English
Indonesia

Internasionalisasi Pendidikan: Dr. Elisa Bertuzzo Perkuat Prodi Bahasa Jerman UPI Lewat Program DAAD

10 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), semakin menguatkan langkah internasionalisasinya dengan menyambut Dr. Elisa Tullia Bertuzzo sebagai Lektor DAAD. Kehadirannya di UPI merupakan bagian dari program DAAD-Lektor, inisiatif Deutscher Akademischer Austauschdienst (DAAD) yang menugaskan dosen tamu di berbagai universitas di dunia, termasuk Indonesia.

Para Lektor DAAD berperan memperkaya pembelajaran bahasa Jerman, memperkenalkan budaya, masyarakat, sejarah, serta politik Jerman, dan memberikan informasi terbaru mengenai peluang akademik maupun perkembangan studi di Jerman. Di UPI, Dr. Elisa akan bertugas selama dua tahun ke depan untuk mengajar bahasa Jerman, termasuk mata kuliah penerjemahan, sekaligus membuka ruang dialog interkultural yang lebih luas bagi mahasiswa.

Dr. Elisa, yang berkewarganegaraan Italia dan Jerman, meraih Dr. phil. di bidang Urban Studies pada Habitat Unit, Departemen Arsitektur, Technische Universität Berlin (2008) serta MA di bidang Sastra Bandingan di Freie Universität Berlin (2004). Dengan latar belakang akademik yang kuat dan lintas disiplin, beliau tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa Jerman yang komprehensif, tetapi juga memperkaya wawasan mahasiswa mengenai isu-isu urban, masyarakat, dan budaya kontemporer.

Menariknya, Dr. Elisa juga bersemangat untuk belajar bahasa Indonesia dan mengenal budaya lokal. Baginya, memahami bahasa dan budaya Indonesia merupakan kunci agar lebih dekat dengan mahasiswa. “Dengan memahami bahasa Indonesia, saya bisa lebih dekat dengan mahasiswa, memahami cara mereka berpikir, dan itu sangat membantu saya dalam mengajar bahasa Jerman maupun mata kuliah penerjemahan,” ungkapnya penuh antusias.

Dalam kesempatan penyambutan, Kaprodi Pendidikan Bahasa Jerman, Irma Permatawati, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Dr. Elisa. “Kami sangat bersyukur dan bangga dapat bekerja sama dengan DAAD. Kehadiran Dr. Elisa akan memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Jerman di prodi kami, sekaligus memberikan pengalaman akademik yang lebih luas bagi mahasiswa. Ini adalah kesempatan emas bagi kami untuk belajar langsung dari dosen asing yang berpengalaman,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik FPBS UPI, Prof. Dr. Yulianeta, M.Pd.  mewakili pimpinan fakultas, menegaskan pentingnya kolaborasi internasional bagi pengembangan akademik. “Program ini merupakan wujud nyata internasionalisasi pendidikan di UPI. Kami berharap kerja sama dengan DAAD tidak hanya memperkaya pembelajaran bahasa Jerman, tetapi juga membuka peluang riset, pertukaran akademik, dan jejaring global yang lebih luas,” jelasnya.

Kehadiran Dr. Elisa di UPI juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui pengajaran bahasa asing yang interaktif dan kontekstual, beliau memperkuat SDG 4 (Pendidikan Bermutu). Upayanya menjembatani pemahaman antarbudaya berkontribusi pada SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) dengan memberi akses belajar yang inklusif, sementara penugasannya sebagai Lektor DAAD memperkokoh SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) lewat kolaborasi akademik antara UPI dan lembaga pendidikan Jerman.

Dengan hadirnya Dr. Elisa, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Jerman UPI berkesempatan memperoleh pengalaman belajar yang lebih kaya: tidak hanya menguasai bahasa Jerman, tetapi juga memahami keterkaitannya dengan budaya dan identitas global. Kehadirannya diharapkan menjadi jembatan akademik yang memperkuat daya saing UPI di tingkat internasional.

Kontributor: Neta

UPI Hadirkan Inovasi Smart Farming untuk Petani Kopi Garut: Serah Terima Sistem Pemantauan Lahan Bertenaga Surya Tanpa Internet

09 Sep 2025 • Humas UPI

Garut, 6 September 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park (DIHS) resmi melakukan serah terima invensi hilirisasi dan menggelar workshop instalasi serta penggunaannya kepada Mitra Koperasi Produsen Sari Buah Kopi di Kabupaten Garut. Kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Mekarsari Baru, RT 04 RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu, 6 September 2025.

Acara yang dihadiri oleh Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si. selaku Direktur DIHS UPI, beserta tim dari DIHS UPI yang terdiri dari Dr. Sulastri, S.Pd., M.Stat., M.M. (Kepala Divisi Pusat Unggulan, Hilirisasi, dan STP DIHS), Ari Arifin D, S.Pd., M.Ed. Ph.D. (Kepala Divisi Pengembangan Inovasi dan Kekayaan Intelektual DIHS), serta staf DIHS lainnya, pengurus Koperasi Produsen Sari Buah Kopi Garut, dan para petani kopi setempat ini menandai momen penting dalam upaya hilirisasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat UPI.

Invensi yang diserahterimakan merupakan hasil dari Program Hilirisasi Inovasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PkM) yang dikelola oleh DIHS UPI dari tim peneliti Dr. Selly Ferrani dan tim dari Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA (FPMIPA) UPI. Invensi ini berupa Sistem Pemantauan Lahan Jarak Jauh Tanpa Jaringan Internet Berbasis Energi Surya. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara real-time di wilayah tanpa akses internet, dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Sistem inovatif ini mengintegrasikan berbagai sensor untuk mengukur parameter penting seperti kelembaban tanah, suhu udara, curah hujan, dan tingkat keasaman tanah yang sangat vital bagi budidaya kopi. Keunggulan utama invensi ini adalah penggunaan energi surya sebagai sumber daya, menjadikannya berkelanjutan dan dapat beroperasi secara otomatis di daerah terpencil yang tidak memiliki akses listrik konvensional.

Invensi ini telah didaftarkan sebagai paten sederhana dan dikelola oleh Direktorat Inovasi, Hilirisasi, dan Science Techno Park UPI, menunjukkan komitmen universitas dalam melindungi dan mengomersialisasikan hasil penelitian untuk kepentingan masyarakat luas.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen UPI dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui pemanfaatan energi surya sebagai sumber daya utama sistem, mendukung transisi menuju energi terbarukan yang dapat diakses oleh masyarakat pedesaan; SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan menghadirkan solusi teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani, khususnya bagi petani kopi di daerah dengan keterbatasan infrastruktur; dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui hilirisasi inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan, memungkinkan petani untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan kualitas produk kopi yang dihasilkan.

Implementasi teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani kopi Garut melalui peningkatan produktivitas dan kualitas hasil panen, sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional dan pelestarian lingkungan.

Prof. Dr. Ida Kaniawati, M.Si., Direktur DIHS UPI menegaskan bahwa invensi ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hasil olahan kopi, sekaligus memperkuat posisi Koperasi Produsen Sari Buah Kopi sebagai mitra hilirisasi inovasi UPI.

“Kami berharap inovasi ini tidak hanya menjadi solusi teknologi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan mitra koperasi dan masyarakat sekitar. Dengan sistem ini, para petani kopi dapat memantau lahan secara lebih efektif meskipun berada di daerah dengan keterbatasan jaringan internet. Ini adalah bukti nyata bahwa penelitian di perguruan tinggi harus berorientasi pada solusi riil bagi permasalahan masyarakat,” ujar Direktur DIHS UPI.

Sementara itu, Juanda, Ketua Koperasi Produsen Sari Buah Kopi Garut mengungkapkan rasa terima kasihnya, “Kami sangat berterima kasih kepada UPI yang telah memberikan bantuan teknologi yang sangat bermanfaat ini. Selama ini, kami kesulitan memantau kondisi lahan kopi yang tersebar di berbagai lokasi pegunungan. Dengan adanya sistem ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas produk kopi dan daya saing di pasar nasional maupun internasional.”

Dengan adanya kolaborasi ini, UPI menegaskan perannya sebagai kampus inovasi yang tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan dampak sosial-ekonomi nyata bagi masyarakat dan mitra industri di daerah. UPI berkomitmen untuk terus mendampingi mitra koperasi dalam implementasi teknologi ini melalui program pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis.

Selain itu, universitas juga berencana untuk mereplika teknologi serupa ke daerah-daerah lain dengan karakteristik geografis dan tantangan yang serupa. Keberhasilan program hilirisasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam mengoptimalkan peran riset untuk pembangunan berkelanjutan.

Melalui program ini, UPI membuktikan komitmennya dalam mengembangkan inovasi-inovasi teknologi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Hilirisasi hasil penelitian menjadi prioritas utama dalam mewujudkan transfer teknologi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kontributor: Ari Arifin D.

Tim PKM UPI Gelar Pelatihan Usaha Kere Mujair di Rumpin Albarokah Sumedang

08 Sep 2025 • Humas UPI

Sumedang, Jawa Barat – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Produksi dan Kualitas Produk Usaha Kere Mujair di Rumah Pintar (Rumpin) Albarokah, Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Senin (9/7/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Yulia Rahmawati, M.Si., bersama tim dosen yakni Dr. Lilis Widaningsih, S.Pd., M.T. dan Nia Lestari, M.Pd., serta didukung mahasiswa asisten peneliti. Pelatihan tersebut merupakan wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Desa Cibeureum Wetan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perikanan, salah satunya budidaya ikan mujair. Produk olahan yang pernah dikembangkan warga antara lain kere (dendeng) mujair, dodol tomat, dan keripik singkong. Namun, usaha kere mujair sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 dan terkendala keterbatasan alat produksi.

Menanggapi hal ini, Tim PkM UPI berupaya mendukung kelompok usaha ibu-ibu Rumpin Albarokah dengan memberikan pelatihan pengolahan, inovasi produk, serta hibah alat mesin pengering (dryer) yang lebih efisien. Selain itu, tim juga menyusun booklet panduan produksi kere mujair untuk memudahkan masyarakat dalam menjaga kualitas produk.

Pelatihan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif masyarakat. Materi yang diberikan meliputi analisis kebutuhan, teknik pengolahan ikan, hingga praktik langsung pembuatan kere mujair.

Dr. Yulia Rahmawati menjelaskan bahwa pengolahan kere mujair dapat meningkatkan nilai jual ikan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa. “Optimalisasi potensi lokal memerlukan inovasi dan pendampingan berkelanjutan. Dengan alat pengering yang lebih baik, kapasitas produksi meningkat, dan kualitas produk juga lebih terjaga,” ujarnya.

Selain pelatihan, Tim PkM menyerahkan alat pengering modifikasi berbahan bakar gas yang memungkinkan pengaturan suhu sesuai kebutuhan, sehingga proses pengeringan lebih higienis dan efisien. Booklet berjudul Peningkatan Kualitas dan Produksi Usaha Kere Mujair juga diberikan sebagai media pembelajaran.

Kegiatan ini disambut antusias para peserta. Mitra usaha menyampaikan apresiasi dengan menandatangani pernyataan pemanfaatan produk hasil program, baik alat pengering maupun booklet.

Dengan adanya program ini, diharapkan usaha kere mujair di Desa Cibeureum Wetan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Kontributor: Yulia Rahmawati dan Nia Lestari

Mahasiswa UPI Jadi Delegasi di National Leadership Camp 2025

08 Sep 2025 • Humas UPI

Depok, Jawa Barat – Sebanyak delapan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terpilih menjadi delegasi dalam ajang National Leadership Camp (NLC) 2025 yang digelar Rumah Kepemimpinan pada 22–24 Agustus 2025 di Depok, Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 700 peserta dari seluruh Indonesia ini menjadi forum strategis dalam memperkuat ekosistem kepemudaan sekaligus menyiapkan generasi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045.

Adapun mahasiswa UPI yang terpilih sebagai delegasi yaitu:

  • Muhammad Ridho Alfirdausi (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam)
  • Kaka Satria Pratama (Pendidikan Khusus)
  • Muhammad Salman ‘Audah (Pendidikan Multimedia)
  • Inda Sagita Hamdani (Pendidikan Kesejahteraan Keluarga)
  • Asna Diahulhaq Fayyadah (Pendidikan Multimedia)
  • Lailatus Sa’adah (Ilmu Pendidikan Agama Islam)
  • Izzati Zahrani (Ilmu Ekonomi dan Keuangan Islam)
  • Kayla Nurul Tahira (Ilmu Pendidikan Agama Islam)

Salah satu delegasi, Muhammad Ridho Alfirdausi, menilai keikutsertaan dalam NLC menjadi pengalaman berharga.

“National Leadership Camp adalah wadah inkubasi para pemimpin muda yang siap menggerakkan masa depan Indonesia. Pemimpin tidak lahir, tetapi dibentuk. Dengan kegigihan, mimpi, dan tekad yang kuat, kita punya harapan besar untuk negeri ini,” ujarnya.

Selama tiga hari, peserta NLC 2025 mengikuti berbagai sesi penguatan kepemimpinan yang menghadirkan 28 pembicara lintas sektor: pemerintahan, pendidikan, dunia usaha, hingga industri digital.

Beberapa tokoh nasional yang hadir antara lain:

  • Sultan Bachtiar Najamudin (Ketua DPD RI)
  • Prof. Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan)
  • Bima Arya Sugiarto (Wakil Menteri Dalam Negeri)
  • Emil Dardak (Wakil Gubernur Jawa Timur)

Dalam sambutan pembuka, Sultan Bachtiar menegaskan pentingnya visi, ketangguhan, dan komitmen nilai dalam kepemimpinan. Emil Dardak menambahkan bahwa pemimpin sejati bukan hanya pengarah, tetapi juga pendengar dan pembina.

Sementara itu, Prof. Yassierli menekankan daya tahan dan kreativitas generasi muda di era VUCA, serta Bima Arya mengingatkan peserta bahwa jabatan hanya sementara, tetapi pengabdian bersifat selamanya.

Selain seminar dan diskusi, NLC 2025 juga menggelar program aksi, seperti Voice for Palestine yang berhasil menggalang donasi solidaritas lebih dari Rp29 juta, serta Leadership Fest yang membahas isu aktual seputar kewirausahaan, teknologi, hingga kecerdasan buatan.

Kehadiran delegasi UPI di forum nasional ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi kampus dalam melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang unggul, berkarakter, serta berkomitmen membangun Indonesia di masa depan. (Kontributor Kemahasiswaan)

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Menerima Teaching Fellow dari RELO: Sebuah Upaya Peningkatan Pengajaran Bahasa Inggris dan Penjaminan Mutu dalam konteks Kerjasama Global

08 Sep 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI – Hari Kamis pagi, 4 September 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris kedatangan tim dan RELO (Regional English Language Office) yang menghantarkan Magdalena Matilda Rojas Lynch, atau biasa dipanggil Maddy, sebagai tenaga pengajar asing (teaching fellow) yang mulai menjalankan penugasannya mulai dari 1 September 2025 hingga 30 Juni 2026 atau selama satu tahun akademik. Program teaching fellow dari RELO ini merupakan bagian dari diplomasi Amerika Serikat untuk mendukung pengajaran Bahasa Inggris di seluruh dunia.

Tin RELO yang terdiri dari Direktur Kevin McCughey dan Spesialis Urusan Budaya Dian Safitri diterima oleh Pimpinan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Yulianeta, M.Hum, Yanty Wirza, M.Pd., M.A., Ph.D, yang juga didampingi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Prof. Emi Emilia, Ph.D, sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Dr. Rojab Siti Rodliyah, M.Ed. dan dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Susan Santika, M.Pd. Beberapa hal yang dibahas dan disepakati adalah peran dan jadwal Maddy yang akan membantu dalam pengajaran beberapa mata kuliah seperti keterampilan berbahasa dan intercultural communication. Maddy menyatakan sangat senang dapat bergabung dengan Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Bandung setelah pada tahun akademik sebelumnya (2024/2025) menjadi teaching fellow di Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, Medan. Ia juga menyatakan sangat antusias untuk bekerja sama dengan guru-guru Bahasa Inggris di Bandung dan sekitarnya untuk lebih memaksimalkan perannya selama menjadi fellow di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia.

Dalam diskusi turut dibahas mengenai peran strategis kehadiran Maddy sebagai teaching fellowyang memberikan kontribusi penting terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta penjaminan mutu di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UPI. Kehadirannya bukan hanya sekadar mendukung kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga berperan dalam memperkuat kolaborasi akademik, memperkaya perspektif internasional, serta membantu pengembangan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa di era globalisasi. Hal ini mencerminkan komitmen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi yang sejalan dengan praktik internasional terbaik. Selain itu, kontribusi tersebut juga berhubungan erat dengan prinsip Pendidikan Bermutu dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat yang menekankan pada akses pendidikan berkualitas, inklusif, dan setara. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga memperkuat reputasi akademik UPI sebagai institusi yang berorientasi pada mutu, keberlanjutan, serta kerja sama global.

Kontributor: Yanty Wirza

Pencarian