English
Indonesia

PENANDATANGANAN PAKTA INTEGRITAS DAN KOMITMEN BERSAMA KAMPUS UPI DI CIBIRU

17 Oct 2023 • Humas UPI

UPI, Cibiru

Penandatanganan Pakta Integritas dan Komitmen Bersama Kampus UPI di Cibiru, merupakan sebuah langkah penting dalam usaha mewujudkan Zona Integritas (ZI) serta menuju wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi yang bersih dan melayani (WBBM). Acara ini diadakan di ruang Aula Bumi Siliwangi Lt. 3 Kampus UPI di Cibiru, pada Senin, 16 Oktober 2023, penandatanganan dihadiri oleh berbagai pihak, Direktur, Wakil Direktur termasuk Ketua Program Studi, Kepala Seksi, Dosen, dan Tenaga Kependidikan Kampus UPI di Cibiru.

Ketua Zona Integritas, Prof. Dr. Hj. Leli Halimah, M.Pd., memimpin penyampaian laporan pada acara ini, sementara Direktur Kampus UPI di Cibiru, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.Kom., MCE, berpartisipasi melalui Zoom karena sedang dalam tugas kunjungan ke Taiwan atas perintah Rektor UPI. Pernyataan Pakta Integritas dipimpin oleh Wakil Direktur Bidang Sumberdaya, Keuangan, dan Umum, Dr. Jenuri, S.Ag., M.Pd.

Penandatanganan Pakta Integritas ini menggambarkan komitmen bersama seluruh komunitas Kampus UPI di Cibiru untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari korupsi dan birokrasi yang bersih serta melayani. Dalam proses ini, para pemangku kepentingan universitas, seperti Ketua Program Studi, Kepala Seksi, Dosen, dan Tenaga Kependidikan, memainkan peran penting dalam menjamin keberhasilan upaya ini.

Harapan dan tujuan dari penandatanganan Pakta Integritas ini adalah mewujudkan integritas yang tinggi, transparansi, dan pelayanan publik yang prima di Kampus UPI di Cibiru. Semua pihak yang terlibat bertekad untuk menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas dan bebas dari praktik-praktik korupsi, serta memastikan bahwa birokrasi universitas melayani dengan baik dan efisien. Hal ini akan membantu menciptakan kondisi yang lebih baik bagi pendidikan dan pengembangan masyarakat di wilayah tersebut. (Ibud, 16/10/2023)

LOLOS PENDANAAN!! Lokalasting: Platform Kemitraan Inovatif guna Meningkatkan Pelestarian Budaya dan Pendapatan UMKM Produk Kerajinan Asli  Indonesia Khususnya Pulau Jawa dan Papua demi Terwujudnya 8th SDGs Decent Work and Economic Growth

16 Oct 2023 • Humas UPI

Dalam upaya untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelestarian budaya Indonesia, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia mendapatkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang kewirausahaan telah meluncurkan platform inovatif bernama “Lokalasting.” Platform ini bertujuan untuk mewadahi UMKM kerajinan lokal Pulau Jawa dan Papua serta sarana edukasi guna mempromosikan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Kekayaan budaya Indonesia sangat beragam mulai dari makanan, pakaian, tarian, nyanyian, hingga kerajinan tangan yang memiliki keunikan, corak dan ciri khasnya masing-masing. Kerajinan tangan merupakan suatu kebanggan dan menjadi salah satu kekayaan Indonesia yang pasti berkontribusi pada perekonomian di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari hasil kerajinan tangan khas Indonesia yang sangat menarik perhatian dunia seperti kerajinan Wayang yang sudah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Indonesia.

Menurut data kementerian perindustrian tahun 2023 bahwa industri kreatif kerajinan lokal khususnya bidang fashion dan kriya tercatat berkontribusi sebesar 7,8% terhadap Produk Domestik Bruto Nasional (PDB) yang termasuk penyokong perekonomian Indonesia. Memanfaatkan keadaan ini seharusnya terus adanya inovasi untuk memfasilitasi dan mewadahi para UMKM agar terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas serta beradaptasi dengan perkembangan zaman yang semakin digital.

Namun, di Indonesia sendiri masih terdapat kesenjangan daerah yang menjadi perputaran ekonomi, melihat Kembali data kementerian perindustrian pada 2023 bahwa sebesar 61,76% kawasan industri masih terpusat di Pulau Jawa, ditambah pada Januari 2022 Pemerintah Provinsi Papua mencatat sebanyak 50 persen masyarakat Papua, masih tinggal di wilayah terpencil bahkan terisolir. Dikatakan terpencil dan terisolir, sebab tempat tinggal mereka berada di wilayah yang sulit dijangkau atau bahkan tidak bisa diakses melalui jalan darat, laut maupun udara. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap pemasaran produk-produk kerajinan khas yang tidak dapat diakses oleh masyarakat luar bahkan dapat terjadi hilangnya pasar produk kerajinan tersebut sehingga dapat berakibat dengan tidak terlestarinya kerajinan khas Indonesia.

Dilatarbelakangi permasalahan tersebut didampingi oleh dosen pembimbing Adam Hermawan S.Kom., M.B.A terdapat kolaborasi 5 mahasiswa dari jurusan Bisnis Digital, Desain Produk Industri, dan Kewirausahaan di Universitas Pendidikan Indonesia mencetus Lokalasting sebagai sebuah platform digital untuk mewadahi para UMKM pengrajin kerajinan lokal khas Indonesia.

Tim Lokalasting:

  1. Wulan Yuniar Rahmawati (Bulan)
  2. Nasha Nurul Fadila (Nasha)
  3. Dian M. Manufandu (Dian)
  4. Zahra Aurelia Andina (Aurel)
  5. Silvia Fajari Rasyieda (Silvia)

Perencanaan pemilihan mitra yang berada di Pulau Papua dilatarbelakangi oleh daerah asal dari salah satu tim Lokalasting, yaitu Dian yang merupakan mahasiswa Bisnis Digital Universitas Pendidikan Indonesia yang asli berasal dari Papua. Dian melihat sendiri bahwa pasar kerajinan di Papua berpotensi untuk dijual ke luar Papua namun masih belum terdapatnya fasilitas.

Lokalasting hadir sebagai stabilisasi porsi Kawasan industri antara Pulau Jawa dan luar Jawa dengan berbentuk sebuah platform website. Lokalasting dapat diakses dengan nama lokalasting.id menjadi jembatan perantara UMKM kerajinan lokal dengan para konsumen, sehingga para UMKM dapat menjangkau pasar yang luas dalam konsumen lokal dan internasional.

Platform ini menawarkan berbagai fitur unik untuk mendukung UMKM kerajinan khas lokal dan pelestarian budaya Indonesia:

1. Menggandeng Mitra UMKM Kerajinan Lokal Indonesia

Lokalasting mengadopsi model bisnis B2B2C yang artinya mereka melakukan Kerjasama dengan berbagai mitra UMKM kerajinan lokal dalam Pulau Jawa dan Papua.

Hingga saat ini nLokalasting telah memiliki kontrak kerjasama dengan 10 mitra dalam Pulau Jawa maupun Papua dalam kurun waktu 1 bulan setelah peluncuran website. Kedepannya Lokalasting tidak hanya menyasar para UMKM di daerah Jawa dan Papua saja namun juga berencana untuk mewadahi para UMKM di seluruh wilayah Indonesia.

2.Terdapat Fitur Kategori Barang dan Daerah

Untuk memudahkan para konsumen, dalam website Lokalasting telah disediakan fitur filterisasi sesuai kelompok jenis barang seperti kategori tas, dekorasi, pakaian, dan aksesoris. Selain itu untuk memperlihatkan kerajinan khas tiap-tiap daerah juga terdapat fitur kategori daerah yang hanya terdapat isian produk kerajinan dalam daerah tersebut.

3. Fitur Literasi Filosofi Kerajinan Lokal Indonesia

Dalam website Lokalasting menyediakan konten edukatif tentang budaya Indonesia, seperti sejarah, tradisi, dan teknik pembuatan kerajinan. Hal ini terdapat pada fitur literasi filosofi kerajinan lokal Indonesia, sehingga para konsumen dapat menerapkan Belajar Belanja yaitu selain dapat melakukan pembelian barang kerajinan khas Indonesia, konsumen dapat langsung diperkenalkan dengan sejarah tiap-tiap barang kerajinan yang tersedia. Hal ini menjadi fitur unggulan dalam website Lokalasting yang akan membantu memperkenalkan dan mengangkat sejarah warisan budaya Indonesia.

Platform Lokalasting telah didukung oleh Universitas Pendidikan Indonesia dan mendapatkan pendanaan oleh Kementerian Pendidikan, Budaya, Riset, dan Teknologi. Kedepannya Lokalasting yang merupakan social commerce diharapkan memberi manfaat bagi peningkatan aktivitas pelestarian budaya Indonesia dengan inovasi digital yang sesuai dengan perkembangan zaman. 

Dibawa dengan slogan “Preserve Your Culture Lasting” bersama #LestarikanBudayaIndonesia menjadi satuan semangat pelestarian budaya dan dukungan terhadap UMKM lokal, Lokalasting adalah contoh nyata kolaborasi antara pendidikan dan pengembangan ekonomi lokal, yang dapat membantu menjaga warisan budaya Indonesia hidup dan berkembang. Semoga platform ini sukses dalam misinya untuk mempromosikan budaya Indonesia dan mendukung para UMKM kerajinan lokal.

Oleh: Wulan Yuniar Rahmawati

Tanggal: 10 Oktober 2023

Yuliawan Kasmahidayat, Kapus EKKIP LPPM UPI terpilih menjadi Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Kajian Budaya Indonesia (AKBI) periode 2023-2026

16 Oct 2023 • Humas UPI

Peserta MUNAS AKBI tahun 2023

Jumat, 13 Oktober 2023, telah diselenggarakan kegiatan Musyawarah Nasional (MUNAS) Pembentukan dan Pengesahan Asosiasi Kajian Budaya Indonesia (AKBI) bertempat di Prodi Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana. Kegiatan ini juga atas inisiasi dari tim inisiator yang terdiri dari 9 orang dari beberapa perguruan tinggi tetapi sama-sama merupakan alumni Kajian Budaya Universitas Udayana. Tim inisiator tersebut adalah 1) Prof. I Nyoman Darma Putra, M.Litt., Ph.D (Universitas Udayana), 2) Prof. Dr. I Wayan Dana, S.S.T., M.Hum. (ISI Yogyakarta), 3) Prof. Dr. La Taena, M.Si. (Universitas Halu Oleo), 4) Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. (Universitas Pendidikan Indonesia), 5) Dr. Syafril, M.Si. (Universitas Andalas), 6) Dr. I Ketut Surata, M.Sc. (Politeknik Pariwisata Bali), 7) Dr. Nanang Sutrisno, S.Ag., M.Si. (Universitas Udayana), 8) Dr. I Wayan Suardiana, M. Hum. (Universitas Udayana), dan 10) Dr. Asmyta Surbakti, M.Si. (Universitas Sumatera Utara).

7 dari 9 Tim Inisiator Pembentukan AKBI

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Dekan FIB Universitas Udayana, kemudian dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023 sebagai salah satu alumni Kajian Budaya Universitas Udayana. Agenda kegiatan selanjutnya yakni sidang yang membahas AD-ART dan juga pemilihan ketua dewan pengurus AKBI yang pertama. Sidang ini menghasilkan Yuliawan Kasmahidayat (alumni S3 Kajian Budaya Unud, Tahun 2010) sebagai ketua dewan pengurus AKBI periode 2023-2026 dengan mekanisme aklamasi.

Penandatanganan Berita Acara Ketua Dewan Pengurus AKBI

EKKIP LPPM sendiri akan memafaatkan kesempatan ini melalui Yuliawan sebagai ketua dewan pengurus terpilih, untuk dapat melebarkan sayap kolaborasi antar institusi. Seperti yang diketahui bahwa EKKIP adalah pusat kajian yang berfokus dalam bidang ekonomi kreatif, kewirausahaan, dan industri pariwisata yang mana AKBI dapat menjadi jembatan untuk berkolaborasi dengan para peserta maupun pengurus yang berasal dari perguruan tinggi yang berfokus di tiga bidang sesuai EKKIP tersebut. Seperti pada contohnya salah satu anggota AKBI berasal dari Politeknik Pariwisata Bali, ISI Denpasar, Institut Bisnis dan Pariwisata Internasional. Kolaborasi ini akan dilakukan dalam jangka panjang, yang dalam waktu dekat akan diawali dengan penandatangan Surat Perjanjian Kerjasama. Selain itu Yuliawan juga melakukan perbincangan dengan Prof. Dr. Rosta Minawati, S.Sn.,M.Si. dari ISI Padang Panjang Sumatera Barat peluang kerjasama bidang EKKIP yang akan berkolaborasikan dengan pihak Perguruan Tinggi di Luar Negeri sebagai mitra ISI Padang Panjang.

Pada kegiatan Munas pertama ini juga Yuliawan sebagai salah satu dosen di prodi Pendidikan Seni Tari FPSD UPI, serta Kapus EKKIP LPPM UPI, berkolaborasi dengan  mahasiswa Fakultas Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Denpasar asuhan Reni Anggraeni, M.Pd. dalam agenda opening art, yang menampilkan Tari Sekar Jagat. Kolaborasi ini merupakan kolaborasi yang ketiga kalinya, dimana dua kegiatan sebelumnya dalam bentuk pementasan bersama di Pesta Kesenian Bali tahun 2023 di Denpasar yang juga berkolaborasi dengan Sanggar Seni Kusuma Kabupaten Bekasi, mitra EKKIP LPPM UPI, serta kegiatan Online FGD Monumentalisme Dalam Seni Pertunjukan Tradisional Bali, dimana Yuliawan sebagai narasumber. Kolaborasi tersebut menjadi dasar disepakatinya kegiatan lainnya dalam waktu jangka panjang yang akan dituangkan dalam Surat Perjanjian Kerja sama.

Penampilan Tari Sekar Jagat

Dokumentasi Pribadi oleh Heru Mahmud, 2023

KUNJUNGAN DIREKTUR KAMPUS UPI DI CIBIRU KE PERPUSTAKAAN DPR RI

16 Oct 2023 • Humas UPI

UPI, Cibiru

Direktur Kampus UPI di Cibiru, Prof. Dr. Deni Darmawan, S.Pd., M.Si., M.kom., MCE., mengadakan kunjungan penting ke Perpustakaan DPR RI, Senin (9/10/2023). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempromosikan electronic library UPI kepada seluruh perwakilan Komisi di lingkungan DPR RI. Acara ini dipimpin oleh kepala Deputi Perpustakaan DPR RI, yang juga turut mendukung inisiatif tersebut. Selain mempromosikan perpustakaan digital, Prof. Deni Darmawan juga memperkenalkan Robotika Center Kampus UPI Cibiru, yang siap untuk berkolaborasi dengan DPR RI.

Prof. Deni Darmawan menjelaskan pentingnya memanfaatkan perkembangan kecerdasan buatan untuk lembaga negara, universitas, dan industri. Ia menekankan perlunya membangun kemitraan bersama dan menciptakan robot untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan manusia. Meskipun robot dapat digunakan dalam berbagai tugas,

Prof. Deni Darmawan menegaskan bahwa manusia tetap menjadi pengendali utama dalam pemanfaatan teknologi ini. Oleh karena itu, diperlukan penelitian yang lebih lanjut dalam bidang robotika, dan program studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di UPI Cibiru diharapkan menjadi solusi untuk menghadapi tantangan ini.

Dalam kesempatan tersebut, robot yang diciptakan oleh konsorsium UPI Cibiru dan mitra Dudi juga telah didemonstrasikan kepada para peserta FGD di Ruang Pertemuan DPR RI Jakarta. Hal ini merupakan langkah penting dalam mempromosikan kolaborasi antara universitas dan lembaga legislatif dalam menghadapi era perkembangan teknologi yang semakin pesat. (Ibud. 14/10/2023)

Rendi Restiana Sukardi, Dosen PGSD Kampus UPI Cibiru Berhasil Menyelesaikan Studi Doktor Pendidikan IPA dengan Capaian Banyak Publikasi Scopus

15 Oct 2023 • Humas UPI

Secara simbolis gelar doktor dalam Pendidikan IPA diperoleh oleh Rendi Restiana Sukardi pada tanggal 10 Oktober 2023 melalui Wisuda Gelombang III Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2023. Rendi juga tercatat sebagai salah satu wisudawan S3 Pendidikan IPA dengan IPK tertinggi, yaitu 3.97 dengan banyak publikasi Scopus. Rendi merupakan salah satu mahasiswa Pendidikan IPA jalur doctor by research tahun 2019. Saat ujian disertasi, Rendi diuji oleh Prof. Dr. R. Asep Kadarohman, M.Si dan Dr, Muslim., M.Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia serta Prof. Dr. Hayuni Retno Widarti, M.Si dari Universitas Negeri Malang.

Rendi Restiana Sukardi merupakan anggota tim penelitian RADEC Research Group (RRG) yang dibimbing oleh Prof. Dr. päd Wahyu Sopandi, M.A dan Prof. Dr. Riandi, M.Si. Selama menyelesaikan studi doktor dalam bidang Pendidikan IPA, dihasilkan tidak kurang dari 14 artikel terindeks scopus dan 6 prosiding terindeks scopus. Beberapa artikel penelitian yang dihasilkan merupakan kolaborasi dengan beberapa penulis, diantaranya adalah Prof. Michael Beeth dari University of Wisconsin Oshkosh, USA. Karena kecintaan terhadap menulis, di sela-sela kesibukan menulis disertasi, Rendi juga menerbitkan buku ajar kimia untuk Kelas XI SMA di salah satu penerbit nasional. 

Selama menjadi mahasiswa S3 Pendidikan IPA, Kaprodi Pendidikan IPA, Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. memberikan kesempatan kepada Rendi untuk banyak terlibat dalam kegiatan internasional, diantaranya adalah ICMScE, EASE Summer School Program, dan International Students Colloquium. Pada tahun 2021, Rendi terpilih sebagai ketua delegasi Universitas Pendidikan Indonesia dalam kegiatan International Students Colloquium yang diselenggarakan di Penang, Malaysia.

Kegiatan tersebut menghadirkan delegasi dari 3 universitas, yaitu Universitas Hirosima Jepang, Universitas Sains Malaysia, dan Universitas Pendidikan Indonesia. Pada tahun 2022 penulis juga mengikuti kegiatan tahunan tersebut yang diselenggarakan di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Penulis juga merupakan perwakilan mahasiswaProgram Doktor Pendidikan IPA UPI dalam acara EASE Summer School Program 2022 yang diikuti oleh mahasiswa calon magister dan doktor Pendidikan IPA di negara-negara Asia Timur dan Asia Tenggara sekaligus memperoleh penghargaan sebagai The Best Participant bersama dengan mahasiswa dari Okayama University dan Seoul National University.

Pada tahun yang sama, penulis diundang menjadi pembicara kunci pada acara Research Forum 2022 di Philippines Normal University South Luzon yang merupakan platform mahasiswa, alumni, dan dosen untuk berdiskusi terkait publikasi ilmiah terindeks Scopus. Pada tahun 2022, penulis menggagas kegiatan Virtual Summer School Program on Teacher Education dengan dosen-dosen PGSD UPI di Cibiru. Kegiatan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari Mindanau State University Marawi Campus, Philippine Normal University South Luzon, Yala Rajabhat University Thailand, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Pendidikan Indonesia.

Pencarian