English
Indonesia

Prodi IEKI Berikan Edukasi Literasi Keuangan Berbasis Islam Kepada Masyarakat Desa Kertamukti

03 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keungan Islam (IEKI) Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Kertamukti. Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. PkM dilaksanakan dari tanggal 14 hingga 18 Agustus 2025.

Kegiatan ini melibatkan hampir 110 mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia.

Dea Aryandhana Mulyana Haris, S.AB., M.E.Sy, selaku dosen pembina kemahasisawan Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam menjelaskan bahwa PkM diselenggarakan dengan tujuan menjalin silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat, meningkatkan literasi keuangan, mengeksplorasi ekonomi dengan prinsip Islam, serta meningkatkan akses dan kualitas pendidikan.

Ia menjelaskan bahwa PkM 2025 berfokus pada tiga bidang utama yaitu ekonomi Islam melalui pengenalan konsep dasar ekonomi Islam, seperti transaksi jual beli dan utang piutang syariah, serta pengelolaan keuangan keluarga berbasis Islam. Kemudian bidang pendidikan melalui program mengajar anak-anak di Sekolah Dasar, Madrasah Aliyah, dan Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Pelajaran yang diajarkan meliputi membaca, menulis, berhitung, dan pengetahuan keagamaan. Selanjutnya pada bidang sosial melalui penyelenggaraan Seminar Edukasi Parenting dan Seminar Pelatihan Koperasi.

Lebih lanjut dikatakan Dea, pada pelaksanaan PkM juga diselenggarakan pasar murah dan membagikan paket sembako gratis. Kemudian melakukan kegiatan gotong royong dan kerja bakti membersihkan masjid. Tim PkM juga berkontribusi pada perayaan HUT RI ke-80 dengan mengikuti upacara bendera dan memeriahkan acara perlombaan.

Kegiatan PkM ini dapat terlaksana dengan baik berkat bantuan tokoh masyarakat, warga Desa Kertamukti, dan dukungan dari berbagai pihak sponsor. Diharapkan kegiatan ini memberikan dampak positif dalam pemberdayaan masyarakat, serta kemajuan di bidang ekonomi, pendidikan, dan sosial keagamaan. (DN)

FPEB UPI Bentuk Forum Silaturahmi dan Komunikasi Orang Tua Mahasiswa

03 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan “FPEB Menyapa” dalam bentuk pertemuan bersama seluruh orang tua mahasiswa Angkatan 2025. Kegiatan yang diselenggaarakan secara Hybrid ini dilakukan melalui daring zoom sedangkan kegiatan luring di Ruang Rapat Gedung FPEB Lantai 3, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Kamis, (21/8).

Dekan FPEB UPI Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan FPEB Menyapa yang diselenggarakan FPEB UPI dengan menghadirkan orang tua mahasiswa pada tujuh program studi di FPEB UPI, merujuk pada Surat Edaran Nomor 52 Tahun 2025 Tentang Sosialisasi Program Akademik dan Non Akademik Bersama Orang Tua Mahasiswa Baru Angkatan 2025.

Pertemuan orang tua diawali dengan rangkaian kegiatan pertemuan dengan tujuh program studi dimulai Sejak Sabtu, 16 Agustus 2025 sampai dengan 20 Agustus 2025 dan diakhiri dengan pertemuan orang tua tingkat Fakultas.

“Kegiatan ini, diselenggarakan dalam rangka membangun komunikasi strategis antara fakultas dan orang tua mahasiswa baru, serta menyelaraskan pemahaman mengenai kebijakan akademik dan pengembangan karakter mahasiswa”, kata Prof. Ratih.

Tujuan agenda utama kegiatan FPEB Menyapa merujuk pada edaran tersebut untuk. Menyampaikan informasi umum mengenai visi dan misi fakultas. Mensosialisasikan sistem pembelajaran, kebijakan kemahasiswaan, serta layanan pendukung akademik dan non-akademik.

Kemudian Membangun kemitraan jangka panjang antara fakultas dan orang tua/wali mahasiswa dalam mendukung kesuksesan studi mahasiswa. Selanjtunya menginisiasi partisipasi orang tua dalam program akademik maupun non akademik, yang bertujuan mendukung pengembangan pembelajaran, beasiswa, penguatan program kemahasiswaan, dan pemberdayaan komunitas akademik secara berkelanjutan serta menginisiasi pembentukan forum komunitas orang tua mahasiswa di tingkat prodi dan/atau fakultas. (DN)

Prodi IEKI FPEB UPI Gandeng Kemenag Purwakarta, dan BEI Selenggarakan PkM Pelatihan Akuntansi Syariah Bagi Dewan Kemakmuran Masjid

02 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Dalam rangka mengimplementasikan program tri darma perguruan tinggi, Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keungan Islam, FPEB UPI bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purwakarta dan didukung oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa Barat, menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penguatan Akuntabilitas Keuangan Masjid melalui Penerapan Sistem Pencatatan Keuangan Syariah yang Transparan dan Profesional”.

Pengabdian yang digelar di Aula Kemenag Purwakarta dan diikuti oleh lebih dari 50 pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai kecamatan di wilayah Purwakarta ini dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Purwakarta, Dr. H. Hanif Hanafi, M.Si.

Dalam sambutannya, Dr. H. Hanif Hanafi, M.Si yang menyampaikan apresiasi atas sinergi UPI dan mitra strategis dalam mendukung peningkatan kapasitas DKM di daerah. Ia menjelaskan bahwa Kepercayaan jamaah hanya akan tumbuh bila dana masjid dikelola secara terbuka dan akuntabel.

“Kegiatan ini adalah langkah maju dalam membangun tata kelola masjid yang lebih profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Syaiful Muhamad Irsyad, M.Sc selaku Ketua Tim PkM menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan masjid secara profesional dan sesuai prinsip syariah, sebagai bagian dari kontribusi akademik FPEB UPI terhadap tata kelola kelembagaan keagamaan yang lebih akuntabel dan berdampak.

“Masjid perlu dikelola tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai institusi sosial dan ekonomi umat yang amanah dan akuntabel”, kata Syaiful Muhamad Irsyad

Menurut Syaiful, pencatatan manual yang tidak sistematis mengakibatkan lemahnya akuntabilitas. Ini berdampak pada turunnya kepercayaan jamaah dan donatur. Berbagai studi dan pengalaman lapangan menunjukkan bahwa transparansi dalam pengelolaan dana masjid merupakan faktor kunci dalam membangun kepercayaan jamaah serta meningkatkan partisipasi donatur secara berkelanjutan.

Materi pelatihan disampaikan oleh dosen-dosen FPEB UPI yang memiliki kepakaran di bidang akuntansi syariah dan tata kelola lembaga keuangan Islam, yaitu Rumaisah Azizah Al Adawiyah, M.Sc, yang mengawali dengan sesi pengantar teori dasar akuntansi masjid; kemudian, Imas Nurani Islami, S.Pd., M.Sc, yang membawakan materi praktik pembukuan pengelolaan keuangan masjid berbasis syariah dan aplikasi sederhana.

Sebagai mitra eksternal, hadir pula Deputi Kepala BEI Wilayah Jawa Barat, Sri Herlinawati, M.M., CFP, yang memberikan pengantar pengelolaan dana keuangan masjid melalui instrumen investasi syariah, seperti sukuk dan reksadana syariah, sebagai bagian dari strategi pengembangan dana abadi dan wakaf produktif masjid.

Para peserta sangat antusias, aktif berdiskusi, dan berbagi pengalaman pengelolaan keuangan di masjid masing-masing. Salah satu peserta mengusulkan agar kegiatan ini dilakukan secara berkelanjutan dan mencakup pelatihan lanjutan berbasis praktik langsung. Mereka juga berharap agar pemuda masjid lebih banyak dilibatkan karena memiliki kapasitas adaptasi terhadap teknologi keuangan yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, FPEB UPI, Kemenag Purwakarta, dan BEI berharap dapat mendorong lahirnya budaya baru pengelolaan keuangan masjid yang transparan, akuntabel, dan profesional. Program ini juga diharapkan menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang dapat direplikasi secara luas di berbagai wilayah Indonesia, sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola masjid yang selaras dengan nilai-nilai syariah dan prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi UPI, khususnya dalam mendorong transformasi kelembagaan masyarakat berbasis nilai-nilai pendidikan, penelitian, dan pengabdian. Melalui kegiatan ini, UPI menunjukkan komitmennya untuk menguatkan tata kelola keuangan masjid melalui pendekatan ilmiah dan partisipatif. (DN)

Kupas Tuntas Studi ke Luar Negeri di Webinar Series 5 Prodi Pendidikan Bisnis

02 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Bagi sebagian peserta didik, melanjutkan studi di luar negeri menjadi impian yang di idam-idamkan, namun untuk menempuh cita-cita tersebut terdapat tiga fase utama yang harus dilalui mahasiswa sebelum melanjutkan studi ke luar negeri. Fase pertama adalah Planning & Preparation, di mana mahasiswa menentukan jurusan, universitas, serta negara tujuan, sekaligus mempersiapkan dokumen akademik dan kemampuan bahasa, khususnya IELTS/TOEFL, sebagai syarat utama penerimaan. Fase kedua adalah Application Process, mencakup proses pendaftaran ke universitas, penerimaan surat offer letter, hingga konfirmasi resmi penerimaan.

Sementara fase ketiga adalah Logistics & Departure, meliputi pengurusan visa, penentuan akomodasi, serta pendaftaran ulang di universitas tujuan”. Demikian diungkapkan Handy Suswanto, A.Md., seorang Education Consultant dari Alfalink, sebagai narasumber dalam kegiatan Webinar Series 5 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bisnis, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Rabu (27/2025).

Menurut Handy Suswanto bahwa Australia dan New Zealand sebagai negara tujuan memiliki sistem pendidikan yang diakui dunia, dengan pendekatan pembelajaran berbasis riset, keterampilan praktis, serta lingkungan akademik yang multikultural. Hal ini membuka peluang besar bagi mahasiswa Indonesia untuk tidak hanya memperoleh ilmu, tetapi juga memperluas jejaring internasional dan mengembangkan kompetensi global.

“Proses persiapan studi di luar negeri tidak hanya sebatas teknis administratif, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan mental, adaptasi budaya, dan pengelolaan waktu yang baik,” ujar Handy.

Webinar Series 5 bertema “Mengenal Jalur Penerimaan Mahasiswa dan Sistem Pendidikan Dunia: Australia dan New Zealand”, ini ditujukan untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai peluang studi di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh banyak peserta.

Wakil Dekan 1 FPEB UPI, Dr. Heny Hendrayati, S.IP., M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang memperluas wawasan internasional, serta mendorong mahasiswa untuk berani mengambil kesempatan studi di luar negeri sebagai bagian dari pengembangan diri dan profesionalisme di masa depan.

Peserta webinar mendapat banyak insight berharga mengenai bagaimana merancang perjalanan akademik mereka sejak dini, mulai dari memilih universitas, memahami biaya hidup, hingga mempersiapkan dokumen yang sering menjadi kendala. Tidak hanya itu, webinar ini juga menggarisbawahi pentingnya konsistensi dan kedisiplinan dalam mengikuti setiap tahap agar perjalanan studi tidak menemui hambatan berarti.

Dengan diselenggarakannya Webinar Series ini, Program Studi Pendidikan Bisnis FPEB UPI sekali lagi menegaskan perannya dalam membekali mahasiswa dengan soft skills dan informasi global yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Lebih dari sekadar forum akademik, webinar ini menjadi wadah kolaborasi, diskusi, serta inspirasi bagi mahasiswa untuk memantapkan langkah mereka dalam meraih cita-cita di kancah internasional (DN)

Waste Rangers, Pahlawan Senyap di Tengah Riuh MOKAKU UPI 2025

02 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Di antara sorak-sorai mahasiswa baru, teriakan panitia yang memobilisasi, derap langkah barisan, serta gemuruh yel-yel yang menggema di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, ada sekelompok anak muda yang bekerja dan cepat tanggap dalam mengelola timbulan sampah. Mereka bukan panitia acara, bukan pula peserta orientasi, melainkan Waste Ranger, pasukan hijau yang mengawal kelestarian lingkungan di tengah gegap gempita MOKAKU UPI 2025.

Berbekal sarung tangan, kantong sampah terpilah, hingga senyum ramah, para Waste Rangers tampak sigap di setiap pintu masuk Gymnasium mempersilakan para mahasiswa baru membuang sampah sesuai jenisnya. Sesekali mereka mengedukasi mahasiswa baru yang hendak membuang sampah, mengarahkan tangan ke kotak bertanda “organic, botol plastic, kertas, dan non-kertas serta residu”. Interaksi singkat itu sering kali diiringi tawa kecil, seolah mengajarkan bahwa menjaga bumi bisa dimulai dengan langkah sederhana—meletakkan sampah pada tempatnya.

“Ribuan mahasiswa baru hadir, otomatis volume sampah pun meningkat. Kami ada di sini untuk memastikan sampah tidak menumpuk sembarangan,” ujar Kaka Satria Pratama  seorang Koordinator Waste Ranger sambil merapikan tumpukan sampah terpilah.

Tugas mereka bukan perkara mudah. Di tengah panas matahari siang dan padatnya kerumunan, para Waste Rangers harus lincah memilah, mengangkut, sekaligus mengedukasi. Namun di balik peluh yang bercucuran, tersimpan rasa bangga. Mereka sadar, keberadaannya bukan sekadar menjaga kebersihan, tetapi juga mewujudkan semangat Green Campus yang sudah lama digaungkan UPI.

Di sela-sela acara, pemandangan menarik pun kerap terjadi. Mahasiswa baru yang awalnya bingung tentang kategori sampah, lama-lama terbiasa mengikuti arahan. Beberapa bahkan terlihat antusias membantu, seolah ikut menjadi bagian dari tim kecil penjaga bumi itu. Tidak hanya mahasiswa baru, panitia MOKAKu 2025 pun beberapa ikut serta membereskan dan mengkurasi ulang tumpukan sampah di area pintu keluar dan pintu masuk Gymnasium.

MOKAKU UPI 2025 memang menjadi momentum penting peralihan status mahasiswa baru, tetapi bagi Waste Rangers, ajang ini adalah ruang edukasi publik. Bahwa orientasi bukan hanya soal adaptasi akademik dan sosial, melainkan juga tentang membangun kesadaran ekologis sejak hari pertama menjejak kampus. Mereka mungkin tidak berdiri di panggung utama, tidak pula terdengar dalam orasi resmi. Namun kehadiran Waste Rangers menjadi bukti nyata bahwa kepahlawanan bisa lahir dalam senyap. Di balik riuhnya perkenalan mahasiswa baru, merekalah penjaga keseimbangan lingkungan—pahlawan kecil yang membuat kampus tetap nyaman, bersih, dan lestari. (Retno)

Pencarian