English
Indonesia

Jumlah Hewan Kurban UPI 2026 Catat Tren Positif Tiga Tahun Terakhir

27 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan ibadah kurban Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M di Masjid Al-Furqon, Kampus Bumi Siliwangi, Bandung. Rabu (27/5). Pelaksanaan kurban tahun ini mengalami peningkatan jumlah hewan kurban yang signifikan dalam tiga tahun terakhir serta penerapan protokol kesehatan hewan yang ketat.

Ketua Pelaksana Kurban UPI 2026, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menjelaskan bahwa panitia menerapkan prosedur seleksi yang sangat ketat untuk memastikan kelayakan fisik dan kesehatan hewan kurban agar ibadah berjalan sah dan aman.

“Kami melakukan survei langsung dan bekerja sama dengan penyedia yang rekam jejaknya (track record) sudah terbukti baik. Jeda waktu dari survei hingga hari penyembelihan pun terus kami pantau kondisinya. Jika ada hewan yang terindikasi kurang sehat, pasti langsung diganti,” ujar Agus Setiawan.

Dijelaskan Agus Setiawan, peningkatan jumlah hewan kurban pada tahun ini dipicu oleh tingginya antusiasme warga kampus. Melalui langkah proaktif panitia yang berkoordinasi dengan pimpinan di setiap unit kerja, tahun ini seluruh fakultas di lingkungan UPI berhasil mengirimkan representasi hewan kurbannya.

Keberhasilan pengelolaan kurban yang masif ini tidak lepas dari kolaborasi solid di balik layar. Pada tahun ini, FPTK UPI bertindak sebagai kendali utama kepanitiaan dengan melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa.

Kepanitiaan ini juga bersinergi dengan elemen internal dan eksternal kampus, mulai dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Furqon, BiroSarana dan Prasarana, tim keuangan, hingga personel keamanan untuk menjaga ketertiban prosesi penyembelihan.

“Untuk menjaga efisiensi waktu dan higienitas, panitia mengerahkan 10 hingga 12 orang tenaga jagal profesional yang terlatih guna mempercepat proses penyembelihan dan pemotongan daging”, ucapnya.

Seluruh daging kurban yang telah selesai dikemas nantinya akan didistribusikan secara tepat sasaran kepada civitas akademika UPI yang membutuhkan, warga di sekitar lingkungan kampus, serta sejumlah panti asuhan dan yayasan yang rutin menjadi mitra distribusi setiap tahunnya. (Adia/Varel/Fauzan/RK/DN)

Hidupkan Esensi Kurban Lewat Inovasi Buku dan Konsep Keberlanjutan

27 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Momentum Hari Raya Iduladha 1447 H / 2026 M di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tidak sekadar menjadi agenda ritual tahunan. Pada penyelenggaraan kurban kali ini, UPI sukses mengukir sejarah baru dengan meluncurkan sebuah buku khusus tentang kurban yang memadukan dimensi spiritual dan isu keberlanjutan global.

Langkah ini menjadi tonggak sejarah lantaran merupakan inovasi literasi pertama yang diterbitkan oleh panitia kurban sepanjang sejarah universitas. Buku ini hadir sebagai refleksi mendalam untuk mentransformasikan ibadah kurban menjadi sebuah gerakan kemanusiaan yang terstruktur.

Ketua Pelaksana Panitia Kurban UPI 2026, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., mengungkapkan bahwa karya literatur ini lahir untuk membawa sudut pandang yang lebih luas mengenai makna ibadah kurban kepada masyarakat dan dunia akademik.

“Kami ingin menyampaikan pesan mendalam bahwa ibadah kurban tidak hanya sekadar ritual penyembelihan tahunan. Ini adalah sebuah gerakan besar yang berkaitan erat dengan kemanusiaan dan keberlanjutan (sustainability),” ujar Agus, yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK) UPI, saat diwawancarai pada Rabu (27/5).

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk meresapi rasa syukur tidak hanya melalui dimensi teologis, tetapi juga melalui aksi nyata dalam menjaga kelestarian bumi dan kepedulian sosial.

Di tengah sorotan isu lingkungan global, UPI berupaya mengambil peran sebagai pelopor pelaksanaan kurban yang bertanggung jawab. Buku setebal beberapa halaman ini merangkum berbagai tulisan ilmiah dan populer yang mengulas tuntas manajemen kurban ramah lingkungan (eco-friendly qurban).

Melalui gagasan tersebut, UPI membuktikan bahwa semangat religiusitas dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kelestarian ekosistem.

Dengan peluncuran buku ini, UPI tidak hanya membagikan paket daging kurban untuk memenuhi kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga memberikan warisan edukasi yang abadi bagi akal dan jiwa masyarakat luas. (Adia/Varel/Fauzan/RK/DN)

UPI Pastikan Seluruh Hewan Kurban Iduladha 1447 H Sehat dan Bebas Penyakit

27 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memastikan seluruh hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular. Prosesi penyembelihan hewan kurban dilaksanakan seusai Salat Iduladha pada Rabu (27/5/2026) di selasar selatan Masjid Al-Furqon UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung.

Pada tahun ini, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) UPI ditunjuk sebagai panitia pelaksana rangkaian kegiatan Iduladha di lingkungan kampus dengan mengusung tema “Semangat Kurban untuk Kemanusiaan yang Berdampak dan Berkelanjutan.” Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta masyarakat sekitar kampus.

Ketua Panitia Pelaksana Penyembelihan Hewan Kurban UPI, Dr. Eng. Agus Setiawan, M.Si., menjelaskan bahwa panitia melakukan proses seleksi dan pengawasan ketat terhadap hewan kurban sejak tahap awal pengadaan hingga pelaksanaan penyembelihan.

“Pertama kita survei dan memilih penyedia yang memang sudah punya track record yang baik, sehingga kita yakin kondisinya sehat. Bahkan kalau ada perubahan-perubahan yang tidak sehat itu pasti diganti,” ujarnya.

Menurutnya, panitia juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi hewan kurban selama masa persiapan untuk memastikan seluruh hewan tetap layak sembelih dan aman didistribusikan kepada masyarakat. Distribusi daging kurban dilakukan melalui kolaborasi bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Furqon UPI kepada masyarakat yang membutuhkan.

Berdasarkan laporan panitia, UPI menerima titipan hewan kurban sebanyak 19 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Sebanyak 17 ekor sapi disembelih di kampus pusat UPI, sementara dua ekor sapi lainnya disembelih di Kampus FPOK UPI Padasuka.

Dalam sambutannya mewakili Rektor UPI, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan UPI, Rudi Susilana, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah hewan kurban menunjukkan tumbuhnya kepedulian sosial di lingkungan sivitas akademika UPI.

“Peningkatan jumlah ini menjadi indikator nyata bahwa warga serta sivitas akademika UPI memiliki kesadaran yang semakin tinggi untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama,” katanya.

Selain prosesi penyembelihan, kegiatan Iduladha tahun ini juga dirangkaikan dengan peluncuran buku kumpulan esai bertema Iduladha yang ditulis oleh lebih dari 60 kontributor dari lingkungan UPI. Buku tersebut diharapkan menjadi warisan intelektual kampus yang memperkuat refleksi nilai-nilai keikhlasan, kepedulian sosial, dan kemanusiaan.

Melalui pelaksanaan kurban Iduladha 1447 H, UPI berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan nilai kemanusiaan dapat terus tumbuh di lingkungan kampus serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (RK/DN/Adia/Fauzan/Varel)

Tim Riset UPI Terapkan Teknologi Smart Farming Anggur di Subang

26 May 2026 • Humas UPI

Subang, UPI

Grup Riset Instrumentasi Lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan solusi pertanian modern berbasis teknologi di Desa Sukamelang, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jumat (22/5/2026). Langkah ini dilakukan melalui Workshop Penanaman Anggur Berbasis Teknologi sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan UPI terhadap program transformasi lahan pertanian di Desa Sukamelang. Desa tersebut saat ini tengah berupaya melakukan diversifikasi dan alih tanam ke komoditas anggur, setelah sebelumnya didominasi oleh perkebunan singkong berproduktivitas 30 ton per bulan.

Namun, upaya mandiri warga sebelumnya terhambat karena tanaman anggur tumbuh kerdil dan tidak berkembang optimal. Menanggapi kendala tersebut, tim riset UPI hadir merancang pendekatan smart farming melalui sistem pemupukan presisi dan pengelolaan media tanam yang tepat.

Ketua Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI, Selly Feranie, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan tim di lapangan, media tanam di kawasan tersebut memiliki daya serap air yang buruk sehingga memicu pembusukan akar anggur. Selain itu, kadar NPK (Nitrogen, Fosfor, Kalium) dan pH tanah terpantau relatif rendah.

Untuk mengatasi persoalan itu, tim UPI memperkenalkan teknologi smart farming berupa Multimeter Tanah berbasis Internet of Things (IoT). Alat ini mampu mengukur kadar NPK, kelembaban, serta pH tanah secara real-time.

“Dengan data dari alat ini, petani dapat mengidentifikasi perlakuan (treatment) tanah secara lebih presisi. Data tersebut bisa diakses kapan saja sehingga petani tahu persis kapan tanaman anggur harus segera diberi tindakan,” jelas Selly.

Pengembangan teknologi Multimeter Tanah berbasis IoT ini melibatkan kontribusi langsung dari mahasiswa Fisika UPI. Dua mahasiswa, Faathir Abid Firdaus dan Rasya Arinta Aulia, bertindak sebagai pengembang alat tersebut. Sementara dua mahasiswa lainnya, Haikal dan Adrian, turun langsung mendampingi petani mengolah lahan agar memiliki daya serap air yang ideal.

Dalam workshop tahap kedua ini, para petani juga dibekali teori pentingnya persiapan media tanam. Drs. Amsor, M.Si., memaparkan bahwa fase enam bulan pertama merupakan periode krusial bagi pertumbuhan anggur. Sementara itu, Dedi Sasmita, M.Si., membagikan materi mengenai konstruksi pencahayaan serta teknik pengaturan batang tanaman demi hasil yang maksimal.

Inisiasi teknologi dari kampus UPI ini disambut baik oleh pemerintah desa dan kelompok tani setempat. Kepala Desa Sukamelang, Andi Sujana, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas pendampingan ilmiah yang diberikan.

“Kami sudah beberapa kali mencoba menanam berbagai komoditas termasuk anggur, tetapi hasilnya belum memuaskan. Karena itu, kami sangat menyambut baik pendampingan dari tim UPI,” ungkap Andi.

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, tim PKM UPI turut menghibahkan 10 jenis tanaman anggur impor siap tanam beserta pupuk cair dan pelatihan aplikasinya. Prosesi penanaman perdana kemudian dilakukan bersama oleh Kepala Desa, tim pengabdian UPI, dan para petani di lokasi.

Melalui program ini, Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI berharap komunikasi dan pendampingan dengan warga Desa Sukamelang dapat terus berjalan, sehingga komoditas anggur ini mampu tumbuh optimal dan menjadi sektor ekonomi baru bagi desa. (DN)

Perkuat Teori dan Praktik, Mahasiswa Magister PAUD UPI Observasi Lapangan di TK Kota Bandung

26 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Mahasiswa Program Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan observasi dan wawancara akademik di salah satu Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Bandung, baru-baru ini. Kegiatan lapangan ini dilakukan sebagai pemenuhan tugas mata kuliah Kajian Pedagogik yang diampu oleh Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd.

Fokus utama observasi ini menyasar pada berbagai dimensi pedagogik, mulai dari perencanaan dan strategi pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, interaksi edukatif guru dan anak, penggunaan media, hingga implementasi kurikulum. Untuk memperdalam data, mahasiswa juga melakukan wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru kelas mengenai praktik pembelajaran di satuan pendidikan tersebut.

Dosen pengampu mata kuliah, Prof. Dr. Mubiar Agustin, M.Pd., menjelaskan bahwa turun ke lapangan sangat penting bagi mahasiswa pascasarjana guna menjembatani teori konseptual dengan realitas di sekolah.

“Kegiatan observasi dan wawancara menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan reflektif, kritis, dan analitis terhadap praktik PAUD. Mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi berbagai pendekatan pedagogik guru serta memahami dinamika pembelajaran secara kontekstual,” ujar Mubiar dalam pengarahannya.

Melalui pendekatan ini, mahasiswa magister dituntut mampu melakukan refleksi kritis terhadap tantangan, strategi adaptasi, hingga inovasi yang dilakukan pendidik untuk menciptakan proses belajar yang efektif, humanis, dan sesuai dengan perkembangan anak.

Pelaksanaan riset lapangan ini mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala sekolah dan guru bersikap terbuka memberikan data empiris mengenai pengelolaan kelas, penguatan karakter anak, serta penerapan metode yang ramah anak.

Data dan temuan yang berhasil dihimpun oleh mahasiswa dari lapangan ini selanjutnya akan diolah sebagai bahan kajian akademik, analisis pedagogik, serta pengembangan wawasan profesional mahasiswa di jenjang magister.

Melalui kegiatan berbasis lapangan (field-based learning) ini, Program Magister PAUD UPI berkomitmen mengintegrasikan kajian teoretis di perguruan tinggi dengan praktik nyata di satuan PAUD demi mencetak lulusan yang kompeten dan profesional. (DN)

Pencarian