KKN Tematik 2021: Harmoni UPI dalam Membangun Desa Melalui Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19

Sudah hampir satu tahun lebih dunia mengalami Global Pandemic Corona Virus Disiase-19 (Covid-19) sebagaimana dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) pada tanggal 11 Maret 2020. Pandemi ini terus berkembang dan meluas ke berbagai belahan dunia termasuk Indonesia. Belakangan ini banyak muncul varian baru virus corona sehingga semakin menambah kekhawatiran masyarakat. Indonesia Juga mengalami peningkatan angka kasus dan kematian akibat Covid-19 belakangan ini. Hal tersebut telah berdampak pada aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali aspek pendidikan. Meski demikian, Pendidikan harus tetap berjalan. Akhirnya, sistem pembelajaran yang semula tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Namun, jika diamati lebih mendalam pada beberapa Sekolah Dasar, pembelajaran jarak jauh ini tidak berjalan secara optimal karena terdapat banyak sekali kendala. Tidak sedikit guru yang canggung teknologi sehingga sulit beradaptasi dengan cepat. Sama halnya dengan siswa dan orang tua yang banyak mengalami kesulitan dengan pembelajaran jarak jauh ini. Oleh karena itu, pada pembelajaran jarak jauh ini kebanyakan guru hanya memberikan tugas tanpa memberikan penjelasan terkait materi. Dengan demikian, hal ini mengakibatkan siswa cenderung merasa bosan dan tertekan selama pembelajaran jarak jauh.

Melihat kondisi seperti ini, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai salah satu universitas yang mendominasi pada bidang pendidikan menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini. Pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) semester genap 2020/2021 ini Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil tema “Membangun Desa Melalui Bidang Pendidikan dan Ekonomi dalam Implementasi MBKM pada Masa Pandemi Covid-19 (KKN Tematik MDBPE-MBKM Tahun 2021)”. KKN Tematik MDBPE-MBKM pada gelombang 1 dilaksanakan tanggal 1 Juli sampai 30 Juli 2021. KKN ini dilaksanakan secara daring dan individu atau dalam kelompok terbatas di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini juga diikuti salah satunya oleh Delvia Fuji Lestari, salah satu mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia kampus Cibiru. Ia turut melaksanakan kegiatan KKN Tematik MDBPE-MBKM di SDN Mekarmulya II yang beralamat di Jl. Simpang tiga No. 3 Desa Mekarmulya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat, 45465. Pada pelaksanaan KKN Tematik MDBPE-MBKM ini,  ia dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Uus Kusnadi, M. Pd. Program yang ia pilih, yaitu Membangun Desa melalui Bidang Pendidikan dengan sasaran, yaitu 2 atau lebih guru, 10 orang siswa, dan 10 orang tua siswa di SDN Mekarmulya II.

Kegiatan yang wajib dilakukan untuk menjalankan program Membangun Desa melalui Bidang Pendidikan di antaranya yaitu pendampingan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring, pendampingan orang tua dalam membimbing anak melalui pembelajaran daring, penguatan materi terhadap siswa selama pembelajaran daring, dan membantu administrasi sekolah. Kegiatan pendampingan guru dalam melaksanakan pembelajaran daring difokuskan pada pengembangan perangkat pembelajaran seperti RPP dan media pembelajaran serta sosialisasi penggunaan Digital Tools dan Learning Management System (LMS). Kegiatan pendampingan orang tua dalam membimbing anak melalui pembelajaran daring dilakukan dengan membuat poster edukasi dan video tutorial penggunaan teknologi digital. Kegiatan penguatan materi terhadap siswa selama pembelajaran daring dilakukan dengan membuat video pembelajaran yang menarik dan media Power Point (PPT) interaktif. Kegiatan membantu administrasi sekolah yang dilakukan di antaranya membantu PPDB, input data siswa baru, mengisi buku induk register siswa, dan membuat RPP.

Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik MDBPE-MBKM ini disambut dengan baik oleh pihak yang bersangkutan seperti guru, siswa, dan orang tua siswa. Kegiatan-kegiatan yang disajikan bertujuan untuk membantu pelaksanaan pembelajaran daring bagi guru, siswa dan orang tua siswa. Dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat kepada pihak-pihak yang terkait seperti guru, siswa, dan orang tua siswa khususnya. Selain itu, dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut dapat menjadikan pembelajaran jarak jauh yang lebih optimal dan bermakna.