English
Indonesia

BESA Bekali Mahasiswa Baru Prodi Bisnis UPI Dalam Pelatihan Kepemimpinan di CLT 2025

08 Dec 2025 • Humas UPI
Mahasiswa baru Prodi Bisnis UPI mengikuti kegiatan CLT 2025 untuk pembekalan kepemimpinan di Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis, Selasa (23/11).

Bandung, UPI — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bisnis (BESA) Fakultas Pendidikan Bisnis dan Ekonomi (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Campus Leadership Training (CLT) 2025 sebagai program pembekalan kepemimpinan untuk mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bisnis angkatan 2025. Kegiatan digelar di SDN 048 Sirnamanah, Selasa (23/11). Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan konsep kepemimpinan, berpikir kritis, dan praktik forum organisasi.

Program CLT terdiri dari dua rangkaian utama, yaitu sesi pematerian dan simulasi sidang. Seluruh kegiatan dikemas interaktif tanpa unsur perpeloncoan, dengan tujuan mendorong mahasiswa berani berpendapat dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan ini. Levni Afina, mahasiswa semester 7 Program Studi Akuntansi, membawakan materi Critical Thinking for Leaders. Dalam penyampaiannya, Levni menekankan pentingnya kemampuan pemimpin dalam memilah informasi sebelum mengambil keputusan.

“Pemimpin harus belajar memilah informasi. Anda tidak bisa mengambil keputusan yang tepat jika tidak memahami situasinya dengan jernih,” ujarnya.

Pemateri kedua, Leni Marliati, S.Pd., Gr., alumni Pendidikan Bisnis, menyampaikan materi bertema From Purpose to Action, yang membahas penyusunan rencana aksi kepemimpinan berdasarkan tujuan yang jelas.

“Purpose harus dijalankan dalam bentuk langkah nyata. Rencana yang jelas akan membantu memastikan tindakan membawa dampak,” tegasnya.

Selain sesi materi, peserta mengikuti pre-test, post-test, ice breaking, dan mini case study. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diminta merumuskan solusi atas permasalahan di kampus dan menjalankannya selama tiga hari sebagai bagian dari latihan kolaborasi dan konsistensi.

Puncak kegiatan diisi dengan simulasi sidang organisasi yang memperkenalkan tata laksana forum, mulai dari pemilihan presidium, mekanisme interupsi, hingga penetapan tata tertib. Peserta terlihat aktif menyampaikan pendapat dan terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Kegiatan CLT 2025 ditutup dengan sesi refleksi dan dokumentasi. Panitia menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta.

Program ini diharapkan mampu menumbuhkan karakter kepemimpinan mahasiswa Pendidikan Bisnis serta membekali mereka untuk berperan aktif di lingkungan kampus dan masyarakat. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Muthia Arifka/ Business Education Student Association (BESA)

UPI Gelar Rangkaian EtnoSTEM Cireundeu: Integrasikan Kearifan Lokal Sunda dalam Pembelajaran STEM

08 Dec 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meluncurkan inovasi pembelajaran yang memadukan Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM) dengan kearifan lokal masyarakat adat Sunda Cireundeu, melalui program bertajuk EtnoSTEM Cireundeu.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Unggulan Center for Excellence of Lesson and Learning Studies (CELLS) dan Pusat Unggulan Sains Data Astronomi dan Polusi Cahaya (SADAR-POLYA) di bawah Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHS) UPI. Inisiatif ini lolos dan didanai melalui hibah In-Saintek Semesta MINAT SAINTEK DIKTI.

Rangkaian kegiatan EtnoSTEM berlangsung sejak Agustus hingga November 2025, melibatkan ratusan peserta dari kalangan pendidik, siswa, dan masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen UPI dalam diseminasi kepemimpinan pembelajaran STEM yang relevan dengan konteks budaya lokal Sunda, yang juga melibatkan kokreasi dari Masyarakat Kampung Adat Cireundeu.

Kontrak In-Saintek yang ditandatangani oleh Direktur DHIS dengan MINAT SAINTEK DIKTI terdiri dari dua kegiatan utama yang saling berkaitan yaitu kepemimpinan komunitas belajar STEM dan EtnoSTEM Sekolah Adat Sunda Cireundeu yang terdiri dari kegiatan Kepemimpinan komunitas belajar STEM; EtnoSTEM-Sekolah Adat Sunda Cireundeu; EtnoSTEM Corner: Sains dan Teknologi di Balik Budaya Sunda sebagai bagian dari Festival Cireundeu. Kegiatan kedua yaitu Festival EtnoSTEM di UPI sebagai bagian dari Innovation Expo dan Seminar dalam rangka kegiatan Dies Natalis UPI ke 71 pada Oktober silam.

Melalui program In-Saintek Semesta, CELLS dan SADAR-POLYA bertindak sebagai pelopor dalam mengembangkan kurikulum yang menghubungkan konsep-konsep STEM dengan praktik kearifan lokal Cireundeu. Materi yang diangkat meliputi sistem pertanian tradisional (seperti beras singkong atau rasi), arsitektur bambu, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Dr. Aristanti Widyaningsih, M.Si, salah satu dosen yang terlibat, menyatakan bahwa dosen, peneliti, dan mahasiswa aktif dalam pendampingan, lokakarya, dan pengembangan modul pembelajaran yang kontekstual.

Dampak program ini terhadap ekosistem pendidikan di Jawa Barat dinilai signifikan. Program EtnoSTEM berhasil menjembatani pengetahuan akademik dengan praktik budaya, menciptakan model pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan bagi siswa. Program ini juga sejalan dengan pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan berkualitas. SDG 11: Kota dan komunitas berkelanjutan. Dan SDG 15: Pelestarian ekosistem darat.

“Keberhasilan ini membuktikan bahwa investasi pemerintah melalui program In-Saintek Semesta memberikan imbal hasil yang nyata bagi kemajuan pendidikan nasional, sekaligus berkontribusi pada pelestarian budaya Sunda,” jelas perwakilan dari CELLS UPI.

Rangkaian kegiatan diawali dengan open class (kelas terbuka) EtnoSTEM di Sekolah Adat Sunda Cireundeu, diikuti oleh guru-guru dari berbagai sekolah. Pembelajaran inovatif menyajikan praktik langsung seperti uji kandungan gizi beras singkong (rasi), pengamatan fase Bulan, dan pengelolaan limbah singkong menjadi briket.

Irma Gusriyani, S.Pd., salah satu guru peserta, mengapresiasi metode ini. “Biasanya di kelas hanya sebagian yang mau bekerja, tetapi di open class semua terlihat antusias dan mau terlibat,” ujarnya.

Puncak kegiatan adalah Festival Cireundeu yang menghadirkan pameran, lokakarya, dan pertunjukan budaya. Festival ini dihadiri oleh Walikota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P., dan Wakil Walikota Cimahi, Adhitia Yudisthira, S.E., Ak., CA., serta perwakilan dari Dirjen Sains dan Teknologi Kemendikbudristek.

Model EtnoSTEM yang dikembangkan oleh UPI ini diharapkan dapat menjadi best practice dan inspirasi bagi perguruan tinggi lain di Indonesia untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai dan kearifan lokal masing-masing daerah. (DN)

Akhiri Program P2MB, Mahasiswa UPI Gelar Jalan Santai

08 Dec 2025 • Humas UPI
Kegiatan jalan santai dalam acara “P2MB CLOSING DAY” di Desa Panyindangan, Sumedang, Jumat, 28 November 2025

Sumedang, UPI — Mahasiswa Kelompok 20 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar kegiatan jalan santai sebagai acara puncak bertajuk “P2MB Closing Day” di Desa Panyindangan, Sumedang pada Jumat (28/11). Kegiatan ini diikuti oleh perangkat desa, pemuda, masyarakat setempat, serta siswa SD Negeri Nagrak II kelas 4–6 beserta guru pendamping.

Jalan santai dimulai dari Kantor Desa Panyindangan dengan rute melintasi Dusun Dangdeur, Pasir Muncang Tonggoh dan Landeuh, Dusun Baros, Babakan, lalu kembali ke kantor desa. Peserta mengikuti kegiatan sambil menikmati suasana desa.

Ketua Kelompok 20 menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi penutup seluruh rangkaian P2MB sekaligus bentuk apresiasi bagi warga.

“Kegiatan jalan santai ini kami selenggarakan sebagai momen penutup yang merangkul masyarakat sekaligus memperkuat hubungan baik antara mahasiswa dan warga desa,” ujarnya.

Kepala Desa Panyindangan, Didi, secara resmi membuka acara dan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi kebiasaan positif bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan jalan santai ini, saya berharap kita terus menjaga kesehatan dan kebersamaan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi semua peserta,” katanya.

Selain jalan santai, kegiatan ini diisi pembagian doorprize yang disambut antusias peserta.

Program P2MB merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa UPI yang bertujuan meningkatkan keterlibatan akademis dalam pembangunan desa melalui kegiatan pendidikan, sosial, kesehatan, dan pemberdayaan. Jalan santai dipilih sebagai penutup untuk memperkuat hubungan sosial sekaligus mendorong kebiasaan hidup sehat.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal bagi masyarakat Desa Panyindangan untuk melanjutkan aktivitas berjalan kaki sebagai kebiasaan sehat secara mandiri di masa mendatang. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Firda Nurfadilah/ Mahasiswa P2MB Kelompok 20 Kampus UPI di Sumedang

Mahasiswa UPI di Sumedang Edukasi Pola Makan Sehat Anak Lewat Gizi Fun Day

08 Dec 2025 • Humas UPI
Mahasiswa UPI di Sumedang bersama siswa SD Cibapa, Kecamatan Conggeang, melaksanakan kegiatan Gizi Fun Day di SD Cibapa, Kecamatan Conggeang, Rabu (15/10/2025).

Sumedang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang menggelar kegiatan Gizi Fun Day sebagai upaya meningkatkan literasi gizi anak usia dini melalui metode pembelajaran berbasis permainan. Kegiatan dilakukan di SD Cibapa dan PAUD Mayor Abdurahman selama dua hari, Rabu hingga Kamis (15–16/10).

Program ini diikuti oleh 11 siswa kelas III SD dan 20 anak PAUD, dengan pendampingan guru dan mahasiswa. Selama kegiatan, peserta diperkenalkan pada konsep makanan sehat dan tidak sehat melalui permainan kartu bergambar dan game memilih menu makanan yang tepat.

Salah satu fasilitator menyampaikan bahwa metode pembelajaran tersebut dipilih agar informasi gizi mudah dipahami dan menyenangkan bagi anak.

“Kami ingin anak-anak belajar tentang gizi dengan cara yang menyenangkan supaya lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari kegiatan P2MB Kelompok 29 Desa Cibubuan, yang berfokus pada edukasi gizi dan pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini. Berdasarkan temuan mahasiswa, sejumlah anak masih memiliki pola makan yang belum seimbang sehingga diperlukan edukasi sederhana dan mudah diterapkan.

Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam permainan, tanya jawab, dan demonstrasi makanan sehat. Program ini diharapkan mendorong perubahan perilaku makan anak, baik di sekolah maupun di rumah.

Guru PAUD Mayor Abdurahman, Ibu Cocoh, menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga setelah mengikuti acara ini, anak-anak dapat memilih makanan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap desa dapat memiliki generasi yang lebih sadar gizi serta mampu menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Loro Lestari / Indry Anggraeni/ Mahasiswa P2MB Kelompok 29 Kampus UPI di Sumedang

Mahasiswa UPI Laksanakan Program MULTISOY, Kembangkan Produk Olahan Kedelai di Subang

08 Dec 2025 • Humas UPI
Hidupkan Kolaborasi melalui Program PEM BEM, Mahasiswa UPI Laksanakan Kegiatan MULTISOY di Desa Darmaga, Senin (15/11/2025).

Subang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (PEM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melaksanakan kegiatan pelatihan MULTISOY: Pengembangan Multiproduk Kedelai bagi warga Desa Darmaga, Kabupaten Subang, Senin (15/11/2025). Program ini diikuti 34 peserta dan berlangsung selama empat pertemuan.

Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kedelai menjadi berbagai produk pangan bernilai gizi tinggi, seperti tempe, tahu, susu kedelai, dan nougat kedelai.

Project Manager tim Biologi, Fransiska, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

“Melalui multiproduk ini warga Desa Darmaga diharapkan mampu membuat olahan kedelai untuk konsumsi keluarga sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Project Manager dari tim Gizi, Fina, menambahkan bahwa produk inovasi seperti nougat kedelai dikembangkan agar dapat diterima berbagai kalangan, khususnya anak-anak.

“Nougat kedelai ini renyah dan manis, dan harapannya bisa meningkatkan konsumsi kedelai di desa ini. Semoga ibu-ibu dapat mempraktikkannya di rumah,” katanya.

Para peserta menunjukkan respons positif selama kegiatan. Mereka mengikuti praktik pembuatan olahan kedelai dan menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan.

Salah satu peserta, Ibu Tati, mengungkapkan kesannya. “Rasanya senang bisa membuat tahu dan susu kedelai sendiri. Lebih hemat dan bisa disesuaikan dengan selera keluarga,” tuturnya.

Program MULTISOY menjadi bagian dari upaya mahasiswa UPI dalam memperkuat kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Hawa Hafifah Putri/ Team Glyxine Program PM BEM UPI 2025

Pencarian