English
Indonesia

Mahasiswa Pertukaran Pelajar Tashkent University Kunjungi Museum Diknas UPI

24 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 17 September 2025. Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (Museum Diknas UPI) kembali menegaskan perannya sebagai pusat edukasi global. Kali ini, museum menerima kunjungan mahasiswa pertukaran pelajar dari Tashkent University, Uzbekistan, sebagai bagian dari rangkaian program akademik dan pengayaan wawasan internasional.

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa diajak mengenal lebih dekat koleksi sejarah pendidikan Indonesia, mulai dari sistem pendidikan masa kolonial, perkembangan kurikulum nasional, hingga transformasi pendidikan di era modern. Melalui pengalaman ini, mahasiswa Tashkent University memperoleh pemahaman baru mengenai nilai sejarah, budaya, sekaligus arah pembaruan pendidikan di Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat akademik, tetapi juga memperkuat citra UPI sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam membangun diplomasi pendidikan. Melalui interaksi lintas budaya di museum, UPI menunjukkan dampaknya sebagai lembaga pendidikan yang menjembatani pemahaman global tentang pentingnya pendidikan sebagai fondasi kemajuan peradaban.

Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menegaskan bahwa kunjungan mahasiswa internasional merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Berdampak UPI. “Kunjungan ini menegaskan museum sebagai pusat edukasi global yang inklusif. Dengan demikian, museum tidak hanya melayani publik nasional, tetapi juga menjadi ruang dialog internasional untuk penguatan pendidikan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan akses pendidikan tanpa batas, serta SDG 17: Partnerships for the Goals, yang mendorong kolaborasi internasional. Dengan keterlibatan mahasiswa dari Uzbekistan, UPI menunjukkan komitmennya membangun jaringan akademik global demi terciptanya pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Rangkaian kunjungan berlangsung dengan sesi tur pameran, dialog interaktif mengenai sejarah pendidikan, serta diskusi mengenai peluang kerja sama riset antara UPI dan Tashkent University. Acara resmi dipandu langsung oleh Kepala Museum Diknas UPI beserta tim kurator, serta didukung staf museum yang memastikan pengalaman edukatif berjalan optimal.

Dengan adanya kunjungan ini, Museum Diknas UPI semakin mengukuhkan diri sebagai ruang pembelajaran lintas bangsa yang berkontribusi dalam membangun pemahaman bersama, memperluas kolaborasi internasional, dan mendukung terwujudnya pendidikan berkelanjutan bagi masa depan global.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK

Dukung Transformasi Digital: Museum Pendidikan Nasional UPI Lakukan Uji Coba Produk Sistem Pemesanan Tiket Online

24 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 3 September 2025. Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan perannya sebagai pusat inovasi pendidikan dengan melaksanakan uji coba produk sistem pemesanan tiket nonton online di Hotel Hemangini, Bandung. Uji coba ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan edukasi berbasis sejarah.

Produk ini merupakan hasil riset tim peneliti Museum Diknas UPI dalam skema Penelitian Hilirisasi Inovasi UPI. Sistem digital ini memungkinkan pengunjung memilih jadwal, memesan tiket, melakukan pembayaran, hingga menonton trailer film sejarah tanpa harus datang langsung ke museum. Dengan cara ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berupaya meningkatkan kenyamanan layanan publik, memperluas jangkauan audiens, dan memperkuat daya tarik museum di era digital.

Lebih jauh, inovasi ini memperlihatkan komitmen UPI dalam memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi, riset, dan rekreasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Inovasi pemesanan tiket online ini juga menjadi sarana untuk menjembatani kebutuhan generasi muda yang terbiasa dengan layanan digital, sehingga museum tetap relevan dan inklusif bagi masyarakat luas.

Ketua Tim Peneliti sekaligus Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. menyampaikan bahwa hadirnya sistem ini bukan hanya sekadar inovasi teknologi, melainkan bagian dari strategi hilirisasi penelitian untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. “Kami ingin riset yang dilakukan di Museum Diknas UPI tidak berhenti pada tataran akademik, melainkan bisa diterapkan secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh publik,” ujarnya

Program ini juga sejalan dengan inisiatif “Berdampak” yang diusung UPI. Melalui program tersebut, setiap penelitian diarahkan agar menghasilkan luaran yang aplikatif dan bermanfaat nyata. Hadirnya sistem tiket online tidak hanya mempermudah pengunjung, tetapi juga menjadi praktik baik pemanfaatan riset bagi peningkatan kualitas layanan publik.

Lebih dari itu, uji coba produk ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui akses edukasi sejarah yang lebih luas, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan ekosistem layanan berbasis teknologi.

Acara uji coba ini dihadiri oleh sejumlah anggota tim yang terlibat, diantaranya Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. (Ketua Peneliti sekaligus Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI), Dr. Budi Supriatono Purnomo, S.E., M.M., M.Si. (Anggota Peneliti), Maulana Noor Fajri Al Hajar, M.Pd. (Anggota), Dimas Aldi Pangestu, M.Pd. (Anggota), serta mitra industri dari PT. RMI: Billy Muhammad, Billy Ardiansyah, dan staf museum, Siti Rohimah, S.E. serta Fadilla Febrianty Nitami, S.Pd.

Dengan inovasi ini, Museum Pendidikan Nasional UPI semakin mengukuhkan diri sebagai pusat edukasi, inovasi, dan pelestarian sejarah pendidikan yang tidak hanya menjaga warisan intelektual bangsa, tetapi juga bertransformasi sejalan dengan tuntutan era digital dan target pembangunan berkelanjutan.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK

Inovasi Pendidikan: Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI Uji Coba Produk Hasil Penelitian BIMA 2025

24 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 3 September 2025. Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan uji coba produk hasil penelitian BIMA 2025 di Hotel Hemangini, Bandung. Kegiatan ini bertujuan untuk menguji efektivitas, keberlanjutan, serta potensi implementasi produk inovatif sebelum diluncurkan secara luas. Uji coba melibatkan tim peneliti, mitra industri, serta staf museum, menunjukkan komitmen UPI dalam menghadirkan inovasi nyata bagi pendidikan sejarah.

Produk utama dari penelitian BIMA 2025 berupa film digital sejarah Kisah Bupati Jawa Barat Seri Ketiga yang mengangkat perjalanan hidup Pangeran Aria Achmad Djajadiningrat. Film tersebut dikembangkan dalam format aplikasi berbasis teknologi imersif, Artificial Intelligence (AI), dan Augmented Reality (AR) yang dapat dinikmati pengunjung di Ruang Audio Visual Museum Pendidikan Nasional UPI. Selain itu, terdapat pula luaran berupa trigger markerbook, yakni buku yang dapat diakses melalui pemindaian digital sehingga memungkinkan pembelajaran interaktif di mana saja.

Melalui produk ini, UPI berupaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran sejarah dengan cara yang menyenangkan, modern, dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Dampak nyata dari riset ini memperlihatkan peran strategis UPI, khususnya Museum Pendidikan Nasional, sebagai pusat inovasi dan edukasi yang menjembatani sejarah dengan teknologi digital.

Kegiatan ini sejalan dengan Program “Berdampak” UPI, yang mendorong setiap penelitian dan pengabdian masyarakat menghasilkan karya relevan, aplikatif, dan bermanfaat nyata bagi publik. Produk BIMA 2025 tidak hanya memperkaya koleksi digital museum, tetapi juga memperkuat fungsi museum sebagai media pembelajaran interaktif yang mendukung pengembangan ekosistem pendidikan nasional.

Lebih jauh, uji coba produk ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui inovasi pembelajaran sejarah, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.

Acara uji coba ini dipimpin oleh Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd. selaku Ketua Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI. Rangkaian kegiatan mencakup presentasi produk, simulasi penggunaan aplikasi, demonstrasi trigger markerbook, serta sesi dialog antara tim peneliti, mitra industri, dan staf museum.

Dengan terlaksananya uji coba ini, tim peneliti optimis bahwa BIMA 2025 akan menjadi terobosan inovatif yang mampu memperkuat pembelajaran sejarah berbasis digital, memperluas dampak riset universitas, dan berkontribusi pada pencapaian pendidikan berkualitas yang berdaya saing global.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK

Wakil Rektor UPI Tinjau Fasilitas Museum Pendidikan Nasional: Perkuat Peran Inovasi untuk Edukasi dan SDGs

24 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 11 September 2025. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., melakukan peninjauan ke Museum Pendidikan Nasional UPI. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana museum dalam mendukung fungsi edukasi, riset, dan layanan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Yudi menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran interaktif. Oleh karena itu, infrastruktur museum harus terus diperbarui agar mampu memberikan pengalaman belajar yang optimal bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan riset dan inovasi di bidang pendidikan.

Lebih jauh, keberadaan Museum Pendidikan Nasional UPI dipandang memiliki dampak signifikan dalam mendukung tridarma perguruan tinggi. Museum bukan hanya ruang pelestarian, melainkan wahana inovasi yang mendorong mahasiswa, peneliti, dan masyarakat untuk mengembangkan wawasan serta menghasilkan karya kreatif yang berdampak langsung bagi publik.

Sejalan dengan itu, langkah peninjauan fasilitas ini juga dikaitkan dengan Program Berdampak yang digagas UPI. Program tersebut menekankan pentingnya setiap unit kerja di lingkungan kampus menghadirkan kontribusi nyata yang aplikatif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan sarana dan prasarana, museum diharapkan semakin mampu menyalurkan pengetahuan serta menjadi bagian penting dari ekosistem inovasi UPI.

Kegiatan ini juga erat hubungannya dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan. Dengan meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan, dan teknologi digital dalam layanan museum, UPI berupaya mewujudkan ruang edukasi yang inklusif dan berdaya saing global.

Dalam peninjauan tersebut, Prof. Yudi didampingi oleh Antonius K., S.Pd., M.Pd. selaku Kepala Biro Sarana dan Prasarana serta tim teknis. Rangkaian kegiatan meliputi pengecekan fasilitas ruang pamer, sarana pengunjung, hingga area layanan publik. Kunjungan ini juga menjadi ajang dialog dengan Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., selaku Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, mengenai kebutuhan peningkatan fasilitas terutama bagi penyandang disabilitas dan arah pengembangan ke depan.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UPI berharap Museum Pendidikan Nasional semakin siap menjadi destinasi edukasi unggulan yang tidak hanya melestarikan sejarah, tetapi juga mendukung inovasi dan kolaborasi dalam pencapaian SDGs.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK

FGD Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI: Hilirisasi Riset Melalui Paten untuk Percepatan SDGs

24 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, 3 September 2025. Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pengembangan Paten dan Paten Sederhana Sebagai Output Penelitian” di Hotel Hemangini, Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat hilirisasi penelitian melalui inovasi yang berkelanjutan. Acara dihadiri oleh tim peneliti, staf museum, dan narasumber dari Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sains Techno Park.

Melalui FGD ini, UPI menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pelestarian sejarah pendidikan melalui museum, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang berdampak nyata. Diskusi terkait paten menjadi bukti bahwa UPI berkomitmen menghasilkan luaran penelitian yang aplikatif, dapat dikomersialisasikan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan Program Berdampak, sebuah inisiatif yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan karya riset dan pengabdian yang relevan. Dengan demikian, FGD ini memperlihatkan bagaimana Museum Pendidikan Nasional UPI bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, penelitian, dan inovasi yang aktif berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Ketua Tim Peneliti Museum Pendidikan Nasional UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., menyampaikan bahwa paten dan paten sederhana merupakan indikator penting dalam mengukur dampak penelitian. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan harus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Paten menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi universitas dalam membangun daya saing global sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Narasumber FGD, Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Sains Techno Park, Ari Arifin Danuwijaya, S.Pd., M.Ed., Ph.D., menambahkan bahwa strategi pendaftaran paten harus diiringi dengan manajemen riset yang baik agar hasilnya memiliki nilai komersial. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi berlanjut menjadi produk nyata yang menjawab tantangan bangsa.

Dari kegiatan ini, muncul beberapa rekomendasi strategis bagi UPI dan lembaga penelitian lainnya yakni memperkuat literasi paten di kalangan akademisi, membangun ekosistem inovasi berbasis kolaborasi antara universitas, pemerintah, dan industri, serta mengintegrasikan capaian SDGs dalam setiap riset dan pengabdian. Dengan langkah tersebut, UPI dapat mempercepat lahirnya inovasi yang aplikatif, berdampak sosial, dan memiliki daya saing global.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Museum Pendidikan Nasional UPI berharap lahir sinergi yang lebih luas antara akademisi, praktisi, dan institusi. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui inovasi, serta mendukung percepatan pencapaian SDGs di tingkat nasional maupun global.

Kontributor: Fadilla Febrianty Nitami

Editor: RK

Pencarian