English
Indonesia

Rektor UPI Resmikan Gedung TK dan SD Laboratorium Kampus UPI di Serang sebagai Daya Dukung SDGs

25 Jul 2025 • Humas UPI

Serang, UPI

Tanah seluas ± 1.745,62 m² di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Serang Jalan Ciracas No. 18, Batok Bali, Kota Serang, Provinsi Banten, berdiri bangunan yang diperuntukan bagi penyelenggaraan pendidikan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Laboratorium UPI. Gedung ini menjadi simbol komitmen Universitas Pendidikan Indonesia dalam mendukung pendidikan dasar yang berkualitas di wilayah Banten dan sekitarnya.

Gedung baru yang diresmikan oleh Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., pada Rabu (23/7/2025) tersebut bernama Gedung Krakatau, adalah sebuah tindakan nyata dari upaya bersama untuk menciptakan dunia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua orang, sebagai bagian dari SDGs (Sustainable Development Goals).

Menurut penuturan Kepala Bagian Logistik, Inventarisasi, dan Kendaraan Biro Sarpras UPI H. Aji Ahmad Fauzi, S.T., M.Pd., disebutkan bahwa luas gedung untuk TK dan SD Lab. School adalah ± 1.745,62 m². Gedung tersebut terdiri dari 20 kelas. 18 ruangan adalah kelas baru dan 2 ruangan lainnya adalah kelas existing, dimana dalam perencanaannya, 14 kelas diperuntukkan untuk SD dan 6 kelas untuk TK.

“Pekerjaan ini dilaksanakan selama 150 hari kalender dengan konsultan perencana dari CV. Mahoni, sementara untuk Kontraktor Pelaksana oleh CV. Mugi Jaya dan Konsultan pengawas oleh CV. Ada Putra Central,” ungkapnya.

Untuk diketahui, lanjutnya lagi, pembangunan ruang kelas Lab. School ini menggunakan Biaya RKAT Universitas UPI sebesar ± Rp 10.019.592.000.- dengan rincian, untuk perencanaan sebesar Rp 196.984.000,- untuk fisiknya sebesar Rp. 9.625.268.000,- dan biaya untuk Pengawasnya Rp. 197.592.000,-. Sementara itu untuk pekerjaan lanjutan lantai 2, yang di atas kelas TK dan Perapihan lansekap, diharapkan dapat diselesaikan pada tahun ini.

Sementara itu menurut penuturan Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., ditegaskan bahwa UPI ingin memberikan layanan pendidikan terbaik untuk masyarakat. Dikatakannya,”Keberadaan labschool ini adalah sebagai laboratoriumnya riset UPI. Jadi, bagi bapak ibu dosen yang mempunyai kepakaran di bidang pendidikan bisa menjadikan labschool ini sebagai ajang untuk riset, sehingga nantinya dapat meningkatkan luaran Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sementara itu di sisi lain, UPI juga mempunyai kewajiban untuk pengabdian. Dengan demikian, penyelenggaraan sekolah ini juga merupakan salah satu bentuk pengabdian UPI kepada masyarakat.

Untuk itu, ujarnya lagi, upaya yang kita lakukan tidak boleh setengah-tengah. Pertama, selain pembelajarannya harus bagus, yang kedua, gedungnya juga harus bagus. Ditegaskannya,”Jadi kita mempunyai kampus yang diciptakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Gedung ini kita bangun tentunya harus diisi dengan kegiatan proses belajar mengajar, dan diharapkan siswanya banyak, demikian juga dengan gurunya yang selain banyak tebtunya harus sejahtera.”

Pembelajaran ini merupakan hak warga negara untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik, tegasnya. Saat ini UPI sudah memililki 4 sekolah di luar kampus utama, tinggal Kampus UPI di Sumedang yang belum, dan dalam waktu dekat  Kampus UPI di Sumedang  pun akan memiliki sekolah laboratorium.

“Dengan nama baik yang dimiliki UPI, tentunya ini akan menjadi nilai tawar bagi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah laboratorium UPI. Di sisi lain, UPI juga memiliki dosen-dosen yang berkompeten di bidang pendidikan, dan tentunya akan memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajarannya. UPI juga mempunyai sarana dan prasarana yang memadai untuk meningkatkan kualitas pelayanan UPI kepada masyarakat,” pungkasnya.

Direktur Kampus UPI di Serang Prof. Dr. Supriadi, M.Pd., menyatakan rasa terima kasihnya atas keberadaan sekolah laboratoium tersebut. Dikatakannya,”Terima kasih atas perhatian dari seluruh Pimpinan Universitas. Pembangunan ini sangat menunjang aktivitas pendidikan di Kampus UPI di Serang dan bisa membangkitkan semangat belajar para siswa. Walaupun belum selesai, tapi sekarang kami sudah merasakan kebahagiaannya. Indikatornya adalah terjadi peningkatan jumlah peserta didik yang sangat signifikan. Untuk siswa TK, sebelumnya hanya diikuti 7 orang siswa, sekarang tercatat ada 29 orang yang mendaftar. Sementara itu, untuk SD, dari sebelumnya yang mendaftar hanya 39 orang, saat ini ada 124 orang. Demikian pula dengan peningkatan jumlah mahasiswanya yang cukup signifikan.”

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Penyelenggara Sekolah Laboratorium Bumi Siliwangi (YPSL Bumsil) Prof. Dr. H. Juntika Nurihsan, M.Pd., mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, UPI telah melaksanakan amanat MWA, yaitu melaksanakan Peraturan MWA UPI Nomor 3 Tahun 2016 mengatur tentang Pendirian dan Pengelolaan Yayasan di Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ketika itu, pimpinan universitas, Rektor dan jajarannya sangat taat dan patuh pada Peraturan MWA Nomor 3 Tahun 2016 tersebut.

Diungkapkannya,”Dengan keberadaan yayasan, kita sangat bersyukur kepada Allah swt, sehingga bisa memperbaiki tata kelola keuangan, tata kelola sarana dan prasarana, tata kelola manajemen atau sarana prasarana dan tentunya tata kelola SDM. Saya juga laporkan, bahwa tim sudah bekerja keras sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yayasan.”

Beberapa waktu lalu, YPSL Bumsil baru saja selesai menyeleksi calon kepala sekolah oleh lima Guru Besar. Jadi, sekarang tidak ada alasan lagi bahwa sekolah laboratorium tidak maju, karena kita tata kelolanya dengan baik.

Kita turunkan guru besar untuk menyeleksi calon kepala sekolah karena UPI itu luar biasa, apa yang tidak ada di UPI? Semuanya ada, bahkan orang lain belajar kepada UPI. Jadi, mari kita bangun tata kelola yayasan ini dengan profesional, dengan baik. Amanat dari Bapak Dewan Penasehat agar YPSL Bumsil di tahun depan bisa meningkatkan kesejahteraan, harus kita tunaikan. Kita lakukan balancing antara pembangunan fisik dan pembangunan psikologis. Jadi kalau tidak naik, kita tidak berhasil.

Prof. Juntika mengungkapkan,”Keberadaan sekolah laboratorium menjadi sangat strategis untuk mengembangkan model-model baru dalam pembelajaran, strategi baru dalam pembelajaran manajemen sekolah dan sebagainya. Tercatat jumlah guru di sekolah laboratorium sebanyak 400 guru dengan 16 sekolah binaan dan IGU terbesar itu dari sekolah laboratorium. Sementara itu untuk jumlah siswa secara umum berjumlah 3500an siswa. Mereka adalah calon pemimpin bangsa Indonesia, karena pembentukan karakter dimulai sejak TK dan SD, ini sangat penting.” (dodiangga)

FPTI UPI Latih Pemuda Desa Petirhilir Keterampilan Las Listrik untuk Wirausaha Mandiri

25 Jul 2025 • Humas UPI

Ciamis, 19 Juni 2025

Dalam upaya mendukung pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keterampilan kerja generasi muda, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan pelatihan keterampilan las listrik bagi pemuda desa. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025 yang dilaksanakan di Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Walagri Mandiri, Desa Petirhilir, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.

Pelatihan menyasar pemuda usia produktif yang tergabung dalam Bumdes dan Karang Taruna setempat, dengan tujuan memberikan bekal awal keterampilan teknik pengelasan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha bengkel las secara mandiri. Tema ini dipilih karena las listrik merupakan keterampilan teknis dengan potensi usaha yang menjanjikan dan dapat dimulai dengan modal peralatan yang relatif terjangkau.

Materi Praktis dan Aplikatif

Kegiatan pelatihan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh 12 peserta, terdiri dari pengurus Bumdes Walagri Mandiri serta remaja dari lingkungan desa Petirhilir. Materi pelatihan disampaikan oleh tim dosen dan teknisi dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI, yaitu Dr. Ega Taqwali Berman, M.Eng., Dr. Yayat, M.Pd. (selaku Kaprodi Pendidikan Teknik Mesin), serta Mutaufiq, S.T. sebagai teknisi lapangan. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa sarjana Pendidikan Teknik Mesin sebagai pendamping pelatihan.

Sesi pelatihan diawali dengan pengenalan dasar tentang jenis-jenis mesin las listrik, prinsip keselamatan kerja, serta tahapan teknis pengelasan yang umum dilakukan di industri maupun usaha rumahan. Setelah sesi teori, peserta langsung diarahkan untuk praktik menggunakan mesin las manual untuk membuat objek sederhana seperti pagar dan tralis.

Dalam suasana yang santai namun penuh semangat, para peserta tampak antusias mencoba peralatan dan mengikuti instruksi dengan cermat. Bagi sebagian besar peserta, ini adalah pengalaman pertama menggunakan mesin las secara langsung.

Mendorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Desa

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha jasa las di tingkat desa, baik secara individu maupun dalam bentuk unit usaha Bumdes. Ketua Tim PkM, Dr. Kamin Sumardi, M.Pd., menjelaskan bahwa keterampilan seperti pengelasan merupakan salah satu solusi praktis dalam menghadapi tantangan pengangguran dan rendahnya akses lapangan kerja formal di pedesaan.

“UPI ingin hadir tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat yang membutuhkan keterampilan praktis untuk hidup lebih mandiri. Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi pijakan bagi peserta untuk membangun usaha sendiri, minimal dari lingkungan sekitar,” ujarnya saat menutup kegiatan.

Para peserta mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan agar pelatihan serupa dapat dilanjutkan di masa depan, dengan cakupan materi yang lebih luas. Pelatihan las listrik ini ditutup pukul 16.00 WIB dan menjadi salah satu kegiatan unggulan PkM Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI tahun ini dalam mendukung pembangunan berbasis keterampilan di daerah. (Kontributor FPTI | CS)

FPTI UPI Perkenalkan Teknologi Non-Destructive Test kepada Guru SMK Swasta Ciamis

25 Jul 2025 • Humas UPI

Ciamis, 19 Juni 2025

Sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperluas kontribusinya dalam peningkatan kompetensi teknis guru SMK dengan menyelenggarakan Pelatihan Non-Destructive Test (NDT) berbasis Magnetic Particle Testing. Kegiatan ini dilaksanakan di SMK LPS 1 Ciamis dan diikuti oleh guru-guru produktif dari beberapa SMK swasta di wilayah Ciamis.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar kepada guru SMK dalam melakukan pengujian logam tanpa merusak material, yang merupakan praktik penting dalam industri manufaktur dan pengelasan. Kompetensi ini juga diharapkan dapat diintegrasikan dalam pembelajaran produktif di sekolah, khususnya dalam mata pelajaran teknik pemesinan dan pengelasan.

Praktik Langsung dan Teknologi Terkini

Materi pelatihan disampaikan oleh dua pakar di bidang pengujian material dan pengelasan, yaitu Dr. Ir. Agus Solehudin, S.T., M.T. dan Asep Hadian Sasmita, M.Pd., yang juga merupakan pengurus Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) Jawa Barat. Keduanya memaparkan prinsip dasar, manfaat industri, dan contoh aplikasi nyata metode NDT khususnya Magnetic Particle Testing.

Kegiatan pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan demonstrasi dan praktik langsung menggunakan peralatan yang didatangkan langsung dari Laboratorium Las dan Material Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI. Demonstrasi dilakukan oleh dua teknisi berpengalaman, yaitu Hendri Sulistyo dan Doni Barmana, dari tim Laboratorium Material.

Peserta pelatihan menyaksikan simulasi pengujian logam dan mendapatkan kesempatan untuk mencoba sendiri proses magnetic testing, mulai dari persiapan alat, proses pengujian, hingga interpretasi hasil deteksi cacat pada material logam. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan antusias, menandakan besarnya minat guru-guru terhadap teknologi pengujian modern yang selama ini masih terbatas pengenalannya di lingkungan sekolah.

Dukungan Perguruan Tinggi bagi Peningkatan Kompetensi Vokasional

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi akademisi dalam memperkuat transfer keilmuan dan teknologi kepada satuan pendidikan vokasi di tingkat menengah. Ketua Tim PkM, Dr. Kamin Sumardi, M.Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi guru produktif SMK swasta untuk mengadopsi metode pengujian logam yang lebih mutakhir dalam praktik pembelajaran dan penilaian kualitas hasil kerja siswa.

“Dengan pelatihan ini, kami ingin memberikan exposure kepada para guru terhadap praktik industri yang sebenarnya. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membawa pengalaman industri ke dalam kelas, agar siswa lebih siap menghadapi dunia kerja,” jelasnya saat penutupan kegiatan.

Kegiatan pelatihan NDT ini ditutup pada pukul 16.00 WIB dan menjadi salah satu rangkaian penting dari pelaksanaan PkM Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI tahun 2025 di Kabupaten Ciamis. (Kontributor FPTI | CS)

FPTI UPI Latih Guru SMK Swasta Ciamis Implementasikan Pembelajaran Mendalam Berbasis AI

25 Jul 2025 • Humas UPI

Ciamis, 19 Juni 2025

Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Forum Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia (FPTI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMK LPS 1 Ciamis. Kegiatan ini mengusung tema “Pelatihan Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi Guru SMK Swasta” sebagai respon atas kebutuhan guru dalam memahami pendekatan baru dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan.

Kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning) saat ini menjadi salah satu fokus dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pembelajaran mendalam bukan sekadar metode pengajaran, melainkan pendekatan holistik yang menekankan aspek mindful (kesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menyenangkan) dalam proses belajar. Sayangnya, pelatihan dan pendampingan untuk guru-guru SMK swasta masih belum merata. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI hadir memberikan pelatihan kepada 40 guru dari SMK LPS 1, SMK LPS 2, dan beberapa SMK swasta lainnya di wilayah Ciamis.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di aula SMK LPS 1 Ciamis, berlangsung dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FPTK UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., yang juga tergabung sebagai pemateri dalam kegiatan ini. Turut hadir dalam pembukaan, Ketua Yayasan LPS Ciamis Drs. Akasah, MBA, Kepala SMK LPS 1 H. Didin Asopwan, M.Pd., serta Kepala SMK LPS 2 Muhammad Taupik, S.Pd.

Tiga Materi Inti: Deep Learning dan Pemanfaatan AI

Pelatihan ini terbagi menjadi tiga sesi utama yang mengintegrasikan teori, kebijakan, dan praktik teknologi dalam pembelajaran mendalam.

Sesi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Amay Suherman, M.Pd., yang membahas “Evaluasi Pembelajaran dalam Pembelajaran Mendalam”. Materi ini memberikan gambaran mengenai pentingnya evaluasi berbasis kompetensi holistik, sejalan dengan dimensi profil pelajar Pancasila. Evaluasi bukan hanya mengukur kognitif, tetapi juga sikap dan keterampilan siswa dalam konteks deep learning.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Prof. Dr. H.R. Aam Hamdani, M.T., dengan topik “Pemanfaatan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran Mendalam”. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mencoba platform dan aplikasi berbasis AI yang dapat membantu guru menyusun perangkat pembelajaran secara efisien dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kehadiran teknologi dalam pendidikan menjadi penunjang penting dalam mewujudkan pembelajaran yang adaptif dan kontekstual.

Sesi ketiga, yang juga menjadi penutup materi, disampaikan oleh Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., membawakan topik “Konsep, Kebijakan, dan Aplikasi Deep Learning dalam Konteks SMK”. Materi ini mengupas landasan filosofis dan teknis implementasi deep learning khusus untuk SMK, serta strategi integrasinya ke dalam proses pembelajaran vokasional yang berbasis proyek dan kontekstual industri.

Seluruh sesi dipandu oleh moderator dari kalangan dosen FPTK UPI, di antaranya H. Enda Permana, M.Eng., Prof. Dr. Bambang Darmawan, M.Pd., dan Prof. Dr. Ida Hamidah, M.Si.

Harapan untuk Pemerataan Mutu Pendidikan

Melalui kegiatan ini, tim PkM Prodi Pendidikan Teknik Mesin FPTI UPI berharap bahwa pemahaman dan keterampilan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam dapat meningkat secara signifikan, tidak hanya di sekolah negeri tetapi juga di lingkungan sekolah swasta yang selama ini relatif kurang mendapatkan akses pelatihan sejenis.

Ketua Tim PkM, Dr. Kamin Sumardi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata dari peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebijakan pendidikan dengan praktik pembelajaran di lapangan. “Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu gerakan bersama untuk membangun mutu pendidikan SMK yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya. (Kontributor FPTI | CS)

Delegasi KKN Kebangsaan XIII dari UPI Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Desa di Sulawesi Selatan

25 Jul 2025 • Humas UPI

Sulawesi Selatan, UPI

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan XIII tahun 2025 menjadi ajang kolaborasi strategis mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia untuk bersinergi dalam penguatan ketahanan budaya dan pembangunan desa berbasis potensi lokal. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan nasional ini dengan mengirimkan delegasi mahasiswa terbaiknya, salah satunya adalah Muhammad Ridho Alfirdausi, mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam.

KKN Kebangsaan XIII yang berlangsung selama satu bulan penuh pada Juli 2025 ini diselenggarakan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan Universitas Hasanuddin sebagai tuan rumah. Selama pelaksanaan, para peserta KKN dari seluruh nusantara disebar ke berbagai desa untuk menjalankan program-program pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan potensi lokal desa setempat, khususnya di bidang pemberdayaan masyarakat dan promosi wisata berbasis kearifan lokal.

Muhammad Ridho bersama timnya menjalankan berbagai bentuk program konkret yang dirancang berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan masyarakat. Di antara program yang dijalankan adalah pengembangan muatan konten dan tampilan website wisata desa, pembuatan papan informasi dan jalur wisata, serta sosialisasi pramuwisata muda sebagai upaya mempersiapkan generasi desa yang siap menjadi pemandu wisata berbasis edukasi dan budaya.

Tak hanya berhenti di sektor pariwisata, tim KKN kebangsaan  juga turut serta dalam kegiatan sosial dan keagamaan seperti pengecekan kesehatan bagi lansia, serta pemberdayaan fungsi masjid melalui program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) yang diikuti dengan pelaksanaan tabligh akbar bersama masyarakat.

“Selama satu bulan, kami tidak hanya tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga menggali, menghidupkan, dan mengangkat potensi desa yang selama ini belum tersentuh optimal,” ujar Ridho. “KKN Kebangsaan ini bukan hanya soal pengabdian, tapi juga momen pembelajaran lintas budaya dan kolaborasi nyata mahasiswa dari berbagai latar belakang.”

Keterlibatan UPI dalam KKN Kebangsaan ini sekaligus menjadi bukti komitmen kampus dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Melalui program-program yang inovatif dan berdampak langsung, delegasi UPI menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya aktif di kampus, tetapi juga mampu hadir dan berkontribusi untuk Indonesia, dari desa.

Muhammad Ridho menambahkan, “Kami berharap pengalaman ini bisa memperkaya perspektif mahasiswa UPI dalam melihat pentingnya membumikan ilmu dan turut serta menjaga serta mengembangkan kekayaan budaya dan alam bangsa melalui pendekatan langsung kepada masyarakat.” (Kontributor)

Pencarian