English
Indonesia

Perluas Jejaring Global, FPTI UPI dan RMUTT Thailand Sepakati Kerja Sama Strategis Tridharma

30 Dec 2025 • Humas UPI

Pathum Thani, UPI

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memperkuat kolaborasi internasionalnya melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA) dengan Faculty of Technical Education Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT), Thailand.

Kegiatan penandatanganan yang berlangsung di Kampus RMUTT pada Selasa (16/12/2025) ini bertujuan untuk memperkokoh implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di tingkat regional dan internasional.

Dalam pertemuan tersebut, FPTI UPI diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Sumber Daya dan Umum, Prof. Dr. Ana, M.Pd., sementara pihak RMUTT diwakili oleh Dekan Faculty of Technical Education, Assoc. Asst. Prof. Arnon Niyomphol.

Kerja sama strategis ini mencakup cakupan yang luas dan operasional, meliputi tiga pilar utama perguruan tinggi, Pendidikan: Pengembangan kurikulum bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, program visiting professor, adjunct professor, serta pelibatan praktisi industri sebagai dosen tamu. Penelitian: Kolaborasi riset internasional, publikasi ilmiah bersama pada jurnal bereputasi, serta pengembangan inovasi di bidang teknik dan industri. Pengabdian kepada Masyarakat: Program pelatihan kompetensi (upskilling dan reskilling) bagi civitas akademika yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja global.

Wakil Dekan FPTI UPI, Prof. Dr. Ana, M.Pd., menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan langkah krusial dalam memperkaya wawasan global mahasiswa dan dosen.

“Kolaborasi dengan RMUTT Thailand membuka peluang peningkatan kompetensi yang signifikan. Ini adalah upaya kami memperkuat implementasi Tridharma secara internasional agar lulusan dan karya akademik kita memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Assoc. Asst. Prof. Arnon Niyomphol menyambut positif sinergi ini. Ia berharap implementasi MoA dapat menghasilkan program-program kolaboratif yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak.

Kesepakatan MoA ini dijadwalkan berlaku selama lima tahun ke depan. Untuk memastikan keberlangsungannya, rincian teknis akan ditindaklanjuti melalui Implementation Arrangement (IA) yang melibatkan program studi di bawah naungan masing-masing fakultas.

Melalui kemitraan ini, FPTI UPI menegaskan komitmennya sebagai institusi yang kolaboratif dan adaptif, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan sumber daya manusia unggul di tingkat internasional. (DN)

FPTI UPI Jalin Kerja Sama Strategis dengan TU Dresden Jerman untuk Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

30 Dec 2025 • Humas UPI

Dresden, UPI

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi memperluas jejaring globalnya dengan menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) bersama Technische Universität Dresden (TUD), Jerman. Kesepakatan ini berfokus pada penguatan pendidikan vokasi, riset kolaboratif, serta capacity building yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Penandatanganan naskah kerja sama tersebut berlangsung di kampus TUD pada Selasa (9/12/2025). Dokumen diteken langsung oleh Prof. Dr. Thomas Köhler, Managing Director TUD FaCE (Institute for Further and Continuing Education), dengan disaksikan oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Rohendi, M.T., IPM., dosen FPTI UPI yang tengah menjalankan penugasan akademik di Jerman.

Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., memberikan dukungan penuh dalam proses internasionalisasi ini. Inisiasi kerja sama bermula dari korespondensi akademik antara Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI UPI, Dr. Mustika Nuramalia Handayani, dengan Prof. Köhler, yang kemudian berkembang menjadi kesepakatan strategis yang berlaku selama lima tahun ke depan.

“Kerja sama ini menjadi landasan penting dalam penguatan mutu pendidikan vokasi berbasis kolaborasi global, sekaligus memastikan setiap program kerja selaras dengan visi internasionalisasi fakultas,” ungkap Dr. Eng. Agus Setiawan dalam keterangannya.

Momen penandatanganan ini bertepatan dengan pelaksanaan dua program strategis nasional di TU Dresden. Pertama, Program Penguatan Kerja Sama Promotor (PKP) oleh Prof. Dedi Rohendi yang fokus pada co-supervision dan monitoring riset doktoral.

Kedua, Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) yang diikuti oleh Muhammad Oka Ramadhan, mahasiswa doktoral Pendidikan Teknologi dan Kejuruan SPS UPI. Integrasi kedua program ini (PKP dan PKPI) diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset kolaboratif serta meningkatkan jumlah publikasi internasional antara FPTI UPI dan TU Dresden.

Ruang lingkup kerja sama yang disepakati mencakup poin-poin krusial, di antaranya: Joint supervision tesis dan disertasi. Mobilitas mahasiswa dan staf (pertukaran akademik). Kolaborasi riset dan publikasi internasional. Penyelenggaraan summer program dan konferensi bersama. Dan Editorial collaboration pada jurnal ilmiah. Sinergi ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kemitraan dengan TU Dresden, FPTI UPI meneguhkan posisinya sebagai institusi yang adaptif dan inovatif dalam mendorong pengembangan pendidikan vokasi Indonesia yang relevan dengan kebutuhan global. (DN)

Dekan FPTI UPI Perkuat Sinergi Pendidikan Teknik Nasional Berbasis SDGs di Pra-Rakernas FDTI 2025

30 Dec 2025 • Humas UPI

Malang, UPI

Dekan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., memainkan peran strategis dalam agenda Pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) 2025. Forum yang berlangsung di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang (4–7/12/2025) ini menjadi pijakan utama dalam memperkuat arah kebijakan pendidikan teknik nasional yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Kehadiran jajaran Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah FDTI Periode 2025–2027, termasuk Ketua Umum FDTI Prof. Ir. Hadi Suyono, Ph.D., dan Sekretaris Jenderal Prof. Dr. Tutun Juhana, M.T., menegaskan urgensi sinkronisasi kebijakan antar-pimpinan fakultas teknik di seluruh Indonesia.

Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Wilayah Tengah FDTI, Dr. Eng. Agus Setiawan berkontribusi aktif dalam penyelarasan program kerja wilayah dan kolaborasi lintas perguruan tinggi. Fokus utama kontribusi FPTI UPI dalam forum ini mencakup tiga poin krusial SDGs, yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Peningkatan mutu pendidikan teknik nasional. SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Penguatan inovasi dan digitalisasi tata kelola pendidikan. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan): Membangun sinergi nasional yang berkelanjutan antar-institusi.

Rangkaian Pra-Rakernas ini diisi dengan penyusunan agenda prioritas organisasi dan penguatan tata kelola direktorat. Dalam diskusi strategis tersebut, Dr. Eng. Agus Setiawan menekankan bahwa transformasi pendidikan teknik harus berpijak pada integrasi inovasi dan pengembangan sumber daya manusia.

“Sinergi antarfakultas teknik adalah fondasi utama untuk menghadapi tantangan global. Kita harus memastikan bahwa setiap inovasi dan kebijakan yang lahir selaras dengan kebutuhan industri serta penguatan kualitas SDM,” tegas Agus.

Partisipasi aktif ini menegaskan komitmen FPTI UPI untuk terlibat langsung dalam perumusan kebijakan pendidikan teknik di tingkat nasional. Melalui peran strategis di FDTI, FPTI UPI terus memperkuat posisinya sebagai institusi yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi dampak.

Sinergi yang dibangun di Malang ini diharapkan mampu menghasilkan rencana kerja yang konkret dan inovatif pada Rakernas FDTI 2025 mendatang, guna mendorong kontribusi nyata pendidikan tinggi teknik terhadap pembangunan nasional yang inklusif. (DN)

Perkuat Pendidikan Vokasi dan Riset, FPTI UPI Jalin Kerja Sama Strategis dengan ITS dan Universitas Brawijaya

30 Dec 2025 • Humas UPI

Malang, UPI

Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis dengan Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS) ITS dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB). Kesepakatan ini berfokus pada penguatan pendidikan vokasi, riset, serta inovasi berkelanjutan yang berorientasi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Penandatanganan tersebut berlangsung di sela rangkaian rapat koordinasi pra-Rakernas Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) 2025 yang diselenggarakan di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang, pada 4–7 Desember 2025.

PKS pertama ditandatangani oleh Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., bersama Dekan FTIRS ITS, Prof. Ir. Juwari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM. Sementara itu, PKS kedua disepakati bersama Dekan Fakultas Teknik UB, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU.

Kerja sama lintas institusi ini menjadi langkah konkret FPTI UPI dalam mendukung sejumlah poin pembangunan berkelanjutan global, antara lain: SDG 4: Pendidikan Berkualitas. SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Ruang lingkup kerja sama ini mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari pengembangan kurikulum berbasis industri dan teknologi, implementasi program Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM), penelitian kolaboratif, hingga pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, poin kerja sama juga mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan laboratorium, serta skema credit earning.

Dekan FPTI UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi utama untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan keberlanjutan akademik.

“Kerja sama dengan ITS dan Universitas Brawijaya menjadi upaya bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat inovasi teknologi, serta membangun kemitraan yang berkelanjutan sesuai agenda SDGs,” ujar Agus.

Senada dengan hal tersebut, pihak FTIRS ITS dan Fakultas Teknik UB menyambut positif sinergi ini. Mereka menilai kolaborasi lintas institusi merupakan kunci utama dalam melahirkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Kesepakatan ini direncanakan berlaku selama lima tahun ke depan. Untuk menindaklanjuti PKS tersebut, ketiga pihak akan segera menyusun Implementation Agreement (IA) guna mengatur rincian teknis di lapangan. Melalui kemitraan ini, FPTI UPI semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang adaptif dan berorientasi dampak dalam ekosistem pendidikan tinggi teknik nasional. (DN)

Akselerasi Internasionalisasi, Prof. Dedi Rohendi Jalani Program PKP PMDSU di Jerman

30 Dec 2025 • Humas UPI

Jerman, UPI

Prof. Dr. Ir. Dedi Rohendi, M.T., IPM., dosen Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), memperkuat jejaring akademik global melalui partisipasinya dalam Program Penguatan Kerja Sama Promotor (PKP) skema PMDSU di Jerman. Kegiatan tersebut berlangsung selama sepekan, terhitung sejak 3 hingga 11 Desember 2025.

Program PKP merupakan bagian dari skema Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang dikelola oleh Sekolah Pascasarjana UPI. Inisiatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kualitas pembimbingan doktoral melalui penguatan jejaring internasional, diskusi riset mendalam, serta sinkronisasi publikasi ilmiah bereputasi global.

Dalam program ini, Prof. Dedi bertindak sebagai promotor bagi Muhammad Oka Ramadhan, mahasiswa doktoral Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana UPI. Kehadiran Prof. Dedi di Jerman bertujuan memastikan arah riset dan publikasi mahasiswa bimbingannya selaras dengan standar internasional.

Selama di Jerman, Prof. Dedi menghadiri Online Educa Berlin (OEB), sebuah forum internasional bergengsi bagi akademisi dan praktisi teknologi pendidikan. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memetakan tren global dalam inovasi pembelajaran digital dan pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan teknologi dan kejuruan di Indonesia.

Selain menghadiri forum internasional, Prof. Dedi Rohendi juga melakukan pertemuan akademik dengan Prof. Dr. Thomas Köhler, Managing Director TUD FaCE (Institute for Further and Continuing Education) di Technische Universität Dresden (TU Dresden).

Pertemuan tersebut difokuskan pada Penguatan jejaring akademik lintas negara. Peluang kolaborasi riset berkelanjutan antara UPI dan TU Dresden. Dan Sinkronisasi pembimbingan bersama untuk mahasiswa doktoral (co-supervision).

Keterlibatan aktif dosen FPTI UPI dalam skema PKP PMDSU ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mendukung internasionalisasi. Meskipun berada di bawah koordinasi Sekolah Pascasarjana, sinergi lintas fakultas ini memperkuat ekosistem riset universitas secara keseluruhan.

“Melalui program ini, diharapkan kualitas pembimbingan doktoral di UPI semakin meningkat. Perluasan jejaring riset global ini akan berdampak langsung pada pengembangan pendidikan tinggi dan pendidikan vokasi yang lebih adaptif di Indonesia,” tulis keterangan resmi FPTI UPI.

Keberhasilan misi akademik di Jerman ini diharapkan mampu meningkatkan posisi UPI dalam peringkat universitas dunia serta mencetak lulusan doktoral yang memiliki daya saing internasional. (DN)

Pencarian