Mahasiswa UPI Laksanakan Program MULTISOY, Kembangkan Produk Olahan Kedelai di Subang
08 Dec 2025 • Humas UPI
Hidupkan Kolaborasi melalui Program PEM BEM, Mahasiswa UPI Laksanakan Kegiatan MULTISOY di Desa Darmaga, Senin (15/11/2025).
Subang, UPI — Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Berdampak (PEM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melaksanakan kegiatan pelatihan MULTISOY: Pengembangan Multiproduk Kedelai bagi warga Desa Darmaga, Kabupaten Subang, Senin (15/11/2025). Program ini diikuti 34 peserta dan berlangsung selama empat pertemuan.
Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah kedelai menjadi berbagai produk pangan bernilai gizi tinggi, seperti tempe, tahu, susu kedelai, dan nougat kedelai.
Project Manager tim Biologi, Fransiska, menjelaskan bahwa program ini dikembangkan sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Melalui multiproduk ini warga Desa Darmaga diharapkan mampu membuat olahan kedelai untuk konsumsi keluarga sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Project Manager dari tim Gizi, Fina, menambahkan bahwa produk inovasi seperti nougat kedelai dikembangkan agar dapat diterima berbagai kalangan, khususnya anak-anak.
“Nougat kedelai ini renyah dan manis, dan harapannya bisa meningkatkan konsumsi kedelai di desa ini. Semoga ibu-ibu dapat mempraktikkannya di rumah,” katanya.
Para peserta menunjukkan respons positif selama kegiatan. Mereka mengikuti praktik pembuatan olahan kedelai dan menyampaikan manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan.
Salah satu peserta, Ibu Tati, mengungkapkan kesannya. “Rasanya senang bisa membuat tahu dan susu kedelai sendiri. Lebih hemat dan bisa disesuaikan dengan selera keluarga,” tuturnya.
Program MULTISOY menjadi bagian dari upaya mahasiswa UPI dalam memperkuat kerja sama perguruan tinggi dengan masyarakat serta mendorong pemanfaatan pangan lokal secara berkelanjutan. (RK)
Kontributor KKIPP UPI: Hawa Hafifah Putri/ Team Glyxine Program PM BEM UPI 2025
Mahasiswa UPI di Sumedang Edukasi Penggunaan Gawai Sehat untuk Anak di Desa Cipamekar
08 Dec 2025 • Humas UPI
Sumedang, UPI — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Sumedang mengadakan kegiatan Sharing Session bertema pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai pada anak di Desa Cipamekar, Jumat (7/11). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital keluarga dan mendorong kebiasaan penggunaan teknologi yang sehat pada anak.
Kegiatan diikuti ibu rumah tangga, karang taruna, dan kader PKK desa. Pemateri, Sarti, mahasiswa P2MB UPI, menyampaikan materi secara interaktif terkait dampak penggunaan gawai tanpa pendampingan terhadap pola tidur dan tumbuh kembang anak.
Dalam pemaparannya, Sarti menjelaskan bahwa penggunaan gawai merupakan bagian dari kehidupan anak saat ini, namun perlu aturan dan pendampingan dari orang tua.
“Kadang anak terlihat baik-baik saja walaupun tidur terlambat,” ujar Sarti. “Padahal efeknya muncul dalam bentuk kelelahan yang memengaruhi aktivitas mereka.”
Salah satu solusi yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah pemanfaatan aplikasi kontrol penggunaan gawai My Family Link. Sarti mendemonstrasikan cara mengatur durasi pemakaian, batasan aplikasi, dan pengaturan waktu tidur digital melalui fitur aplikasi tersebut.
Pada sesi diskusi, peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan membangun kebiasaan digital sehat. Salah satu ibu menceritakan anaknya sempat menolak aturan waktu bermain yang ditetapkan melalui aplikasi.
“Awal-awal anak saya marah, tapi setelah dijelaskan, lama-lama dia mengerti,” ungkapnya. Sarti menambahkan bahwa proses adaptasi membutuhkan kesabaran serta komunikasi yang konsisten antara orang tua dan anak.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Mahasiswa P2MB berharap program ini dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keamanan penggunaan teknologi pada anak dan pentingnya pengawasan orang tua. (RK)
Kontributor KKIPP UPI: Sarti/ Mahasiswa P2MB Kampus UPI di Sumedang
FPEB UPI Tingkatkan Ekonomi Desa Melalui Penguatan Tata Kelola BUMDes di Kabupaten Bandung Barat
08 Dec 2025 • Humas UPI
Bandung, UPI
Program Studi Akuntansi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menunjukkan peran aktifnya dalam pembangunan ekonomi pedesaan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang intensif. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Prodi Akuntansi FPEB UPI dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Barat.
Dalam kerangka mata kuliah Proyek Konsultansi Program Studi Akuntansi, dosen pengampu Dr. Aristanti Widyaningsih, M.Si dan Rika Nurrizkiana, M.S.Ak, bersama sejumlah mahasiswa Prodi Akuntansi, telah melaksanakan pendampingan intensif selama satu bulan penuh.
“Program ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan serta tata kelola usaha di tingkat desa, khususnya bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” ujar Dr. Aristanti Widyaningsih.
Pendampingan fokus diberikan kepada 15 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang tersebar di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini mencakup aspek konsultansi yang diharapkan mampu mentransformasi BUMDes menjadi entitas usaha yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Program pengabdian ini menegaskan komitmen Program Studi Akuntansi FPEB UPI dalam mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan penerapan ilmu akuntansi praktis yang relevan untuk mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi di daerah.
Kegiatan berfokus pada penguatan tata kelola, pelaporan keuangan, dan strategi pemasaran BUMDes yang turut berkontribusi pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Program dirancang sebagai inisiatif berkelanjutan agar BUMDes mampu mandiri secara ekonomi, berdaya saing tinggi, serta menjadi model penerapan akuntabilitas dan keberlanjutan di tingkat lokal.
Di Bojongkoneng, BUMDes Baraya Rancage mendapat pelatihan pelaporan keuangan sesuai standar Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta pelatihan digital marketing. Di Cibogo, mahasiswa membantu promosi unit usaha gelanggang olahraga untuk menarik penyewa dan mitra baru. Desa Kayuambon memperoleh roadmap usaha berbasis SWOT untuk pengembangan bibit kentang dan sayur hidroponik. BUMDes Margajaya mendapatkan pendampingan dalam mengembangkan usaha penyewaan tenda untuk mendukung pelaku UMKM lokal.
Pendampingan juga mencakup pelatihan laporan keuangan dan digital marketing bagi BUMDes Jayagiri, penyusunan Business Model Canvas dan digitalisasi keuangan di BUMDes Sadangmekar, serta optimalisasi tata kelola PAMDes Cihideung melalui pembinaan laporan keuangan dan struktur organisasi. Inovasi digital diterapkan di BUMDes Pagerwangi dengan aplikasi AppSheet dan QRIS, sementara fokus di BUMDes Laksanamekar pada peningkatan keterampilan akuntabilitas keuangan untuk memenuhi regulasi baru terkait program ketahanan pangan.
Pengurus BUMDes dibekali teknik pelaporan yang efisien dan sesuai standar pemerintah. BUMDes Mukti Saluyu mendapat pelatihan akuntansi dan penggunaan aplikasi keuangan, sedangkan BUMDes Pasirhalang Mandiri diperkuat dalam penyusunan laporan laba rugi dan arus kas. Di Ciwaruga, pendampingan menata sistem keuangan dan strategi pemasaran, sedangkan di Jambudipa fokus pada pemetaan masalah dan solusi berbasis potensi lokal. Terakhir, BUMDes Cigugurgirang dan Kertamulya dibimbing dalam manajemen piutang dan penyusunan laporan keuangan yang transparan.
Menurut Dr. Aristanti Widyaningsih, M.Si menjelaskan bahwa selaku salah satu dosen pembimbing, program ini tidak hanya bermanfaat bagi BUMDes, tetapi juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan komunikasi, analisis bisnis, dan problem solving. Dengan kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan desa, diharapkan BUMDes di Kabupaten Bandung Barat dapat tumbuh menjadi penggerak ekonomi lokal yang mandiri dan berdaya saing tinggi. (FPEB UPI)
UPI Targetkan Bantuan Rp 200 Juta untuk Korban Banjir Sumatera
08 Dec 2025 • Humas UPI
Bandung, 8 Desember 2025 — Penggalangan dana kemanusiaan “UPI Peduli Bencana” untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera terus meningkat. Hingga Minggu (7/12), dana yang terkumpul mencapai Rp 64.349.418 dari donasi terbuka sivitas akademika, alumni, dan masyarakat umum. Selain itu, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menambah dukungan melalui Dana Sosial UPI sebesar Rp 50.000.000, serta sumbangan Ikatan Ibu-Ibu Keluarga (IIK) UPI sebesar Rp 10.000.000, sehingga total komitmen sementara mencapai lebih dari Rp 120.000.000.
Dengan meningkatnya partisipasi publik, UPI menargetkan penghimpunan donasi dapat melampaui Rp 100 juta. Selain itu, target penyaluran bantuan juga ditingkatkan menjadi lebih dari Rp 200 juta, mencakup pendanaan langsung, bantuan logistik, serta dukungan teknis kemanusiaan.
UPI menyampaikan bahwa penyaluran bantuan akan dimulai setelah periode penggalangan ditutup pada 14 Desember 2025. Teknis distribusi akan ditetapkan melalui rapat koordinasi bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., pada Senin (8/12).
Untuk mempercepat distribusi, UPI juga membuka posko kemanusiaan melalui jejaring perguruan tinggi mitra di wilayah terdampak, yaitu: Universitas Andalas (UNAND), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH), dan Universitas Negeri Medan (UNIMED).
Rektor UPI, Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral perguruan tinggi terhadap kondisi masyarakat.
“Kita menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah yang terjadi. Situasi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah nilai fundamental yang harus terus kita hidupi. Pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi hadir melalui aksi nyata bagi sesama,” ujarnya.
UPI masih membuka partisipasi donasi dari masyarakat luas, alumni, dan mitra institusi. Bantuan dapat disalurkan melalui Virtual Account BNI 9881954325103310 (Penggalangan Dana Banjir Aceh dan Sumatra). (RK)
UPI Raih Tiga Gelar di LIDM 2025, Bukti Kebangkitan Inovasi Digital Mahasiswa
08 Dec 2025 • Humas UPI
Surabaya, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025 yang digelar oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdiktisaintek di Universitas Adi Buana Surabaya, 1-3 Desember 2025.
Tiga tim mahasiswa UPI berhasil meraih gelar juara dalam kompetisi bergengsi yang mempertemukan talenta digital dari berbagai perguruan tinggi besar di Indonesia. Ketiga Raihan tersebut adalah Tim Spora menjadi Juara 2 Kategori Video Digital Pendidikan. Kemudian Tim Info Magang menjadi Juara 3 Kategori Inovasi Teknologi Digital Pendidikan. Adapun Tim Architecna menjadi Juara Harapan Kategori Microteaching Digital Pendidikan. Prestasi ini menegaskan kapasitas mahasiswa UPI dalam menghadirkan karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan pendidikan era digital.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis, Prof. Dr. Phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., menyampaikan bahwa capaian ini menjadi momentum kebangkitan inovasi digital mahasiswa UPI.
“Pada malam penutupan dan awardee LIDM 2025, dengan tiga raihan juara menandakan UPI mampu berkompetisi dengan kampus-kampus besar di Indonesia. Ini bukti bahwa mahasiswa kita siap bersaing di panggung nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., menegaskan strategi pembinaan talenta akan diperkuat sejak mahasiswa baru.
“Mulai semester satu, mahasiswa akan digali potensinya, lalu dibina oleh dosen pembimbing berpengalaman dengan jadwal terencana dan evaluasi terukur. Dengan pola ini, kita berharap prestasi UPI semakin konsisten dan meningkat,” ujarnya.
Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) adalah ajang nasional untuk mendorong kreativitas, literasi digital, dan inovasi mahasiswa di bidang pendidikan berbasis teknologi digital. Divisi yang diperlombakan adalah Inovasi Teknologi Digital Pendidikan (ITDP) yang fokus pada aplikasi atau sistem digital untuk mendukung Pendidikan. Kemudian Inovasi Pembelajaran Digital Pendidikan (IPDP) yang fokus pada model pembelajaran berbasis teknologi digital. Selanjutnya, Video Digital Pendidikan (VDP) yang fokus pada karya video kreatif yang mendukung literasi dan pembelajaran. Ada pula Poster Digital Pendidikan (PDP) yang fokus pada desain poster digital dengan pesan edukatif. Terakhir, Microteaching Digital Pendidikan (MDP) yang fokus pada simulasi pengajaran berbasis teknologi digital. (DN)