English
Indonesia

Probumsil UPI Gelorakan Karakter “CENDEKIA” pada Penyelenggaraan Candradimuka Tingkat Dasar

03 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Protokol Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (PROBUMSIL UPI) kembali menyelenggarakan Candradimuka Tingkat Dasar Anggota Baru Angkatan XVI pada Senin-Ahad, 1-7 Rajab 1444 H/23-29 Januari 2023 M bertempat di kampus Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudi No.229 dan Pusat Pendidikan Hukum Direktorat Hukum TNI AD  Jl. Dr. Setiabudi No. 238, Lembang, Bandung

Protokol Bumi Siliwangi Universitas Pendidikan Indonesia (Probumsil UPI) merupakan organisasi yang membantu dalam menjalankan tugas sebagai pelaksana protokol universitas. Maka dari itu kegiatan Candradimuka Tingkat Dasar ini bertujuan untuk  membentuk calon protokol agar dapat menjadi personel protokol yang berkualitas dan berkualifikasi serta mengader calon protokol agar terbentuk karakter anggota PROBUMSIL UPI yang berlandaskan agama, budaya, bangsa dan negara, dan bermuruah Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Upacara Pembukaan Candradimuka Tingkat Dasar ini dihadiri oleh Kepala Seksi Protokoler sekaligus Pembina Harian Budi Rahadian, S.Pd.,. M.M. dan dibuka oleh Pembina Harian Dr. Yayah Rahyasih di halaman Isola Bumi Siliwangi secara simbolis disematkan tanda peserta kepada perwakilan peserta putra dan putri yaitu Bagas Adi Wibowo (PGSD/Kampus Daerah Sumedang/2022) dan Nadhira Sania Kamilah (Teknologi Pendidikan/FIP/2022).

Mengusung tema, “Pendidikan Candradimuka sebagai Pembentukan Protokoler CENDEKIA (Cerdas, Energik, Nasionalis, Demokratis, Empati, Kreatif, Integritas, Adaptif)  berlandaskan Nilai-Nilai Agama dan Muruah Tri Dharma perguruan Tinggi Universitas Pendidikan Indonesia.” Pelaksanaan Candradimuka Tingkat Dasar ini diikuti oleh putra-putri dari setiap Fakultas dan Kampus Daerah yang terdiri dari Kampus Bumi Siliwangi sebanyak 14 orang peserta, Kampus UPI Cibiru Darul Gemah sebanyak 6 orang peserta, Kampus UPI Purwakarta Darul Raharja sebanyak 6 orang peserta, Kampus UPI Sumedang Darul Larang sebanyak 11 orang peserta, kampus UPI Tasikmalaya Darul Resik sebanyak 4 orang peserta, dan Kampus Serang Darul Madani sebanyak 2 orang peserta.

diunggah oleh: Jatmika Nurhadi

Dini Siska Rachmawati : Berperan Sebagai Divisi Social Media PT. Care Indonesia Program MBKM MSIB

02 Feb 2023 • Humas UPI

Dini Siska Rachmawati merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas Pendidikan Indonesia Angkatan 2019. Dini Siska Rachmawati diterima program magang bersertifikat di PT. Care Indonesian Solusi , dan posisi Dini di divisi Social Media Specialist & Training. Jadi jobdesc selama magang di divisi social media itu membuat konten dan mengedit konten. Contoh nya membuat konten untuk feed dan reels video di instagram perusahaan. 

Dini mengetahui informasi terkait program nya dari website kampus merdeka. Dan di website tersebut ada pilihan untuk perusahaan nya, dan kita dibebaskan untuk daftar ke perusahaan mana saja. Sebelum magang di PT. Care Indonesia, Dini mencoba daftar di beberapa perusahaaan dan pada akhirnya Dini memilih magang di PT. Care Indonesia. 

Kepada redaksi, Dini menjelaskan hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk seleksi magang. Tentunya yang harus disiapkan itu seperti surat rekomendasi dari fakultas, SPTJN dari Universitas, CV, dan sertifikat sertifikat. Kalau untuk seleksi setiap perusahaan nya berbeda beda, ada yang tes psikotes, interview dan lain lain. Nah untuk tes tes seperti itu, yang harus dipersiapkan adalah baca baca tentang perusahaan yang kita tuju. 

Proses seleksi yang Dini lewati yaitu test psikotest 2 tahap. jika test psikiotest yang pertama lolos maka akan diujikan tes psikotest yang ke 2, lalu di interview oleh pihak perusahaan. Kesan Dini bisa lolos seleksi program magang adalah bisa mengetahui bagaimana seleksi magang di perusahaan dan menambah pengetahuan bagaimana proses seleksi nanti saat melamar bekerja. Program ini sangat bermanfaat karena Dini bisa mendapatkan magang di program msib dengan posisi yang sesuai dengan yang saya inginkan, lalu bisa mendapatkan teman dan pengalaman baru serta menambah relasi. 

Kegiatan Dini selama magang yaitu brainstorming ide untuk sosial media instagram, produksi konten dalam bentuk caraoussel post,  video reels/tiktok, video iklan, editing video materi untuk youtube, mengelola akun twitter perusahaan, menjadi operator live di social media perusahaan, input data training, copywriting, mengerjakan oprasional training, berinteraksi dengan followers twitter, membuat artikel. Dan adapun untuk pengalaman dini selama magang mungkin pengalaman serunya tuh kita pernah disuruh bikin konten sekreatif mungkin tapi harus dapetin like,views,komen terbanyak intinya yg kontennya rame dapat hadiah. nah itu tuh jadi bikin semangat buat bikin konten menarik. terus setiap sebelum bikin konten ada briefing dulu, dan seudah produksi konten biasanya direview kontennya dikasih masukan terus diperbaik. 

Peran mahasiswa terhadap kegiatan magang menurut saudari Dini yaitu meningkatkan kualitas diri serta membuka wawasan tentang pengalaman kerja. jadi kaya pas terjun ke lapangan pekerjaan tidak begitu kaget lagi, karena sudah ada banyak pengalaman serta  kepercayaan diri. Harapan Dini terhadap kegiatan magang diperusahaan, Semoga kegiatan magang nya jadi semakin lebih baik dari sebelum nya, semoga program nya lancar dan tidak ada hambatan apapun. 

Dini memberikan tips agar bisa lolos magang yaitu dengan mempersiapkan diri mencari dulu minat yang sesuai dengan kita sendiri lalu perdalam minat tersebut, buat CV semenarik mungkin, aktif dalam organisasi agar di CV nya banyak pengalaman organisasinya, saat interview sebisa mungkin cari tahu dulu terkait perusahaan nya agar saat interview berlangsung bisa berjalan dengan lancar (Kontributor Humas UPI)

Rektor UPI Serahkan SK Guru Besar kepada Prayoga Bestari dan Florentina

02 Feb 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof. Dr. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., menyerahkan SK Pengangkatan dalam Jabatan Fungsional Profesor/Guru Besar kepada Dr. Prayoga Bestari, S.Pd., M.Si., Dosen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) dan Dr. Florentina Maria Titin Supriyanti, M.S., Dosen Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), di Ruang Rapat Gedung Partere Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Kamis (2/2/2023).

SK tersebut adalah Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dengan NOMOR 5782/M/07/2023, atas nama Dr. Prayoga Bestari, S.Pd., M.Si., yang diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Kebijakan Publik dan Dr. Florentina Maria Titin Supriyanti, M.S., yang diangkat dalam jabatan akademik/fungsional dosen sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang ilmu Bio Kimia Pangan dengan SK NOMOR 5783/M/ 07/2023.

Menurut Rektor UPI, saat ini dengan jumlah total 143 orang guru besar, secara nominal presentasenya naik menjadi 10%, ini ideal.

“Namun di sisi lain, adanya penambahan dosen-dosen muda dengan kualifikasi magister untuk mengisi prodi-prodi baru menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan jumlah guru besar sesuai dengan proporsinya, dampaknya proporsinya tertarik lagi dan tertarik lagi,” ungkap Rektor.

Namun demikian, tegas Rektor, kita upayakan terus bertambah dan meningkat jumlahnya dengan mendorong para dosen untuk segera mengusulkan jabatan akademik/fungsional dosennya sebagai Profesor/Guru Besar, sehingga presentase di atas 10%-nya terjaga.

Diungkapkan Rektor,”Permasalahan klasik dalam upaya untuk menambah jumlah guru besar adalah tradisi riset. Tradisinya belum berjalan dengan baik, belum terjadi pembiasaan diri untuk melakukan publikasi artikelnya. Jika risetnya jalan, publikasi internasionalnya jalan, maka bisa dipastikan tidak akan menemui kendala yang berarti, bahkan mungkin tidak ada kendala.”

Seperti yang saya harapkan, lanjutnya, bahwa guru besar itu tidak lagi berpikir untuk dirinya sendiri, tapi berpikir bagaimana memberikan kontribusi terhadap pembinaan generasi masa depan. Mindset ini yang harus dibangun, jangan sampai terbesit untuk meminta perlakuan khusus. Saat ini, pikiran-pikiran inovatif dan baru diharapkan lahir dari para guru besar. Temuan-temuan tersebut itu di share, jadi bukan hanya untuk dirinya saja, tapi untuk para generasi muda. Sehingga, apa-apa yang ada dalam dirinya itu bermanfaat untuk mengembangkan SDM lebih lanjut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, jajaran pimpinan universitas seperti Para Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik, Ketua Dewan Guru Besar, Dekan FPIPS dan Dekan FPMIPA, serta Kepala Biro SDM. (dodiangga/foto:ravi)

Membumi

01 Feb 2023 • Humas UPI
Prof. Dr. Suwatno, M.Si. (Guru Besar Komunikasi Organisasi UPI)
dalam “Membumi” diterbitkan di Pikiran Rakyat edisi Rabu Pon, 1 Februari 2023

Yoni Hermawan, Jalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Pendidikan Ekonomi di Universitas Pendidikan Indonesia

31 Jan 2023 • Humas UPI

Bandung, UPI

Yoni Hermawan Dosen Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguaruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Siliwangi menjalani Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Pendidikan Ekonomi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di hadapan sidang terbuka senat guru besar Universitas Pendidikan Indonesia. Sidang berlangsung di Ruang Auditorium Gedung FPEB Lt. 6 Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 229 Bandung, Senin (30/1/2023).

Hadir sebagai Promotor Prof. Dr. H. Disman, MS., Co promotor Prof. Dr. H. Eeng Ahman, M.Si., Prof. Dr. H. Suwatno, M.Si., sebagai Anggota, dan Prof. Dr. H. Hari Mulyadi, M.Si., sebagai penguji Internal, sementara itu Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus., sebagai penguji Eksternal. Yoni mengusung judul Studi Kompetensi Kewirausahaan Mahasiswa Perguruan Tinggi di Jawa Barat.

Ujian ini merupakan salah satu syarat bagi Yoni untuk menyelesaikan pendidikan S-3 bidang Doktor Pendidikan Ekonomi. Dijelaskannya,”Penelitian ini telah menghasilkan novelty yaitu model Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan berbasis Pendidikan Kewirausahaan, melalui strategi paralel Intensi Kewirausahaan, Efikasi Diri dan Orientasi Kewirausahaan. Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan terhadap Kompetensi Kewirausahaan para mahasiswa Perguruan Tinggi di Wilayah Priangan Timur Jawa Barat, dilakukan pada kondisi yang bersamaan dengan masa pandemi COVID-19 juga dianalisis sebagai masukan dalam pengembangan kompetensi kewirausahaan para mahasiswa untuk bangkit dan berkembang di masa krisis.”

Ditegaskannya bahwa Pendidikan Kewirausahan merupakan faktor pembentuk Kompetensi Kewirausahaan dan sangat efektif apabila didukung Intensi Kewirausahaan, Efikasi Diri dan Orientasi Kewirausahaan. Lebih dari itu, Pengembangan Kompetensi Kewirausahaan, dipengaruhi oleh Pendidikan Kewirausahaan, dan sangat efektif apabila didukung melalui Intensi Kewirausahaan Efikasi Diri dan Orientasi Kewirausahaan. Variabel mediator dianalisis melalui process Andrew Hayes, Model 80 yang masih jarang dilakukan oleh peneltiti sebelumnya.

Dalam penelitiannya, berdasarkan kajian teori yang telah disusun dalam kerangka pemikiran, preposisi, premis dan uji hipotesis, serta hasil temuan dalam penelitian ini, ditemukan bahwa membentuk Peningkatan Kompetensi Kewirausahaan berbasis Pendidikan Kewirausahaan, Efikasi Diri dan Orientasi Kewirausahaan melalui Intensi Kewirausahaan. Hal tersebut menjawab pertanyaan secara mendasar bagaimana proses terbentuknya kompetensi kewirausahaan.

“Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat diambil kesimpulan bahwa Kompetensi Kewirausahaan mahasiswa Perguruan Tinggi di Jawa Barat Wilayah Priangan Timur pada umumnya berada pada kategori rendah artinya kompetensi kewirausahaan masih belum berkembang dengan baik. Dimensi kompetensi kewirausahaan yang masih rendah dari hasil penelitian yaitu Conceptual competency, Opportunity competency, learning competency, dan relationship competency, serta Personal competency,” ungkapnya.

Sedangkan Variabel Pendidikan kewirausahaan, intensi kewirausahaan, efikasi diri dan Orientasi Kewirausahan dan Pendidikan Kewirausahaan sudah termasuk kategori tinggi, ungkapnya lagi. Hal ini mengandung makna bahwa para mahasiswa Perguruan Tinggi di Jawa Barat Wilayah Priangan Timur, sudah memperoleh atau mengenal pendidikan kewirausahaan secara baik, meskipun dalam indikator-indikator tertentu masih perlu ditingkatkan.

Orientasi kewirausahaan pada rata-rata sudah termasuk kategori tinggi, katanya, namun apabila dilihat dari indikator tertentu masih perlu ditingkatkan. Kontribusi terbesar pada orientasi kewirausahaan adalah Competitive aggressiveness. Kemudian dimensi yang paling berkontribusi pada intensi kewirausahaan yaitu Perceived desirability.

Dikatakannya,”Variabel efikasi diri menunjukkan kategori pada tingkat rata-rata yang tinggi akan tetapi sama secara keseluruhan para mahasiswa sudah memiliki efikasi diri yang lebih tinggi rata-rata dari setiap indikator, hal ini mengandung arti bahwa modal utama untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan menunjukan trend lebih baik.”

Selanjutnya, dimensi yang memberikan kontribusi terbesar dalam merefleksikan kompetensi kewirausahaan adalah aspek sikap. Dimensi yang paling berkontribusi merefleksikan efikasi diri yaitu Strength (Kekuatan Keyakinan).

Dalam simpulannya Yoni mengemukakan, bahwa pendidikan kewirausahaan mempunyai pengaruh positif terhadap Komptensi kewirausahaan mahasiswa, terhadap efikasi diri, dan berpengaruh pada semakin tingginya orientasi intensi kewirausahaan mahasiswa.

“4 komponen pendidikan kewirausahaan yaitu strategi, pendanaan, kurikulum dan pendidik dapat memengaruhi intensi kewirausahaan mahasiswa di Jawa Barat yang pernah mengikuti mata kuliah kewirausahaan. Artinya semakin efektif Pendidikan kewirausahaan maka semakin tinggi kompetensi kewirausahaan seiring dengan meningkatnya intensi kewirausahaan, efikasi diri dan orientasi kewirausahaan mahasiswa yang telah lulus mata kuliah kewirausahaan di Perguruan Tinggi Wilayah Priangan Timur Jawa Barat,” tegasnya. (dodiangga)

Pencarian