English
Indonesia

UPI Imbau Kewaspadaan Terhadap Penipuan yang Mengatasnamakan Pimpinan dan Dosen UPI

12 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, 12 November 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyampaikan klarifikasi dan imbauan resmi kepada seluruh sivitas akademika serta masyarakat umum terkait beredarnya surat undangan palsu yang mengatasnamakan pejabat UPI dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemendiktisaintek).

Surat tersebut mencantumkan nama Prof. Dr. Vanessa Gaffar, SE., Ak., MBA. (Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Penjaminan Mutu UPI) sebagai pihak yang mengundang.

Klarifikasi Resmi

UPI menegaskan bahwa:

1. Surat undangan tersebut bukan berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia, Ditjen Dikti, maupun pejabat resmi mana pun dari kedua lembaga tersebut.

2. Prof. Dr. Vanessa Gaffar tidak pernah mengeluarkan atau menandatangani surat undangan sebagaimana dimaksud.

3. UPI tidak pernah meminta dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa untuk mengirimkan data pribadi atau melakukan transfer dana dalam bentuk apa pun melalui pihak perorangan.

4. Seluruh kegiatan resmi UPI selalu diumumkan melalui saluran resmi universitas, yaitu situs www.upi.edu, akun media sosial terverifikasi, atau surat resmi dengan kop dan tanda tangan yang dapat diverifikasi keasliannya.

UPI mengimbau seluruh sivitas akademika dan masyarakat agar:

1. Berhati-hati terhadap permintaan data pribadi atau uang yang mengatasnamakan pejabat kampus maupun instansi pemerintah.

2. Memverifikasi setiap informasi resmi melalui kanal komunikasi UPI atau langsung menghubungi Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI di alamat surel: [email protected].

3. Melaporkan segala bentuk upaya penipuan serupa kepada pihak berwajib (Kepolisian) untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

UPI berkomitmen untuk terus melindungi sivitas akademika dari tindak pidana siber dan penyalahgunaan nama institusi. Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama agar kita semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik dari civitas UPI dan masyarakat umum, kami haturkan terima kasih.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat Universitas lantai 6, Kampus UPI, Bandung.

Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

UPI Dorong Riset Sekolah Berbasis Inovasi untuk Penguatan SDGs

12 Nov 2025 • Humas UPI

Depok, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI–Sekolah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat riset berbasis inovasi di tingkat sekolah. Kegiatan bertajuk “Penguatan Riset Sekolah: Invention Driven” yang dilaksanakan di SMP Avicenna Cinere menjadi ajang kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan siswa untuk membangun ekosistem riset yang kreatif dan berkelanjutan. Kamis, 6 November 2025.

“Kolaborasi kampus dan sekolah menjadi langkah penting dalam menumbuhkan budaya riset sejak dini,” ujar Dr. Selly Feranie,M.Si  sebagai ketua tim riset Instrumentasi Lingkungan UPI dalam sambutannya. “Riset bukan hanya milik perguruan tinggi, tetapi juga ruang bagi generasi muda untuk menemukan solusi nyata bagi tantangan lingkungan dan teknologi.

Acara dibuka dengan sesi presentasi ide dan solusi inovatif dari para siswa SMP, yang menampilkan gagasan riset berbasis isu lingkungan dan teknologi.
Setiap ide kemudian mendapatkan tanggapan langsung dari tim riset UPI yang memberikan masukan berbasis data, teknologi sensor, dan pendekatan komputasi.
Dialog interaktif ini memberi ruang bagi siswa untuk belajar berpikir ilmiah, memvalidasi ide, dan melihat bagaimana riset diterapkan di dunia nyata.

Pada sesi kedua, tim riset UPI melakukan demonstrasi invensi tim riset instrumentasi lingkungan yang ssebagian besar sudah terdaftar paten sederhana di PDKI. Salah satunya adalah alat trainer kelistrikan yang dikembangkan dan dibawakan oleh bapak Amsor, M.Si selalu kepala lab teknologi dasar dan juga sekretaris grup riset  Kegiatan ini berjalan paralel dengan bimbingan operasional bagi siswa, memperkenalkan dasar-dasar kendali otomatis dan penerapan kecerdasan buatan pada level pembelajaran menengah oleh tim riset mahasiswa .

Kepala SMP Avicenna Cinere, Theresa Dwi Utami Azis, M.Si, memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini.Menurutnya, “Kegiatan ini sangat positif bagi siswa. Harapannya mereka belajar bahwa solusi tidak hanya sekadar ide, tetapi harus dipadukan dengan teknologi dan data. Pendekatan seperti ini membuat siswa berpikir lebih dalam dan terarah,” ujarnya.
Theresa juga menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerja sama (MoU) dengan pihak UPI agar kegiatan penguatan riset sekolah dapat berlanjut secara berkelanjutan.

Salah satu pembimbing KIR SMP Avicenna, Alvin Syahrul, menyatakan hal serupa.
Ia menilai kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi siswa, tetapi juga memberikan kontribusi bagi para pembimbing dalam memperluas wawasan dan memperdalam aplikasi teknologi terkini.
“Kami jadi belajar langsung bagaimana mengintegrasikan pendekatan data dan teknologi dalam riset siswa. Ini memperkaya pengalaman kami dalam membimbing proyek berbasis inovasi,” ungkapnya.

Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa riset bukan hanya aktivitas akademik di perguruan tinggi, tetapi juga ruang pembelajaran kolaboratif yang dapat menginspirasi siswa untuk berpikir ilmiah, berinovasi, dan berkontribusi pada solusi nyata bagi masyarakat.
Melalui pendekatan riset berbasis data dan teknologi, Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), sertaSDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan Bersama).
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan siswa sekolah diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan. (DN)

Inovasi Laman “Gizi Ceria” Mahasiswa UPI di Sumedang Dukung Pelayanan Posyandu Desa Cipamekar

11 Nov 2025 • Humas UPI
Mahasiswa Memperkenalkan Web “Gizi Ceria” Berbasis AI Kepada Kader Posyandu Cipamekar. Foto: Kelompok 33 P2MB UPI di Sumedang, 2025

Sumedang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang yang tergabung dalam Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 33 berkolaborasi dengan kader Posyandu Desa Cipamekar, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak di wilayah tersebut.

Kegiatan berlangsung selama Oktober–November 2025 di sejumlah posyandu, yakni Posyandu Bahagia, Dahlia 1, Dahlia 2, Kenanga, dan Melati. Dalam kegiatan rutin bulanan ini, mahasiswa turut membantu pelaksanaan penimbangan dan pengukuran balita, pemeriksaan ibu hamil, pemberian makanan tambahan (PMT), serta pencatatan data kesehatan melalui buku KIA dan KMS.

Selain mendukung kegiatan posyandu, mahasiswa juga menghadirkan inovasi berbasis teknologi dengan memperkenalkan web “Gizi Ceria” berbasis Artificial Intelligence (AI). Platform ini dirancang untuk membantu masyarakat menghitung kebutuhan gizi seimbang dengan menginput data seperti nama, usia, berat badan, tinggi badan, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas. Web tersebut juga menyajikan rekomendasi pola makan sehat yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap inovasi Gizi Ceria dapat menjadi sarana pembelajaran digital yang bermanfaat bagi masyarakat desa,” ujar Pitriyani, salah satu mahasiswa P2MB Kelompok 33 UPI Sumedang.

Bidan Desa Cipamekar, Sheillina, turut mengapresiasi kegiatan ini. “Program ini sangat membantu masyarakat. Selain mendapat layanan kesehatan, warga juga semakin paham pentingnya gizi dan pencegahan stunting,” ujarnya.

Kader Posyandu setempat, Ibu Ades, juga menilai kegiatan ini memberikan dampak nyata. “Mahasiswa UPI sangat aktif mendampingi kami. Sosialisasi yang mereka lakukan membuat para ibu lebih sadar menjaga kesehatan keluarga,” ungkapnya.

Mahasiswa Turut Berpartisipasi Aktif Membantu Kader Posyandu Cipamekar. Foto: Kelompok 33 P2MB UPI di Sumedang/ 2025

Kolaborasi antara mahasiswa UPI dan kader posyandu di Desa Cipamekar menjadi contoh nyata penerapan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian masyarakat. Melalui inovasi Gizi Ceria, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat komitmen UPI dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. (RK)

Kontributor KKIPP UPI/ kelompok 33 P2MB UPI di Sumedang.

GCC Indonesia & Prodi PKn UPI Gelar ReelOzInd! 2025

11 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI — Dalam semangat memperingati Dies Natalis Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ke-71 dan Dies Natalis Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) FPIPS UPI ke-71, GCC Indonesia berkolaborasi dengan Program Studi PKn FPIPS UPI menyelenggarakan ReelOzInd! Short Film Festival 2025 – Pop-Up Screening & Discussion di Auditorium FPIPS UPI (5/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan GCC Indonesia dengan ReelOzInd! Festival, sebuah ajang film pendek Australia–Indonesia yang sejak 2016 telah menjadi ruang pertemuan kreatif lintas budaya, menghadirkan karya-karya yang “menghibur, mengejutkan, dan menyentuh emosi.” Tahun 2025 menandai partisipasi kedua GCC Indonesia sebagai host screening nasional setelah sebelumnya menyelenggarakan ReelOzInd! 2024 di Bandung.

Mengusung tema “Imagination”, sesi pemutaran menampilkan sepuluh film pilihan lintas genre mulai dari animasi, dokumenter, hingga fiksi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga merangsang refleksi nilai kemanusiaan, moral, dan kewargaan. Kesepuluh film yang diputar adalah:

  1. The Cage (Participant) – Muhammad Fadel Gharfiqi (Sutradara) & Dasim Budimansyah (Produser)– GCC Indonesia (2025)
    Alegori eksistensial tentang isolasi dan kebebasan; mengajarkan nilai keberanian dan refleksi diri—bagaimana manusia kadang menciptakan “sangkar” bagi dirinya sendiri.
  2. Leleng (Best Animation) – Zaenal Abidin (Sutradara), Firman Widyasmara (Produser) – Indonesia (2025)
    Menggugah kesadaran budaya dan spiritualitas melalui animasi tradisi lelang di masyarakat pesisir, memantik refleksi tentang nilai kejujuran dan tanggung jawab sosial.
  3. Wadjemup Wirin Bidi (Best Documentary) – Glen Stasiuk (Sutradara)– Australia (2025)
    Dokumenter yang menggugah hati tentang perjuangan identitas dan rekonsiliasi sejarah suku Aborigin, relevan dengan pendidikan multikultural dan hak asasi manusia.
  4. Buried in Time (Special Mention Fiction) – Deandrey Putra (Sutradara), Farhan Nugraha (Produser)– Indonesia (2025)
    Menggambarkan benturan antara masa lalu dan masa kini, mengajak penonton merenungi nilai tanggung jawab moral terhadap pengalaman kehidupan.
  5. Fallow (Special Mention Fiction) – Bonnie Van De Ven, Andrew O’Keefe (Sutradara) – Australia (2024)
    Kisah reflektif tentang kehilangan dan harapan, menekankan pentingnya empati dan ketahanan batin (resilience).
  6. Fighting for the Future (Special Mention Documentary) – Marjito Iskandar Tri Gunawan (Sutradara)– Indonesia (2025)
    Menginspirasi semangat perjuangan generasi muda menghadapi ketidakadilan sosial, sejalan dengan nilai-nilai keadilan dan partisipasi warga.
  7. Hurt People, Hurt People (Special Mention Young Filmmaker) – Isla Ayu Sri Ward (Sutradara)– Indonesia (2025)
    Eksplorasi sensitif tentang luka batin dan penyembuhan, menanamkan nilai empati dan kesadaran emosional.
  8. Running Away (Best Young Filmmaker) – Dari Justin (Sutradara)– Australia (2025)
    Kisah keberanian anak muda menghadapi tekanan hidup, merefleksikan pentingnya agency dan tanggung jawab moral dalam mengambil keputusan.
  9. Elephant (Special Mention Animation) – Mia Innocenti (Sutradara), Phoebe Blanchard (Produser), Tenzin Kelly-Hall (Produser)– Australia (2024)
    Menyentuh isu lingkungan dan persahabatan lintas spesies, sarat pesan kasih sayang dan kepedulian terhadap makhluk hidup.
  10. Kau, Aku, dan Kursi Itu (You and Me and That Chair) (Best Fiction / Best Film) – Trivita Tiffany Winataputri (Sutradara), Matt Wallace (Produser), Lawrence Phelan (Produser)– Australia/Indonesia (2023)
    Menyatukan kisah dua bangsa dalam simbol sederhana sebuah kursi—menjadi metafora persahabatan, keberagaman, dan kemanusiaan universal.

Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.Pd., S.IP., S.A.P., M.Si., M.H., CAP., Dekan FPIPS UPI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa film bukan hanya karya estetika, tetapi juga medium edukatifyang mampu menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, moralitas, dan kebangsaan.

Dalam sesi Diskusi Film, hadir para narasumber inspiratif:

  • Dipl. Kunst. Erik Muhammad Fauhrizi, S.Ds., M.Sch. (Dosen FTV FPSD UPI),
  • Dara Bunga Rembulan, S.Sn., M.Sn. (Ketua Jurusan Film ISBI Bandung), dan
  • Deandrey Putra (Sutradara Buried in Time).

Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Dede Iswandi (Prodi PKn FPIPS UPI) berlangsung hangat dan reflektif. Para pembicara sepakat bahwa film adalah bahasa universal yang mampu menyentuh nalar dan nurani, serta menjadi sarana strategis dalam pendidikan karakter dan kewarganegaraan.

Kegiatan ini memberi dampak nyata bagi sivitas akademika. Para dosen dan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar lintas disiplin, menggabungkan antara civic educationdigital literacy, dan creative expression. Film pendek menjadi media kontekstual untuk mengajarkan nilai-nilai Pancasila—keadilan, kemanusiaan, tanggung jawab, dan gotong royong—melalui narasi visual yang hidup.

Bagi dosen, kegiatan ini menjadi dorongan untuk mengintegrasikan film literacy ke dalam kurikulum, sementara bagi mahasiswa, festival ini membuka ruang untuk mengembangkan empati, refleksi moral, dan kreativitas kewargaan digital.

Melalui kolaborasi pendidikan dan sinema ini, GCC Indonesia dan Prodi PKn FPIPS UPI membuktikan bahwa pendidikan nilai, moral, dan karakter tidak hanya bisa diajarkan di ruang kelas, tetapi juga dihidupkan lewat seni dan imajinasi. Sejalan dengan tema festival tahun ini, Imagination, kegiatan ini menegaskan bahwa membayangkan dunia yang lebih adil, empatik, dan manusiawi adalah langkah pertama menuju perubahan. (GCC Indonesia – Global Citizenship Education Cooperation Centre)


Tentang ReelOzInd! dan GCC Indonesia

ReelOzInd! Short Film Festival merupakan ajang tahunan yang mempertemukan pembuat film dari Australia dan Indonesia sejak 2016. Kompetisi ini menayangkan karya-karya film pendek yang memadukan seni, nilai kemanusiaan, dan keberagaman budaya. Sejak 2023, GCC Indonesia (Global Citizenship Education Cooperation Centre, Universitas Pendidikan Indonesia)menjadi mitra resmi ReelOzInd! dan aktif berpartisipasi dalam festival internasional ini. Tahun 2024 GCC Indonesia mengirimkan film animasi berjudul “Hunger”, sedangkan tahun 2025 menghadirkan film fiksi “The Cage.”

Ukir Prestasi, Dua Tim UPI Cibiru Tembus PIMNAS 2025

11 Nov 2025 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Cibiru kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kampus unggul dalam kreativitas, inovasi, dan dedikasi mahasiswa di tingkat nasional. Tahun 2025 menjadi momentum bersejarah ketika dua tim terbaik UPI Kampus Cibiru berhasil lolos sebagai finalis Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, setelah melalui proses seleksi dan Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM (PKP2) yang sangat ketat. Hasilnya, dua tim — Dream Team dan Eirene — resmi mewakili UPI Kampus Cibiru untuk berkompetisi pada ajang ilmiah paling bergengsi bagi mahasiswa Indonesia.

Keberhasilan ini bukan sekadar prestasi akademik, tetapi juga cerminan nyata dari peran strategis UPI Kampus Cibiru dalam membangun ekosistem kampus yang produktif, inovatif, dan berdampak sosial. Melalui dukungan prodi dan dosen pembimbing, kegiatan riset mahasiswa diarahkan agar mampu menghasilkan gagasan yang aplikatif dan memberi solusi bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UPI Kampus Cibiru untuk menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan dan kepekaan sosial tinggi.

Tim Dream Team, dibimbing oleh Bapak Raditya Muhammad, M.T., beranggotakan Chandra Mukti G (ketua), M. Raya Satriatama, Akwan Cakra T., Iwanul Hakim, dan Najiatul Pikria. Mereka menghadirkan inovasi yang berfokus pada pemecahan masalah sosial melalui pendekatan teknologi pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, tim Eirene di bawah bimbingan Bapak Agus Juhana, S.Pd., M.T., yang terdiri atas Indra Komara (ketua), Shakila Khairun Nisa, Raden Muhammad, Reyhan Mochamad F., dan Haryo Wicaksono, turut menghadirkan solusi kreatif berbasis penelitian interdisipliner yang relevan dengan kebutuhan pendidikan modern dan pengembangan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian integral dari program unggulan kampus, yaitu Program “Berdampak” (Berdaya, Edukatif, dan Kolaboratif) yang digagas UPI Kampus Cibiru. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya inovatif yang mampu memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara nyata. Kedua tim yang lolos PIMNAS menjadi representasi konkret implementasi semangat Berdampak, karena riset dan karya mereka lahir dari kepekaan terhadap masalah riil di masyarakat dan keinginan untuk menghadirkan perubahan positif.

Selain itu, keberhasilan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Melalui penelitian dan pengabdian yang dilakukan mahasiswa, UPI Kampus Cibiru berperan aktif dalam memperkuat pendidikan inklusif, memperluas akses teknologi, serta membangun masyarakat yang tangguh dan berdaya.

Direktur UPI Kampus Cibiru, Prof. Karim Suryadi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada kedua tim. Beliau menegaskan bahwa capaian ini merupakan momentum penting untuk memperkuat budaya akademik, riset, dan inovasi di lingkungan kampus. “Prestasi ini menunjukkan bahwa UPI Kampus Cibiru bukan hanya tempat belajar, tetapi juga laboratorium ide dan solusi bagi tantangan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kampus akan terus memperluas kemitraan dengan lembaga riset, industri, dan komunitas agar karya mahasiswa dapat memiliki daya guna lebih luas.

Sebagai rekomendasi strategis, Prof. Karim menekankan pentingnya penguatan kapasitas riset mahasiswa lintas disiplin serta pembentukan inkubator inovasi kampus yang dapat mengawal hasil karya mahasiswa hingga tahap implementasi. Dengan demikian, setiap produk inovasi yang lahir dari kampus dapat memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Kedua tim akan melanjutkan perjuangan mereka pada PIMNAS ke-38 yang akan digelar pada 23–28 November 2025 di Universitas Hasanuddin, Makassar. Acara ini akan dihadiri oleh pejabat kementerian, pimpinan universitas, dan peserta dari seluruh Indonesia. PIMNAS bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi ilmiah nasional, tempat mahasiswa terbaik negeri ini bertukar ide, mempresentasikan hasil riset, dan menumbuhkan jejaring inovasi lintas kampus.

Seluruh pimpinan dan sivitas akademika UPI Kampus Cibiru menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan kerja keras kedua tim. Harapan besar disampaikan agar Tim Dream Team dan Tim Eirene dapat mengharumkan nama UPI di kancah nasional, sekaligus menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. (DN)

Pencarian