HARI GURU BAHASA PRANCIS 2021 PERHIMPUNAN PENGAJAR BAHASA PRANCIS SELURUH INDONESIA

Setiap tahun, Perhimpunan Pengajar bahasa Prancis Seluruh Indonesia (PPPSI-APFI) berpartisipasi dalam program Federation Internationale des Professeurs de Français (FIPF) dalam rangka acara Hari Guru Bahasa Prancis Internasional (Journée Internationale des Professeurs de Français). Hari Guru ini mengingatkan kita untuk menghormati profesi guru bahasa Prancis yang menjadi milik kita.

Covid-19, bagaimana setelahnya? Inilah tema yang diusulkan FIPF tahun ini. Satu jawaban pasti, bahwa kita memiliki perjalanan panjang menuju pemulihan. Memang, tidak ada yang bisa menjamin kapan kita bisa lepas dari pandemi global ini. Selagi menunggu, kita harus hidup dengan Covid 19.

Sejauh yang kita ketahui, kita telah mengambil langkah terpenting setelah penutupan sekolah, universitas, dan pusat bahasa : untuk terus bekerja dengan segala cara yang dapat dilakukan. Jelas bahwa dunia pendidikan telah terbukti mampu bertahan di masa pandemi ini dan kita telah menyadari betapa cepatnya perkembangan pendidikan jarak jauh dan daring. Pembelajaran jarak jauh, yang sebelum Covid-19 dianggap sebagai model pembelajaran tambahan, kini telah menjadi model pembelajaran nomor satu di dunia pendidikan. Cara kerja yang baru ini sudah berkembang dan telah berevolusi secara radikal.

Situasi ini telah menyebabkan kejutan, kebingungan, kesalahpahaman … Semua orang berhasil melewatinya tanpa kesulitan. Kreatifitas telah membawa kita pada tahap yang lebih baik.

Dihadapkan dengan pertanyaan yang diajukan oleh FIPF: Covid 19, bagaimana setelahnya?, kita harus melihat kembali segala hal yang kita lakukan selama pandemi. Apakah kita akan meninggalkan cara kerja yang baru ini, dengan segala karyanya, untuk kembali ke masa sebelum Covid 19 yang disebut dengan kehidupan normal? Akankah kita memanfaatkan pengalaman kita selama pandemi untuk memperkaya pengajaran tatap muka? Jika tidak, mengapa? Jika ya, bagaimana?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi perhatian kami saat ini. Inilah alasan mengapa PPPSI-APFI bekerjasama dengan Institut Français d’Indonésie (IFI) menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk menemukan jawaban praktis tentang masalah ini. Kami akan mengulasnya dalam sebuah talk show bersama beberapa pengajar bahasa Prancis, Ketua PPPSI-APFI, Atase kerjasama Bahasa Prancis, para pengajar yang mewakili universitas dan sekolah, serta pusat bahasa seperti Institut Français dan Alliance Française di Indonesia.

Kami juga menggelar perlombaan bagi guru yaitu, membuat video pendek melalui Tik-Tok atau Instagram untuk mengemukakan pendapat mereka tentang masalah ini. Untuk itu PPPSI-APFI telah membagi tema utama “Covid 19, bagaimana setelahnya?” dalam tiga topik utama berupa pertanyaan:

  1. Bagaimana manfaat pendidikan jarak jauh setelah Covid 19?
  2. Bagaimana pembelajaran daring dapat memperkaya praktik kelas tatap muka?
  3. Bagaimana kita menerapkan pengalaman profesional kita selama pandemi pada praktik kelas tatap muka?

Perlombaan lainnya adalah untuk siswa yang menurut pendapat kami, mereka harus mengekspresikan pendapatnya juga karena untuk merekalah profesi guru diciptakan. Dalam video Tik Tok atau Instragram  yang sangat singkat, para siswa dapat mengutarakan apa yang mereka pikirkan tentang bahasa Prancis, tentang pembelajaran mereka di tempat mereka masing-masing.

Selama pertemuan virtual yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 25 November 2021 ini, kuis yang ditujukan kepada semua peserta telah memeriahkan  acara tahunan ini.

Berikut daftar pemenang pada kegiatan Hari Guru Bahasa Perancis

Pemenang  Lomba TikTok & Instagram TV

Kategori Pengajar

Juara I: Sulistyaningsih (Guru MAN 1 Yogyakarta)

Juara II: Diah Vitri (Dosen UNNES)

Juara III: Aisyah Al Adawiyah (Dosen UNNES)

Juara Harapan I: Salman (Guru SMAN 19 Medan)

Juara Harapan II: Abdul Wahab (Guru SMKN 7 Wajo)

Pemenang  Lomba TikTok & Instagram TV

Kategori Mahasiswa

Juara I: Sarah Mumtazah (UNNES)

Juara II: Widaningsih (UPI)

Juara III: Andika Vieri Mahamura (UNIMA), Efan Hari Susanto (UNY), Al Fitriani (UNILA)

Pemenang  Lomba TikTok & Instagram TV

Kategori Siswa SMA/SMK/MAN

Juara I: Amanda Kartika (SMAN 2 Denpasar)

Juara II: Astrid Febrianti (SMAN Jogoroto Jombang)

Juara III: Nur Mutia Ramadani (SMKN 28 Jakarta)

Pada kesempatan itu, berbagai narasumber JIPF juga memberikan pernyataan, di antaranya:

Philippe Grangé (Atase kerja sama bahasa  Prancis di Indonesia)

“Memotivasi para pelajar untuk mempelajari bahasa Prancis, serta memotivasi para pengajar bahasa Prancis agar tetap memberikan fasilitasi pengajaran bahasa Prancis di lingkungan pendidikan. Kita juga perlu mendukung  para siswa untuk mencapai level A1 bagi siswa SMA/SMK/MA, dan setidaknya B1 bagi mahasiswa. Juga untuk memotivasi para Kepala Sekolah , agar tetap mempertahankan  bahasa Prancis sebagai  bahasa asing  pilihan di sekolahnya.”

Julia Yang (President Commission d’Asie Pacifique de la FIPF)

“Selamat merayakan Hari Guru Bahasa Prancis Internasional. Semoga perayaan ini dapat memperkaya pengetahuan kita dan menjadi perayaan yang menyenangkan.”

Tri Indri Hardini (Ketua PPPSI – APFI)

“Hari ini kita berkumpul untuk merayakan profesi kita sebagai seorang guru. Kita patut berbahagia dan bangga dengan profesi ini. Kebahagiaan kita adalah bekerja dengan penuh kegembiraan. Dan kebanggaan kita yaitu, berkontribusi untuk masa depan para pelajar yang kita didik.”

“Para pelajar bahasa Prancis memerlukan seseorang yang lebih berpengalaman untuk mengajarkan berbagai hal yang belum mereka ketahui dan asing, serta membantu mereka untuk memahami budaya Prancis dan Indonesia.”

Chyntia Eid (Ketua Federation International des Professeurs de Français)

“Bersama para pengajar  bahasa Prancis dari seluruh dunia, kami mengajak anda untuk berkoloborasi bersama dan membagikan pendapat anda kepada komunitas internasional. Dimana anda dapat saling berbagi ide dan berbagai macam metode untuk memperkaya kemampuan sehari-hari anda sebagai penutur di negara frankofon dan pengajar bahasa Prancis.”

“Anda juga dapat membagikan pengalaman anda mengenai nilai-nilai frankofoni dan menceritakan betapa menyenangkannya menjadi pengajar Prancis.”

“ Kegiatan ini terinspirasi oleh cara pandangan dan motivasi anda sebagai pelajar bahas Prancis, baik sebagai bahasa ibu, bahasa kedua, bahasa asing, maupun bahasa yang wajib dipelajari . Untuk itu, kontribusi anda sangat diharapkan untuk mengembangkan kebudayaan frankofoni di dunia.”

Stephane Dovert (Dirketur IFI)

On n’a pas besoin d’etre francais pour enseigner le francais; Kita tidak perlu menjadi orang Prancis untuk mengajarkan bahasa  Prancis  Belajar ataupun mengajar bahasa Prancis tidaklah mudah. Saya mengapresiai kepada seluruh pengajar ataupun para pelajar bahasa Prancis atas penyebaran bahasa Prancis di Indonesia. Dan kecerdasan merupakan hal yang tidak ternilai harganya”

“Harus dapat beradaptasi , merupakan suatu hal yang penting. Hal yang kita lakukan kemarin, hari ini, besok, ataupun di masa yang akan datang tidak akan sama. Karena antusias menjadi kunci utama untuk mendukung pengajaran kita walaupun melalui pembelajaran jarak jauh.”

Kontributor:

Tri Indri Hardini (Ketua Perhimpunan Pengajar Bahasa Prancis Seluruh Indonesia)