English
Indonesia

FIP UPI Gelar Coaching Clinic P2MW dan PPK ORMAWA 2026

24 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Coaching Clinic Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) di Auditorium FIP Lantai 10, Selasa (24/2). Kegiatan ini diikuti oleh 100 mahasiswa dari lima program studi, yakni Pendidikan Masyarakat, Psikologi, Administrasi Pendidikan, PGPAUD, dan PGSD.

Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan sekaligus membekali mahasiswa agar menjadi agen perubahan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan intensif, FIP UPI menargetkan peningkatan kualitas proposal mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FIP UPI, Dr. Euis Kurniati, M.Pd menekankan pentingnya sinergi lintas program studi. Menurutnya, penguatan tata kelola proposal harus berbasis pada luaran yang terukur serta keberlanjutan program.

Senada dengan hal tersebut, Pembimbing Kemahasiswaan FIP UPI sekaligus narasumber utama, Dr. Cucu Sukmana, M.Pd., menegaskan bahwa kunci keberhasilan proposal terletak pada dampak nyata yang dihasilkan.

“Program ini adalah strategi fakultas untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kreatif, dan produktif. Pendampingan sistematis adalah kunci agar proposal memiliki dampak nyata secara ekonomi, sosial, maupun pendidikan,” ujar Dr. Cucu.

Dukungan Lintas Prodi Kegiatan ini turut didampingi oleh tim dosen pembimbing kemahasiswaan, di antaranya Evi Rahmawati, M.Pd. (Prodi PGSD), Muhamad Arif Saefudin, M.A. (Prodi Psikologi), Sodikin, Ph.D. (Prodi Pendidikan Masyarakat), dan Muti (Staf Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan).

Seluruh peserta mendapatkan materi teknis, klinik proposal per kelompok, hingga diskusi interaktif guna menyempurnakan inovasi yang diusung. Program ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin Pendidikan Berkualitas (Tujuan 4) dan Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi (Tujuan 8).

Dalam perspektif nasional, penguatan sumber daya manusia (SDM) ini merupakan implementasi dari Asta Cita untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. FIP UPI memposisikan diri sebagai inkubator gagasan dan inovasi sosial yang mampu menjawab tantangan zaman melalui solusi konkret.

Sebagai tindak lanjut, FIP UPI mendorong adanya pendampingan berkelanjutan pasca-coaching clinic dan pembentukan tim review internal. Hal ini bertujuan agar program yang lolos tidak berhenti setelah kompetisi berakhir, melainkan dapat direplikasi sebagai praktik baik di tengah masyarakat. (DN)

UPI Gandeng NVIDIA dan MSI Gelar Seminar Inovasi AI

23 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Direktorat Sistem Teknologi Informasi dan Pusat Data (DSTI PD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berkolaborasi dengan raksasa teknologi dunia, NVIDIA dan MSI, menyelenggarakan seminar bertajuk “NVIDIA Powers the World’s AI & Yours”. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor UPI Bidang Sumber Daya dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Tri Indri Handini, M.Pd ini berlangsung di Auditorium JICA FPMIPA, Kampus UPI, Bandung, Senin (23/2).

Seminar ini bertujuan membangun sinergi strategis antara industri teknologi global dengan dunia akademik. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi masa depan, sekaligus mendorong mahasiswa dan dosen UPI untuk mengembangkan riset inovatif di bidang Artificial Intelligence (AI), machine learning, data science, hingga high-performance computing.

Direktur DSTI PD UPI, Dr. Cepi Riyana, M.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan NVIDIA dan MSI sebagai mitra didasarkan pada posisi kedua perusahaan tersebut sebagai pemimpin pasar dalam perangkat keras pendukung AI, terutama teknologi GPU (Graphic Processing Unit).

“Kami mengemas seminar ini untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pemanfaatan AI dalam dua aspek utama: akademik dan karier. Dengan bantuan AI, mahasiswa diharapkan dapat belajar lebih produktif, berkualitas, bahkan mempercepat masa studi mereka,” ujar Cepi di sela kegiatan.

Lebih lanjut, Cepi menekankan bahwa wawasan dari para praktisi industri sangat krusial bagi mahasiswa agar mereka memiliki proyeksi dunia kerja setelah lulus. Melalui pengalaman para pakar yang sudah malang melintang di industri, mahasiswa diajak untuk melihat bagaimana AI diaplikasikan secara nyata di berbagai bidang pekerjaan.

Selain sisi teknis, seminar ini juga menyoroti aspek etika penggunaan AI. Dr. Cepi mengungkapkan bahwa UPI saat ini tengah menggodok regulasi yang lebih luas terkait penggunaan kecerdasan buatan di lingkungan kampus.

“Aturan ini harus mengikat, idealnya di level Peraturan Rektor. Saat ini aturan AI di UPI sudah ada, namun masih terbatas pada pedoman penulisan karya ilmiah. Tantangan kita ke depan adalah menyusun regulasi yang mencakup publikasi, pengurusan hak paten, hingga penggunaan AI di berbagai disiplin ilmu yang beragam,” tambahnya.

Bagi calon pendidik di UPI, kehadiran AI dipandang sebagai alat bantu yang revolusioner. Dr. Cepi menjelaskan bahwa AI dapat membantu guru dalam merencanakan pembelajaran, membuat media ajar berbasis gambar, animasi, hingga video yang lebih imersif, serta mempermudah evaluasi pembelajaran.

Meski implementasinya berbeda-beda di setiap program studi, seperti perbedaan kebutuhan antara bidang Arsitektur, Matematika, Fisika, hingga Seni, pihak universitas sepakat bahwa penggunaan AI kini tidak lagi bisa dihindari.

“AI akan sangat membantu mewujudkan kebutuhan pembelajaran yang lebih kaya konten dan hemat waktu. Di masa sekarang, penguasaan terhadap teknologi ini menjadi sebuah keharusan bagi seluruh program studi,” pungkas Cepi. (DN)

Semangat Ramadan, FPIPS UPI Bagikan 200 Paket Takjil untuk Mahasiswa

20 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya melalui aksi bertajuk “Berbagi Takjil”. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (20/2) sore ini menyasar para mahasiswa di lingkungan fakultas.

Sebanyak 200 bungkus makanan untuk berbuka puasa ludes dibagikan kepada mahasiswa FPIPS menjelang waktu magrib. Aksi ini merupakan bentuk dukungan fakultas terhadap mahasiswa yang masih beraktivitas di kampus saat waktu berbuka tiba.

Program ini sejatinya merupakan agenda rutin “Jumat Berkah” yang diselenggarakan setiap pekan oleh FPIPS. Namun, bertepatan dengan memasuki bulan suci Ramadan, waktu pelaksanaan yang biasanya dilakukan di siang hari dialihkan ke sore hari dalam bentuk pembagian takjil.

Perwakilan pimpinan fakultas bersama panitia Jumat Berkah FPIPS menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur yang telah menyisihkan rezekinya.

“Kami mengucapkan terima kasih, Jazakumullah Khairan Katsiran, atas infak dan sedekah yang telah Bapak/Ibu titipkan, baik melalui transfer rekening maupun sistem pemotongan gaji secara sukarela,” ujar pihak panitia dalam keterangan tertulisnya.

Pihak pengelola memastikan bahwa seluruh dana yang terkumpul dari staf dan dosen dikelola secara transparan dan akuntabel. Bagi civitas akademika yang ingin berpartisipasi, penyaluran donasi masih dibuka melalui rekening BNI 800336928 atas nama Sarah Fadilah Zein.

Program “Berbagi Takjil” ini diharapkan tidak hanya sekadar memberikan bantuan konsumsi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi serta membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar FPIPS UPI di bulan yang mulia ini. (DN)

UPI Buka Pendaftaran Seleksi Mandiri Kelas Internasional 2026, Simak Jadwal dan Syaratnya

20 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi mengumumkan pembukaan pendaftaran Seleksi Masuk Kelas Internasional (SM KI) Tahun Akademik 2026. Program ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa unggul yang memiliki potensi akademik tinggi guna berkontribusi dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan global.

Seleksi ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kriteria sebagai berikut Latar Belakang Pendidikan: Siswa kelas 12 SMA/MA/SMK/Paket C lulusan tahun 2026, serta lulusan tahun 2025 dan 2024. Kesehatan: Memiliki kesehatan fisik dan mental yang mendukung kelancaran proses belajar. Kemampuan Bahasa: Calon mahasiswa wajib memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif, mengingat seluruh proses perkuliahan akan diselenggarakan dalam bahasa Inggris. Kemampuan ini akan diuji secara langsung melalui sesi wawancara.

Bagi Warga Negara Asing (WNA), proses pendaftaran dilakukan melalui jalur khusus di bawah koordinasi Direktorat Urusan Internasional dan Kemitraan UPI melalui laman resmi https://dia.upi.edu/.

UPI menawarkan berbagai program studi pilihan dalam kelas internasional, mulai dari bidang manajemen, sains, hingga pendidikan. Program studi yang ditawarkan diantaranya Manajemen, Akuntansi, Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam, Manajemen Pemasaran Pariwisata, Ilmu Komputer, Matematika, Pendidikan Matematika, Pendidikan Biologi, Pendidikan Kimia, Pendidikan Fisika, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan ilmu Pengetahuan Alam, Administrasi Pendidikan, Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Masyarakat, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Seni (S2), dan Pendidikan Seni (S3).

Adapun instrumen penilaian dalam SM KI UPI 2026 meliputi Tes Psikologis Bidang Minat (Kependidikan atau Non-Kependidikan). Tes Potensi Skolastik (TPS). Tes Literasi (Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris). Tes Penalaran Matematika. Wawancara.

Setiap pendaftar dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah).

Pendaftaran dibagi menjadi dua gelombang dengan rincian jadwal sebagai berikut:

Gelombang 1:

  • Pendaftaran & Pembayaran: 23 Februari – 28 April 2026.
  • Cetak Kartu Peserta: 2 Maret – 28 April 2026.
  • Ujian Tulis (UTBK) Luring: 2 Mei 2026.
  • Wawancara: 3 Mei 2026.
  • Pengumuman Kelulusan: 15 Mei 2026.

Gelombang 2:

  • Pendaftaran & Pembayaran: 18 Mei – 26 Juni 2026.
  • Cetak Kartu Peserta: 21 Mei – 26 Juni 2026.
  • Ujian Tulis (UTBK) Luring: 6 Juli 2026.
  • Wawancara: 9 Juli 2026.
  • Pengumuman Kelulusan: 17 Juli 2026.

Peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan registrasi administrasi dengan membayar biaya pendidikan serta registrasi akademik. Informasi detail mengenai tahapan registrasi dapat diunduh oleh peserta bersamaan dengan pengumuman kelulusan melalui akun masing-masing. (DN)

Mahasiswa PGPAUD UPI Terjun Langsung Pantau Tumbuh Kembang Anak

18 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2025 melakukan observasi lapangan untuk mendalami psikologi perkembangan anak secara langsung. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Psikologi Perkembangan Anak I yang menerapkan metode experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman.

Alih-alih hanya terpaku pada buku teks di ruang kelas, para calon pendidik ini diterjunkan ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari PAUD, Raudhatul Athfal (RA), hingga sekolah dasar (SD) tingkat awal. Tujuannya adalah untuk mengaitkan teori perkembangan dengan realitas dinamika anak di lapangan.

Berdasarkan hasil observasi, mahasiswa mencatat bahwa setiap anak memiliki potensi perkembangan yang sangat beragam, baik dari aspek sosial, emosional, maupun kognitif. Di jenjang PAUD dan RA, para guru terpantau menggunakan pendekatan responsif untuk menangani perbedaan karakter tersebut.

Beberapa strategi yang menonjol di lapangan meliputi Pembiasaan Rutinitas: Menanamkan disiplin melalui jadwal harian yang konsisten. Instruksi Bertahap: Memudahkan anak memahami tugas yang kompleks. Pendekatan Emosional: Membangun kedekatan hangat antara guru dan anak untuk menciptakan rasa aman. Penguatan Nilai Moral: Integrasi doa dan praktik ibadah sederhana dalam aktivitas sehari-hari.

Observasi juga diperluas ke jenjang sekolah dasar kelas awal untuk melihat kesinambungan perkembangan. Mahasiswa menemukan adanya variasi partisipasi siswa yang signifikan; sebagian siswa tampil sangat percaya diri, sementara lainnya membutuhkan dorongan ekstra untuk berani berpendapat.

“Interaksi guru yang hangat dan metode pembelajaran yang aktif terbukti meningkatkan partisipasi siswa. Sebaliknya, metode yang kurang bervariasi cenderung menurunkan fokus dan motivasi belajar anak,” lapor mahasiswa dalam diskusi reflektif pasca-observasi.

Selain penguatan kompetensi individu, kegiatan ini merupakan langkah nyata UPI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyiapan guru yang kompeten, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penciptaan iklim kelas yang inklusif dan aman.

Sebagai rekomendasi, tim mahasiswa mendorong penguatan pembelajaran berdiferensiasi yang lebih peka terhadap kebutuhan unik setiap anak. Pengelolaan kelas yang mendukung rasa aman dianggap sebagai kunci utama agar seluruh anak dapat berpartisipasi tanpa rasa takut.

Melalui program ini, UPI menegaskan komitmennya untuk mencetak pendidik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan profesionalisme dalam mengawal tumbuh kembang generasi masa depan. (DN)

Pencarian