
KBB, UPI
Tim SENARA (Sadar Nalar Media) dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar lokakarya literasi media bertajuk SCOLER (From Scrolling to Creating) di SMA Cipta Mandiri, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mengedukasi siswa agar tidak sekadar menjadi konsumen konten digital, melainkan aktif menjadi kreator yang bijak dan kritis.
Mengusung tagline “Scroll with Purpose and Rise as Creator”, program SCOLER hadir sebagai respons atas maraknya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang cenderung konsumtif tanpa arah. Selama satu hari penuh, para siswa disuguhkan rangkaian acara mulai dari seminar, gim interaktif, workshop pembuatan video edukatif, penayangan karya, hingga fun bazaar.
Sesi seminar menghadirkan Educational Content Creator sekaligus alumni program pertukaran internasional di Oxford dan UiTM Malaysia, Syifa Wilson. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Scroll Less, Create More”, Syifa mengupas tuntas mekanisme di balik kebiasaan scrolling tanpa henti pada gawai.
“Algoritma media sosial sengaja dirancang untuk membuat pengguna kehilangan jejak waktu. Jika tidak diantisipasi, adiksi digital ini dapat berdampak buruk pada kesehatan otak dan produktivitas remaja,” ujar Syifa.
Selain membedah dampak negatif gawai, Syifa juga membagikan strategi membangun personal branding positif melalui pembuatan konten yang berdampak luas. Usai pematerian, evaluasi interaktif dilakukan melalui gim Kahoot untuk menyaring tiga peserta dengan pemahaman terbaik.
Memasuki acara inti, sebanyak 9 kelompok peserta mengikuti Workshop Konten Edukasi selama 90 menit. Didampingi oleh para mentor, siswa dibekali teknik dasar penulisan skrip konten yang efektif, mulai dari penentuan hook (pemikat perhatian), penyusunan isi yang informatif, hingga call-to-action (CTA) sebagai penutup.

Setiap kelompok kemudian ditantang memproduksi video edukatif berdurasi maksimal satu menit dengan format vertikal 9:16. Seluruh karya tersebut ditayangkan bersama dan dinilai oleh tim juri pada sesi Awarding.
Salah satu peserta kelas 11, Putri, mengaku mendapatkan pengalaman baru mengenai struktur pembuatan video yang terarah.
“Baru tahu kalau bikin konten itu ada rumusnya, harus dari hook, isi, lalu CTA. Sedikit susah di bagian editing, tapi seru sekali dan menambah pengalaman,” kata Putri.
Kegiatan edukasi digital ini mendapat apresiasi positif dari para tenaga pengajar SMA Cipta Mandiri. Ibu Novi, salah satu guru, menyatakan bahwa materi lokakarya ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini yang tidak bisa lepas dari teknologi.
“Bermanfaat sekali karena anak-anak menjadi lebih kreatif dan bertambah wawasannya. Program seperti ini sangat bagus dan perlu diadakan lagi ke depannya,” tutur Novi.
Senada dengan hal itu, Bapak Cevi menilai program ini berhasil mengarahkan siswa untuk memanfaatkan gawai secara produktif. Ia berharap program SENARA dapat terus dikembangkan dan dimaksimalkan pada tahun-tahun berikutnya.
Untuk memeriahkan suasana, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan Fun Bazaar di lapangan sekolah dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Melalui program SCOLER, Tim SENARA UPI berharap literasi media tidak hanya dipandang sebagai edukasi bahaya digital, melainkan gerakan pemberdayaan nyata agar generasi muda mampu bersuara positif di ruang siber. (DN)









