English
Indonesia

Peneliti Indonesia-Prancis Tampil di Parlemen Eropa

06 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Deni Darmawan, periset asal Indonesia yang meraih predikat Gold Winner dari AD Scientific Index (lihat profil: AD Scientific Index – Deni Darmawan), mendapat kehormatan untuk menyampaikan pidato di hadapan delegasi Parlemen Eropa pada 1 Oktober lalu. Kehadiran Deni tidak terlepas dari kolaborasi erat dengan mitra akademiknya dari Prancis, Prof. Elizabeth Gardere.

Keduanya mewakili sinergi produktif antara peneliti Indonesia dan Prancis dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam konteks pembangunan pendidikan global. Hasil riset kolaboratif mereka direkomendasikan untuk dipresentasikan di hadapan delegasi dari berbagai negara Eropa dan dunia, bertempat di Gedung Parlemen Eropa, Strasbourg, Prancis.

Pidato Deni menandai kontribusi penting dalam forum kebijakan yang kredibel, di mana salah satu agenda utama adalah perumusan kebijakan AI untuk mendukung transformasi pendidikan global. Produk riset yang diusung oleh kedua profesor tersebut menjadi referensi strategis bagi para pemangku kebijakan, termasuk dalam penyusunan kerangka etika implementasi AI yang tengah digodok oleh UNESCO.

Kontribusi ini juga selaras dengan tema konferensi internasional dan pertemuan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Strasbourg, yakni Communication, Intelligence Artificielle. Acara tersebut diikuti oleh lebih dari 600 peneliti dari berbagai universitas ternama dan negara di berbagai benua.

Dalam forum tersebut, periset Indonesia memperkenalkan inovasi layanan Open Distance Learning berbasis multiplatform teknologi bergerak Android dan AppStore, yang dilengkapi dengan Application Programming Interface (API) untuk membangun interkonektivitas dengan basis data konten berskala besar. Framework AI yang dikembangkan menjadi elemen pembaruan dalam sistem pembelajaran digital.

Untuk mendukung diseminasi produk inovasi ini, PT Instalasi Kecerdasan Buatan (IKB) menyatakan kesiapan mendukung pengembangan dan distribusi teknologi tersebut. Kolaborasi antara dua profesor dari Indonesia dan Prancis ini diharapkan menjadi titik awal perluasan riset lintas negara yang berangkat dari gagasan sederhana demi membangun kualitas pendidikan dan pembanguan berkelanjutan di masa depan. (DD/DN)

Buku Deep Learning : Dari Priangan Timur Hingga Unesco

06 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Buku Deep Learning telah sampai ditangan Menteri Pendidikan Tinggi Sain dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D dan Delegasi France untuk Unesco Professor Etienne Damome. Suatu perjalanan sebuah buku yang ditulis Deni Darmawan dan Kawan-kawan, baik yang berbahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, berkah Rahmat Illahi keduanya menjadi hadir untuk para pembesar dalam dunia Pendidikan.

Mendiktisaintek memperolehnya saat ada sebuah Kunjungan kerja ke salah satu Perguruan Tinggi Swasta dalam bidang Pendidikan atau LPTK di wilayah Priangan Timur. Saat itu Professor Brian berkunjung ke salah satu stand pameran buku karya-karya dosen yang mengajar pada Magister Program Studi Teknologi Pendidikan dan kedapatan ada buku yang cukup menarik beliau yaitu buku Deep Learning yang ditulis dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, artinya ada dua buah buku yang menarik beliau. Pak Mentri pun melihat dan membacanya. Atas kebaikan penjaga stand yaitu Dr. Jamilah maka buku tersebut diserahkannya kepada pak Menteri sebagai buah tangan beliau dalam kunjungan di bazar buku tersebut.

Perjalanan buku tersebut tidak berhenti sampai kepada pak Menteri di Indonesia yang mudah-mudahan bisa menjadi salah satu masukan dalam sejumlah kebijakan-kebijakan pak Menteri dalam melaksanakan tugasnya. Perjalanan buku Deep Learning yang versi Bahasa Inggris ini ternyata sampai dan sempat diterima oleh Delegasi France untuk Unesco yaitu Profesor Etienne Damome pada tanggal 1 Oktober 2025 di Parliament Europe. Buku tersebut dengan penuh antusias beliau terima dan langsung dibaca, ternyata memang betul bahwa Deep Learning yang merupakan salah satu frame work dari artificial Intelligence yang sedang dibahas di Parlaiament ternyata langsung menjadi bahan diskusi dalam acara AGM Delegasi UNESCO Chair yang hadir saat itu.

Menurut Etienne, buku ini sangat lengkap dengan uraian sejumlah praktik-praktik dan best practices dari apa yang seharusnya dilakukan oleh para praktisi dalam dunia Pendidikan, Komunikasi, dan Teknologi yang harus mampu membangun budaya berkemajuan global.

Dengan adanya buku tersebut maka telaah tentang Ethic of Artificial Intelligence (EAI) bisa lebih mendalam dan memberikan nuansa saling percaya dan memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berpikir jernih tentang keberadaan dan pemanfaatan produk AI yang selama ini menjadi fokus kehidupan dunia.

Selanjutnya Professor Etienne menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya kepada Deni sebagai penulis yang telah langsung menyampaikan buku tersebut untuk dirinya. Semoga delegasi dari Indonesia ini terus produktif dan berkiprah dengan berbagai karya akademiknya, khususnya dalam riset-riset kolaborasi yang selama 12 tahun ini dapat dirasakan oleh sejumlah delegasi anggota Orbicom-Unesco. (DD/DN)

Riset Kolaborasi : Buku Deep Learning Lahir Dari Periset Dua Negara

06 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebuah mimpi dari seorang Deni Darmawan mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dalam riset bersama dengan salah seorang professor dari Bordeaux University Montaigne yaitu Professor Elizabeth Gardere. Sebuah Kerjasama yang manis dan merupakan kolaborasi riset yang diawali dengan pertemuannya antara Deni Darmawan dan Elizabeth Gardere sejak setahun lalu ketika annual meeting Orbicom-Unesco diadakan di Pontificia Universidad Javariana University (PUJ) Colombia tahun 2024 lalu.

Pertemuan tersebut berlanjut dalam sebuah rancangan dan aktivitas Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) yang menghasilkan salah satu buku yang fundamental tentang Deep Learning.  Buku ini juga didukung oleh penerbit dari Yrama Widya dan Bimedia, yang didukung mitra industri PT. IKB dengan produk Edubot-nya, dimana buku tersebut diterbitkan dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tentunya para penulis buku tersebut merupakan para tokoh dunia yang juga memberikan masukan dalam konteks isi dan implementasi Deep Learning dari buku tersebut di beberapa negara, diantaranya Canada, France, Uzbekistan, China, USA, dan Indonesia.

Selain menghasilkan buku kedua priset yang didukung oleh mitra riset dari Indonesia lainnya yaitu dari Universitas Negeri Malang dan Universitas Negeri Jakarta, juga telah menghasilkan setidaknya lima produk riset seperti Artikel pada jurnal bereputasi. Produk artikel yang dalam proses submit maupun accepted serta yang sedang direvisi merupakan karya yang sangat dibutuhkan untuk menunjukkan bahwa periset dari Indonesia dan Francis ini sangat strategis. Sebagai contoh bagaimana kedua produk tersebut baik buku maupun artikel publikasi akan sama-sama menambah peningkatan reputasi dari kedua kampus yang sama-sama menuju World Class University Level, khususnya bagi UPI.

Adapun secara personal tentunya akan semakin meningkatkan Hi-Index bagi kedua belah pihak periset yang selama ini sebagaimana telah diraih oleh Deni Darmawan dengan raihan Gold Winner dari AD Scientific Index hingga saat ini masih tetap bertahan untuk prediksi tahun 2026 yang dapat diakses pada laman: https://www.adscientificindex.com/scientist-print/294609/  Tentunya prestasi tersebut tidak terlepas dari produktivitas tiap peneliti dunia yang tidak pernah absen dalam melakukan penelitian dan pengabdiannya di tingkat nasional maupun internasional.

Semoga apa yang telah diraih Deni Darmawan akan menajdi motivasi bagi generasi yang akan datang baik bagi para dosen dari UPI, IPI, UNJ, UM, dan sejumlah mitra periset dari kampus lainnya di Indonesia. Demikian juga dari segi esksistensinya semoga dapat mengangkat Almamater tercintanya yaitu Universitas Padjajaran. The Dream will be Come True. (DD/DN)

Kampus UPI di Sumedang Lepas Mahasiswa P2MB untuk Tangani Stunting

03 Oct 2025 • Humas UPI

Sumedang, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang secara resmi melepas mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di Kantor Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Rabu (1/10). Sebanyak delapan kelompok mahasiswa ditempatkan di sejumlah desa, termasuk Kelompok 31 yang fokus pada penanganan stunting di Desa Jambu dengan mengusung tema “Stunting Free Village: Edukasi Gizi, Aktivitas Fisik, Literasi Keluarga Berdampak dan Berkelanjutan.”

Acara pelepasan dihadiri oleh Direktur UPI Kampus Sumedang Dr. Indra Safari, M.Pd., Wakil Direktur I Dr. Anggi Setialengkana, M.Pd., Wakil Direktur II Dr. Maulana, M.Pd., Kaprodi PGSD Dr. Ani Nuraeni, M.Pd., Koordinator P2MB Dr. H. Atep Sujana, M.Pd., serta jajaran dosen pembimbing lapangan. Hadir pula Camat Conggeang Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos., dan para kepala desa. Kegiatan ditandai dengan penyerahan dokumen kepada pihak kecamatan dan pengalungan identitas secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa.

Program P2MB merupakan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang menugaskan mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu di tengah masyarakat. Tahun ini, fokus diarahkan pada isu stunting yang masih menjadi perhatian nasional. Melalui edukasi gizi, aktivitas fisik, dan literasi keluarga, mahasiswa diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat dalam membangun pola hidup sehat.

Direktur UPI Kampus Sumedang, Dr. Indra Safari, M.Pd., menyampaikan harapannya agar mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata.
“Kami berharap mahasiswa P2MB dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat dan mampu memberi dampak positif, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Conggeang, Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos.
“Kami siap mendukung penuh kegiatan ini. Kehadiran mahasiswa diharapkan membawa semangat baru, menginspirasi masyarakat, dan bersama-sama membangun desa menuju arah yang lebih baik,” katanya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara pihak kampus, pemerintah kecamatan, dan mahasiswa, sebagai simbol dimulainya pengabdian di wilayah Conggeang, Sumedang. RK (03/10)

Kontributor: Putri Anastasya Maharani & Refalina Febriani

Inovasi Periset UPI Harumkan Indonesia di Parlemen Eropa

03 Oct 2025 • Humas UPI
Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Ikom., MCE., ketika berbicara di Gedung Parlemen, Strasbourg, Prancis. (Dok: Pribadi)

Strasbourg, Prancis — Periset Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Riset Konsorsium Indonesia (RKI) baru baru ini mempresentasikan produk riset monumental di hadapan 600 peserta rapat Uni Eropa di Gedung Parlemen, Strasbourg, Prancis. Kegiatan ini berlangsung melalui organisasi Orbicom UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization), dengan Ketua RKI, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Ikom., MCE., yang juga menjabat sebagai salah satu member of director organisasi tersebut.


Produk riset yang dipresentasikan adalah Virtual Collaborative Distance Learning Network (VCDLN) Learning, sebuah inovasi digital yang telah dimanfaatkan oleh hampir 88.000 pengguna serta didukung oleh 435 pengembang dari Eropa, Asia, dan Kanada. Capaian ini menegaskan kontribusi UPI dalam menghadirkan solusi pendidikan global berbasis riset dan teknologi.


“Presentasi ini menjadi tonggak monumental yang tidak hanya membawa nama baik UPI, tetapi juga mengharumkan Indonesia di forum internasional,” ujar Prof. Deni Darmawan.


UNESCO memberikan dukungan penuh agar inovasi ini dapat dikembangkan menjadi lembaga profesional yang mampu menjalankan layanan sertifikasi serta publikasi karya anggota. Harapannya, negara-negara di Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika Latin, termasuk yang tengah mengalami kondisi darurat, dapat merasakan manfaat dari inovasi ini.


Selain itu, kehadiran roadmap yang jelas dari VCDLN Learning telah menumbuhkan kepercayaan organisasi dunia lain, seperti Orbicom UNESCO, International Federation of Engineering Education Societies (IFERP), dan International Conference on Management, Education, and Technology Trends (ICMETT), untuk terus mendukung pengembangan riset ini.


Prof. Deni juga menyampaikan apresiasi kepada para mitra RKI, yakni Universitas Negeri Malang (UM) yang diwakili oleh Ence Surahman, Ph.D., serta Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang diwakili oleh Dr. Cecep Kustandi. Kolaborasi ini, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan riset hingga mampu tampil di forum internasional.


Melalui presentasi di Parlemen Eropa ini, UPI bersama RKI menegaskan perannya dalam menghadirkan inovasi riset pendidikan berbasis digital yang relevan, berdampak global, dan selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan dunia. RK (03/10)

Pencarian