English
Indonesia

Implementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, MOC FPTI UPI Buka Servis Motor Gratis

26 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa Otomotif Club (MOC) FPTI adakan servis motor gratis bagi masyarakat di bengkel kerja COE UPI, Rabu (26/11)

Bandung, UPI — Himpunan Mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif atau Mahasiswa Otomotif Club (MOC) Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa layanan servis motor gratis bagi pengguna sepeda motor tipe tertentu. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 25–27 November 2025 di Workshop Center of Excelent (COE) UPI.

Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Servis motor gratis tersebut diperuntukkan bagi sepeda motor tipe tertentu tahun produksi 2020–2023.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bekerja sama dengan Salah satu merk otomotif di Indonesia yang menyediakan suku cadang, merchandise, serta mengirimkan lima mekanik dan satu service advisor untuk mendampingi proses servis. Selain itu, empat mahasiswa juga terlibat sebagai helper untuk mendukung teknisi.

“Kegiatan ini masih akan berlangsung sampai hari Kamis tanggal 27 November 2025, dan hingga hari kedua ini sudah tercatat sudah 47 motor yang diservis,” ujar Andika Rafi Safikri, koordinator kegiatan.

Jenis pelayanan yang diberikan meliputi penggantian oli mesin, oli gardan, serta pemeriksaan ringan pada sistem Continuously Variable Transmission (CVT). Program ini terbuka bagi masyarakat umum selama memenuhi syarat teknis motor.

Andika menambahkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi, bahkan beberapa warga meminta agar program ini diperluas untuk jenis dan tahun produksi motor lainnya.

Anggota himpunan Mahasiswa Otomotif Club (MOC) FPTI UPI

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin sadar pentingnya perawatan kendaraan secara rutin untuk keselamatan berkendara. Selain itu, kegiatan ini menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bahkan bekerja sama dengan lebih banyak pihak di masa depan,” pungkas Andika. (RK)

Kolaborasi Prodi, Hadirkan ‘Smart Medicine Box’ Berbasis IoT untuk Atasi Kelalaian Konsumsi Obat

26 Nov 2025 • Humas UPI

Cibiru, UPI

Tim dosen dan mahasiswa lintas disiplin dari Program Studi Pendidikan Teknik Otomasi Industri dan Robotik (PTOIR) serta Program Studi Keperawatan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan inovasi teknologi untuk kesehatan, yaitu Smart Medicine Box. Inovasi ini diperkenalkan kepada masyarakat Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) beberapa waktu lalu.

Alat cerdas berbasis Internet of Things (IoT) ini dirancang untuk mengatasi faktor risiko akibat kelalaian dalam konsumsi obat, terutama pada lansia, pasien penyakit kronis, dan mereka yang membutuhkan pemantauan jarak jauh.

Smart Medicine Box adalah hasil kolaborasi terpadu yang menggabungkan aspek medis, edukasi, dan teknologi. Tim PTOIR bertanggung jawab dalam merancang perangkat keras dan aplikasi IoT, sementara tim Keperawatan UPI fokus pada pendampingan dan edukasi medis kepada masyarakat.

Dosen Keperawatan, Irma Darmawati, dalam sosialisasinya di Balai Warga Palasari, menekankan pentingnya konsumsi obat yang teratur bagi penderita penyakit seperti hipertensi dan TBC. Ia menyoroti bahwa lupa minum obat adalah masalah umum yang dapat menyebabkan kondisi kesehatan tidak stabil.

“Penjadwalan konsumsi obat yang tidak teratur, terutama bagi penderita penyakit kronis, dapat memengaruhi stabilitas kesehatan. Alat ini mampu memberikan pengingat yang terstruktur dan otomatis, sehingga pengguna tidak lagi hanya mengandalkan ingatan,” jelas Irma Darmawati.

Selain fungsi pengingat jadwal, alat ini juga dilengkapi sensor suhu dan kelembaban. Fitur ini penting untuk memastikan obat disimpan dalam kondisi lingkungan yang terkontrol, mencegah penurunan kualitas dan efektivitas obat akibat penyimpanan yang tidak tepat.

Dalam sesi pelatihan, tim teknis dari PTOIR mendemonstrasikan secara langsung cara kerja Smart Medicine Box. Alat ini dapat dikendalikan melalui aplikasi yang terhubung dengan IoT.

Pengguna cukup melakukan pengaturan awal melalui aplikasi, seperti mengisi informasi dosis (jumlah butir obat) dan menentukan jam pengingat konsumsi. Data tersebut akan otomatis dikirim ke perangkat.

“Ketika waktu yang telah dijadwalkan tiba, sistem akan bekerja secara otomatis. Mikrokontroler akan menggerakkan servo untuk membuka laci dan mengeluarkan obat sesuai dosis, bersamaan dengan menyalanya buzzer dan lampu indikator sebagai tanda obat siap diambil,” terang tim teknis PTOIR.

Sistem otomatisasi ini, yang didukung oleh komponen seperti Real Time Clock (RTC), bertujuan menjadikan proses konsumsi obat lebih mudah, aman, dan mempermudah pemantauan jarak jauh.

Kegiatan PkM ini tidak hanya memberdayakan masyarakat agar mampu mengelola kesehatan secara mandiri dengan dukungan teknologi terjangkau, tetapi juga menegaskan komitmen UPI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (Kontributor: Clarisa Paramitha, Nurul Fahmi Arief Hakim)

Gelar Pengambilan Sumpah Profesi Guru PPG 2025: Rektor UPI Tekankan Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan

26 Nov 2025 • Humas UPI
Pengambilan Sumpah Profesi Guru bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2025 di Gedung Gymnasium UPI, Selasa (25/11).

Bandung, UPI — Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru di era digital tidak berhenti pada penyelesaian pendidikan profesi semata, tetapi harus dilanjutkan melalui pembelajaran berkelanjutan.

“Sebagaimana saya sampaikan dalam sambutan sebelumnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kuncinya adalah terus belajar (lifelong learning). Dalam dunia profesi dikenal istilah Continuous Professional Development (CPD). Ini berarti seorang guru wajib terus belajar kapan pun dan di mana pun,” ujar Rektor dalam sesi wawancara seusai acara Pengambilan Sumpah Profesi Guru PPG Gelombang 2 Tahun 2025 di Gedung Gymnasium UPI, Selasa (25/11) dengan total peserta yang diambil sumpah berjumlah 451 orang, dengan 401 di antaranya hadir secara langsung, sementara sisanya mengikuti prosesi secara daring.

Kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan formal sebelum para lulusan nantinya memasuki dunia kerja dan menjalankan profesi sebagai pendidik berlisensi.

Rektor menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti prosesi ini telah menempuh pendidikan S1 dari berbagai program studi sebelum mengikuti PPG selama satu tahun penuh. Setelah dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat pendidik, mereka berhak mengikuti proses rekrutmen guru baik sebagai ASN maupun non-ASN sesuai jalur yang tersedia.

Menurutnya, kebutuhan tenaga pendidik di Indonesia masih tinggi, sebagaimana disampaikan dalam diskusi bersama Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Rektor UPI: “kebutuhan guru masih sangat besar namun kemampuan pemerintah dalam pengangkatan masih terbatas”

“Terkait kebutuhan guru, berdasarkan hasil diskusi kami dengan GTK, kebutuhan guru di Indonesia masih sangat besar. Banyak pemda mengajukan permohonan formasi karena kekurangan signifikan. Namun kemampuan pemerintah dalam pengangkatan masih terbatas,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan PPG, terdapat dua skema besar, yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. Gelombang ini termasuk kategori Prajabatan, yang jumlah pesertanya ditentukan langsung oleh Direktorat Jenderal GTK, bukan oleh UPI.

Sementara itu, jumlah peserta PPG Dalam Jabatan tahun ini secara nasional mencapai sekitar 30.000 peserta. Berbeda dengan Prajabatan, metode pembelajarannya menyesuaikan pengalaman mengajar karena pesertanya telah aktif sebagai guru di sekolah.

Rektor berharap ke depan sistem pendidikan guru dirancang secara holistik mulai dari rekrutmen hingga pengembangan karier.

“Mulai dari proses rekrutmen, pendidikan calon guru, penempatan, pembinaan hingga pengembangan karier harus dirancang sebagai satu sistem yang utuh agar melahirkan guru profesional, bermartabat, dan berdaya saing tinggi.”

Di era kecerdasan buatan (AI), guru tetap memiliki peran penting yang tidak dapat tergantikan. Rektor menegaskan bahwa teknologi hanyalah alat yang membantu proses pembelajaran, sementara guru adalah figur yang memberi makna dan arah.

“AI bisa pintar, tetapi tetap bergantung pada siapa yang melatihnya. Guru memiliki empati, nurani, kreativitas, dan kemampuan berpikir reflektif yang tidak dimiliki mesin.”

Ia juga mendorong para lulusan untuk terus memanfaatkan sumber belajar digital sebagai bentuk pengembangan profesional berkelanjutan.

Mengakhiri wawancara, Rektor UPI menyampaikan ucapan selamat atas kelulusan para peserta, sekaligus memperingati momentum Hari Guru Nasional ke-80 dan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang jatuh pada bulan yang sama.

Dengan diambilnya sumpah profesi ini, para lulusan PPG resmi memasuki jejak karier sebagai pendidik profesional. UPI berharap kehadiran mereka di berbagai daerah dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan nasional dan menghadirkan generasi masa depan yang lebih unggul, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan zaman. (RK)

UPI Kuatkan Literasi Sains dan Energi Terbarukan di Labuan Bajo

26 Nov 2025 • Humas UPI
Dosen Program Studi Fisika dan Pendidikan Fisika UPI dengan para guru SMKS Stella Maris, Labuan Bajo, pada kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tanggal 25-28 September 2025

Labuan Bajo, UPI

Program Studi (Prodi) Fisika dan Pendidikan Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan literasi sains dan pengenalan teknologi energi terbarukan di Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Stella Maris, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai dari 25 hingga 28 September 2025, ini merupakan wujud kontribusi nyata UPI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sains di wilayah Indonesia Timur. Tim dosen dari UPI membawakan materi pelatihan praktis, khususnya mengenai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), kepada para guru dan siswa SMKS Stella Maris.

Rombongan UPI disambut hangat oleh pihak sekolah saat tiba di lokasi. Acara PkM resmi dibuka dengan sambutan dari Kepala SMKS Stella Maris, yang menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif UPI. Turut memberikan sambutan adalah Ketua Prodi Pendidikan Fisika UPI, Dr. Ahmad Samsudin, M.Pd., dan Ketua Prodi Fisika UPI, Prof. Endi Suhendi, M.Si.

Pemberian souvenir untuk SMKS Stella Maris yang diberikan oleh Kaprodi Pendidikan Fisika dan Kaprodi Fisika UPI

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan intensif bagi guru bertajuk “Pelatihan Instalasi Perangkat Pembangkit Listrik Sel Surya untuk Pompa Air”. Pelatihan ini dipimpin oleh dosen ahli, Dr. Ahmad Aminudin, M.Si. Para guru dibekali pemahaman mendalam tentang prinsip kerja panel surya, komponen sistem PLTS, hingga praktik penerapannya untuk mengoperasikan pompa air.

Di sesi terpisah, para siswa SMKS Stella Maris mengikuti pembelajaran fisika yang dikemas secara interaktif melalui permainan edukatif. Siswa dibagi ke dalam kelas-kelas dengan aktivitas seperti permainan strategi “Quantum Entanglement” yang melatih kemampuan berpikir kritis dan kerja sama tim, serta permainan word search bertema fisika untuk meningkatkan ketelitian dan pengenalan istilah dasar fisika.

Seluruh rangkaian PkM berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta hingga ditutup pada sore hari. Pihak sekolah, baik guru maupun siswa, memberikan respons yang sangat positif terhadap materi pelatihan yang disajikan.

Kepala Sekolah menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat ditindaklanjuti. Dampak yang terlihat adalah guru-guru kini memiliki bekal pengetahuan dasar untuk melakukan instalasi sederhana sistem PLTS, sementara minat siswa terhadap pelajaran fisika meningkat melalui metode permainan yang menyenangkan.

Kegiatan PkM ini tidak hanya berhenti sebagai pelatihan satu kali, tetapi juga membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antara UPI dan SMKS Stella Maris. Rencana ke depan mencakup pendampingan lanjutan dalam pengembangan media pembelajaran dan praktikum energi terbarukan.

Penyampaian Materi “Pelatihan Instalasi Perangkat Pembangkit Listrik Sel Surya untuk Pompa Air” oleh Dr. Ahmad Aminudin, M.Si

Untuk memperluas dampak, disarankan agar program serupa dikembangkan menjadi program pendampingan yang terstruktur dan melibatkan mahasiswa UPI. Selain itu, perlu dirancang modul digital yang dapat diakses oleh sekolah-sekolah lain di NTT.

Inisiatif PkM ini selaras dengan tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas dan nomor 7 tentang energi bersih dan terjangkau, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi komunitas Labuan Bajo. (DN)

UPI Tegaskan Komitmen Mencetak Pendidik Unggul Lewat Sumpah Profesi Guru 2025

26 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan posisinya sebagai kampus pelopor dan unggul dalam mencetak pendidik profesional melalui kegiatan Pengambilan Sumpah Profesi Guru bagi Lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Gelombang 2 Tahun 2025. Acara ini berlangsung pada 25 November 2025 di Gymnasium UPI, bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 400-an lulusan PPG dari berbagai bidang studi ini menjadi momentum penting dalam perjalanan mereka sebagai calon pendidik profesional. Pengambilan sumpah dilaksanakan sesuai agama dan keyakinan masing-masing lulusan, disaksikan oleh pimpinan universitas, dosen, rohaniwan, serta tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, UPI kembali menunjukkan perannya sebagai institusi yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas dan berkomitmen mencetak guru-guru yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berintegritas serta siap mengabdi di seluruh pelosok Indonesia. Melalui PPG, UPI memberikan pembinaan akademik, praktik mengajar, dan penguatan karakter yang selaras dengan tuntutan profesi guru di era modern.

Sebagai kampus yang memiliki sejarah panjang dalam pendidikan guru, UPI kembali menegaskan bahwa PPG Prajabatan merupakan jalur penting dalam menyiapkan generasi pendidik masa depan. Lulusan PPG akan menerima ijazah profesi bergelar “Gr” (Guru), yang melengkapi gelar akademik sarjana mereka.

Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukiadi, M.A., menegaskan bahwa proses pendidikan profesi ini merupakan fondasi penting sebelum para calon pendidik memasuki dunia kerja.

“Setelah menyelesaikan S1, mereka kemudian menempuh PPG. Setelah itu, barulah mereka mendapatkan ijazah guru profesional. Selanjutnya mereka tinggal menunggu rekrutmen guru, baik ASN maupun non-ASN sesuai prosedur,” jelasnya.

Dalam penjelasannya, Rektor UPI mengungkap isu yang lebih luas: meskipun kebutuhan guru sangat besar di berbagai daerah, anggaran pemerintah untuk pengangkatan ASN/P3K masih terbatas. Dari perspektif pendidikan nasional, hal ini menunjukkan adanya gap struktural antara kebutuhan lapangan dan kapasitas negara. Lulusan PPG yang sudah memiliki kompetensi profesional berada pada posisi strategis, tetapi membutuhkan kebijakan yang presisi agar keahlian mereka terserap optimal untuk menjawab kekurangan guru di daerah.

Adanya perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), Rektor UPI menegaskan bahwa guru tetap memiliki peran unik dan tidak dapat digantikan.

“AI bisa belajar, tetapi tergantung siapa yang melatihnya. Manusia punya empati, kasih sayang, kreativitas, hal-hal yang tidak dimiliki mesin,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya CPD (Continuous Professional Development) atau pembelajaran sepanjang hayat. Dengan berbagai platform belajar seperti melalui MOOC UPI di wajar.id, guru masa kini harus terus memperbarui kompetensinya secara mandiri.

Prof. Didi menegaskan bahwa menjadi guru adalah panggilan hati dan komitmen seumur hidup. Guru, menurutnya, adalah fondasi peradaban dan masa depan bangsa. Karena itu, UPI terus mengembangkan sistem pendidikan profesi yang adaptif, relevan, dan berdaya saing, sehingga lulusan PPG mampu menjadi agen perubahan di tengah tantangan global saat ini.

Acara juga diisi dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan lulusan dari setiap fakultas, serta persembahan lagu “Himne Guru” sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendidik. Momentum ini semakin bermakna karena dilaksanakan tepat pada Hari Guru Nasional, menghadirkan suasana haru, bangga, dan syukur dari para lulusan, orang tua, dan sivitas UPI.

Di akhir acara, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia menyampaikan ucapan selamat Hari Guru, sebagai bentuk penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru di Indonesia yang telah mengabdikan diri bagi pendidikan bangsa.

Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih kepada seluruh guru Indonesia atas dedikasi dan pengabdiannya. Semoga para lulusan PPG hari ini dapat meneruskan semangat dan perjuangan mulia para guru pendahulu,” ujar Prof. Didi. (CS)

Pencarian