Orang Tua dan Anak Harus Berkomunikasi dalam Memilih Prodi

Humas UPI
January29/ 2019

Bandung, UPI

Ketika anak memilih program studi di SNMPTN, penting sekali orang tua dan anak itu berkomunikasi, prodi apa yang akan dipilih itu betul-betul sesuai dengan minat anak, jangan sampai memilih prodi di SNMPTN, kemudian lolos tetapi tidak pilih atau tidak diminati oleh anak, ini sangat beresiko karena dia tidak bisa mendaftar di SBMPTN. Lulus SNMPTN tidak akan bisa daftar di SBMPTN.

Demikian yang ditegaskan Kepala Divisi Rekrutmen Mahasiswa Baru Direktorat Akademik Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr.rer.nat. Asep Supriatna, M.Si., saat ditemui usai memberikan paparannya dalam kegiatan Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN di Gedung Ahmad Sanusi Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Rabu (16/1/2019).

Lebih lanjut dijelaskan,”Terkait dengan PDSS, tentang NPSN dan NISN, itu harus di update melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di Kemendikbud dan Kemenag, sebab itu sudah host to host terhadap SNMPTN, sudah online, jadi semua kesalahan itu harus diurus oleh sekolah dengan Kemendikbud dan Kemenag.”

Kedua, ujarnya lagi, tentang pendaftaran UTBK, itu jangan ditunda, karena pendaftarannya sangat sempit, jadi UTBK dulu apakah boleh 1 kali atau 2 kali, itu dipersilahkan apakah saintek dengan saintek dan soshum dengan soshum atau saintek dan soshum, atau mau 1 kali, itu tidak masalah, itu adalah tawaran atau kesempatan. Sementara itu, untuk SBMPTN kan dipersyaratkan UTBK, kemudian untuk Seleksi Mandiri pun mensyaratkan UTBK.

“Kemudian yang ke-3 adalah tentang portofolio. Protofolio itu menyusun dokumen portofolio sesuai dengan panduan, jangan salah, baca betul panduannya, kemudian nanti ketika pendaftaran SNMPTN portofolio tersebut didaftarkan dan di upload. Kemudian juga nanti ketika SBMPTN, ketika ada perubahan bisa di upload lagi,” tegasnya.

Sementara untuk Seleksi Mandiri di UPI itu wajib ada nilai UTBK-nya, jelasnya, kemudian waktunya sangat sempit, pendaftaran SNMPTN juga hanya 10 hari, pendaftaran UTBK sedikit, pendaftaran SBMPTN juga sedikit, Seleksi Mandiri apalagi, sangat sedikit waktunya. Laporkan keadaan semua biodata siswa dengan baik, dengan tertib, sehingga tidak bermasalah ketika daftar ulang di perguruan tinggi.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., menegaskan bahwa dalam penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN di tahun ini ada Lembaga baru yang disebut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), dimana terdapat perubahan di dalam tata cara ujian SNMPTN dan SBMPTN. Ini penting sekali untuk dipahami oleh sekolah, sebab jika ini tidak dipahami mungkin saja nanti para siswa melakukan kesalahan dalam proses pendaftaran atau dalam proses tes perguruan tinggi.

Menurutnya,”Untuk mereduksi terjadinya keselahan-kesalahan seperti itu, penting sekali tata cara dan sistem baru ini dijelaskan dan diinformasikan secara keseluruhan kepada sekolah melalui guru-guru BK. Diharapkan mereka memperoleh pemahaman yang akurat yang cermat sehingga tidak ada kesalahan yang merugikan calon mahasiswa baru.”

Bagi UPI, lanjutnya, kegitan ini merupakan salah satu cara syiar UPI agar masyarakat dapat mengetahui kondisi UPI di era sekarang, jadi tidak ada pikiran bahwa UPI masih seperti yang dulu, padahal sudah banyak perubahan.

“Terkait pembukaan prodi baru, tidak akan mengubah jati diri UPI, karena itu merupakan suatu identitas yang sudah dibangun sejak UPI lahir. Pembukaan prodi baru tersebut merupakan sebuah respon terhadap perkembangan jaman. Di era milenial ini terjadi berbagai perubahan, dan pemerintah sendiri menginginkan adanya prodi-prodi kekinian, kita tidak boleh menolak dan menghindari perkembangan yang ada. Jadi tanpa harus mengubah jati diri UPI, saya kira UPI tetap involved terhadap perkembangan terkini,” tegasnya.

Demikian juga dengan Direktur Direktorat Akademik Dr. Dadang Anshori, S. Pd., M. Si., ditegaskannya bahwa penyelenggaraan kegiatan Sosialisasi SNMPTN dan SBMPTN dimaksudkan agar informasi penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN tersampaikan dengan baik kepada masyarakat, khususnya kepada sekolah karena mereka adalah pihak yang paling berkepentingan terhadap pelaksanaan SNMPTN secara nasional, khususnya di UPI.

“Secara khusus terkait dengan UPI, kita sekarang memiliki beberapa program studi (prodi) baru dan beberapa informasi baru yang juga harus disampaikan agar mereka memahami. Contohnya, bahwa UPI membuka prodi baru bukan hanya diselenggarakan UPI Kampus Bumi Siliwangi saja tetapi juga di Kampus UPI di daerah, sekarang Kampus UPI di daerah memberikan pilihan prodi,” ungkapnya.

Menurutnya, UPI di tahun 2019 ini direncanakan membuka 10 prodi baru, dan sekarang masih dalam proses. Diharapkan pada tahapan SBMPTN, prodi baru tersebut bisa diikutsertakan, sehingga jumlah penerimaan mahasiswa baru UPI di tahun ini berjumlah 9.600 mahasiswa.

Dijelaskannya,”Saat ini ada beberapa perubahan dalam proses penyelenggaraan SNMPTN dan SBMPTN secara nasional, pihak sekolah diharapkan adaptif terhadap perubahan, karena jika sekolah salah dalam menginformasikan maka yang dirugikan adalah anak-anak. UPI mengalami perubahan kuota, karena kita juga mengadaptasi kebijakan nasional, kemudian prodi berubah, sistem berubah. Diharapkan dengan sosialisasi ini masyarakat mendapatkan informasi yang memadai untuk kepentingan Pendidikan.” (dodiangga)