English
Indonesia

UPI Gelar Open Visit 2026, Jaring Calon Mahasiswa Terbaik

02 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menyelenggarakan Open Visit UPI Tahun 2026 sebagai upaya strategis memperkenalkan UPI secara komprehensif kepada calon mahasiswa, khususnya dari kalangan siswa tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan kedua setelah sukses digelar pada tahun sebelumnya dan mendapat respons positif dari masyarakat yang dilaksanakan di Gedung Gymnasium UPI Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Sabtu (31/01/2026).

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A menyampaikan bahwa Open Visit kembali dilaksanakan karena dampaknya dinilai signifikan dalam membantu calon mahasiswa memahami lingkungan, program studi, serta sistem pendidikan di UPI. Melalui kegiatan ini, UPI ingin menjaring mahasiswa-mahasiswa terbaik dari stakeholder utama, yaitu masyarakat dan peserta didik tingkat menengah.

Dalam pelaksanaannya, peserta Open Visit mendapatkan informasi langsung mengenai UPI di gedung utama kegiatan. Selain itu, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan bebas ke fakultas dan program studi yang diminati. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan UPI secara menyeluruh, mulai dari fakultas, program studi, hingga unsur pendukung pendidikan seperti Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Pendidikan, dan unit pendukung lainnya yang akan menunjang proses belajar mahasiswa selama menempuh pendidikan di UPI.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Hingga pelaksanaan kegiatan, tercatat lebih dari 6.000 peserta telah melakukan registrasi. Pelaksanaan Open Visit dilakukan secara bertahap dengan sistem sesi, di mana setiap sesi diikuti sekitar 1.500 peserta. Rektor UPI mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas tingginya minat peserta serta berharap kegiatan ini dapat memberikan pencerahan bagi calon mahasiswa dalam menentukan pilihan pendidikan terbaik untuk masa depan mereka.

“Terkait daya tampung mahasiswa, UPI saat ini masih menetapkan penerimaan sekitar 12.000 mahasiswa per tahun untuk jenjang S1, S2, dan S3. Meskipun UPI telah memiliki tambahan gedung baru serta merekrut dosen-dosen baru, kebijakan tersebut tetap mempertimbangkan saran dari aspek akademik dan medis.”ujarnya

“Secara kapasitas, UPI sebenarnya mampu menampung hingga 13.000–14.000 mahasiswa per tahun, seiring dengan pembangunan gedung baru di Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain, serta pengembangan fasilitas di Kampus Tasikmalaya, Cibiru, Sumedang, dan kampus lainnya.” lanjut Prof. Didi

Mengenai pengembangan institusi, UPI saat ini belum membuka fakultas baru karena masih mempersiapkan akreditasi institusi perguruan tinggi yang akan berakhir pada tahun depan. Ke depan, UPI berencana memperkuat pembukaan program studi baru, terutama pada jenjang S2 dan S3 yang bersifat multidisiplin dan berbasis STEM, guna mendukung prioritas pembangunan nasional dalam bidang pangan, energi, dan air. Beberapa program unggulan yang telah dimiliki UPI antara lain program studi Energi Baru dan Terbarukan serta Robotika.

Pada kesempatan yang sama Prof. Didi Sukyadi mengatakan “sementara itu, terkait kebijakan penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam seleksi masuk perguruan tinggi, UPI menegaskan akan mengikuti keputusan bersama yang ditetapkan melalui forum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia. Rektor UPI menilai TKA memiliki sisi positif sebagai tolok ukur dan pembanding yang dapat meningkatkan validitas penilaian dalam proses seleksi mahasiswa baru.”

Melalui Open Visit UPI 2026, UPI menegaskan komitmennya untuk terus memberikan layanan informasi yang transparan dan edukatif bagi calon mahasiswa, sekaligus memastikan bahwa setiap mahasiswa yang diterima merupakan individu terpilih yang siap berkembang dan berkontribusi bagi masyarakat serta pembangunan nasional. (Rija/DN)

Bupati Tasikmalaya Dorong Perluasan Kampus UPI di Karangnunggal

02 Feb 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Bupati Tasikmalaya bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala perangkat daerah melakukan kunjungan ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam rangka memperkuat kolaborasi pembangunan pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya. Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk membahas rencana perluasan Kampus UPI di wilayah Karangnunggal yang dilaksanakan di Ruang Rapat Partere Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jum’at (30/01/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tasikmalaya hadir bersama Wakil Bupati, Ketua DPRD, pimpinan daerah, kepala badan, kepala dinas, kepala bagian, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran rombongan lengkap ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di daerah.

Rektor UPI Prof. Didi Sukyadi M.A menyampaikan bahwa pertemuan ini membahas berbagai peluang kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan UPI, khususnya dalam upaya memajukan kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang bermutu.

Pimpinan UPI menyampaikan apresiasi atas komitmen Bupati Tasikmalaya yang merupakan alumni UPI dan saat ini tengah menyelesaikan studi pada jenjang doktoral di kampus tersebut. UPI juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Bupati Tasikmalaya yang telah lulus ujian sidang doktor, sebagai capaian akademik yang membanggakan bagi almamater.

Selain capaian akademik, UPI menilai dukungan Bupati Tasikmalaya terhadap rencana perluasan Kampus UPI di Karangnunggal sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat. Perluasan kampus ini diharapkan menjadi pusat pendidikan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya sehingga masyarakat setempat dapat melanjutkan pendidikan tanpa harus pergi ke luar daerah.

“Insyaallah dalam waktu dekat UPI dapat mengembangkan kampusnya di Karangnunggal. Dengan demikian, masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dapat mengakses pendidikan tinggi yang berkualitas dengan biaya yang lebih terjangkau, tanpa meninggalkan daerahnya,” ujar Rektor UPI

Rencana pengembangan Kampus UPI Tasikmalaya ini diharapkan mampu mendorong pemerataan pendidikan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P. menyatakan dukungannya terhadap rencana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memulai rintisan kampus di wilayah Karangnunggal. Hal tersebut disampaikan Bupati Tasikmalaya dalam pembahasan rencana pemanfaatan aset bangunan yang sebelumnya disiapkan untuk Rintisan Sekolah Rakyat.

Bupati menjelaskan bahwa rencana pembangunan Rintisan Sekolah Rakyat yang semula direncanakan di Karangnunggal mengalami perubahan lokasi. Dengan adanya perubahan tersebut, bangunan yang telah disiapkan di Karangnunggal saat ini dalam kondisi siap pakai dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan lain.

“Kalau UPI dalam tahun ini ingin memulai, bangunan yang ada di Karangnunggal sebenarnya sudah bisa digunakan. Ini bisa menjadi rintisan awal agar ada aktivitas nyata dan menjadi bukti bahwa UPI sudah hadir di Karangnunggal,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa pengembangan kawasan kampus ke depan akan didukung dengan penataan akses dan infrastruktur jalan. Pemerintah daerah bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan koordinasi awal terkait rencana pelurusan dan pelebaran jalan, baik pada akses menuju kawasan maupun di dalam kawasan kampus.

Rencana penataan tersebut nantinya akan dituangkan secara komprehensif dalam bentuk master plan kawasan, termasuk pengaturan petak lahan dan pengembangan aksesibilitas agar mendukung aktivitas kampus secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap rencana rintisan kampus UPI ini dapat segera terealisasi dan menjadi kabar baik bagi pengembangan pendidikan tinggi di wilayah selatan Tasikmalaya. Kehadiran UPI dinilai akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan wilayah sekitar.

“Ini mudah-mudahan menjadi kabar baik dan awal dari kolaborasi yang berkelanjutan,” pungkas Bupati. (Rija/DN)

UPI Kirim Tim ProDBK UPI Laksanakan Program Trauma Healing di Aceh Utara

31 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan mengirimkan bantuan tahap kedua bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh. Pada tahap lanjutan ini, UPI memfokuskan kegiatan pada pendampingan trauma healing sebagai upaya pemulihan psikologis masyarakat, khususnya para pelajar yang dilaksanakan di Taman Baretti Jl. Dr. Setiabudhi, No. 229 Bandung, Jawa Barat. Kamis (29/01/2026)

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menjelaskan bahwa sebelumnya UPI telah mengirimkan tim gabungan pada pertengahan Desember lalu yang terdiri atas tenaga medis, tim trauma healing, serta tim dari Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan. Tim tersebut memberikan layanan pengobatan langsung serta pendampingan psikologis bagi masyarakat umum dan siswa di wilayah terdampak

“Pada tahap awal, selain layanan medis, kami juga menyalurkan bantuan yang didukung oleh pembiayaan kementerian serta donasi yang berhasil dihimpun. Memasuki tahap kedua ini, kami melihat bahwa kebutuhan pemulihan psikologis masih sangat besar, sementara penanganannya masih terbatas,” ujar Prof. Agus

Dalam pelaksanaan kegiatan lanjutan ini, UPI bekerja sama dengan Aceh Berdaya, sebuah komunitas relawan pendidikan yang merupakan bagian dari gerakan Indonesia Mengajar. Kolaborasi ini difasilitasi untuk memperkuat pelaksanaan trauma healing, terutama melalui interaksi langsung dengan para siswa di berbagai sekolah

Selain Aceh Berdaya, kegiatan ini juga melibatkan mitra perguruan tinggi setempat, di antaranya Universitas Malikussaleh dan Universitas Jabal Ghafur, sebagai bentuk sinergi lintas institusi dalam upaya pemulihan pascabencana.

Prof. Agus berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. “Kami berharap pendampingan ini mampu membantu memulihkan kondisi psikologis masyarakat, terutama pelajar, agar mereka dapat kembali belajar dan beraktivitas dengan lebih baik,” pungkasnya

Pada kesempatan yang sama juga Ketua Tim Program Dosen Berkarya (ProDBK) Prof. Dr. Nandang Rusmana, M.Pd. menyampaikan akan melaksanakan program trauma healing bagi masyarakat terdampak kebencanaan di Aceh Utara. Program ini dipimpin oleh

Tim ProDBK yang diterjunkan berjumlah delapan orang, terdiri atas dua dosen serta enam mahasiswa dan alumni yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Selama kurang lebih delapan hari, tim akan melaksanakan pendampingan psikososial di sejumlah lokasi sasaran di Aceh Utara.

Dalam pelaksanaannya, Tim ProDBK UPI bekerja sama dengan Indonesia Mengajar Aceh Berdaya yang berperan sebagai mitra pendamping selama kegiatan berlangsung, sekaligus membantu pemetaan lokasi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Program trauma healing ini mengusung pendekatan Adventure Based Counseling, yaitu konseling berbasis petualangan dan permainan. Berbagai permainan (games) dirancang secara sistematis, mulai dari tahap awal, inti, hingga penutup, dengan tujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada peserta.

“Setiap permainan dirancang untuk membantu peserta memaknai peristiwa kebencanaan, menerima kenyataan dengan sabar dan tawakal, serta menumbuhkan kembali semangat hidup,” ujar Prof. Nandang. Melalui proses tersebut, peserta diharapkan mampu membangun daya resiliensi, yakni kekuatan psikologis untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan meski menghadapi pengalaman traumatis.

Lebih lanjut, program ini juga diarahkan untuk mendorong terwujudnya post-traumatic growth, yaitu kondisi ketika individu tidak hanya pulih dari trauma, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dan optimistis dalam menjalani kehidupan secara sehat, tanpa terus dibebani pengalaman traumatis masa lalu.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga hadir secara nyata dalam membantu masyarakat bangkit dan melesat ke arah yang lebih baik pascabencana. (Rija/DN)

Taklimat Presiden 2026: UPI Dukung Kampus sebagai Lokomotif Kemandirian Nasional Berbasis Sains dan Integritas

20 Jan 2026 • Humas UPI
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pidato Taklimat Presiden kepada para Rektor dan guru besar dari seluruh Indonesia di Istana Kepresidenan Jakarta. Sumber Foto: Biro Pers Sekretariat Negara. 

Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya untuk berperan aktif dalam pembangunan nasional melalui pendidikan tinggi, riset, dan penguatan sumber daya manusia, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Taklimat Presiden RI 2026 di Istana Kepresidenan Jakarta.

UPI menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkesempatan menghadiri Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama pimpinan perguruan tinggi dan para guru besar dari seluruh Indonesia. Kegiatan kenegaraan ini berlangsung di Ruang Tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1), sejak pukul 09.00 hingga sekitar 12.30 WIB.

Taklimat yang diikuti lebih dari 1.200 pimpinan perguruan tinggi dan guru besar dari seluruh Indonesia ini menjadi forum strategis penyampaian arah kebijakan nasional bertema Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia. Presiden menekankan pentingnya kemandirian bangsa di tengah pergeseran geopolitik global yang semakin dinamis dan tidak menentu.

UPI hadir melalui delegasi pimpinan universitas yang dipimpin oleh Prof. Dr. Didi Sukyadi, Rektor UPI, didampingi para dekan (FPIPS, FPSD, dan FPBS), Prof. Dr. Dadang Sudana, dua Staf Khusus Rektor, serta Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., Guru Besar Sosiologi Kewarganegaraan UPI.

Kehadiran delegasi UPI mencerminkan posisi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap berkontribusi dalam dialog kebangsaan, sekaligus menjadi mitra strategis negara dalam menyiapkan SDM unggul dan berintegritas.

Delegasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunggu dimulainya kegiatan Taklimat Presiden Republik Indonesia di area halaman Istana Kepresidenan. Sumber: Dokumentasi Pribadi 

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyoroti perubahan geopolitik dunia yang menuntut setiap negara untuk mampu berdiri mandiri dan memiliki daya tahan kuat.

Dalam konteks tersebut, Presiden berharap perguruan tinggi menjadi lokomotif penguasaan sains dan teknologi nasional, sekaligus pusat lahirnya SDM unggul yang mampu menjawab tantangan global. Presiden juga menegaskan pentingnya integritas, nasionalisme, dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat dalam proses pendidikan tinggi.

Pesan ini sejalan dengan mandat UPI sebagai universitas yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga berorientasi pada pembentukan warga negara yang berkarakter, berpengetahuan, dan bertanggung jawab secara sosial.

Kemdiktisaintek memandang Taklimat Presiden 2026 sebagai momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan agenda transformasi pendidikan tinggi dan penguatan ekosistem riset. Presiden menegaskan bahwa kebangkitan Indonesia tidak semata bertumpu pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas manusia, penguasaan ilmu pengetahuan, serta kemampuan menerjemahkan riset menjadi dampak nyata bagi masyarakat dan industri.

Pemerintah juga meningkatkan dukungan konkret terhadap riset perguruan tinggi, termasuk penambahan alokasi dana riset dan inovasi nasional hingga Rp4 triliun, sebagai bentuk amanah besar kepada kampus dan para guru besar untuk berkontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.

Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si., menilai Taklimat Presiden sebagai penegasan bahwa dunia akademik tidak dapat berdiri terpisah dari persoalan kebangsaan. Perguruan tinggi, termasuk UPI, diharapkan hadir dalam ruang-ruang kebijakan melalui riset, pemikiran kritis, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara negara dan perguruan tinggi merupakan kunci agar pembangunan nasional benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.

Melalui partisipasi dalam Taklimat Presiden RI 2026, UPI memperkuat komitmennya untuk:

  • Menghasilkan SDM unggul yang berkarakter dan berintegritas,
  • Mengembangkan riset dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan bangsa,
  • Berperan aktif dalam penguatan nilai kebangsaan dan kewarganegaraan.

Forum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pengawal arah pembangunan nasional, sekaligus mitra kritis negara dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdaulat, dan berkeadilan.

Penulis/Sumber: Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si. (UPI)
Referensi: BPMI Setpres, Kemdiktisaintek

Mahasiswa Pendidikan Tata Busana UPI Gelar Devasana 2026: Evolva

19 Jan 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Tata Busana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar peragaan busana tahunan bertajuk Devasana 2026: Evolva di Cornerstone Bandung, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini merupakan luaran pembelajaran berbasis praktik dan event yang diselenggarakan oleh mahasiswa sebagai bagian dari mata kuliah event organizer bidang busana.

Sebanyak 54 mahasiswa yang tergabung sebagai panitia sekaligus desainer menampilkan 57 karya busana yang diperagakan oleh 30 model. Pergelaran ini turut dihadiri oleh tamu-tamu luar, di antaranya Koordinator Bidang Kemitraan Dekranasda Jawa Barat serta desainer nasional Sonny Muchlison, sebagai bentuk apresiasi terhadap karya mahasiswa Pendidikan Tata Busana UPI.

Ketua Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI, Dr. Winwin Wiana, S.Pd., M.Ds, menjelaskan bahwa Devasana merupakan proses pembelajaran mahasiswa. “Devasana ini menjadi titik puncak dari proses pembelajaran, di mana karya yang ditampilkan merupakan luaran perkuliahan mahasiswa semester empat sampai semester enam yang telah memasuki paket konsentrasi keahlian,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa Devasana tahun ini memiliki pembeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Keunikan Devasana tahun ini terlihat dari nuansa etnis yang lebih menonjol, khususnya pada busana pengantin daerah, yang berbeda dengan tahun sebelumnya yang lebih didominasi busana pengantin barat,” tambahnya.

Beragam jenis busana ditampilkan dalam Devasana 2026, mulai dari busana pengantin tradisional, busana pesta malam, busana fantasi, hingga busana siap pakai. Melalui tema Evolva, pergelaran ini mengangkat perjalanan busana dari masa ke masa yang diwujudkan melalui karya mahasiswa.

Melalui penyelenggaraan Devasana 2026, Program Studi Pendidikan Tata Busana UPI terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, serta kesiapan profesional di bidang fesyen dan industri kreatif, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya busana mahasiswa. ***

Pencarian