English
Indonesia

Wujudkan Peran Nyata di Lapangan, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI Berkontribusi dalam Penguatan Literasi Anak Usia Dini

05 Jun 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), melaksanakan kegiatan magang literasi di Taman Kanak-Kanak (TK) Al Marhamah Kiducation, Cimahi. Jumat (5/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan literasi sekaligus wujud nyata implementasi program Diktisaintek Berdampak yang mendorong mahasiswa untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berperan aktif dalam mendukung pengembangan kemampuan literasi anak sejak usia dini melalui berbagai aktivitas edukatif dan kreatif.

Keikutsertaan mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dalam kegiatan ini berkaitan erat dengan keilmuan yang menjadi inti kajian program studi. Empat keterampilan berbahasa yang dipelajari, yaitu membaca, menulis, berbicara, dan menyimak, memiliki keterkaitan langsung dengan perkembangan bahasa anak sejak usia dini. Kemampuan menyimak dan berbicara yang berkembang pada masa kanakkanak menjadi landasan bagi tumbuhnya kemampuan membaca dan menulis di tahap berikutnya, sehingga penguatan literasi di jenjang TK menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemahaman tersebut.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa turut merancang dan melaksanakan berbagai aktivitas pembelajaran bersama para pendidik. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah storytelling, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak, memperkaya kosakata, serta menumbuhkan minat literasi anak sejak dini. Selain itu, permainan bahasa dan sesi tanya jawab digunakan untuk mendorong kemampuan berbicara anak, sedangkan pengenalan huruf dan simbol diberikan sebagai fondasi awal keterampilan pra-membaca dan pra-menulis.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa bekerja sama dengan para pendidik dalam merancang bahan ajar sederhana berbasis literasi serta mendiskusikan pendekatan yang sesuai dengan usia dan karakteristik anak. Pihak satuan pendidikan memberikan dukungan penuh dengan membuka akses terhadap pengalaman nyata di kelas, sehingga mahasiswa dapat memahami dinamika pembelajaran secara langsung.

Pengalaman tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran berbasis lapangan yang menekankan keterkaitan antara teori yang diperoleh di perguruan tinggi dan praktik pendidikan di satuan pendidikan. Dosen pembimbing kegiatan, Dr. Rosita Rahma, M.Pd., menilai bahwa keterlibatan langsung di lapangan merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih kontekstual.

“Kegiatan lapangan seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaitkan pengetahuan kebahasaan yang diperoleh di perkuliahan dengan praktik nyata perkembangan bahasa anak. Mahasiswa diharapkan dapat memahami konteks tersebut dan merespons kebutuhan di lapangan secara tepat,” ujar Dr. Rosita Rahma, M.Pd.

Kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengamati secara langsung bagaimana pendidik merespons keberagaman kemampuan dan kebutuhan anak. Pengalaman tersebut dinilai penting dalam membentuk kepekaan profesional mahasiswa terhadap realitas lapangan yang tidak selalu dapat direpresentasikan sepenuhnya melalui kajian di ruang perkuliahan.

Temuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan ini selanjutnya akan dituangkan dalam laporan akademik sebagai bahan kajian dan refleksi. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi pengembangan program literasi di jenjang pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan berbasis lapangan ini, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UPI terus berupaya mengintegrasikan kajian akademis dengan praktik nyata di satuan pendidikan demi menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di bidang pendidikan bahasa. (NF)

Mahasiswa IKOM Gelar Seminar ‘Klik’, Bekali Siswa SMK Nusantara Raya Literasi Digital

05 Jun 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Sararea Team, berkolaborasi dengan Litera Rasa Indonesia (LRI), sukses menggelar seminar dan workshop bertajuk KLIK (Kritis Literasi dan Informasi Karir) di SMK Nusantara Raya Kota Bandung.

Kegiatan ini menyasar siswa kelas X dan XI SMK Nusantara Raya Kota Bandung dengan tujuan membekali mereka tentang kecakapan literasi digital yang relevan untuk kesiapan mereka di masa depan spesifiknya dunia kerja.

Dosen pengampu mata kuliah Literasi Media, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam sambutannya, ia mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial secara produktif dan positif.

Sambutan hangat dari Hendi Hidayat S.Kom., M.M., selaku kepala sekolah terhadap seminar dan workshop KLIK ini dipenuhi harap supaya para siswa kelak bisa mengimplementasikannya sebagai bekal perjalanan menuju pencapaian karir mereka. Turut memberi respon positif, wakil kepala sekolah bidang kehumasan menyampaikan bahwa materi ini sangat diperlukan sebagai penunjang kecakapan daya saing di era digital.

“Materi ini tentunya sangat sejalan terutama bagi siswa di penjurusan perkantoran,” terang wakil kepala sekolah bidang kehumasan lebih lanjut.

Seminar kali ini mengusung tema “Membangun Generasi Digital yang Bijak, Kritis dan Siap Berkarier”, yang diawali pengisian pre-test melalui platform digital Kahoot. Kegiatan ini dilakukan untuk mengukur pemahaman awal siswa sebelum diberlangsungkan rangkaian kegiatan.

Rangkaian kegiatan KLIK terbagi dalam dua segmen berbeda. Pertama, Trace Your Future, dibawakan oleh Danillah Nur Rahmat. Materi ini berfokus pada personal branding dan rekam jejak digital yang dapat memengaruhi peluang karier di masa depan. Sesi diawali dengan media interaktif, Mentimeter, bertajuk What Will I Be?. Siswa-siswi menuliskan cita-cita dan profesi impian mereka sebagai refleksi awal mengenai pentingnya membangun identitas digital yang selaras dengan tujuan karier.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan platform Have I Been Pwned untuk memeriksa kemungkinan kebocoran data pada alamat email yang dimiliki. Kegiatan ini mengingatkan siswa-siswi bahwa setiap aktivitas digital meninggalkan jejak yang perlu dikelola secara bijak.

Selain itu, guna menguatkan materi yang diberikan, siswa dibekali dengan kegiatan workshop personal branding. Kegiatan ini meminta siswa untuk mendesain personal branding yang mereka inginkan melalui template profile Instagram yang tersedia di link Canva.

Hal ini ditujukan agar siswa-siswi dapat mengkreasikan dan membayangkan personal branding seperti apa yang mereka ingin miliki di masa depan.

Kedua, Green Flag or Red Flag, menghadirkan Nadia Rifda Fadilah dari Bandung Youth Development (BYD) sebagai pembicara tamu. Ia memandu peserta mengenali ciri-ciri lowongan kerja palsu yang banyak beredar di media sosial, lengkap dengan panduan step-by-step dalam memverifikasi informasi rekrutmen sebelum melamar.

Sama halnya dengan segmen sebelumnya, pematerian Green Flag or Red Flag, turut diiringi kegiatan workshop.

Pada momen ini, siswa-siswi diminta menjadi seorang detektif untuk membantu dua pelamar dalam pencarian lowongan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

Kegiatan ini  mampu mengasah daya berpikir kritis siswa untuk membedakan mana lowongan pekerjaan yang Green Flag dan Red Flag. Hasil analisis masing-masing kelompok kemudian dipresentasikan di depan kelas untuk mendiskusikan alasan di balik keputusan mereka dalam mengidentifikasi lowongan kerja yang aman maupun yang berpotensi penipuan.

Sebagai evaluasi akhir, peserta kembali mengikuti post-test melalui platform Kahoot. Hasil post-test ini digunakan untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti seluruh rangkaian seminar dan workshop. Melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test, panitia dapat melihat efektivitas kegiatan KLIK dalam meningkatkan literasi digital dan kesiapan karier peserta.

“Acara ini berjalan dengan baik, tertata dengan rapi dan informasi yang tersampaikan pun jelas,” terang Nadia Rifda Fadilah lebih lanjut.

Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme peserta, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan kepada siswa-siswi terbaik. Diantaranya Goodie Bag dari Deepublish Store untuk kategori terbaik personal branding serta Jersey dari Vinus Company untuk kategori kelompok terbaik dan siswa-siswi teraktif.

Melalui kegiatan ini, Sararea Team berharap siswa-siswi tidak hanya menjadi pengguna media digital yang aktif, tetapi juga mampu bersikap kritis, bijak, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital yang terus berkembang. (Nisrina Larasati/Danillah Nur Rahmat/Fazatil Husainah/Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI)

UPI Buka Pendaftaran Pascasarjana Gelombang 2 Tahun Akademik 2026/2027

04 Jun 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana (PMBP) Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 Gelombang 2. Pendaftaran dibuka mulai 25 Mei hingga 26 Juni 2026 secara daring melalui laman Admisi UPI bagi calon mahasiswa program Magister (S2) dan Doktor (S3).

Penerimaan mahasiswa baru pascasarjana ini bertujuan menjaring calon mahasiswa yang potensial dan unggul untuk menghasilkan lulusan magister dan doktor yang berkualitas, berdaya saing nasional maupun internasional, serta mampu menghasilkan karya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI, Prof. Dr. Vanessa Gaffar, S.E., Ak., MBA., menjelaskan dalam kata pengantar Panduan Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru Pascasarjana UPI, bahwa proses seleksi dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang meliputi Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan wawancara.

“PMBP diselenggarakan dengan prinsip adil, akuntabel, efisien, dan transparan. Pelaksanaan seleksi dilakukan secara terbuka dan hasil tes dapat diakses secara mudah oleh peserta,” tulisnya dalam panduan resmi PMBP Pascasarjana UPI Tahun Akademik 2026/2027.

Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pengarahan umum dan uji coba tes akan dilaksanakan pada 6 Juli 2026. Selanjutnya, tes seleksi dilaksanakan pada 7 Juli 2026 dan wawancara pada 8 Juli 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 13 Juli 2026 melalui akun pendaftaran masing-masing peserta.

Pada Gelombang 2 ini, UPI menawarkan 43 program studi Magister dan 22 program studi Doktor yang dikelola oleh berbagai fakultas dan Sekolah Pascasarjana. Sejumlah program studi telah meraih akreditasi Unggul maupun pengakuan internasional, termasuk dari AQAS dan ASIIN.

Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring. Calon mahasiswa dapat memilih maksimal dua program studi, melengkapi biodata, melakukan pembayaran melalui virtual account, mengunggah dokumen persyaratan, hingga mencetak kartu peserta secara mandiri.

Untuk program Magister, pendaftar wajib memiliki ijazah Sarjana (S1) atau sederajat dengan IPK minimal 2,75. Sementara itu, calon mahasiswa program Doktor harus memiliki ijazah Magister (S2) atau sederajat dengan IPK minimal 3,00. Selain persyaratan akademik, peserta juga diwajibkan mengunggah dokumen administratif seperti ijazah, transkrip nilai, pasfoto, surat rekomendasi, serta rencana penelitian bagi pendaftar program doktor.

Melalui pembukaan PMBP Gelombang 2 ini, UPI berharap dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara untuk melanjutkan studi pada jenjang pascasarjana. Upaya ini sekaligus memperkuat komitmen UPI dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, meningkatkan kapasitas riset, serta memperluas kontribusi akademik bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Calon mahasiswa yang berminat melanjutkan studi pada jenjang Magister (S2) maupun Doktor (S3) dapat mengakses informasi lengkap mengenai persyaratan, jadwal seleksi, pilihan program studi, biaya pendidikan, serta mekanisme pendaftaran melalui laman resmi Penerimaan Mahasiswa Baru UPI. Informasi tersebut dapat diakses melalui halaman informasi PMB Pascasarjana UPI Gelombang 2 Tahun Akademik 2026/2027. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui sistem admisi UPI selama periode 25 Mei hingga 26 Juni 2026. (RK)

Kerja Sama Global, UPI Berpartisipasi dalam NAFSA Annual Conference & Expo 2026 di Orlando

03 Jun 2026 • Humas UPI

Orlando, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas jejaring internasionalisasi akademik di kancah global. Bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, UPI berpartisipasi aktif dalam NAFSA Annual Conference & Expo 2026, ajang pameran dan konferensi pendidikan tinggi terbesar di Amerika Serikat. Perhelatan akbar yang berlangsung selama empat hari, mulai 26 hingga 29 Mei 2026 ini digelar di Orlando, Florida, Amerika Serikat.

Dalam ajang bergengsi tersebut, UPI diwakili oleh Suka Prayanta Pandia, S.Pd., M.P.Fis., dosen UPI yang saat ini sedang menempuh tugas belajar di The Virginia Polytechnic Institute and State University. Kehadiran perwakilan UPI di NAFSA 2026 dinilai sangat strategis mengingat skala penyelenggaraan acara yang masif dan dihadiri oleh ribuan delegasi dari berbagai belahan dunia.

Partisipasi ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat citra akademis UPI di wilayah benua Amerika. Selain itu, momentum ini menjadi sarana mempererat hubungan baik dengan KBRI Washington DC yang telah memfasilitasi keikutsertaan UPI.

“Momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk membangun kemitraan strategis global, mengingat karakteristik kampus-kampus peserta NAFSA yang sangat terbuka terhadap peluang kolaborasi internasional,” ucap Suka Prayanta.

Pameran tahun ini diikuti oleh universitas-universitas terkemuka dari lintas benua, mulai dari Amerika Serikat, Eropa, Asia, Pasifik, hingga Amerika Latin. Tidak hanya sektor akademisi, NAFSA 2026 juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah serta lembaga donor internasional terkemuka seperti Peace Corps dan Fulbright.

Melalui forum pameran dan konferensi ini, UPI menjajaki berbagai program kerja sama konkret yang meliputi Pertukaran Mahasiswa (Student Exchange), Pertukaran Dosen (Faculty Exchange), Gelar Ganda (Double Degree), Gelar Bersama (Joint Degree), dan bidang prospektif lainnya.

Dengan dukungan penuh dari KBRI Washington DC, keikutsertaan dalam NAFSA 2026 diharapkan dapat mendongkrak rekognisi internasional UPI. Langkah ini sekaligus membuka jalan bagi civitas akademika UPI untuk berkiprah lebih luas di kancah pendidikan tinggi internasional. (Kontributor: Suka Prayanta Pandia/Intan Pratidina Dewi)

Bekali Pelajar Hadapi Era Digital, Program MisLeading Message Digelar di SRMA 11 Bandung

02 Jun 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 96 siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 11 Kota Bandung mengikuti program edukasi literasi digital Misleading Message (MLM) yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UPI) bekerja sama dengan Litera Rasa Indonesia

Kegiatan yang mengusung slogan “SSS: Saring Sebelum Sharing” tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali berbagai bentuk misinformasi dan modus penipuan digital yang semakin marak terjadi di masyarakat.

Kepala SRMA 11 Bandung, Tintin Sri Suprihatin, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini yang tidak terlepas dari penggunaan media sosial dan teknologi digital.

“Materi ini sangat dekat dengan kehidupan siswa sehingga dapat membantu mereka menjadi agent of change dalam menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.

Pemateri pertama, Raja Wirayuda, menjelaskan bahwa kemampuan literasi media tidak hanya sebatas mengakses informasi, tetapi juga mencakup kemampuan menguasai AAP, yaitu kemampuan dalam mengakses, analisis, produksi informasi secara bijak guna menghindari kesalahpahaman di media sosial.

Raja juga menjelaskan sejumlah modus penipuan yang banyak ditemukan saat ini, mulai dari lowongan kerja palsu, transaksi jual beli fiktif, hingga phishing yang digunakan pelaku untuk mencuri data pribadi korban.

Menurutnya, banyak kasus penipuan digital berhasil dilakukan karena pelaku memanfaatkan kondisi psikologis korban, seperti rasa panik, tekanan waktu, iming iming, dan kepecayaan palsu bahkan pada orang pintar sekalipun.

Dilanjutkan oleh narasumber Noer Rachman, S.Pd., S.Ag., MM., M.Pd. yang membahas pola-pola misleading message yang umum digunakan dalam berbagai bentuk kejahatan digital.

Ia menjelaskan bahwa pelaku biasanya menggunakan strategi impersonation yaitu penyamaran identitas sebagai pihak resmi, false promise menawarkan keuntungan yang tidak realistis, serta urgency scams yang menciptakan situasi mendesak agar korban mengambil keputusan tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

Di akhir sesi beliau menyampaikan bahwa “Keamanan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana seseorang mampu bersikap kritis terhadap informasi yang diterimanya,” ujarnya.

Sebagai bentuk penguatan pemahaman peserta, rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop berbasis studi kasus, para siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk mengidentifikasi pola-pola penipuan yang sering muncul di media digital dengan pendampingan langsung dari mahasiswa.

Dengan pembekalan ini, siswa diajak mengidentifikasi ciri-ciri misinformasi sekaligus menyusun langkah pencegahan yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi serupa di dunia digital.

Menutup rangkaian kegiatan, Vidi Sukmayadi, Ph.D., selaku dosen pembimbing mengucapkan “Hatur Nuhun” atas SRMA 11 Kota Bandung atas keterbukaan kerja sama yang luar biasa dalam menyukseskan acara Misleading Message.

Menurutnya, “kebanggan paling utama dari seorang pendidik adalah ketika melihat anak didiknya mampu berkembang dan berdampak”.

Vidi juga menyampaikan melalui kegiatan MisLeading Message, besar harapannya agar siswa-siswi SRMA 11 Bandung dapat tumbuh menjadi pelajar yang bijak dalam bermedia sosial, mampu melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan di platform online, serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Beliau juga menyampaikan doanya kepada siswa-siswi SRMA 11 Kota Bandung semoga kelak menjadi insan-insan muda gemilang harapan bangsa dan orang tua. (Azka Hayya Zahidah/Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI)

Pencarian