English
Indonesia

FPIPS UPI TERIMA KUNJUNGAN RESMI ANGGOTA PARLEMEN JEPANG

01 Jun 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) menerima kunjungan kehormatan dari Mr. Ichimura Kouichirou, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Jepang (Japanese House of Representatives), Minggu, 31 Mei 2026. Kunjungan resmi ini menjadi tonggak penting dalam perluasan jejaring internasional FPIPS UPI, khususnya dalam membangun kemitraan strategis dengan Jepang.

Kunjungan Mr. Ichimura Kouichirou disambut langsung oleh Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM, selaku Dekan FPIPS UPI, didampingi jajaran pimpinan fakultas. Turut hadir dalam forum ini para mahasiswa Program Pascasarjana S2 dan S3 di lingkungan FPIPS UPI. Dalam suasana yang hangat dan dialogis, pertemuan ini mencerminkan semangat kolaborasi akademik yang menjadi ruh kunjungan resmi ini.

Mr. Ichimura merupakan alumni Matsushita Institute of Government and Management  lembaga yang didirikan Konosuke Matsushita, pendiri Panasonic, pada tahun 1979 dengan misi “mencetak dan membina pemimpin masa depan Jepang.” Beliau bergabung dengan Partai Jepang Baru (Nihon Shintō) pada 1993 dan dikenal sebagai pencetus konsep NPO (Non-Profit Organization) dalam kerangka hukum Jepang, sebuah inovasi kelembagaan yang memperkuat peran masyarakat sipil di luar pemerintah dan sektor swasta.

Dalam paparannya, Mr. Ichimura memperkenalkan konsep 3 Pilar Masyarakat: Pemerintah, Pasar/Perusahaan Swasta, dan NPO sebagai aktor publik yang mandiri. Konsep ini menegaskan bahwa stabilitas dan kesejahteraan masyarakat modern bertumpu pada keseimbangan ketiga pilar tersebut.

Beliau juga memaparkan Keunikan Jepang sebagai negara yang berhasil menjaga stabilitas dengan memisahkan otoritas (Kaisar) dari kekuasaan (pemerintahan militer/bangsawan) selama berabad-abad, suatu sistem ganda yang langka dalam sejarah dunia. Perspektif komparatif ini membuka cakrawala baru dalam diskusi tentang demokrasi dan tata kelola negara.

Sebagai bagian dari agenda pertemuan, Dr. Fitri Rahmafitria, M.Si., Wakil Dekan I FPIPS UPI, mempresentasikan secara komprehensif potensi dan peluang kerja sama antara FPIPS UPI dengan pihak Jepang, khususnya dalam kerangka program unggulan FPIPS Hejo. Program ini merupakan inisiatif hijau-berkelanjutan FPIPS yang mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan ke dalam proses pembelajaran ilmu sosial dan kewarganegaraan.

Presentasi mencakup peta jalan kerja sama yang meliputi pertukaran akademisi dan mahasiswa, kolaborasi penelitian lintas negara, pengembangan kurikulum berbasis nilai universal, serta potensi pelibatan NPO Jepang dalam program pengabdian masyarakat berskala internasional. Mr. Ichimura menyambut positif gagasan ini dan menegaskan komitmennya untuk mendukung penguatan hubungan kelembagaan antara Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan.

Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi bersama para mahasiswa, salahsatu mahasiswa Doktoral (S3) Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana konstitusi Jepang mengatur peran negara dalam bidang pendidikan, khususnya menyangkut tanggung jawab negara dan orang tua terhadap pendidikan anak.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mr. Ichimura menegaskan bahwa di Jepang, negara secara konstitusional mewajibkan orang tua untuk memprioritaskan pendidikan bagi anak-anaknya. Kewajiban ini bukan sekadar norma sosial, melainkan amanah hukum yang tertanam dalam sistem ketatanegaraan Jepang. Negara memastikan bahwa setiap anak memperoleh hak pendidikannya, dan orang tua berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan hak tersebut – sementara pemerintah, swasta, dan NPO hadir sebagai ekosistem pendukung.

Puncak dari kunjungan bersejarah ini adalah penandatanganan perjanjian kerja sama (Memorandum of Understanding) antara Dekan FPIPS UPI bersama Mr. Ichimura Kouichirou. Penandatanganan dilakukan secara resmi di hadapan seluruh peserta yang hadir.

Perjanjian ini membuka jalan kolaborasi lintas budaya dan lintas negara yang diharapkan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kualitas pendidikan ilmu sosial di FPIPS UPI. Kerja sama ini sekaligus memperkuat posisi FPIPS UPI sebagai fakultas yang berwawasan global dan berkomitmen pada internasionalisasi pendidikan. Kunjungan Mr. Ichimura Kouichirou ke FPIPS UPI menjadi momentum yang memperkuat keyakinan bahwa pendidikan adalah jembatan paling kokoh antar bangsa. (Humas FPIPS)

TASYRIK DAYS

29 May 2026 • Humas UPI

Dinn Wahyudin

Guru Besar Fakultas Ilmu Pendidikan

Universitas Pendidikan Indonesia

Hari Tasyrik merupakan Hari istimewa. Yaitu tiga hari  setelah Idul Adha  mulai tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah menurut Kalender Islam. Kangjeng Rasulullah menyebut hari-hari ini sebagai hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan mengingat Allah.”

Pada hari Tasyrik, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan dzikir; masih diperbolehkan menyembelih hewan kurban hingga 13 Zulhijah, dan dilarang berpuasa. Nama “Tasyrik” berasal dari kebiasaan masyarakat Arab dahulu menjemur daging kurban di bawah matahari (tasyriq al-lahm) agar tahan lama.

Idul Adha sering disebut “Hari Raya Haji”, karena pada tgl 9 Dzulhijah, kaum muslimin yang menunaikan haji yaitu wukuf di Arafah.

Idul Adha juga sering disebut Idul Qurban, karena pada hari itu Allah SWT memberi kesempatan pada mahluknya untuk mendekatkan diri kepadaNya. Bagi umat muslim yang belum mampu melaksanakan ibadah haji, mereka diberi kesempatan untuk berqurban. Yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Pada saat Idul Qurban dan hari Tasyrik, umat Muslim tak boleh berpuasa. Larangan tersebut terdapat dalam hadist riwayat Abu Said Al Khudri yang menyatakan “Nabi Muhammad SAW melarang berpuasa pada hari raya Fitri dan hari raya Qurban (Idul Adha)”. (HR Al Bukhari dan Muslim). Di hari Tasyrik, umat Islam boleh melakukan ibadah apapun kecuali berpuasa. Umat Islam dipersilakan untuk beramal shaleh, bersedekah, berdzikir, berqurban, dan sangat dianjurkan menikmati makan minum dari sumber yang halal. Di hari Idul Qurban dan tiga hari Tasyrik, daging hewan qurban mulai dibagikan dan umat muslim ataupun nonmuslim dipersilahkan untuk menikmatinya.

Ibadah Sosial

Idul Adha sering juga disebut Idul Nahr. Hari raya penyembelihan. Selama 4 hari, yaitu Idul adha dan 3 hari Tasyrik, Allah SWT memberi kesempatan kepada kaum muslimin untuk melaksanakan penyembelihan hewan qurban. Pesan simbolik agama atas pengorbanan Nabi Ibrahim as dan kepatuhan anaknya yaitu Nabi Ismail as menjadikan Idul qurban merupakan momen istimewa bagi umat Muslim. 

Minimal ada tiga pelajaran yang bisa kita petik atas peristiwa idul qurban ini.

Pertama, pengorbanan Nabi Ibrahim dan kesetiaan Nabi Ismail adalah refleksi ketaatan hamba kepada Sang Khalik. Oleh sebab itu, ibadah qurban bukan sebatas menyembelih hewan qurban, tetapi lebih berupa ekspresi penghambaan tanpa batas kepada Sang Khalik untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Kedua, meningkatkan empati dan pengendalian diri. Pengelolaan diri dan peduli terhadap sesama adalah ciri utama seorang muslim. Ibadah Qurban adalah pengejawantahan diri untuk berbuat kebaikan, memuliakan tamu, menghargai orang lain, dan berempati terhadap lingkungan sekitar. Hikmah Idul Adha pada dasarnya manusia adalah sama (equal). Hal yang membedakan adalah kualitas takwanya.

Ketiga, Idul Qurban adalah ibadah Sosial. Ritual qurban merefleksikan seorang hamba yang mampu menyiapkan hewan qurban untuk disembelih. Di hari Raya Idul Adha dan hari Tasyrik, saatnya umat Islam bersyukur, bersukaria bersama dengan mengkonsumsi makanan, minuman, nutrisi hewani dari hewan qurban secara bersama. Spirit tolong menolong, saling menyantuni termasuk berbagi daging qurban merupakan ibadah sosial yang paling nyata.

Hari Gizi Sedunia

Hari Tasyrik bisa disebut “Hari Protein Hewani Sedunia” atau malah bisa disebut sebagai Hari Gizi Sedunia – “The World Nutrition Day”. Sebab Idul Qurban dan periode hari Tasyrik, merupakan rentetan empat hari berturut-turut, jutaan hewan Qurban disembelih dan lebih dari 1,8 milyar warga dunia menikmati sajian masakan protein hewani ini.

Perayaan Idul qurban dan hari tasyrik, dilaksanakan oleh segenap kaum muslimin di setiap negara di berbagai belahan dunia. Dengan demikian, ibadah penyembelihan Qurban sebagai bentuk penghambaan dan ketakwaan kepada Sang Khalik, tak hanya berdimensi ibadah personal, namun juga memiliki makna ibadah sosial. Yaitu, melalui distribusi daging hewan Qurban kepada segenap kaum muslimin dan juga masyarakat nonmuslim untuk bersama sama mengkonsumsi dan menikmati masakan protein hewani yang berasal dari daging hewan qurban.

Itulah sekilas momen ibadah Qurban dan Hari Tasrik. Selain ritual bentuk penghambaan dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi Idul Qurban dan Hari Tasyrik memiliki dimensi ibadah sosial.

Tasrik Days are the World Nutrition Days. Idul Qurban dan periode tiga hari Tasyrik merupakan rentetan empat hari berturut-turut, jutaan hewan Qurban disembelih dan lebih dari 1,8 milyar warga Dunia, baik muslim maupun nonmuslim, menikmati sajian masakan protein hewani ini.

Sarat Inovasi, Berbagai Ormawa UPI Lolos Pendanaan Nasional PPK Ormawa 2026

29 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sejumlah organisasi kemahasiswaan (ormawa) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menorehkan prestasi di tingkat nasional. Berbagai subproposal pengabdian masyarakat yang diajukan berhasil lolos bantuan pendanaan dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2026.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 1752/DST/B2/DT.01.01/2026 tertanggal 21 Mei 2026. Berdasarkan hasil seleksi akhir nasional yang berlangsung pada 11 hingga 13 Mei 2026, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan menetapkan sebanyak 226 judul subproposal dari 105 perguruan tinggi berhak menerima pendanaan tahun ini. UPI menjadi salah satu kampus yang berhasil meloloskan proposal dalam jumlah signifikan.

Budaya inovasi dan pengabdian masyarakat mahasiswa UPI dinilai berkembang positif. Hal ini tecermin dari keragaman tema yang diangkat, mulai dari penerapan teknologi tepat guna, isu lingkungan, literasi, agribisnis, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.

Berikut beberapa Ormawa kampus daerah dan himpunan mahasiswa UPI yang berhasil mengamankan pendanaan nasional Hima Pendidikan Kelautan dan Perikanan (UPI Kampus Serang). HIMATRONIKA-AI (UPI Kampus Purwakarta). Racana Ki Hajar Dewantara – RA Kartini (UPI Kampus Tasikmalaya). Dan Hima PGPAUD (UPI Kampus Tasikmalaya).

Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses panjang yang difasilitasi oleh universitas, mulai dari observasi lapangan, pemetaan masalah di desa mitra, hingga penyempurnaan proposal lewat evaluasi internal.

Melalui PPK Ormawa, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, melainkan dilatih mengasah kemampuan kepemimpinan, kerja tim, komunikasi lintas budaya, dan pengelolaan anggaran secara profesional langsung di tengah masyarakat.

Lolosnya berbagai program ini juga menjadi bukti responsifnya mahasiswa UPI terhadap isu pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Ke depan, capaian ini diharapkan mampu memotivasi ormawa lain di lingkungan UPI untuk terus melahirkan inovasi pengabdian kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat luas. (OP)

Buka Peluang Kerja di Jepang, UPI Terima Kunjungan 22 Perusahaan Asal Ibaraki

29 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan institusional dari asosiasi pengusaha Jepang, Ibaraki Employer’s Association, di Auditorium FPBS UPI, Kota Bandung, Rabu (20/5/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat peluang studi, magang, hingga karier global bagi mahasiswa di Prefektur Ibaraki, Jepang.

Pertemuan strategis yang difasilitasi oleh Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional serta UPI Migrant Center ini dihadiri oleh 39 peserta. Kunjungan ini berfokus pada penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar siap bersaing di dunia industri internasional.

Perwakilan Ibaraki Employer’s Association, Komatsuzaki Koichi, menyampaikan apresiasinya atas sambutan dari pihak UPI. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tidak datang sendiri, melainkan memboyong puluhan sektor industri untuk melihat langsung potensi mahasiswa UPI.

“Sebanyak 22 perusahaan dari Prefektur Ibaraki turut hadir dalam kunjungan ini untuk menjajaki peluang kolaborasi dan penempatan kerja lebih lanjut dengan UPI,” jelas Komatsuzaki.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudhi, M.Si., menyambut baik peluang emas ini. Agus menegaskan bahwa UPI memiliki berbagai program studi lintas disiplin yang siap mendukung kebutuhan industri di Jepang.

“Kemitraan dengan institusi dan dunia industri Jepang diharapkan mampu meningkatkan kompetensi global mahasiswa serta memperluas akses karier lulusan UPI di tingkat internasional,” ujar Agus.

Untuk menyukseskan program penempatan kerja di luar negeri ini, UPI Migrant Center mengambil peran sebagai pusat persiapan. Lembaga ini bertugas membekali mahasiswa melalui pelatihan bahasa Jepang, edukasi migrasi aman, pendampingan karier, hingga penguatan mental terkait adaptasi budaya kerja di Jepang.

Acara penyambutan tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan musik tradisional Jepang, Taishogoto, yang dimainkan oleh mahasiswa UPI, dilanjutkan dengan pemutaran video profil universitas serta sesi pertukaran cendera mata.

Sebagai agenda penutup, delegasi pengusaha Jepang melakukan observasi langsung ke lingkungan kampus untuk meninjau proses pembelajaran di UPI. Didampingi oleh mahasiswa Departemen Pendidikan Bahasa Jepang (DPBJ), rombongan mengunjungi Japan Corner serta fasilitas laboratorium komputer.

Kunjungan lapangan ini memberikan gambaran langsung kepada pihak asosiasi mengenai kualitas akademik serta kesiapan infrastruktur UPI dalam mencetak lulusan yang kompeten. Melalui kemitraan strategis ini, hubungan bilateral Indonesia Jepang diharapkan semakin erat, sekaligus menjadi jembatan bagi mahasiswa UPI untuk menembus pasar kerja internasional. (DN)

Gelar FGD Internasional, UPI Kaji Potensi Transformasi PLTU Batu Bara ke Nuklir

29 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Program Studi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPs UPI) menggelar International Focus Group Discussion (FGD) di Laboratorium SPs UPI Lantai 4, Kota Bandung, Selasa (26/5/2026). Forum ilmiah ini secara khusus membahas kriteria kelayakan transformasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batu bara menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Mengusung tema “Developing Feasibility Criteria for Coal-to-Nuclear Repowering of Existing Coal-Fired Power Plants in Indonesia”, forum internasional ini mempertemukan 13 pakar lintas disiplin dari berbagai universitas serta lembaga riset nasional dan global.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudhi, M.Si., saat membuka acara menegaskan bahwa dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan merupakan tantangan besar bagi Indonesia yang masih bergantung pada batu bara.

“Kolaborasi riset multidisiplin antara perguruan tinggi, lembaga riset, pemerintah, dan industri sangat krusial dalam mendukung agenda transisi energi nasional menuju Net Zero Emission (NZE),” ujar Agus.

Konsep Coal-to-Nuclear (C2N) Repowering atau pemanfaatan kembali infrastruktur PLTU eksisting menjadi lokasi pengembangan PLTN mulai dilirik sebagai solusi strategis. Pendekatan ini dinilai mampu mengurangi emisi karbon secara signifikan dan menghemat biaya karena memanfaatkan jaringan kelistrikan yang sudah tersedia.

Dekan SPs UPI, Prof. Dr. Juntika, M.Pd., mengapresiasi forum yang dipandu oleh moderator utama Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah, M.Si. ini. Menurutnya, diskusi ini menjadi langkah nyata dalam penguatan kapasitas riset, kolaborasi akademik, dan potensi publikasi ilmiah bersama.

Rangkaian diskusi strategis ini dibagi ke dalam tiga fokus panel utama yang mengulas kesiapan Indonesia dari berbagai aspek. Panel pertama mengangkat tema Strategic and Policy Perspectives, membahas aspek strategis dan kebijakan dalam transisi PLTU menuju PLTN di Indonesia. Panel kedua berfokus pada Technical and Infrastructure Feasibility Criteria, mengkaji secara mendalam kriteria teknis, spasial, lingkungan, geologi, seismik, serta hidrologi yang relevan dalam studi kelayakan C2N. Pada panel ini, aspek pemanfaatan infrastruktur eksisting PLTU turut mendapat perhatian serius. Panel ketiga membahas Computational Framework and Research Collaboration, dengan penekanan pada pemanfaatan pendekatan komputasi berbasis Geographic Information Systems (GIS), Artificial Intelligence (AI), dan Multi-Criteria Decision-Making (MCDM) untuk mendukung evaluasi kelayakan C2N yang lebih komprehensif, terukur, dan transparan.

FGD ini menghadirkan jajaran pakar terkemuka, di antaranya Prof. Dr. Muhammad Aziz dari Tohoku University (Jepang); Prof. Dr. Eng. Zaki Suud, Prof. Dr. Eng. Sidik Permana, dan Dr. Eng. Firman Bagja Juangsa dari Institut Teknologi Bandung; Prof. Dr. Ade Gafar Abdullah dari Universitas Pendidikan Indonesia; Prof. Dr. Arif Nur Afandi dari Universitas Negeri Malang; Prof. Dr. Eng. Topan Setiadipura selaku Kepala Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN; Dr. Mohammad Ali Shafii dari Universitas Andalas; Dr. Muhammad Nur Hudha dari Universitas Sebelas Maret; Dr. Eng. Rida Siti Nur’aini Mahmudah dari Universitas Negeri Yogyakarta; Dr. Eng. Farid Triawan dari Sampoerna University; Dr. Eng. Muhammad Kunta Biddinika dari Universitas Ahmad Dahlan; Dr. Karlisa Priandana dari Institut Pertanian Bogor; serta Dr. Nina Widiawati dari Pusat Riset Teknologi Reaktor Nuklir, Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN.

Diskusi yang berlangsung dinamis ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga menjawab tantangan nyata seperti kesiapan regulasi dan pemahaman penerimaan publik di Indonesia.

Melalui FGD internasional ini, SPs UPI menargetkan sejumlah luaran taktis, mulai dari draf awal kriteria studi kelayakan C2N di Indonesia, rekomendasi agenda riset nasional, hingga penyusunan policy brief sebagai rujukan resmi bagi para pengambil kebijakan pemerintah.

Forum ditutup dengan sesi perumusan rekomendasi bersama. Melalui kegiatan ini, SPs UPI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi katalisator riset multidisiplin demi transisi energi Indonesia yang lebih bersih dan berkelanjutan. (DN)

Pencarian