English
Indonesia

UPI Gelar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi 2026 Secara Terbuka dan Meriah

13 Mar 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat Universitas tahun 2026 secara terbuka dan meriah di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) lantai 10, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Divisi Pembinaan Talenta dan Kewirausahaan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UPI bersama Rumah Prestasi UPI Divisi Pilmapres, dengan Fakultas Ilmu Pendidikan sebagai tuan rumah. Ajang ini merupakan bagian dari upaya universitas dalam menjaring mahasiswa terbaik untuk mewakili UPI pada kompetisi Pilmapres tingkat nasional.

Wakil Rektor UPI Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa proses penyelenggaraan Pilmapres tingkat universitas telah dipersiapkan sejak lama melalui tahapan yang sistematis.

“Ajang Pilmapres tingkat UPI ini sudah cukup lama dipersiapkan. Dimulai dari sosialisasi kepada sivitas akademika, kemudian dilanjutkan dengan pemilihan mahasiswa berprestasi di tingkat fakultas masing-masing,” ujarnya.

Setelah melalui proses seleksi di tingkat fakultas, para kandidat terbaik mengikuti rangkaian penilaian di tingkat universitas. Tahapan seleksi meliputi presentasi gagasan kreatif, penilaian capaian unggulan, kemampuan bahasa Inggris, hingga uji kepatutan yang dilakukan oleh dewan juri dari berbagai bidang keahlian.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UPI, Prof. Dr. Siti Nurbayani K, M.Si menjelaskan bahwa penyelenggaraan Pilmapres tahun ini menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Penyelenggaraan tahun ini dilaksanakan secara terbuka dan dirancang lebih meriah. Kami mencoba mensinergikan berbagai capaian prestasi mahasiswa yang dikelola oleh Rumah Prestasi agar dapat tampil dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Sebanyak 10 mahasiswa terbaik dari berbagai fakultas berhasil lolos sebagai finalis Pilmapres UPI 2026 setelah melalui proses seleksi yang ketat di tingkat fakultas.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Nabilah Dwisepti Cahyani dari Program Studi Arsitektur, Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri berhasil meraih Juara 1 Pilmapres UPI 2026. Posisi Juara 2 diraih oleh Dhea Ramadhani Salim dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sementara Juara 3 diraih oleh Faiz Firdaus dari Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.

Pengumuman pemenang secara resmi disampaikan oleh Dr. Yusi Riksa Yustiana, M.Pd. di Auditorium FIP lantai 10 pada pukul 17.40 WIB.

Prof. Yudi Sukmayadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis yang telah menunjukkan prestasi dan dedikasi luar biasa. Ia menegaskan bahwa universitas akan memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa yang terpilih agar siap bersaing di tingkat nasional.

“Saya sangat mengapresiasi sepuluh mahasiswa yang menjadi finalis Pilmapres tahun ini. Setelah terpilih satu perwakilan tingkat universitas, kami akan melakukan pendampingan secara komprehensif agar siap menghadapi seleksi di tingkat nasional,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Pilmapres yang transparan dan profesional ini, UPI berharap dapat terus memperkuat pembinaan prestasi mahasiswa sekaligus melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional. (Rija/DN)

Perkuat Ekosistem Sport Science, 7 Dosen UPI Resmi Masuk Jajaran Kepengurusan KONI Pusat

13 Mar 2026 • Humas UPI

Jakarta, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mempertegas kontribusinya dalam pembangunan olahraga nasional. Sebanyak tujuh dosen pakar dari UPI kini resmi memperkuat kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2023-2027 guna mendorong penguatan tata kelola organisasi berbasis ilmu pengetahuan atau sport science.

Kepastian ini menyusul undangan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, yang menerima enam dosen UPI sebagai calon pengurus baru di Kantor KONI Pusat, Gedung Direksi PPKGBK, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).

Keenam dosen tersebut adalah Dr. Sandey Tantra Paramitha, S.Si., S.H., M.Pd., M.H.; Dr. Helmy Firmansyah, M.Pd.; Dr. Ahmad Hamidi, M.Pd.; Dr. Lukmannul Haqim Lubay, M.Pd.; Dr. Agus Gumilar, S.Si., M.Pd.; dan Muklisin, M.Pd. Sebelumnya, Dr. Jajat Darajat Kusumah Negara, M.Kes., AIFO., telah lebih dulu bergabung dalam kepengurusan, sehingga total terdapat tujuh akademisi UPI yang mengabdi di tubuh KONI Pusat.

Kehadiran para akademisi UPI ini dinilai strategis bagi masa depan olahraga Indonesia. Dengan latar belakang kepakaran di bidang Hukum Olahraga, Kebijakan Olahraga, Pendidikan Jasmani, Manajemen, hingga Industri Olahraga, para dosen ini diharapkan membawa perspektif ilmiah dan pendekatan riset dalam sistem pembinaan atlet.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menegaskan bahwa sinergi antara organisasi olahraga dan perguruan tinggi adalah kunci utama untuk menciptakan pusat pengembangan IPTEK olahraga yang efektif.

“Kolaborasi sinergis ini akan menghasilkan sistem pembinaan atlet yang lebih baik: terstruktur, modern, dan berorientasi penuh pada pencapaian prestasi di tingkat internasional,” ujar Marciano di hadapan para peserta pertemuan.

Kontribusi tujuh dosen UPI ini merupakan bentuk pengabdian nyata kampus terhadap pembangunan nasional. Melalui integrasi kajian ilmiah dan praktik manajemen yang diperbarui, KONI Pusat optimis akan lahir banyak program inovatif yang mampu mendorong kemajuan olahraga Indonesia secara berkelanjutan.

Langkah ini juga diharapkan dapat memperkokoh fondasi atlet nasional agar mampu bersaing lebih tajam di level regional maupun global. Kehadiran “Warna Baru” berupa pendekatan akademis di KONI Pusat menjadi tumpuan harapan bagi bangkitnya kejayaan olahraga prestasi Indonesia di masa depan. (Humas UPI)

Siapkan Pekerja Migran Kompeten, UPI dan KP2MI Perkuat Ekosistem Digital E-Vokasi

13 Mar 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) melalui penguatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang terintegrasi. Hal ini mengemuka dalam kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Vokasi untuk Penyiapan Pekerja Migran Indonesia Kompeten dan Implementasi Sistem E-Vokasi” yang digelar di Kampus UPI, Jumat (13/3/2026).

Kegiatan strategis ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari akademisi, kementerian terkait, hingga balai pelayanan pelindungan pekerja migran, guna membangun ekosistem vokasi yang responsif terhadap kebutuhan pasar kerja global.

Direktur Eksekutif Pendidikan Vokasi Garuda UPI, Didin Samsudin, memaparkan peran strategis lembaga yang dipimpinnya dalam menciptakan tenaga kerja yang memiliki daya saing internasional. Menurutnya, Pendidikan Vokasi Garuda fokus pada peningkatan kompetensi melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami membangun ekosistem pelatihan yang tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman mendalam tentang budaya kerja internasional,” ujar Didin.

Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam struktur dan pengembangan programnya, Pendidikan Vokasi Garuda menaungi berbagai pusat penguatan kompetensi, di antaranya UPI Migrant Center yang berperan dalam edukasi, pendampingan, serta penguatan literasi migrasi aman bagi calon pekerja migran Indonesia. Selain itu, Korean Language and Culture Education Center UPI berfokus pada pengembangan kompetensi bahasa serta pemahaman budaya kerja internasional, khususnya bagi calon pekerja migran yang akan bekerja di Korea Selatan. Keberadaan pusat-pusat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan sumber daya manusia Indonesia agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar kebutuhan pasar kerja global.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Direktorat Pembinaan Kelembagaan Vokasi PMI dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) RI, Victoryado Shandez Joseph, memperkenalkan sistem E-Vokasi. Platform digital terpadu ini dirancang untuk memastikan transparansi dan efektivitas dalam penyiapan calon pekerja.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa sistem E-Vokasi dirancang sebagai platform digital terpadu untuk mendukung penguatan tata kelola pendidikan dan pelatihan vokasi dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan profesional. Sistem ini memiliki beberapa fitur utama, di antaranya layanan pelatihan vokasi yang menyediakan akses program pelatihan berbasis kebutuhan industri, layanan sertifikasi kompetensi untuk memastikan standar keterampilan yang diakui secara profesional, serta layanan pendampingan dan konseling yang membantu calon pekerja migran dalam mempersiapkan diri secara teknis maupun psikososial sebelum bekerja di luar negeri.

Selain itu, sistem E-Vokasi juga dilengkapi dengan pusat data dan informasi vokasi yang berfungsi sebagai basis pengelolaan data pelatihan, pemetaan kompetensi tenaga kerja, serta monitoring pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Melalui integrasi berbagai layanan tersebut, E-Vokasi diharapkan mampu membangun ekosistem kelembagaan vokasi yang lebih terintegrasi, melibatkan lembaga pendidikan, lembaga pelatihan kerja, pemerintah, serta mitra industri dalam satu sistem kolaboratif yang transparan, efektif, dan berkelanjutan.

 “Sistem ini dilengkapi dengan pusat data untuk memetakan kompetensi tenaga kerja secara akurat, sehingga pemantauan kapasitas SDM dapat dilakukan secara berkelanjutan,” tambahnya.

Pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat, yang diwakili oleh Eka Widi Astuti, S. Sos., M. A., menekankan pentingnya koordinasi antara lembaga vokasi dengan pemerintah daerah. Sinergi ini krusial untuk memastikan warga Jawa Barat memiliki kesiapan mental dan keterampilan yang mumpuni sebelum bersaing di luar negeri.

Secara makro, inisiatif ini merupakan langkah nyata UPI dan pemerintah dalam mendukung agenda global United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Dengan penguatan kelembagaan dan adopsi sistem digital, Indonesia diharapkan tidak hanya mengirimkan tenaga kerja, tetapi mengirimkan “pribadi profesional” yang kompeten dan berdaya saing tinggi di kancah internasional.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf ahli dari UPI Migrant Center serta KLCEC UPI, yang berkomitmen mengawal transformasi digital pendidikan vokasi secara berkelanjutan. (@maxkeensopisan)

Wujudkan Misi SDGs, Kampus UPI Cibiru Salurkan 208 Paket Infaq Lebaran bagi Warga

13 Mar 2026 • Humas UPI

Cibiru, UPI

Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Cibiru menggelar aksi kemanusiaan bertajuk “Kampus UPI Cibiru Berbagi”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Aula Gedung E Kampus UPI Cibiru pada Jumat (13/3/2026).

Sebanyak 208 paket bingkisan Lebaran disalurkan kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan kampus. Paket yang bernilai Rp 150.000 per kantong tersebut merupakan hasil penghimpunan infaq dan shodaqoh dari warga kampus serta para kolega yang peduli.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Yeni Yuniarti, menjelaskan bahwa antusiasme warga kampus dalam berbagi tahun ini sangat tinggi. Hal ini tercermin dari jumlah paket yang terkumpul untuk didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyerahan bingkisan tersebut turut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Kepala Desa Cibiru Wetan, Hadian, petugas Babinkamtibmas, Kepala Dusun, hingga pengurus RW dan RT setempat. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi yang kuat antara institusi pendidikan dan masyarakat sekitar.

Direktur Kampus UPI di Cibiru, Prof. Karim Suryadi, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas menjelang Lebaran. Menurutnya, ada misi besar yang diusung oleh Kampus UPI Cibiru dalam setiap aksi sosial yang dilakukan.

“Kegiatan sederhana ini memiliki tujuan yang mendalam, yaitu mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” ujar Prof. Karim.

Beliau merinci bahwa aksi berbagi ini berkaitan erat dengan poin-poin utama SDGs, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan solidaritas sosial di lingkungan terkecil.

Melalui kegiatan ini, keluarga besar UPI Cibiru berharap dapat meringankan beban masyarakat menjelang hari raya sekaligus mempererat tali silaturahmi. Suasana penyerahan paket berlangsung tertib dan penuh kehangatan, mencerminkan semangat berbagi di bulan suci. (DN)

IKAPEN dan Putra Putri Bumi Siliwangi UPI Gelar Aksi Sosial di Panti Samiyah Amal Insani

13 Mar 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Ikatan Pensiunan Universitas Pendidikan Indonesia (IKAPEN UPI) menunjukkan kepedulian nyata terhadap sesama melalui kegiatan kunjungan sosial ke Panti Asuhan Samiyah Amal Insani, Jalan Caringin, Bandung, pada Sabtu (7/3/2026).

Aksi kemanusiaan ini menjadi istimewa karena melibatkan kolaborasi lintas generasi. IKAPEN UPI menggandeng Putra Putri Bumi Siliwangi (PPBS) UPI selaku duta kampus, serta didukung oleh Caraka Muda KKIPP UPI. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar UPI dengan masyarakat, sekaligus menanamkan jiwa pengabdian pada mahasiswa.

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua IKAPEN UPI, Drs. Abdurachman Widjajapradja. Turut hadir mendampingi, Dosen Pembimbing UKM PPBS UPI, Asri Wibawa Sakti, S.Pd., M.Pd., bersama tujuh anggota PPBS yakni Friska Alya Rachma, Aditia Bayu Tirta, Shobron Dzulkayisi, Ramdani, Vanesa Nicole Rehuellah Oppier, Arifinsyah Julitama Hasibuan, dan Febri Putra Budiarto.

Dalam sambutannya, Abdurachman menekankan bahwa kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial sivitas akademika UPI. “Ini adalah upaya kami untuk terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan memastikan bahwa semangat kepedulian UPI tetap menyala di setiap generasi,” ujarnya.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung hangat dan penuh tawa. Tidak hanya memberikan bantuan materiil, para mahasiswa PPBS juga mengajak anak-anak panti berinteraksi melalui sesi ice breaking dan berbagai permainan ringan. Suasana kebersamaan terlihat jelas saat para mahasiswa dan anak-anak panti berbaur dalam kegembiraan.

Pihak pengelola Panti Asuhan Samiyah Amal Insani menyampaikan apresiasi mendalam atas kunjungan ini. Mereka berharap bantuan dan perhatian yang diberikan dapat memberikan motivasi tambahan bagi anak-anak panti untuk terus semangat belajar.

Rangkaian kegiatan diakhiri dengan penyerahan bingkisan bantuan sosial secara simbolis, doa bersama yang dipimpin perwakilan penghuni panti, serta sesi foto bersama.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dan empati dapat tumbuh subur di kalangan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan. Sinergi antara generasi senior (pensiunan) dan generasi muda UPI ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat tidak mengenal batas usia. (DN)

Pencarian