English
Indonesia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPI Gelar Lokakarya Literasi Media di Kabupaten Bandung Barat

22 May 2026 • Humas UPI

KBB, UPI

Tim SENARA (Sadar Nalar Media) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar lokakarya literasi media bertajuk SCOLER (From Scrolling to Creating) di SMA Cipta Mandiri, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa agar tidak sekadar menjadi konsumen konten digital, melainkan aktif menjadi kreator yang bijak dan kritis.

Mengusung tagline “Scroll with Purpose and Rise as Creator”, program SCOLER hadir sebagai respons atas maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang cenderung konsumtif tanpa arah. Selama satu hari penuh, para siswa disuguhkan rangkaian acara mulai dari seminar, gim interaktif, workshop pembuatan video edukatif, penayangan karya, hingga fun bazaar.

Sesi seminar menghadirkan Educational Content Creator sekaligus alumni program pertukaran internasional di Oxford dan UiTM Malaysia, Syifa Wilson. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Scroll Less, Create More”, Syifa mengupas tuntas mekanisme di balik kebiasaan scrolling tanpa henti pada gawai.

“Algoritma media sosial sengaja dirancang untuk membuat pengguna kehilangan jejak waktu. Jika tidak diantisipasi, adiksi digital ini dapat berdampak buruk pada kesehatan otak dan produktivitas remaja,” ujar Syifa.

Selain membedah dampak negatif gawai, Syifa juga membagikan strategi membangun personal branding positif melalui pembuatan konten yang berdampak luas. Usai pematerian, evaluasi interaktif dilakukan melalui gim Kahoot untuk menyaring tiga peserta dengan pemahaman terbaik.

Memasuki acara inti, sebanyak 9 kelompok peserta mengikuti Workshop Konten Edukasi selama 90 menit. Didampingi oleh para mentor, siswa dibekali teknik dasar penulisan skrip konten yang efektif, mulai dari penentuan hook (pemikat perhatian), penyusunan isi yang informatif, hingga call-to-action (CTA) sebagai penutup.

Setiap kelompok kemudian ditantang memproduksi video edukatif berdurasi maksimal satu menit dengan format vertikal 9:16. Seluruh karya tersebut ditayangkan bersama dan dinilai oleh tim juri pada sesi Awarding.

Salah satu peserta kelas 11, Putri, mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai struktur pembuatan video yang terarah.

“Baru tahu kalau bikin konten itu ada rumusnya, harus dari hook, isi, lalu CTA. Sedikit susah di bagian editing, tapi seru sekali dan menambah pengalaman,” kata Putri.

Kegiatan edukasi digital ini mendapat apresiasi positif dari para tenaga pengajar SMA Cipta Mandiri. Ibu Novi, salah satu guru, menyatakan bahwa materi lokakarya ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang tidak bisa lepas dari teknologi.

“Bermanfaat sekali karena anak-anak menjadi lebih kreatif dan bertambah wawasannya. Program seperti ini sangat bagus dan perlu diadakan lagi ke depannya,” tutur Novi.

Senada dengan hal itu, Bapak Cevi menilai program ini berhasil mengarahkan siswa untuk memanfaatkan gawai secara produktif. Ia berharap program SENARA dapat terus dikembangkan dan dimaksimalkan pada tahun-tahun berikutnya.

Untuk memeriahkan suasana, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan Fun Bazaar di lapangan sekolah dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Melalui program SCOLER, Tim SENARA UPI berharap literasi media tidak hanya dipandang sebagai edukasi bahaya digital, melainkan gerakan pemberdayaan nyata agar generasi muda mampu bersuara positif di ruang siber. (DN)

UPI Raih Penghargaan KONI Pusat 2026 sebagai Lembaga Pendidikan Berprestasi Terbaik

21 May 2026 • Humas UPI

Jakarta, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima Penghargaan Olahraga KONI Pusat Tahun 2026 dalam kategori Lembaga Pendidikan Berprestasi Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi UPI dalam pengembangan olahraga prestasi dan pembinaan sumber daya manusia di bidang olahraga.

Berdasarkan surat resmi KONI Pusat tertanggal 20 Mei 2026, penghargaan diberikan kepada UPI atas kiprah dan kontribusi institusi dalam mendukung pembangunan olahraga nasional. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman didampingi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Republik Indonesia Taufik Hidayat dan diterima oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., yang mewakili Rektor UPI, didampingi Prof. Dr. Komarudin, M.Pd. Dekan FPOK, dan Dr. Sandey Tantra Paramitha, M.Pd. Dosen S2 Pendidikan Olahraga SPs UPI sekaligus Wakil Ketua II Bidang Sport Science KONI Pusat. Kamis, (21/5/2026) di Hotel Pullman Central Park, Podomoro City, Jakarta Barat.

Disebutkan bahwa program Penghargaan Olahraga KONI Pusat Tahun 2026 merupakan bagian dari upaya memfasilitasi dan mendorong masyarakat olahraga di berbagai segmen agar aktif menjadikan olahraga sebagai bagian integral pembangunan karakter bangsa, pencapaian prestasi, serta peningkatan martabat Indonesia di tingkat dunia.

Penghargaan kepada UPI diberikan dalam kategori Lembaga Pendidikan Berprestasi Terbaik. Penetapan tersebut dilakukan oleh Panitia Penghargaan Pelaku Olahraga berdasarkan kontribusi UPI yang secara berkesinambungan mendukung pengembangan olahraga di Indonesia yang juga telah banyak melahirkan banyak atlet dan pelatih profesional ternama juga beprestasi dari lingkungan pendidikan tinggi.

Sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki fokus pada pengembangan pendidikan olahraga, UPI selama ini aktif mendukung pembinaan atlet mahasiswa, pengembangan keilmuan olahraga, serta peningkatan prestasi olahraga nasional melalui berbagai program akademik dan kemahasiswaan. Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI juga menjadi salah satu pusat pengembangan pendidikan olahraga di Indonesia.

Pelaksanaan penyerahan penghargaan dilaksanakan dalam rangkaian pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI Tahun 2026. Agenda tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan olahraga nasional, termasuk perwakilan pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi olahraga.

Melalui penghargaan ini, UPI diharapkan dapat terus memperkuat kontribusinya dalam pengembangan olahraga nasional, baik melalui pendidikan, penelitian, maupun pembinaan prestasi mahasiswa. Penghargaan tersebut juga menjadi motivasi bagi sivitas akademika UPI untuk terus menghadirkan inovasi dan prestasi dalam bidang olahraga di tingkat nasional maupun internasional. (RK/Rija/DN)

UPI Gelar Rakor PTN dan PTS se-Jawa Barat Untuk Perkuat Prestasi Kemahasiswaan

20 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Rapat Koordinasi Bidang Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Jawa Barat pada Rabu (20/5) di Auditorium Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung. Kegiatan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antarlembaga dalam mendukung pengembangan prestasi olahraga dan seni mahasiswa di Jawa Barat.

Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan dari 6 perguruan tinggi negeri dan 11 perguruan tinggi swasta di Jawa Barat. Kehadiran berbagai perguruan tinggi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis UPI, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., dalam sambutannya Prof Yudi menekankan pentingnya membangun ekosistem kolaboratif dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa, khususnya di bidang olahraga dan seni.

“Prestasi tidak lahir dari persaingan yang saling menjatuhkan, tetapi dari ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar melalui talenta mahasiswa yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing. Menurutnya, nilai-nilai budaya Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi antarkampus dan pemangku kepentingan.

“Mahasiswa Jawa Barat harus mampu berdiri gagah di tingkat nasional dan internasional, membawa nama Jawa Barat dengan penuh kebanggaan,” katanya.

Forum tersebut turut menghadirkan perwakilan pemerintah daerah dan pemangku kebijakan bidang kepemudaan, olahraga, serta kebudayaan. Dalam diskusi, para peserta membahas penguatan pembinaan atlet dan seniman mahasiswa secara berkelanjutan, pengembangan kompetisi yang terukur, hingga dukungan fasilitas dan kesejahteraan bagi mahasiswa berprestasi.

Kepala Bidang Layanan Prestasi Olahraga Dispora Jawa Barat, Rina Mulyana, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi strategis dalam mendukung pembangunan kepemudaan di Jawa Barat.

“Ekosistem itu mengajak seluruh elemen bersinergi dalam satu tujuan, bukan berjalan sendiri-sendiri, tetapi berkolaborasi untuk mencapai pembangunan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Ani Widiani, menyatakan bahwa pemerintah daerah membuka akses pemanfaatan ruang publik dan fasilitas kebudayaan bagi mahasiswa untuk mendukung pengembangan kreativitas dan prestasi seni budaya.

“Mahasiswa bukan hanya mengejar akademis, tetapi juga membangun karakter. Mereka memiliki ruang yang luas untuk bersosialisasi dan membuat karya,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, UPI berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas olahraga, dan pelaku seni dalam mendukung pengembangan mahasiswa. Forum tersebut juga diharapkan mampu memperkuat posisi Jawa Barat sebagai barometer prestasi olahraga dan seni mahasiswa di tingkat nasional sesuai dengan slogan Jawa Barat Istimewa. (RK/Rija)

Prodi Psikologi UPI Gelar Summer Course Bersama Universiti Malaysia Sabah

20 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi (Prodi) Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (FIP UPI) sukses menyelenggarakan program International Summer Course berskala internasional. Kegiatan yang menggandeng Fakulti Psikologi dan Kerja Sosial Universiti Malaysia Sabah (UMS) ini berlangsung selama sepekan, mulai 9 hingga 16 Mei 2026.

Program ini diikuti oleh delegasi resmi UMS yang terdiri dari 24 mahasiswa dan dua dosen pendamping, yaitu Profesor Madya Dr. Muhammad Idris Bullare Bahari dan Dr. Lailawati Madlan Endalan. Selama sepekan, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan komprehensif yang memadukan pendekatan akademik, kesehatan mental berbasis alam, diskusi keorganisasian, hingga pengenalan budaya lokal Jawa Barat.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan hangat dalam sesi Welcoming Dinner di Hotel Bumi Siliwangi, Bandung, Sabtu (9/5/2026) malam, yang dihadiri oleh pimpinan prodi, dosen, serta mahasiswa dari kedua universitas. Memasuki hari kedua, Minggu (10/5/2026), seluruh delegasi bertolak ke Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda untuk mengikuti sesi khusus berbasis eco-psychology. Dipandu oleh psikolog Farhan Zakariyya, M.Psi., para peserta mengikuti aktivitas interaktif seperti Stretching/Gentle Yoga, Forest Sensing, dan Mini Scavenger Hunt. Sesi ini ditutup dengan praktik Mindful Eating serta Forest Therapy Reflection untuk mengenalkan konsep terapi alam sekaligus memberikan penyegaran psikologis bagi mahasiswa.

Puncak seremonial akademik dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di Auditorium FIP UPI Lantai 10. Agenda utama pada sesi ini adalah Penandatanganan Implementation Agreement (IA) antara Prodi Psikologi FIP UPI dan Fakulti Psikologi dan Kerja Sosial UMS sebagai simbol komitmen kolaborasi berkelanjutan.

Setelah seremonial, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah umum bertema “Inclusion in the Workplace” oleh Ita Juwitanigrum, S.Psi., M.Psi., yang dihadiri mahasiswa Psikologi UPI angkatan 2025. Di saat bersamaan, jajaran dosen dari kedua universitas menggelar forum Audience & Collaboration Discussion di Ruang Rapat Prodi Psikologi untuk merumuskan peluang riset dan pengajaran bersama di masa depan.

Selanjutnya pada Selasa (12/5/2026), digelar dua kelas paralel mengenai isu psikologi kontemporer Guest Lecture & Bicara Buku Profesor Madya Dr. Muhammad Idris Bullare Bahari (UMS) membedah topik “Penyusunan Instrumen dan Indeks Kebahagiaan Orang Dengan Disabilitas Fisik”. Kuliah Umum Kelas Internasional Dr. Sri Maslihah, M.Psi., Psikolog, memaparkan materi “Mental Health and Well-being in the Workplace as a Foundation for Long-Term Productivity” bagi delegasi UMS.

Siang harinya, delegasi UMS berdiskusi bersama BEM KEMA Psikologi UPI untuk saling bertukar ide mengenai manajemen organisasi mahasiswa dan dinamika kultur perkuliahan lintas negara.

Menjelang akhir program, para peserta diajak mengenal kekayaan pariwisata Bandung. Rombongan mengunjungi Floating Market Lembang serta pusat oleh-oleh Kartika Sari dan Rumah Mode pada Kamis (14/5/2026).

Eksplorasi berlanjut pada Jumat (15/5/2026) dengan mengunjungi Nu Art Studio untuk mengapresiasi karya seni patung legendaris. Seluruh rangkaian Summer Course kemudian resmi ditutup dengan penuh keharuan di Kampung Kecil, sebelum para mahasiswa berbelanja di Pasar Baru.

Delegasi UMS dijadwalkan bertolak kembali ke Malaysia pada Sabtu (16/5/2026). Melalui program ini, Prodi Psikologi FIP UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung visi universitas menuju World Class University melalui kolaborasi akademik yang inklusif dan berkelanjutan. (Aura)

Seminar Ruang Tumbuh : Perkuat Kompetensi Guru PAUD Dalam Pendidikan Inklusi

20 May 2026 • Humas UPI

Tasikmalaya, UPI

Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UPI Kampus Tasikmalaya kembali menggelar Seminar “Ruang Tumbuh 2026” untuk kedua kalinya pada Selasa (19/5/2026). Tahun ini, penyelenggaraan berkolaborasi dengan Program Studi Psikologi Pendidikan Sekolah Pascasarjana UPI.

Mengusung tema “Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Deteksi Dini Permasalahan Anak dalam Setting Pendidikan Inklusi”, seminar ini bertujuan menjadi wadah kolaborasi akademik dan praktis. Fokus utamanya adalah mendorong pendidikan yang responsif terhadap kebutuhan seluruh anak, termasuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari guru PAUD, mahasiswa, praktisi, serta pemerhati pendidikan anak usia dini dari wilayah Kota Tasikmalaya dan sekitarnya.

Hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker), Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd., menekankan pentingnya sinergi antara orang tua dan guru dalam mencari solusi atas permasalahan anak di lingkungan inklusi.

“Keberhasilan pendidikan inklusi tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan aktif keluarga dalam memberikan dukungan yang tepat bagi perkembangan anak,” ujar Mubiar.

Melengkapi perspektif tersebut, Dr. Gilar Gandana, M.Pd., memaparkan materi mengenai pentingnya literasi teknologi sebagai fondasi kesiapan anak di masa depan. Menurut Gilar, guru PAUD dituntut adaptif terhadap teknologi digital agar mampu menghadirkan metode pembelajaran yang relevan, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan generasi masa kini.

Seminar ini dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari para narasumber dengan menghadirkan pembahasan yang lebih mendalam mengenai praktik pendidikan inklusif dari berbagai sudut pandang.Dr. Idat Muqodas, M.Pd., Kons., membuka sesi dengan membahas pentingnya pendekatan psikologi positif dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, lingkungan yang suportif memiliki peran penting dalam membantu anak mengenali potensi diri serta membangun kepercayaan diri.

“Pendekatan psikologi positif dapat menjadi ruang bertumbuh bagi anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan potensi, rasa percaya diri, dan kesejahteraan psikologisnya,” paparnya.

Pembahasan kemudian berlanjut pada aspek pembelajaran di kelas, melalui pemaparan Dr. Asep Deni, M.Pd., mengenai strategi pembelajaran literasi dalam setting pendidikan inklusi. Ia menekankan bahwa guru perlu memahami karakteristik dan kebutuhan individual setiap anak agar proses belajar dapat berlangsung secara lebih efektif dan adaptif.

Lebih lanjut Dr. Fitri Kania, M.Pd., menegaskan bahwa pembelajaran perlu dirancang secara fleksibel agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhannya. “Pendidikan inklusi memerlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berpusat pada kebutuhan anak sehingga setiap peserta didik memperoleh kesempatan belajar yang setara,” ujarnya.

Tak hanya menyoroti peran sekolah, seminar ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam tumbuh kembang anak. Pada sesi akhir, Fauziah Syarifatul Huriyah, M.Psi., Psikolog., membahas tema mindful parenting sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung kesehatan mental anak. Ia menjelaskan bahwa pola pengasuhan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, empati, dan responsivitas dapat membantu menciptakan lingkungan yang aman bagi perkembangan emosional anak.

Melalui Seminar “Ruang Tumbuh 2026”, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya deteksi dini permasalahan anak, pendidikan inklusi, serta dukungan kesehatan mental dalam mendampingi tumbuh kembang anak, khususnya anak berkebutuhan khusus. Dengan terbangunnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan berbagai pihak terkait, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan ramah anak dan berkelanjutan di Indonesia. Selain itu, seminar ini turut mendukung program Universitas Pendidikan Indonesia, khususnya dalam menunjang IKU 5 melalui penguatan kerja sama dan hilirisasi hasil keilmuan sebagai bagian dari terwujudnya UPI Melesat. (Lu-Lu Tsamrotul Fuadah)

Pencarian