English
Indonesia

Mendiktisaintek Respons Isu Tata Kelola hingga Percepatan Paten dalam Raker MWA PTN-BH di UPI

05 May 2026 • Humas UPI

Padalarang, UPI

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Julianto, menanggapi berbagai aspirasi krusial terkait tata kelola perguruan tinggi dalam sesi tanya jawab Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTN-BH se-Indonesia, Selasa (5/5/2026). Bertempat di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, kegiatan yang menjadikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebagai tuan rumah ini menyoroti isu pajak pendidik, percepatan paten, hingga kemandirian anggaran kampus.

Acara bertajuk “Memperkuat Tata Kelola dan Keberlanjutan PTNBH dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Tinggi” tersebut menjadi ruang diskusi antara pemerintah dan pimpinan 24 PTN-BH. Salah satu poin utama yang mencuat adalah permohonan relaksasi pajak bagi dosen dan institusi pendidikan. Menanggapi hal tersebut, Mendiktisaintek menyatakan komitmennya untuk mengkaji ulang potensi penghapusan pajak penghasilan yang bersumber dari aktivitas pengajaran dan penelitian.

“Kami akan mencoba membicarakan kembali usulan penghapusan pajak bagi para pelaku pendidikan kepada Presiden dan Menteri Keuangan. Jika diakumulasi, pajak dosen se-Indonesia berada di angka Rp300-400 miliar, jumlah yang relatif kecil bagi pendapatan negara namun sangat berarti bagi kesejahteraan pendidik,” ujar Brian Julianto di hadapan para peserta yang hadir secara luring maupun daring.

Selain masalah pajak, Mendiktisaintek merespons keluhan periset mengenai lamanya proses sertifikasi paten yang menghambat kenaikan pangkat Guru Besar. Brian menjelaskan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum untuk mempercepat birokrasi pendaftaran. Namun, ia juga menekankan bahwa nilai hakiki dari sebuah paten bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kemampuannya untuk dikomersialkan dan menghasilkan royalti melalui kemitraan dengan industri.

Aspirasi lain yang berkembang dalam diskusi tersebut meliputi usulan proteksi produk inovasi lokal agar diprioritaskan oleh instansi pemerintah, serta penguatan tenaga profesional pada Science Technology Park (STP) di setiap PTN-BH. Mendiktisaintek menegaskan bahwa pemerintah senantiasa mencari jalan agar riset-riset kampus tidak terhenti di tengah jalan akibat kendala anggaran.

Sebagai penyelenggara, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dinilai sukses memfasilitasi pertemuan strategis ini. Ketua MWA UPI Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna berharap pertemuan Forum MWA PTN-BH Bersama Kementrian ini menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan regulasi di tingkat kementerian terkait masalah SDM, keuangan, dan sarana prasarana di PTN-BH. Disamping aspek teknis, ia secara khusus menginisiasi program penanaman nilai integritas dan moral sebagai pendamping aspek akademis. “MWA UPI berkomitmen membawa transformasi perguruan tinggi yang tidak hanya mengejar predikat World Class, tetapi juga membangun karakter bangsa yang berlandaskan ketaqwaan dan kejujuran” ujarnya.

Aspirasi dari peserta forum MWA kepada Menteri Diktisanintek ditutup dengan komitmen kementerian untuk terus mengawal Dana Abadi Perguruan Tinggi dan menjaga stabilitas BOPTN agar PTN-BH tetap mampu melakukan transformasi pendidikan secara berkelanjutan. (RK)

Guru Matematika SMP di Sukabumi Dibekali Strategi Jitu Hadapi OSN 2026

05 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Puluhan guru matematika SMP se-Kota Sukabumi mengikuti Workshop Persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat SMP yang digelar atas kerjasama Program Studi Matematika, Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi.

Workshop ini berlangsung dalam dua sesi: Rabu, 1 April 2026 di Auditorium JICA FPMIPA UPI Bandung, dan Jumat, 17 April 2026 di SMP Kehidupan Baru, Kota Sukabumi. Mengusung tema “Swakelola Persiapan OSN,” kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Prodi Matematika UPI, Dr. Kartika Yulianti, M.Si. dan ketua MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi, Andika Wildan Firdaus, M.Si. ini menghadirkan narasumber ahli di bidangnya masing-masing yaitu Prof. Siti Fatimah, M.Si., Ph.D., Utari Wijayanti, S.Kom., M.Si., Dra. Encum Sumiaty, M.Si., M.Si. Sofihara Al Hazmy, M.Si., Dr. Khusnul Novianingsih, M.Si., Fitriani Agustina, S.Si., M.Si. Fitri Rahmawati, S.Si., M.Si., dan Dr. Al Azhary Masta, M.Si., sebagai pembina berbagai ajang olimpiade nasional maupun internasional.

Pada sesi pembuka di Auditorium JICA FPMIPA UPI, Prof. Siti Fatimah menyajikan materi bertajuk “Kilas Balik OSN-K SMP Tahun 2025 dan Motivasi OSN 2026.” Dalam paparannya, ia membeberkan realitas kompetisi secara gamblang. Dari 25 soal pilihan ganda, rata-rata skor OSN Nasional hanya 38 dari skor maksimum 85, dengan tingkat kelulusan ke OSN-P hanya 3,7 persen. “Rentang nilai yang sangat lebar menggambarkan disparitas kemampuan yang ekstrem. Hanya 9,5 persen sekolah yang mampu meloloskan siswanya ke tingkat provinsi,” ujarnya. Materi dilanjutkan dengan mendiskusikan model pembinaan di sekolah yang meliputi: pra-pembinaan, pelaksanaan, evaluasi, dan seleksi wakil sekolah.

Sesi berikutnya diisi oleh Utari Wijayanti, S.Kom., M.Si. yang membawakan “Penguatan Materi  Aljabar dan Teori Bilangan.” Berdasarkan handbook yang disusun bersama tim termasuk Isnie Yusnitha, Ph.D., Imam Nugraha Albania, Ph.D., Dr. Al Azhary Masta, dan Ririn Sispiyati, M.Si. Materi yang dipaparkan mencakup Ketidaksamaan dan Eksponensial, Manipulasi Pecahan Aljabar, Sistem Persamaan Simetris, Akar-akar Polinomial, Identitas Sophie Germain, Deret Teleskopik, Faktor Bilangan dan Keterbagian, serta Sisa Pembagian (Kekongruenan) dan Teorema Sisa. Para guru diajak memecahkan soal-soal dari level kota hingga internasional, seperti soal OSK 2024, OSN Nasional, IMSO, hingga IMC.

Sesi kedua yang berlangsung di SMP Kehidupan Baru, Kota Sukabumi, dibagi ke dalam dua ruang paralel. Ruang pertama diisi oleh Dra. Encum Sumiaty, M.Si., Dr. Al Azhary Masta, M.Si., dan Sofihara Al Hazmy, M.Si. yang membahas “Penguatan Materi Geometri.” Berdasarkan handbook yang disusun bersama Dr. Endang Cahya Mulyaning Asih, M.Si., materi mencakup Teorema Phytagoras, Kesebangunan, Kekongruenan, Perbandingan Alas, serta 11 latihan soal kontekstual.

Ruang kedua diampu oleh Dr. Khusnul Novianingsih, M.Si., Fitriani Agustina, S.Si., M.Si., dan Fitri Rahmawati, S.Pd., M.Sc. yang mendalami “Penguatan Materi Kombinatorika dan Statistika.” Tim yang juga melibatkan Dr. Kartika Yulianti, Dra. Rini Marwati, M.Si., Dewi Rachmatin, S.Si., M.Si., dan Serviana, M.Si. ini menyajikan materi dari Kaidah Dasar Pencacahan, Permutasi dan Kombinasi (termasuk yang diperumum), Peluang, hingga Statistika (rata-rata, median, modus, penyajian data). Soal-soal yang dibedah mencakup OSN-K, OSN-P, hingga OSN Nasional lengkap dengan trik penyelesaiannya. Selain itu, instruktur dari UPI juga membagikan tips dan strategi menyelesaikan soal OSN Matematika.

Pada sesi siang, seluruh peserta menjalani latihan soal dan post test berupa esai, uji coba mengerjakan soal OSN, serta membuat soal OSN Matematika beserta jawabannya, dipandu tim dosen UPI bersama panitia MGMP Matematika SMP Kota Sukabumi. Selain itu, peserta juga mengisi angket mengenai kesan dan saran pelaksanaan workshop, serta kendala yang dihadapi oleh peserta ketika akan atau sedang melaksanakan pembinaan OSN terhadap siswa di sekolah.

Berdasarkan angket yang dihimpun dari sekitar 53 guru peserta, Geometri menjadi materi yang paling dirasa sulit, disusul Kombinatorika, Aljabar, dan Teori Bilangan. Mayoritas guru mengungkapkan kendala serupa: rendahnya motivasi dan konsistensi belajar siswa, keterbatasan waktu pembinaan, serta lemahnya pemahaman konsep dasar matematika.

“Siswa mudah menyerah saat melihat soal yang sedikit rumit. Kami butuh strategi manajemen motivasi seperti yang diajarkan tadi tentang ‘aturan 5 menit’ dan ‘belajar bersama teman’,” ungkap Shinta Ratna Dewi, guru SMPN 2 Kota Sukabumi. Sementara Annisa Rachmat dari SMPN 16 mengaku “bingung memulai dari mana karena kemampuan dasar matematika anak-anak belum kuat.”

Para peserta menyambut positif kegiatan ini. “Alhamdulillah sangat berkesan, banyak menambah pengetahuan akan membina OSN,” ujar Arief Indrawan dari SMPN 2. “Sangat bagus, menambah ilmu. Semoga berkelanjutan,” harap Ela Nurwatyn dari SMPN 16. Tim UPI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi sekolah-sekolah dalam mempersempit disparitas prestasi OSN. “Kunci sukses bukan hanya pada siswa jenius, tetapi pada guru yang terampil, sistem pembinaan yang baik, dan dukungan penuh dari sekolah serta orang tua,” pungkas Prof. Siti Fatimah. (Husty Serviana Husain, M.Si.)

UPI Tuan Rumah Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH 2026 Bahas Tata Kelola dan Transformasi Pendidikan Tinggi

05 May 2026 • Humas UPI

Bandung Barat, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) Indonesia yang digelar pada Senin (4/5/2026) di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini mengusung tema “Memperkuat Tata Kelola dan Keberlanjutan PTNBH dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan Tinggi” dan dihadiri oleh pimpinan MWA dari berbagai PTN-BH di Indonesia.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, merumuskan kebijakan, serta membahas tantangan tata kelola perguruan tinggi di tengah dinamika transformasi pendidikan tinggi yang dipengaruhi oleh digitalisasi, perkembangan teknologi, serta tuntutan global.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa forum ini memiliki peran penting dalam menjaga arah dan keberlanjutan tata kelola PTN-BH di Indonesia.

“Forum ini bukan sekadar ruang koordinasi, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga arah, kualitas, dan keberlanjutan tata kelola PTNBH di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari disrupsi teknologi, perubahan kebutuhan dunia kerja, hingga tuntutan akuntabilitas publik. Oleh karena itu, diperlukan tata kelola yang adaptif, akuntabel, serta didukung kepemimpinan yang berbasis nilai.

Ketua Forum MWA PTN-BH Indonesia, Prof. Mohamad Nasir, dalam sambutan sekaligus pembukaan acara menekankan pentingnya transformasi pengelolaan perguruan tinggi agar mampu bersaing secara global.

“Pengelolaan kampus tidak bisa lagi menggunakan model lama. Perguruan tinggi harus melakukan perubahan mendasar untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian forum, di antaranya pengelolaan aset, keterbatasan anggaran, serta penguatan sumber daya manusia di lingkungan PTN-BH.

Sementara itu, Ketua MWA UPI, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, menyampaikan bahwa forum ini tidak hanya membahas aspek teknis pengelolaan perguruan tinggi, tetapi juga menekankan pentingnya penguatan nilai integritas dan karakter.

“Selain aspek akademik, kita juga perlu memperkuat nilai integritas dan moral sebagai bagian dari pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan silaturahmi dan rapat kerja yang akan berangsung hingga tanggal 6 Mei 2026 ini juga menjadi wadah pertukaran praktik baik antar-PTN-BH serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada pemerintah, khususnya terkait regulasi pendidikan tinggi.

Melalui forum ini, UPI bersama PTN-BH lainnya diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan transformasi pendidikan tinggi. Hasil rapat kerja ini direncanakan menjadi dasar dalam mendorong kebijakan yang mendukung kemandirian, keberlanjutan, serta daya saing perguruan tinggi Indonesia di tingkat global. (RK)

Peneliti UPI Kembangkan Bio Nutrisi Tanaman Bagi Petani

05 May 2026 • Humas UPI

Kab. Bandung Barat, UPI

Peneliti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melakukan inovasi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sektor pertanian. Pada Selasa (14/4/2026), Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian melakukan peninjauan secara langsung di lahan pertanian yang mengimplementasikan bio nutrisi di Sindangpalay, Desa Cugugur, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat.

Ini merupakan implementasi dari pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) No. 2, tanpa kelaparan (zero hunger), yang terdiri dari ketahanan pangan, nutrisi, dan pertanian berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menekankan bahwa program ini memiliki nilai strategis tidak hanya untuk pengembangan produk bio nutrisi, tetapi juga bisa dikembangkan untuk pengembangan kemitraan penjualan baik di dalam maupun di luar negeri, dengan mempertimbangkan standar produk pertanian yang lolos standar internasional.

“Salah satu produk penelitian dosen kita, Bionut, digunakan dalam pertanian yang sebenarnya.  Jadi, ini ada sejumlah pohon sayuran: buncis, tomat, dan lain sebagainya. Sangat kentara bahwa tumbuhnya tanaman hortikultura ini kelihatan. Seperti manusia juga kan kalau sehat keliatan bugar ini kira-kira seperti itu,” ujar Prof. Agus di Bandung Barat

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penggunaan bionut dapat meningkatkan kualitas pertanian. Beliau berdisikusi dengan pak Ustad selaku petani di sini. Ada beberapa dampak dari penggunaan bionut tersebut. Selain penampakan yang memang tumbuh subur dan juga daya tahan tanaman yang lebih baik, penggunaan pupuk dan pestisida juga minimal.

“Ini sangat progresif sekali. Sebenarnya, produk-produk seperti inilah yang kita harapkan terhilirisasi bukti penggunaannya. Nanti kita coba diskusikan bagaimana pemasaran lebih luas atau pengenalan produk ini lebih luas kepada para petani. Harus ada salah satu program untuk mengenalkan produk ini kepada para petani secara lebih luas. Kelihatan prospeknya akan sangat baik, karena di sekitar UPI masih banyak pertanian hortikultura seperti yang kita lihat pada hari ini”. ujar Prof. Agus di Bandung Barat.

Kemudian Yaya Sonjaya, M.Si., menambahkan bahwa Bionutrian ini merupakan produk hasil riset kelompok bidan keahlian kimia lingkungan, di mana saya sebagai ketua tim dalam riset ini. Produk ini dibuat dari ekstrak tumbuhan tropis. Kami mengandalkan bahan kimia yang berasal dari tumbuhan. Produk ini berhasil diriset dari tahun 2006 hingga 2026. Sekarang sampai pada tingkat terapan, sekitar 20 tahun. Bio Nutrien ini bukan pupuk, tapi suplemen tumbuhan. Pertama, supaya pertumbuhannya bagus. Kedua, produksi sayur atau buahnya akan berlangsung dengan sangat baik. Tidak hanya di Cigugur dikembangkan juga di daerah Cibodas.

Ustad Iiin sebagai petani mengutarakan lahan yang digunakan sebanyak 6.500meter pesegi. Dibagi ke dalam tiga lahan pertanian cengek, tomat, dan buncis. Tiap jenis tanaman kurang lebih memakai lahan sebanyak 2000 meter. Keuntungan menggunakan bio nutrient ini adalah penggunaan pupuk berbanding 1 banding 3. Menggunakan 1 kali bionutrien dapat menghemat 3 kali bahan pupuk biasa. Sehingga bisa menekan biaya penggunaan pupuk berbahan kimia.

“Tidak hanya lahan tersebut yang diberikan pendekatan dengan menggunakan bionutrient, tetapi juga akan dibentuk kelompok pertanian binaan langsung dalam mengimplementasikan bionutrient ini”. ujar Yaya.

Program hilirisasi hasil riset ini merupakan kegiatan yang memiliki dampak lansugn terhadap dunia pertanian. Sehingga para petani dapat meningkatkan hasil produksi lahan pertanian dan juga menekan biaya untuk pembelian pupuk seperti biasanya. Hasil panen akan jauh lebih meningkat bagi para petani di Sindang Palay, Kabupaten Bandung Barat. (Iqbal)

FPIPS UPI Terima Bantuan Mobil Operasional dari PT Telkom Indonesia untuk Dukung Program SDGs

04 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima bantuan satu unit mobil operasional Toyota Hiace dari PT Telkom Indonesia dalam kegiatan serah terima yang diselenggarakan oleh Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI pada Senin (4/5/2026) di Lobby Timur FPIPS UPI. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, perwakilan PT Telkom Indonesia, serta sivitas akademika UPI.

Bantuan kendaraan operasional tersebut ditujukan untuk mendukung mobilitas kegiatan tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat, penguatan pendidikan, serta implementasi program pembangunan berkelanjutan di lingkungan FPIPS UPI.

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT Telkom Indonesia dalam mendukung pengembangan institusi.

“Kendaraan ini sangat kami perlukan untuk mendukung mobilitas universitas, khususnya dalam mengembangkan program-program Sustainable Development Goals (SDGs),” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kendaraan tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti program pengabdian masyarakat di daerah terpencil, penanaman mangrove, serta monitoring kegiatan mahasiswa di berbagai kampus daerah UPI, termasuk Serang, Purwakarta, Tasikmalaya, Sumedang, dan Cibiru.

Selain itu, kerja sama antara UPI dan PT Telkom Indonesia juga diarahkan pada penguatan sinergi di bidang pendidikan, termasuk pengembangan pembelajaran jarak jauh serta penyediaan infrastruktur digital yang mendukung proses pembelajaran.

Perwakilan PT Telkom Indonesia, Rico Junian, menyampaikan bahwa pemberian bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility).

“Kami melihat UPI sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Melalui bantuan ini, kami berharap kerja sama dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FPIPS UPI, Prof. Cecep Darmawan, menyampaikan bahwa bantuan kendaraan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat.

“Bantuan ini menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan serta kontribusi nyata dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.

Kegiatan serah terima ini juga mencerminkan penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mendukung pengembangan pendidikan yang berkelanjutan.

Dengan adanya bantuan kendaraan operasional ini, UPI diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan program tridharma serta memperluas jangkauan kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan. (RK/ Foto: CS)

Pencarian