai Tawulan, disana para anggota muda mahasiswa pecinta alam civics hukum melakukan penerapan materi yang telah dipelajari sebelumnya.

mapach 14Menurut ketua adat MAPACH Arif “Sableng” Prasetyo Wibowo mengatakan bahwa “DIKLANJUT (pendidikan dan latihan lanjutan) ini merupakan bagian dari pengkaderan dalam organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Civics Hukum yang bertujuan untuk menciptakan kader-kader pecinta alam yang akademis, religius dan mengabdi terhadap masyarakat, bangsa dan negara untuk terciptanya Sosialisme Indonesia. Adapun fokus kegiatan kami (MAPACH) pada kesempatan ini adalah Sosiologi pedesaan di desa Kalapagenep Kec. Cikalong Kab. Tasik.

Dengan diadakanya kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberikan manfaat yang baik dan bisa menjadikan pemuda sadar akan pentingnya pengabdian terhadap masyarakat sehingga bisa tericptanya kehidupan bermasyarakat yang terbina secara harmonis dan dinamis. (Apif Rosyidi)

4.656 Mahasiswa UPI Ikuti Pembukaan Tutorial PAI-SPAI

pembukaan tutorial 1

Bandung, UPI

4.656 mahasiswa UPI ikuti Pembukaan Kegiatan Tutorial PAI-SPAI MKDU UPI yang bertema The Miracle of Al-Qur’an, Sabtu, 20 September 2014 di Islamic Tutorial Center (ITC) Majid Al-Furqan UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Jumlah tersebut merupakan gabungan mahasiswa yang mengontrak mata kuliah MKDU PAI dan SPAI dengan rincian 2.399 mahasiswa yang berasal dari FPTK, FPBS, dan FIP sebagai peserta Tutorial PAI. dan sebanyak 2.257 merupakan peserta Tutorial SPAI.

Acara diawali dengan berbagai sambutan dari panitia penyelenggara hingga sambutan dari Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemahasiswaan, Kemitraan, dan Usaha UPI, Prof. Dr. H. Dadang Sunendar, M.Hum., yang sekaligus membuka kegiatan Tutorial PAI-SPAI MKDU UPI secara resmi.

pembukaan tutorial 2Selanjutnya acara dilanjutkan dengan tausyiah tentang keajaiban Al-Qur’an yang disampaikan oleh bapak Uman Khoiruman S.Pd alhafidz. Menurut beliau, Al-Qur’an adalah perkataan Allah. Namun, saat ini sudah banyak hambaNya yang berpaling dari Al-Qur’an.

“Padahal Al-Qur’an memiliki keutamaan yaitu bahasa dan isinya lengkap, diantaranya: tentang aqidah, akhlak, sejarah, alam semesta, akhirat, muamalah, dan semua ilmu bersumber dari Al-Qur’an serta bersifat pasti. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (H.R. Bukhari). Dengan membaca Al-Qur’an dan mengingat mati maka hati menjadi bersih,” ujar Uman

Sebelum acara benar-benar ditutup, pengurus memperkenalkan diri yang diawali oleh ketua umum yaitu Syirojuddin Zikri dan ketua setiap bidang yaitu Ali Hamzah (sekretaris umum), Fauziah Syarifatul H. (bendahara umum), Septana Apriani (bidang tutorial reguler), Ina Fauzianti (bidang tutorial terpadu), Didah F. Muslimah (multimedia), Septra Yodi (humas), Nur Fitri Wulansari (perpustakaan), Dede T. Abdul Fathah (kaderisasi), dan Gugun Ruslandi (SPAI). (Anir)

 

Informasi seputar Universitas Pendidikan Indonesia