English
Indonesia

Mahasiswa PTAg UPI Pelajari Pertanian Modern dan Industri Pangan di Lembang

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri (PTAg) Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan Kunjungan Industri untuk mahasiswa angkatan 2025 sebagai upaya penguatan pembelajaran berbasis praktik. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (13/11/25) ini membawa mahasiswa mempelajari teknologi pertanian modern dan proses industri pangan lokal di Lembang.

Kunjungan ini didampingi oleh dosen PTAg, Dewi Nur Azizah, M.Pd., dan Nita Nur Rezkia, S.Si., M.T., dan berlokasi di dua titik utama: Amazing Farm Lembang untuk sektor hulu, dan Pabrik Bolu Susu Lembang untuk sektor hilir industri pangan.

Di Amazing Farm Lembang, mahasiswa disuguhkan dengan praktik penerapan teknologi hortikultura modern. Mereka diperkenalkan pada berbagai sistem, mulai dari hidroponik, drip irrigation (irigasi tetes), manajemen pH dan EC tanaman, hingga sanitasi budidaya komoditas seperti tomat dan baby romaine.

Manajer farm menjelaskan bagaimana konsep pertanian presisi (precision farming) diimplementasikan di lapangan untuk mencapai efisiensi sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Mahasiswa secara langsung mengamati teknik panen dan sortasi yang sesuai standar industri.

Perjalanan dilanjutkan ke Pabrik Bolu Susu Lembang yang merupakan bagian dari PT Agrinesia Raya. Di sini, fokus pembelajaran bergeser ke proses pengolahan pangan profesional.

Mahasiswa mempelajari tahapan detail, mulai dari seleksi dan formulasi bahan baku, kontrol proses pemanggangan, cooling process, hingga pengemasan produk dengan standar keamanan pangan industri. Kegiatan ini memberikan pemahaman langsung mengenai bagaimana bahan baku pertanian diolah menjadi produk bernilai tambah dan siap memasuki rantai pasok pasar modern.

Kunjungan industri ini bertujuan menghubungkan teori akademik dengan praktik industri, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang budidaya hortikultura, teknologi pangan, dan manajemen mutu. Diharapkan, pengalaman lapangan ini dapat memberikan pemahaman komprehensif mengenai agroindustri dari hulu hingga hilir, serta mempersiapkan mahasiswa berkontribusi dalam pengembangan industri pangan lokal yang berdaya saing.

Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 2 (Zero Hunger), SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production). (Nita Nur Rezkia/H.H)

Inovasi Motor Hidrogen Ramah Lingkungan: Kolaborasi Strategis Mahasiswa dan Dosen Prodi Pendidikan Teknik Otomotif FPTI UPI, dan PLN Puslitbang

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Kolaborasi strategis antara mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bersama PLN Puslitbang berhasil melahirkan inovasi kendaraan ramah lingkungan, yaitu motor hidrogen FCEV JAWARA. Inovasi ini membuktikan kontribusi pendidikan vokasional dalam pengembangan teknologi otomotif masa depan.

Motor hidrogen ini merupakan hasil riset terapan yang berawal dari keikutsertaan tim UPI dalam ajang nasional PLN ICE 2024. Tim riset UPI berhasil ditetapkan sebagai salah satu dari dua tim terbaik dan memperoleh pendanaan riset dari PLN Puslitbang, menegaskan sinergi kuat antara kampus dan industri.

Motor FCEV JAWARA menggunakan teknologi fuel cell untuk mengubah hidrogen menjadi energi listrik tanpa menghasilkan emisi (zero emission). Berdasarkan uji coba dan perhitungan teknis, kendaraan ini menunjukkan efisiensi luar biasa, yakni mampu menempuh jarak hingga 428 km hanya dengan 2 liter hidrogen.

Tim riset yang terdiri dari sepuluh mahasiswa di bawah UKM Kompetitif UPI dan didukung penuh dosen Pendidikan Teknik Otomotif FPTI UPI, memastikan seluruh tahapan pengembangan, mulai dari desain hingga integrasi sistem fuel cell, berjalan sesuai standar rekayasa industri.

“Dukungan penuh dari Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif dan FPTI UPI memastikan setiap tahapan riset berjalan sesuai standar rekayasa industri,” ujar tim pengembang.

Motor ini juga dilengkapi berbagai fitur modern, di antaranya sensor kebocoran hidrogen, sistem IoT monitoring, GPS tracker, RFID security, dan regenerative braking, menjadikannya prototipe kendaraan cerdas dan aman. Seluruh proses produksi dan pengujian dilakukan di laboratorium FPTI UPI yang beroperasi 24 jam.

Inovasi FCEV JAWARA merupakan langkah nyata mahasiswa FPTI UPI dalam mendukung transformasi energi nasional dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Secara khusus, inovasi ini mendukung SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan hidrogen sebagai sumber energi rendah emisi; SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, lewat riset teknologi fuel cell dan integrasi sistem kendaraan cerdas; SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan, dengan mendorong penggunaan kendaraan tanpa polusi udara; dan SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, karena teknologi ini secara langsung mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Motor hidrogen FCEV JAWARA diharapkan menjadi representasi keberhasilan akademik dan wujud kontribusi generasi muda dalam membangun masa depan transportasi hijau di Indonesia. (Moh Zidan/H.H)

DIKLANJUT XL KSR PMI Unit UPI Resmi Ditutup, Lahirkan 8 Relawan Muda Berkarakter PELITA

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Setelah melalui proses pembelajaran intensif, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia (KSR PMI) Unit Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi menutup Pendidikan dan Pelatihan Lanjutan (DIKLANJUT) XL pada Minggu (9/11/25). Penutupan ini menandai tuntasnya pendidikan bagi 8 Anggota Muda yang kini siap melangkah sebagai Anggota Biasa dengan bekal nilai-nilai kemanusiaan yang matang.

Penutupan ini menjadi momen refleksi atas tema yang diusung sejak awal, yaitu PELITA (Profesional, Etika, Leadership, Inovatif, Tanggap, dan Aktif). Nyala pelita yang ditegaskan pada hari pembukaan kini dianggap telah menguat, mencerminkan tumbuhnya calon relawan yang tangguh dan siap berdampak.

Selama rangkaian DIKLANJUT XL, para peserta telah dibekali beragam materi krusial yang relevan dengan tugas kemanusiaan, termasuk Pertolongan Pertama, Manajemen Tanggap Darurat Bencana, Perawatan Keluarga, hingga kemampuan teknis seperti Vertical Rescue dan Water Rescue.

Selain keterampilan teknis, DIKLANJUT XL juga fokus menanamkan pembekalan kepemimpinan, mentalitas, dan etika kerelawanan, menjadikannya ruang untuk memperkuat budaya organisasi berbasis nilai-nilai kemanusiaan.

Acara penutupan mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan UKM Sahabat, ORMAWA UPI, dan perwakilan dari berbagai KSR perguruan tinggi lainnya. Turut hadir perwakilan dari UPT Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Bandung Utara.

Dalam sambutannya, Rachmat R. Purnomo, S.Pd., M.T., selaku Dewan Penasihat KSR PMI Unit UPI dan pembina upacara, menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam kepada para anggota muda.

“Ini bukanlah langkah akhir, tetapi langkah awal yang akan membuktikan sejauh mana kalian mampu menyandang tanggung jawab sebagai relawan. Ingatlah bahwa pengabdian terbaik adalah pengabdian tanpa pamrih. Jika hari ini ada seratus relawan, saya berharap kalian menjadi salah satu di antaranya,” ujarnya memotivasi.

Senada dengan itu, Ketua Umum KSR PMI Unit UPI, Intan Nurul Ilmi, berharap proses yang telah dilalui dapat menumbuhkan kepercayaan diri, memperkuat etika, dan menjadi bekal positif dalam setiap langkah pengabdian para anggota.

Sementara itu, Ketua Pelaksana DIKLANJUT XL, Riya Feriza, menyatakan kebanggaannya atas komitmen para peserta. “Pelantikan ini menjadi bentuk pengakuan bagi Anggota Muda yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian DIKLANJUT XL dengan dedikasi tinggi,” ucapnya.

Dengan ditutupnya kegiatan ini, KSR PMI Unit UPI berharap delapan anggota muda tersebut menjelma menjadi relawan sejati yang siap berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Penutupan ini dipertegas sebagai awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas, sebuah lanjutan dari pelita yang kini menyala lebih terang. (Teks: Syifa Nafilah
/Foto Dokumentasi: Divisi PDD DIKLANJUT XL)

Tim PkM FPEB Ubah Limbah Cangkang Telur Jadi Produk Ekonomi Sirkular

28 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang fokus pada pemberdayaan perempuan desa melalui pemanfaatan limbah. Kegiatan ini digelar di Desa Ciparay, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada 18–19 Oktober 2025.

Program ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah rumah tangga yang tidak terkelola, khususnya cangkang telur, sekaligus menciptakan peluang ekonomi sirkular baru bagi ibu-ibu PKK Desa Ciparay.

Kegiatan PkM ini diketuai oleh Dr. Fahmi Jahidah Islamy SMB., MM., dengan anggota dosen Dr. Tutik Inayati, MSM., Abi Sopyan Febrianto, S.E., M.M., dan Rika Nurrizkiana, S.E., M.S.Ak., CSRS, CSRA, serta lima mahasiswa FPEB. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi sarana transfer ilmu dan praktik pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari permasalahan meningkatnya volume limbah rumah tangga, termasuk cangkang telur, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” jelas Dr. Fahmi.

Melalui pelatihan aplikatif, tim UPI membekali ibu-ibu PKK untuk memproduksi dan mengomersialisasikan produk ramah lingkungan yang bernilai jual. Program ini secara khusus mengajarkan pengolahan limbah cangkang telur menjadi bubuk, yang kemudian diolah menjadi produk inovasi bernama ShéllScrub. ShéllScrub adalah pembersih alami berbahan cangkang telur yang diklaim dapat berfungsi sebagai penyaring air dan agen pembersih.

Selain pelatihan teknis pembuatan produk, para peserta juga dibekali keterampilan penting dalam pemasaran digital. Peserta diajarkan cara memanfaatkan marketplace dan penggunaan QRIS untuk mendukung promosi dan transaksi usaha mikro mereka.

Kegiatan ini secara eksplisit mendukung agenda pembangunan global (SDGs), yaitu SDG 5 (Kesetaraan Gender) melalui pemberdayaan perempuan sebagai pelaku usaha, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan kapasitas wirausaha masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu Desa Ciparay. Harapannya ibu-ibu bukan hanya mampu memproduksi ShéllScrub, tetapi juga mampu mengelola usaha kecil secara mandiri menggunakan pendekatan ramah lingkungan dan teknologi pemasaran digital,” ujar Hilda Rahmi Putri, salah satu anggota tim mahasiswa PkM.

Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Kepala Desa dan Ketua PKK Desa Ciparay ini ditutup dengan penyerahan barang hibah. UPI berharap program ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan tridharma perguruan tinggi untuk mewujudkan ekonomi sirkular, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, dan mengurangi beban limbah organik secara berkelanjutan. (DN)

Mahasiswa UPI di Sumedang Laksanakan Program Tanaman Obat Posyandu di Desa Jambu

27 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB UPI bersama Masyarakat Desa Jambu, Conggeang melaksanakan program Tanaman Obat Posyandu (TOP), Selasa (11/11).

Sumedang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) melaksanakan program Tanaman Obat Posyandu (TOP) di empat posyandu Desa Jambu, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, Selasa (11/11). Program ini bertujuan menyediakan tanaman obat keluarga sebagai dukungan kesehatan mandiri masyarakat.

Empat posyandu yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Posyandu Melati, Nusa Indah, Cempaka, dan Anggrek. Mahasiswa bersama kader dan warga menanam berbagai jenis tanaman obat sebagai langkah awal pembentukan kebun obat posyandu.

Kepala Desa Jambu, Upriatna D., B.Sc., menyampaikan apresiasi atas program tersebut dan berharap keberadaan tanaman obat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk warga dan bisa berlanjut. Jika ada kebutuhan obat mendesak, warga tidak harus membeli dari apotek, tetapi bisa memanfaatkan tanaman obat di posyandu,” ujar Upriatna.

Program TOP menjadi bagian dari implementasi P2MB UPI dalam meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan edukasi pemeliharaan tanaman herbal. Selain penanaman bibit, rencana tindak lanjut meliputi perawatan rutin dan pengembangan kebun obat berkelanjutan untuk seluruh posyandu di Desa Jambu.

Dengan terlaksananya program ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mengenal manfaat tanaman obat sekaligus menjadikan posyandu sebagai ruang edukasi dan akses kesehatan berbasis lingkungan. (RK)

Kontributor KKIPP UPI: Anisa Ayundasari & Refalina Febriani

Pencarian