English
Indonesia

FPMIPA UPI Dorong Implementasi Program Green Campus Menuju Kampus Berkelanjutan

17 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program Green Campus yang dicanangkan oleh universitas. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi UPI sebagai kampus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan yang selaras dengan target UI Green Metric World University Rankings.

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A menegaskan bahwa konsep Green Campus bukan sekadar program sesaat, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan sivitas akademika. “Green Campus itu penting untuk keberlanjutan, bukan hanya bagi individu, tapi bagi bumi kita secara keseluruhan. Ini bentuk terima kasih kita kepada bumi tempat kita hidup dan bernafas,” ujarnya saat menghadiri pembukaan program Green Campus FPMIPA di halaman Gedung FPMIPA Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Jum’at, (17/10).

Menurutnya, kondisi bumi semakin tertekan akibat pertumbuhan populasi dan kerusakan lingkungan seperti penebangan pohon dan pencemaran bahan bakar. Melalui kegiatan Green Campus, UPI berupaya memperpanjang daya dukung bumi agar tetap layak huni bagi anak cucu di masa depan.

Prof. Didi Sukyadi juga menekankan pentingnya perubahan perilaku mulai dari hal-hal sederhana. “Kita mulai dari rumah, dari kampus, hingga di lingkungan luar. Mengurangi sampah plastik, mengolah sampah basah, serta menghemat listrik dan air merupakan langkah kecil yang berdampak besar bagi kebaikan bersama,” tambahnya.

Saat ini, beberapa fakultas di UPI telah meluncurkan inisiatif Green Campus, seperti Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB), Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI), serta Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS). Semangat ini diharapkan terus bergulir di seluruh lingkungan UPI.

“Ini bukan gerakan satu waktu, tapi kegiatan yang akan terus berlangsung hingga kapan pun. Harapannya, UPI bisa berkontribusi, meskipun kecil, terhadap keberlangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini,” tutup Rektor.

Pada kesempatan yang sama Dekan FPMIPA UPI Prof. Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si. menjelaskan bahwa semangat penerapan Green Campus sejatinya telah lama tumbuh di lingkungan fakultas, terutama melalui inisiatif mahasiswa di Program Studi Biologi. “Sejak Pak Rektor menginginkan UPI masuk ke Green Metric, kami langsung bergerak karena sebenarnya dari awal sudah ada kelompok Green Campus di Biologi. Tinggal kita hidupkan kembali, tambah personel, dan dukung dengan anggaran agar program bisa berjalan,” ujarnya.

Lebih lanjut, FPMIPA UPI mengembangkan tiga program utama dalam implementasi Green Campus, yaitu penanganan sampah, pengolahan limbah, dan peningkatan kualitas area hijau.

Penanganan sampah dilakukan dengan sistem pemilahan sampah organik, anorganik, dan limbah makanan. Setiap titik di area fakultas kini dilengkapi empat tong sampah berbeda sesuai kategori dan Pengolahan sampah difokuskan pada konsep reduce dan recycle, salah satunya melalui pengolahan sampah makanan menjadi pakan magot (larva black soldier fly) yang bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.

“Magot itu tinggi protein, bagus untuk pakan ternak dan ikan koi. Selain bermanfaat, ini juga mengurangi sampah organik,” jelasnya

Peningkatan kualitas area hijau dilakukan dengan memperbanyak tanaman pot di berbagai sudut fakultas, termasuk inisiatif baru berupa penanaman tanaman anggur di area pergola dalam gedung. “Tanaman ini selain memperindah lingkungan, juga menghasilkan buah yang bisa dipanen, sekaligus menciptakan udara segar di sekitar area,” tambahnya.

Prof. Adi Rahmat juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam mendukung gerakan ini. “Harapan saya, seluruh sivitas bisa ikut support agar apa yang diinginkan Pak Rektor benar-benar terwujud,” ujarnya.

Selain aspek lingkungan, program Green Campus di FPMIPA juga memiliki dimensi edukatif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan. “Kita ingin lulusan kita tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga punya sense of environment demi keberlanjutan kehidupan,” pungkasnya. (Riza/Cawal/DN)

Mahasiswa UPI Raih Prestasi Gemilang di Ajang Mojang Jajaka Kabupaten Sumedang 2025

17 Oct 2025 • Humas UPI
Foto: kiriman kontributor

Bandung, 17 Oktober 2025 – Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) Kabupaten Sumedang 2025, yang digelar pada Sabtu (27/9/2025) malam di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS).

Mengusung tema “Sauyunan Mapag Gapura Kawaluyaan” atau bersama-sama menyambut gerbang kebahagiaan, ajang tahunan ini menjadi wadah pengembangan potensi dan karakter generasi muda Sumedang sebagai duta budaya, pariwisata, dan ekonomi kreatif daerah. Dari 23 finalis terbaik se-Kabupaten Sumedang, sejumlah mahasiswa UPI berhasil meraih berbagai gelar bergengsi.

Berikut daftar mahasiswa UPI yang berhasil mengharumkan nama kampus pada ajang bergengsi tersebut:

  • Krisna Ardiansyah Hermawan – Pendidikan Pariwisata
    🏆 Jajaka Pinilih
  • Isma Dwi Santiawati – Keperawatan UPI Sumedang
    🏆 Mojang Wakil 1
  • Mochamad Farchan Awalludin – Industri Pariwisata UPI Sumedang
    🏆 Jajaka Wakil 2 & Jajaka Kameumeut
  • Gita Apriyanti – PGSD UPI Sumedang
    🏆 Mojang Wakil 2
  • Deni Setiawan – Pendidikan Khusus
    🏆 Jajaka Harapan 1
  • Kania Indah Pratiwi – PGSD UPI Sumedang
    🏆 Mojang Harapan 1
  • Najib Farid Alfauzi – PGSD UPI Sumedang
    🏆 Jajaka Harapan 2
  • Taslim Aziz Firdaus – Pendidikan Seni Tari
    🏆 Jajaka Parigel
  • Korie Youlandari Hartini Mulyana – Industri Pariwisata UPI Sumedang
    🏆 Mojang Parigel

Prestasi ini menjadikan UPI sebagai salah satu lembaga pendidikan dengan kontribusi paling menonjol dalam ajang Mojang Jajaka tahun ini.

Prestasi mahasiswa UPI ini menunjukkan sinergi antara dunia akademik dan pelestarian budaya daerah. Para mahasiswa tidak hanya berkompetisi dalam penampilan dan wawasan, tetapi juga berperan sebagai duta budaya dan pariwisata yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Keberhasilan Krisna Ardiansyah Hermawan meraih gelar Jajaka Pinilih Kabupaten Sumedang 2025 menjadi simbol keberhasilan pembinaan karakter di lingkungan kampus. Sementara itu, capaian para mahasiswa lainnya memperkuat posisi UPI sebagai kampus yang aktif melahirkan generasi muda kreatif, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. (CS)

Prodi Pendidikan IPS UPI Siap Gelar Kuliah Umum Bersama KPK

16 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (PIPS), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), akan menyelenggarakan Kuliah Umum bertajuk “Membangun Integritas Bangsa Berbasis Sertifikasi Antikorupsi” pada Senin, 20 Oktober 2025, bertempat di Auditorium FPIPS UPI, lantai 6.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara FPIPS UPI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka memperkuat pendidikan karakter, etika publik, serta kesadaran antikorupsi di lingkungan perguruan tinggi.

Kuliah umum tersebut akan menghadirkan narasumber dari KPK, yaitu M. Rofie Hariyanto (Manajer Sertifikasi LSP KPK), M. Ridwan Affan (Manajer Mutu dan Kerja Sama LSP KPK), serta Reny Andriany (Master Asesor BNSP). Ketiganya merupakan Penyuluh Antikorupsi Utama yang akan membahas pentingnya sertifikasi antikorupsi sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas nasional.

Kegiatan ini akan diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan FPIPS UPI dan akan dipandu oleh Muhamad Iqbal, M.Si., Selain penyampaian materi, kuliah umum juga akan dilengkapi dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif mengenai penerapan nilai-nilai antikorupsi di dunia pendidikan.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDG) 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen pembentuk generasi berintegritas dan berdaya saing.

Dr. Saan Mustopa Kenang Perjuangan Masa Kuliah di IKIP Bandung

16 Oct 2025 • Humas UPI
Saan Mustopa Kenang Perjuangan Masa Kuliah di IKIP Bandung di depan Wisudawan Gelombang III UPI 2025 (Dok: DN/KKIPP/2025)

Bandung, 16 Oktober 2025 — Wakil Ketua DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Dr. H. Saan Mustopa, M.Si., kembali ke almamaternya, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), untuk memberikan pidato alumni pada Wisuda Gelombang III Tahun 2025 di Gedung Gymnasium UPI, Kamis (16/10/2025). Dalam pidatonya, Saan Mustopa berbagi kisah perjuangan semasa kuliah di IKIP Bandung yang membentuk karakter dan semangat pengabdiannya hingga kini.

Pria asal Karawang ini mengenang masa mudanya ketika harus belajar dengan lampu cempor karena belum ada listrik di desanya. Ia diterima melalui jalur PMDK di Jurusan Fisika IKIP Bandung pada tahun 1988 dengan cita-cita sederhana menjadi guru fisika, namun jalan hidup membawanya ke dunia politik dan pemerintahan.

“Saya dari SD sampai SMA belajar pakai lampu cempor di kampung. Saat lulus tahun 1988, saya diterima lewat jalur PMDK di IKIP Bandung jurusan Fisika, dengan cita-cita sederhana — menjadi guru Fisika,” kenangnya.

Namun, perjalanan hidup membawa Saan ke jalur berbeda. Di kampus inilah ia menempa jati diri, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan menumbuhkan kepercayaan diri. Ia aktif berorganisasi hingga dipercaya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Fisika, Ketua Senat FMIPA, dan bahkan Sekretaris Umum Senat Mahasiswa IKIP Bandung, organisasi yang turut ia dirikan.

“Kampus ini mengubah hidup saya. Dulu saya anak kampung yang pemalu, tapi IKIP Bandung membuat saya percaya diri, berani berpikir, dan berani menyuarakan kebenaran,” ujarnya disambut tepuk tangan ribuan wisudawan.

Rektor UPI Mendampingi Dr. Saan Mustopa di Gedung Gymnasium UPI (Dok: RK/KKIPP/2025)

Saan juga mengenang masa-masa ketika kehidupan mahasiswa penuh keterbatasan namun kaya pengalaman. Ia sering tidur di sekretariat Himpunan Mahasiswa Fisika, mandi di Masjid Al-Furqon, dan berdiskusi hingga larut malam bersama rekan-rekannya. Menurutnya, pengalaman itu membentuk karakter, integritas, dan kepemimpinan yang ia bawa hingga saat ini.

“Kalau dulu ada pilihan antara kuliah atau ikut diskusi aktivis antar-kampus, saya pilih diskusi. Di situlah saya belajar memahami realitas, belajar berjuang, dan belajar menjadi manusia yang peka terhadap persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai alumni, Saan menekankan pentingnya menjaga nama baik almamater dan terus menebar kemaslahatan. Ia menegaskan, menjadi lulusan UPI bukan sekadar gelar akademik, tetapi juga tanggung jawab moral untuk memberi manfaat bagi bangsa.

“Kita tidak pernah bisa lepas dari identitas sebagai keluarga besar UPI. Menjaga nama baik diri berarti menjaga nama baik kampus. UPI telah membentuk saya menjadi pribadi yang berani dan berintegritas,” tandasnya.

“Kampus bukan menara gading yang terpisah dari realitas, melainkan laboratorium kehidupan. Dari sinilah mahasiswa dipersiapkan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya di hadapan ribuan wisudawan.

Ia menegaskan bahwa menjadi alumni UPI berarti membawa tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik almamater dan menebar kemaslahatan di mana pun berada.

“Menjaga reputasi diri berarti menjaga kehormatan kampus UPI tercinta yang telah menempa kita menjadi pribadi yang berani dan berkarakter,” tutupnya. RK (16/10)

Kembali ke Kampus Almamater, Saan Mustopa Kagumi Transformasi Digital dan Kemajuan UPI

16 Oct 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Bagi Dr. H. Saan Mustopa, M. Si, yang juga merupakan alumni UPI, menapakkan kaki kembali di kampus tempat ia dulu beraktivitas sebagai mahasiswa merasa terharu dan kagum dengan perkembangannya. Beliau memberikan apresiasinya terhadap berbagai kemajuan dan transformasi yang telah dicapai UPI dalam beberapa tahun terakhir. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke kampus almamaternya pada saat acara Wisuda Gelombang III UPI di Gd. Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Kamis, (16/10).

“Wah ini ya, bukan hanya nostalgia, tapi semangat waktu saya masih jadi aktivis di UPI itu kayak hidup kembali,” ungkapnya dengan senyum hangat. “Dulu saya bisa dibilang penghuni kampus, tidur di kampus, aktif di berbagai kegiatan, dan merasa kampus sudah seperti rumah sendiri.”

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Bidang Industri dan Pembangunan itu mengaku kagum dengan perubahan besar yang dialami UPI, baik dari sisi fisik maupun sistem dan kualitas. Ia menyebut jumlah mahasiswa yang kini mencapai lebih dari 50 ribu orang sebagai bukti pesatnya perkembangan universitas. “Perkembangan yang luar biasa. Dulu Fakultas MIPA hanya punya empat jurusan, sekarang sudah hampir sembilan. Dari sisi kualitas dan sistem juga meningkat signifikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr.Saan Mustopa juga menyoroti transformasi digital yang tengah dijalankan UPI. Menurutnya, digitalisasi merupakan hal yang tak terelakkan dan harus dihadapi dengan kesiapan dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

“Teknologi ini sesuatu yang tidak bisa dihindari, apalagi dilawan. Kita harus bukan hanya beradaptasi, tapi juga mampu memprediksi arah perkembangannya,” tuturnya. Ia pun meyakini bahwa UPI akan menjadi salah satu kampus terdepan dalam adaptasi teknologi digital, sejalan dengan visi rektor untuk mengoptimalkan sistem berbasis digital di seluruh lini.

Selain berbicara tentang perkembangan kampus, Wakil Ketua DPR RI juga menyinggung pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan lembaga legislatif. “Dunia pendidikan perlu dukungan tidak hanya dari pemerintah atau masyarakat, tapi juga dari parlemen. Sebagai bagian dari keluarga besar UPI, saya ingin berkontribusi lewat sinergi dan kolaborasi demi kemajuan UPI ke depan,” katanya.

Menutup perbincangan, Saan menyampaikan pesan khusus untuk para wisudawan UPI agar siap menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa kualitas lulusan akan diuji di dunia nyata, di tengah kompetisi yang semakin ketat.

“Saya yakin lulusan UPI bisa eksis, memberikan yang terbaik, dan bermanfaat bagi masyarakat. Banyak alumni UPI yang sudah berkiprah luas di berbagai bidang, jadi saya optimistis mereka mampu bersaing secara global,” ujarnya.

Dengan semangat alumni dan dukungan dari berbagai pihak, Saan Mustopa berharap UPI terus tumbuh menjadi universitas unggul yang berkontribusi besar bagi kemajuan bangsa melalui inovasi, kolaborasi, dan adaptasi digital yang berkelanjutan. (Riza)

Pencarian