All posts by Humas UPI

1

Rumah Pintar Bu Een Mulai Beroperasi

Bandung,UPI.

Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Digital Rumah Pintar (Rumpin) Al-Barokah, resmi memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat umum, setelah Bupati Kabupaten Sumedang H. Ade Irawan, M.Si., yang diwakili oleh Kadisdik Kab. Sumedang Drs. H. Eem Hendrawan, M.M.Pd., meresmikannya, Rabu (22/10/2014), di Dusun Batukarut, Desa Cibeureum Wetan, Kec. Cimalaka, Kabupaten Sumedang.

Continue reading

upi2

Prodi Pendidikan Dasar SPs UPI Menggelar Konferensi Nasional

2Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Dasar Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia akan menyelenggarakan Konfrensi nasional Pendidikan Dasar 2014, 5 – 6 Desember 2014 di Gedung Ahmad Sanusi dan Auditorium SPs UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Konferensi nasional yang bertemakan “Pendidikan Berkualitas dalam Membangun Generasi Emas 2045” ini merupakan upaya peningkatan mutu pendidikan dasar yang melibatkan berbagai aspek, baik dari segi kebijakan pemerintah, kompetensi pendidik, kurikulum, pembelajaran, sarana prasarana dan manajemen penyelenggaraan pendidikan.

Tiga pakar pendidikan akan dihadirkan sebagai pembicara utama, diantaranya; Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S* (Wakil Mendikbud Periode 2011 – 2014) “Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar dalam Membangun Generasi Emas 2045”; Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd (Guru Besar UNJ – Ketua Harian Nasional Indonesia untuk UNESCO) “Peran Pendidikan Menuju Generasi Emas 2045”; dan Ir. Ratna Megawangi, M.Sc, Ph.D (Pakar  Pendidikan Karakter – Pendiri Indonesia Heritage Foundation / Sekolah Karakter) “Pendidikan Karakter dalam Membangun Generasi Emas 2045”.

Sasaran acara konferensi ini adalah dosen, mahasiswa, guru SD dan para praktisi pendidikan lainnya. Informasi mengenai konferensi tersebut bisa menghubungi panitia penyelenggara di sekertariat Prodi Pendidikan Dasar SPs UPI di Gedung SPs UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 CP. 022-92559669; Acep 087726846885; Yan 085282999811; Fauzan 082127669466; Email : pendas.upi@gmail.com. (Deny)

spirit muda

SpiritMuda Publishing Lahir Untuk Mengembangkan Jiwa Entreurpreneurship

Bandung, UPI

Program Mahasiswa Wirausaha merupakan program inisiasi untuk mencari bibit-bibit muda dalam mengembangkan kewirausahaan. Program ini memberikan dana bergulir yang diberikan kepada mahasiswa pengusul program wirausaha yang sebelumnya telah lolos seleksi yang kemudian dengan bantuan itu mahasiswa peraih dana tersebut dapat mengembangkan bisnisnya sesuai dengan core value-nya masing-masing.

Continue reading

Sri-3

Srie Mulyati, Memperkuat Kerja Sama UPI-Amerika

Sri-2

Amerika, UPI

Berita membanggakan datang dari Srie Mulyati, mojang asli Ciamis mahasiswi jurusan pendidikan kimia universitas pendidikan Indonesia (UPI Bandung) angkatan 2010 yang sekaligus juara 1 Mahasiswa Berprestasi UPI tahun 2012 baru-baru ini mendapatkan beasiswa fully funded dari pemerintah Amerika Serikat untuk berkuliah di Amerika Serikat. Program ini berakhir bulan Agustus 2014 lalu, beasiswa akademis prestisius dari Pemerintah Amerika Serikat ini bernama “Study of the United States Institute (SUSI) for Student Leaders on Global Environmental Issues program atau Young South East Leader 2014 (YSEALI 2014)”. Pengumuman penerimaan bagi para aplikan yang diterima untuk belajar di Amerika tersebut menyatakan bahwa Srie Mulyati lolos dan menjadi delegasi Indonesia mengalahkan ribuan aplikan lain dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia.Sri-1

Beasiswa ini merupakan program yang digagas Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang merupakan beasiswa akademik intensif jangka pendek di bidang lingkungan yang tujuannya adalah untuk mencetak kelompok pemimpin mahasiswa sarjana dengan pemahaman yang lebih dalam mengenai Amerika Serikat, keilmuaan, sekaligus meningkatkan keterampilan kepemimpinan mereka. Beasiswa ini merupakan beasiswa yang diperuntukkan kepada mahasiswa berprestasi dari berbagai belahan dunia dengan seleksi yang sangat ketat dan mendalam. Peserta terdiri dari perwakilan terbaik di bidangnya dari berbagai belahan negara di dunia. Perkuliahan berlangsung di tiga negara bagian Amerika serikat sekaligus, yaitu di East West Center University of Hawaii (UH) di Honolulu Hawaii, di Boulder Colorado tepatnya di University of Colorado Boulder dan terakhir di Washington DC.

Selama program beasiswa ini berlangsung, Srie Mulyati mengikuti kegiatan perkuliahan, kegiatan kepemimpinan, seminar penelitian, projek lingkungan terkait bioteknologi, urban planning, manajemen air, manajemen limbah, green energy bahkan menjadi relawan dalam kegiatan sosial di masyarakat setempat, host family dan kegiatan kebudayaan.

Di akhir program, peserta beasiswa diberikan tugas akhir berupa rancangan proyek lingkungan yang nantinya akan diaplikasikan di negara asal. Proposal proyek yang terbaik nantinya akan dipilih untuk mengikuti kompetisi dan didanai oleh pemerintah Amerika Serikat. Srie Mulyati memilih mengusulkan program tentang edukasi konservasi energi bagi anak muda di Indonesia berkolaborasi dengan rekan-rekannya dari National University of Singapore (NUS), Malaysia, Thailand, dan rekan-rekan Indonesia lain. Program ini bernama ASEAN Youth Energy Institute 2014 yang akan diselenggarakan Desember 2014 di Surabaya dan puncaknya adalah ASEAN Youth Energy Summit di Singapore Maret 2015 yang akan datang. Tanggal 16 Oktober kemarin, Srie Mulyati menerima penghargaan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta dan melakukan presentasi di hadapan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia.Sri-3

Prestasi Srie Mulyati ini tentu sangat membahagiakan kita semua, selain membawa nama baik Universitas Pendidikan Indonesia khususnya dan Indonesia pada umumnya di kancah Internasional, hal ini juga memperkuat kerjasama internasional antara Universitas Pendidikan Indonesia, pemerintah dan Universitas di Amerika Serikat serta langkah konkrit menuju UPI sebagai World Class University.

Di akhir wawancara, Srie Mulyati berharap bahwa prestasinya ini bisa menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi rekan-rekan yang lain untuk terus mencapai cita-citanya. Bahwa dengan usaha dan do’a tidak ada yang tidak mungkin, karena dimana ada kemauan disitu ada jalan.(WAS)

4

Dies Natalis ke-60, UPI Sudah Dewasa

3

Bandung,UPI

Pendidikan mencerminkan masyarakat yang beradab. Pendidikan mampu menyadarkan kita untuk merefleksikan keberagaman berpikir yang diikat dalam kesatuan untuk bekerja dalam satu visi misi universitas.2

Demikian terungkap dalam acara Jamuan Makan Malam sekaitan dengan peringatan Dies Natalis dan Lustrum Xll, Senin (20/10/2014) di Gedung Achmad Sanusi Kampus UPI Bumi Siliwangi Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Continue reading

upi22

UPI Selenggarakan Festival Seni Rakyat dan Wayang Golek

2Bandung, UPI

Dalam rangka perayaan Dies Natalis ke – 60 dan Lustrum UPI ke – 12, Universitas Pendidikan Indonesia akan menyelenggarakan Festival Seni Rakyat dan Pagelaran Wayang Golek, Selasa, 21 Oktober 2014 pkl. 08.00 – 24.00 WIB di Lapangan Parkir Utama UPI, Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.

Festival Seni Rakyat ini akan menampilkan berbagai kesenian dari berbagai daerah di Jawa Barat seperti kesenian Tanjil (Sumedang), Sintren (Sumedang), Badud (Pangandaran), Sisingaan (Subang), Debus (Pandeglang), Terebang (Bandung), Buta Doar (Ciamis), Calung Renteng (Tasikmalaya), Angklung Badeng (Garut), dan Reog (Banjar). Para peserta festival seni rakyat tersebut akan diarak yang dimulai dari gedung Kebudayaan hingga ke tempat Lapangan Parkir Utama. Sementara itu, setelah penyelenggaraan festival seni, malam harinya akan digelar Pagelaran Wayang Golek yang akan menghadirkan dalang kondang Apep Hudaya (Lingkung Seni Giri Komara Bandung).

Oleh karena itu, Rektor UPI, Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd mengundang seluruh civitas akademika UPI untuk menghadiri dan mengapresiasi kegiatan Festival Seni Rakyat dan Pagelaran Wayang Golek. (Deny)

IMG_20141015_095645

CIPTAKAN GENERASI EMAS BANGSA INDONESIA MELALUI PENDIDIKAN UMUM

Bandung, UPI

Ganjar selaku Ketua panitia seminar nasional di  Ruang Auditorium Lantai VI Gedung FPIPS Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung pada 25 Oktober 2014.  Ia memaparkan bahwa perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan  dimasa depan, patut  meningkatkan mutu human kapitalnya.  Kedudukan pendidikan umum menjadi sangat penting MKDU sangat berperan penting dalam mengoptimalkan kualitas human capital tersebut, sekaligus dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-60, dan Lustrum ke XII UPI. Melalui harapan tersebut maka Jurusan Mata Kuliah Dasar Umum Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan seminar nasional bertema “Pendidikan Umum dalam Menyongsong Generasi Emas Indonesia tahun 2045.”

Bangun Eksistensi Bangsa dengan Kecerdasan Kolektif Direkat oleh Kultur IndonesiaIMG_20141015_100049

Prof. Dr. Sunaryo Kartadinata, M.Pd Rektor UPI selaku keynote speaker menyampaikan memang urgen untuk meningkatan human kapital.  Adanya MKDU memiliki esensi dalam meningkatkan kepribadian menjadi warganegara yang baik, bukan hanya sebagai perangkat pengetahuan secara kognitif.  Peningkatan kepribadian itu harus memiliki orientasi nilai yang memuat  eksplisit knowledge namun juga plisit knowlege, yang secara afektif meningkatkan kemampuan adaptif, dan juga memperkokoh kepribadian mahasiswa.

Tentunya peran para akademisi patut dapat menginternalisasi hal tersebut di atas dengan saluran mata kuliah tertentu. Ia menyampaikan ucapan terimakasih kepada Prof. Judith yang  menyumbangkan pemikirian untuk masa depan bangsa yang lebih baik. Menurutnya generasi emas harus memiliki profil yang jelas, dimana  manusia di Indonesia dimasa depan harus  memiliki jati diri bangsa Indonesia. Menurutnya perlu ada alur fikir alur kebudayaan manusia di masa depan yang berpijak pada pola-pola budaya dan strategi kebudayaan dalam membentuk jati diri bangsa Indonesia sebagai bingkai dalam membentuk generasi emas 2045.

“Eksistensi suatu bangsa harus berakar pada budaya sendiri sehingga eksistensi, dan keberlanjutan bangsa Indonesia akan tetap terjaga. Bangsa berwatak, dan bermartabat perlu diciptakan dalam pendidikan melalui tiga hal yang esensial bertujuan dalam meningkatkan eksistensi bangsa dalam tatanan budaya bermartabat, kecerdasan kehidupan bangsa menjadi kecerdasan kolektif bangsa.  MKDU memiliki tanggungjawab dalam memiliki tujuan kolektif dan esensial sebagai tanggungjawabnya akan membangun eksistensi bangsa, kecerdasan kolektigf dengan perekatnya kultur yang terlapas dari keisolasian dengan nilai-nilai baru dengan adanya internalisasi sebagai milik sendiri. ” Ujar Sunaryo

Paparan pamungkas Sunaryo menyinggung tentang adanya alur fikir kompetisi dalam pola pikir bangsa Indonesia saat ini patut dibangun dengan kolaborasi sebagai standar kinerja yang baik, dengan indikator kerja keras, kejujuran dan toleransi.  Dengan demikian maka dapat tercipta kompetisi untuk mencapai kinerja tinggi dalam suasana kolaborasi sebagai nilai-nilai yang kuat secara internal dalam bangsa ini. Hal inilah yang patut diperhatikan seluruh bangsa Indonesia.

 Judith :Pendidikan Liberal Arts dapat Pertahankan Struktur Sosial dan Ekonomi Masyarakat

Pemateri pertama pada seminar nasional yang dilaksanakan pada Rabu (15 Oktober 2014) adalah Prof. Judith Punchocar, P.Hd dari School of Education, Leadership, and Public Service Northern Michigan University.  Wanita ini bersama Prof. Chaedar Alwasilah akan menulis dua buku tentang Liberal Arts, pertama buku untuk direktur dan instruktur program dan kelas Liberal Arts, dan kedua buku untuk siswa di kelas Liberal Arts, dengan tujuan untuk mengasah kemampuan para mahasiswa dalam berpikir kritis, kontroversi konstruktif, keterlibatan masyarakat peka budaya, pemecahan masalah, dan kolaborasi.

Menurutnya saat ini mahasiswa Indonesia, khususnya mahasiswa UPI, dan UNPAS telah menunjukkan minat yang kuat dan menginspirasi dalam Liberal Arts. Akan tetapi, menjadi sebuah pertanyaan berapa banyak mahasiswa pendidikan tinggi Indonesia yang akan belajar seni dari sebuah karya seni berumur 40.000 tahun dari sebuah gua di Sulawesi, Indonesia? Oleh karena itu ia hadir untuk berbagi beberapa ide tentang Liberal Arts sebagai cara untuk mendukung, memperkaya, memfasilitasi, dan menonjolkan Visi dan Misi semua Universitas di Indonesia.

Ia pun menuturkan tentang Studi Liberal Arts, yang melibatkan ilmu pengetahuan lama dan baru (seperti filosofi dan antropologi). Program studi Liberal Arts saat ini terdapat di Australia, Bangladesh, Kanada, India, Jepang, Singapura, Amerika Serikat, dan banyak negara lain. Georgetown University di Washington, DC adalah universitas pertama di dunia yang mempersembahkan gelar Doktor Liberal Arts, pada tahun 2010. Ia pun melakukan komparasi dengan UPI, dan ternyata upaya untuk memajukan Liberal Arts Indonesia sejalan dengan jurusan MKDU.

Keberadaan studi Liberal Arts menurutnya patut diberikan untuk meningkatkan cara berpikir yang lebih kritis pada mahasiswa, kualitas yang lebih baik dari guru di sekolah setempat, dan kewarganegaraan yang lebih baik di Indonesia dan dunia. Implementasi studi ini di Northern Michigan University mewajibkan mahasiswa yang mengambil bidang sejarah, matematika, sastra, ilmu alam, seni visual & seni pertunjukan, dan ilmu-ilmu social.  Mereka wajib memilih komunikasi tertulis dan lisan, olahraga dan promosi kesehatan, dan budaya dunia. Mata kuliah Liberal Arts terdiri dari sekitar 1/4 sampai 1/3 dari total mata kuliah yang diperlukan untuk kelulusan. Sebagian mata kuliah merupakan mata kuliah untuk Liberal Arts dan program utama mahasiswa. Hal ini terutama dilakukan karena mahasiswa akan mendapatkan keuntungan, yaitu mahasiswa dapat meningkatkan kemungkinan mereka mencapai keberhasilan profesional. Kemudian mahaiswa dapat memainkan peran utama dalam mempertahankan struktur sosial dan ekonomi masyarakat. Lalu meningkatkan kualitas masyarakat dan sistem pendidikan dari TK sampai SMA.

Judith pun optimis dengan adanya kerjasama bersama UPI yang memiliki pandangan  hebat  akan Liberal Arts di pendidikan tinggi Indonesia. Karena apabila berani dalam menyebarkan sebuah ide baru, maka  setiap orang akan mencoba mencari tahu mengapa ide tersebut  akan berhasil. Karena  setiap orang berjuang keras untuk perbaikan berkualitas yang berkelanjutan, sehingga, kolaborasi orang-orang dan ide-ide yang kuat pun akan diraih.

Kemudian terakhir Dr. Abas Asyafah, M.Pd Ketua Jurusan MKDU FPIPS UPI menyampaikan resep dalam menciptakan manusia yang memiliki kompetensi di masa depan yaitu memiliki kemampuan berkomunikasi, mampu berfikir kritis dan jernih, bertanggungjawab, mempertimbangkan dengan moralitas yang baik, mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, serta memiliki minat yang luas.  Terakhir memiliki kecerdasan, kreativitas sesuai dengan bakat dan minatnya.

Di penghujung acara ia pun menyampaikan bahwa, “tak ada yang lain sebagai bangsa Indonesia harus mempersiapkan langkah-langkah dalam menciptakan kualitas human kapital, yaitu pertama bangsa ini patut membuka akses pendidikan sedini mungkin dan juga selama hidupnya dengan melalui pendidikan berkarakter secara konsisten dalam membina nilai-nilai religius, budi pekerti, kebangsaan dan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia. Kesua harus dilakukan reformasi pendidikan dengan perbaikan pada segala aspek mulai dari kurikulum, pendidik, dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pendanaan, hingga sistem pengelolaan pendidikan yang mengacu pada standar pemerintah.  Terakhir adalah harus dialokasikan investasi anggaran yang lebih besar untuk kepentingan pendidikan tersebut melalui APBN.” (Teks :Dewi Turgarini Foto: Gumelar).