Prodi Sosiologi UPI Gelar FGD Riset Model Resolusi Konflik untuk Tangani Kekerasan Digital di Sekolah
17 Nov 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI — Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait riset “Model Resolusi Konflik Education for Peace and Sustainable Development (EPSD) dalam Menangani Kekerasan Digital di Lingkungan Sekolah” bertempat di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Jumat (14/11). Kegiatan ini dihadiri tim peneliti, perwakilan guru SMP dan SMA, serta dua narasumber ahli, yakni Sabarina Nur Sarah, M.Pd., dan Pathah Pajar Al-Mubarok, M.Pd.
Ketua peneliti, Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., menjelaskan bahwa peningkatan kasus kekerasan digital membutuhkan model resolusi konflik yang efektif, “Kecakapan digital tidak selalu diiringi etika penggunaan teknologi. Rendahnya literasi digital, kurangnya pengawasan, dan ketiadaan regulasi membuat anak sangat rentan terhadap kekerasan digital,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kesiapan guru dan ekosistem pendidikan digital masih rendah sehingga sistem pencegahan, pemantauan, dan evaluasi kekerasan daring belum optimal.
Ahli lainnya, Prof. Dr. Bunyamin Maftuh, M.Pd., MA., menekankan pentingnya integrasi pendidikan resolusi konflik ke dalam pembelajaran, “Penggunaan teknologi digital membawa dampak positif sekaligus risiko. Anak-anak sebagai pengguna aktif memiliki kerentanan tinggi akibat kurangnya bijaksana dalam menggunakan teknologi,” katanya.
Sementara itu, narasumber ahli Pathah Pajar Al-Mubarok, M.Pd., menegaskan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas, “Model resolusi konflik dapat ditekankan melalui pembelajaran di kelas maupun kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya.
Model EPSD yang dikembangkan dalam riset ini menekankan pendidikan karakter, literasi digital, dan keterampilan berpikir kritis. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang responsif terhadap ancaman kekerasan digital sekaligus meminimalisasi kasus yang melibatkan peserta didik.
Mahasiswa UPI di Sumedang Gabungkan Edukasi Gizi Dengan Kreativitas di MI Guppi Jambu
17 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa UPI dalam Program Pengabdian bertema “Smart Design Smart Nutrition: Kreativitas untuk Generasi Sehat,” bersama siswa MI Guppi Jambu, Kamis (6/11/2025)
Sumedang, UPI — Mahasiswa Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang yang tergabung dalam Kelompok Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) mengadakan penyuluhan stunting, gizi seimbang, serta pelatihan desain grafis dengan mengusung tema “Smart Design Smart Nutrition: Kreativitas untuk Generasi Sehat menggunakan Canva di MI Guppi Jambu, Kabupaten Sumedang, Kamis (6/11/2025). Kegiatan berlangsung pukul 07.00–12.00 WIB dan diikuti sekitar 40 siswa kelas V dan VI bersama sembilan guru.
Pada sesi pertama, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, PHBS, konsep “Isi Piringku,” serta pencegahan stunting sejak usia dini. Siswa diajak memahami pola makan sehat melalui metode penyampaian interaktif.
Sesi berikutnya berfokus pada pelatihan desain grafis menggunakan aplikasi Canva. Para siswa diperkenalkan pada dasar pembuatan poster edukatif, kemudian mengikuti lomba kelompok bertema “Isi Piringku” sebagai bentuk penerapan materi.
Kepala Sekolah MI Guppi Jambu, Lia Mulyasih, S.Pd.I, mengapresiasi kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bagus dan bermanfaat. Anak-anak jadi mengetahui cara menjaga gizi seimbang serta belajar membuat desain grafis di Canva, yang akan berguna di jenjang pendidikan selanjutnya,” ujarnya.
Ketua Kelompok P2MB, Diding Aji Setiabudi, menyebut bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang komprehensif bagi siswa.
“Program ini menggabungkan edukasi gizi dengan kreativitas melalui desain grafis. Anak-anak terlihat antusias dan materi mudah dipahami. Kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan,” katanya.
Penyuluhan dan pelatihan ini memberikan dampak positif bagi siswa, terutama dalam meningkatkan pemahaman mengenai pola makan sehat serta kemampuan digital dasar. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang lomba poster dan foto bersama antara mahasiswa, guru, dan seluruh siswa MI Guppi Jambu. (RK)
Mahasiswa UPI di Sumedang dan Camat Conggeang Ajak Warga Hidup Sehat Lewat Senam Bersama
17 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa UPI, Camat dan Warga Cacaban ikuti kegiatan senam sehat di Desa Cacaban, Kec. Conggeang, Minggu (16/11/25)
Sumedang. UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus di Sumedang yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) menggelar kegiatan senam sehat bersama warga Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, pada Minggu (16/11/2025) pukul 08.00 WIB. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit.
Acara yang berlangsung meriah tersebut diikuti oleh warga dari berbagai kelompok usia, mulai dari ibu rumah tangga, remaja, hingga lansia. Mahasiswa P2MB UPI berperan sebagai fasilitator dengan menyiapkan lokasi, memberikan instruksi gerakan, serta mendampingi warga selama kegiatan senam berlangsung.
Kegiatan ini turut mendapat perhatian pemerintah setempat. Camat Kecamatan Conggeang, Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos., hadir langsung untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa dan masyarakat. Ia menyambut baik inisiatif mahasiswa UPI yang dinilai mampu mendorong peningkatan perilaku hidup sehat di tengah masyarakat.
“Senam ini harus dilaksanakan setiap minggu untuk meningkatkan kesehatan warga Cacaban,” ujar Camat Conggeang dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga memperkuat kebersamaan antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat.
Mahasiswa P2MB UPI berharap kegiatan senam sehat ini dapat menjadi rutinitas warga dan mendorong tumbuhnya budaya hidup aktif di Desa Cacaban. Selain menjaga kebugaran, kegiatan ini dinilai mampu menghidupkan kembali semangat gotong royong dan interaksi positif antarwarga.
Kegiatan senam sehat tersebut menjadi wujud kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah kecamatan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan produktif. (RK)
Tingkatkan Literasi Kesehatan Remaja, Mahasiswa UPI di Sumedang Gelar “KITA SERASI”
17 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang bersama Siswa/i SMK Negeri 1 Buahdua dalam sosialisasi KITA SERASI, Rabu (13/11/2025)
Sumedang, UPI — Kelompok 24 Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang mengadakan sosialisasi bertema KITA SERASI (Kesehatan Itu Tanggung Jawab Aku, Sehat Remaja Aktif dan Inspiratif) di SMK Negeri 1 Buahdua, Rabu (13/11). Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas XI Akuntansi sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Sebelum pelaksanaan, peserta mengikuti kampanye pra-acara berupa unggah twibbon serentak di Instagram. Aktivitas ini menjadi bagian dari pengenalan isu kesehatan remaja, dan twibbon dengan unggahan terbaik diumumkan pada hari kegiatan.
Sosialisasi yang digelar di Gedung Center of Excellent berlangsung selama dua jam dengan rangkaian agenda pembukaan serta penyampaian tiga materi utama. Materi pertama membahas PHBS dan pencegahan stunting, dilanjutkan materi kesehatan reproduksi, dan ditutup dengan paparan mengenai kesehatan mental yang menjadi isu dekat bagi siswa.
Penanggung jawab kegiatan, Lula Dwi Kemaliah, menyebutkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan informasi kesehatan yang relevan dengan kehidupan remaja, “Kami ingin memberikan ruang dialog sehat sekaligus edukasi yang bisa langsung dipahami oleh siswa. Harapannya mereka lebih sadar bahwa menjaga kesehatan adalah tanggung jawab diri sendiri,” ujarnya.
Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut. Kepala sekolah menilai materi yang disampaikan sangat dibutuhkan di tengah tantangan kesehatan remaja saat ini, terutama terkait stunting, kesehatan reproduksi, dan isu kesehatan mental. Ia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut agar wawasan siswa semakin berkembang.
Sosialisasi ditutup dengan sesi tanya jawab yang diikuti dengan antusias oleh para siswa. Tim P2MB UPI Kampus Sumedang berharap kegiatan KITA SERASI menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung sekolah meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan generasi muda. (RK)
Perjalanan Anggi Suharja, dari percepatan masa studi sekolah menengah di Indramayu hingga kiprahnya pada ranah pendidikan internasional, mencerminkan spirit keberanian, dedikasi, dan pertumbuhan intelektual yang menjadi karakter Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Memulai studi pada Program Pendidikan Bahasa Inggris UPI tahun 2012 sebagai pilihan pertama, Anggi berpegang pada keyakinan bahwa profesi mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan hidup.
Terlahir dari keluarga pendidik, Anggi melanjutkan penguatan kompetensi akademik dan pedagogisnya di UPI. Namun, momentum paling menentukan dalam perjalanan profesionalnya hadir pada tahun 2018 saat ia memperoleh kesempatan mengikuti Language Assistant Program di Melbourne, Victoria. Di sana, ia mengajar bahasa Indonesia bagi pelajar internasional, sebuah pengalaman yang memperluas perspektif lintas budaya dan mengantarkannya pada penugasan sebagai Duta Bahasa Jawa Barat. Masa tersebut membangun komitmen jangka panjangnya terhadap diplomasi budaya dan pendidikan global.
Pengabdian Lintas Negara melalui Pendidikan dan Pelayanan Komunitas
Peran global Anggi semakin menonjol ketika, di tengah penyusunan tugas akhir, ia berhasil meraih Beasiswa Fulbright sebagai instruktur Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Columbia University, New York. Pengalaman akademik dan profesional di berbagai konteks budaya ini menjadi katalis pertumbuhan signifikan yang membuka jalan bagi berbagai peluang internasional berikutnya.
Dalam kapasitasnya sebagai konsultan pengajaran di USINDO—sebuah lembaga nirlaba internasional—Anggi berkontribusi dalam pengembangan kursus daring bahasa Indonesia, memperluas peranannya sebagai pendidik, inovator, dan penyusun materi pembelajaran. “Mengajar di lingkungan internasional merupakan bentuk diplomasi nasional,” ungkapnya ketika menuturkan pengalamannya di Mae Fa Luang University, Chiang Rai, serta Walailak University di Thailand. Setiap penugasannya mencerminkan perpaduan profesionalisme, adaptabilitas budaya, dan dedikasi terhadap pengembangan pembelajaran lintas bangsa.
Salah satu inisiatif komunitas terbarunya adalah “School under the Coconut Tree,” sebuah program relawan di mana Anggi mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak di desa pesisir terpencil di selatan Thailand. Program tersebut menjadi ruang refleksi baginya, mempertegas keyakinan bahwa pendidikan memiliki daya transformatif tanpa batas geografis maupun sosial.
Jejak UPI dalam Pembentukan Karakter, Kepemimpinan, dan Etos Pengabdian
Menurut Anggi, nilai-nilai dasar yang dibangun selama menempuh pendidikan di UPI memiliki kontribusi besar dalam membentuk profesionalismenya di panggung global. Penekanan UPI pada pembentukan karakter, penguatan kompetensi akademik, serta komitmen terhadap pengabdian masyarakat telah mempersiapkannya untuk menjawab dinamika dan kompleksitas dunia pendidikan internasional.
Pengalaman memimpin divisi hubungan masyarakat himpunan mahasiswa, mengadvokasi kebutuhan mahasiswa, serta keterlibatan intens dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) turut berperan dalam pembentukan filosofi kerja yang berpijak pada empati, ketangguhan, dan kepemimpinan yang responsif. “UPI tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas,” kenangnya, “melainkan melatih saya untuk melayani, memimpin dengan empati, dan tetap resilien—nilai-nilai yang menjadi modal utama saya di luar negeri.”
Perjalanan Anggi menegaskan bahwa lulusan UPI memiliki kapasitas bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. Berbagai tantangan diaspora—mulai dari risiko, pengorbanan, hingga ketidakpastian—pada akhirnya terbayar melalui pertumbuhan karakter dan dampak nyata yang dapat diberikan bagi masyarakat global.
Pesan bagi Generasi Penerus UPI
Saat ini, Anggi tengah menempuh sertifikasi profesional guru di Thailand dan merencanakan studi doktoral di masa mendatang. Di samping itu, ia terus aktif membangun komunitas pemuda serta memperluas jangkauan program-program pendidikan yang digagasnya. Kepada mahasiswa UPI, ia menyampaikan pesan inspiratif dan aplikatif:
“Tidak ada ruginya belajar. Teruslah menimba ilmu dan aktiflah dalam organisasi, karena Anda tidak pernah tahu seberapa besar kontribusinya bagi perkembangan diri Anda. Kenali potensi diri dan milikilah keberanian untuk meraih peluang.”
Dengan keberanian, kecintaan terhadap pendidikan, dan kemampuan menjembatani perbedaan budaya, Anggi Suharja menjadi representasi nyata potensi transformasional alumni UPI—sebagai pemimpin yang tidak hanya menginspirasi, tetapi juga turut menyatukan dan memberdayakan komunitas global. (VS)