English
Indonesia

Perkuat Riset dan Inovasi, UPI Kukuhkan 8 Guru Besar Baru Pada Hari Pertama

07 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 14 Guru Besar dalam prosesi akademik yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 7–8 Mei 2026, di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi No. 229 Bandung. Pada hari pertama, sebanyak delapan Guru Besar dikukuhkan, sementara enam lainnya dijadwalkan dikukuhkan pada hari kedua.

Pengukuhan ini menjadi bagian dari upaya UPI dalam memperkuat kapasitas akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat melalui peningkatan jumlah dan kualitas profesor di lingkungan universitas. Hingga awal 2026, UPI tercatat memiliki 254 Guru Besar dari total 1.628 dosen atau sekitar 15,60 persen, angka yang berada di atas rata-rata nasional.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyampaikan bahwa bertambahnya jumlah Guru Besar akan memberikan dampak strategis terhadap penguatan tridharma perguruan tinggi dan peningkatan reputasi institusi di tingkat nasional maupun internasional.

“Hari ini kita mengukuhkan delapan guru besar, dan besok ada enam lagi, sehingga totalnya ada 14 guru besar. Ini adalah hal yang luar biasa karena akan memperkuat pengajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Guru Besar juga diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui inovasi dan riset yang aplikatif. Salah satu contohnya adalah pengembangan energi alternatif berbasis sel surya ramah lingkungan serta inovasi pengolahan sampah yang relevan dengan kebutuhan perkotaan saat ini.

Dalam pidatonya, Rektor UPI menegaskan bahwa pengukuhan Guru Besar bukan hanya penambahan jumlah profesor, tetapi juga penambahan kekuatan intelektual yang akan menentukan arah pengembangan universitas ke depan. Menurutnya, Guru Besar memiliki tanggung jawab untuk memastikan ilmu pengetahuan tidak berhenti pada publikasi akademik semata, melainkan hadir sebagai solusi bagi masyarakat.

Selain itu, UPI juga menaruh perhatian terhadap percepatan lahirnya Guru Besar muda. Rektor menyebut bahwa produktivitas dosen di usia muda menjadi faktor penting dalam menghasilkan riset yang berdampak luas dan berkelanjutan.

“Kami mendorong dosen sejak muda untuk mencapai guru besar agar produktivitasnya tetap tinggi dan dampak risetnya bagi masyarakat semakin terasa,” katanya.

Dalam prosesi pengukuhan hari pertama, para Guru Besar menyampaikan pidato ilmiah dari berbagai bidang keilmuan, mulai dari kurikulum, pendidikan bahasa, matematika, kimia, energi terbarukan, material semikonduktor, hingga pengelolaan lingkungan berbasis teknologi. Tema-tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan global serta mendukung penguatan inovasi dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui pengukuhan ini, UPI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas riset, dan memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat. Ke depan, para Guru Besar diharapkan dapat menjadi motor penggerak inovasi, kolaborasi, dan pengembangan ilmu pengetahuan yang berdampak bagi bangsa dan dunia. (RK/Rija/DN)

Forum MWA PTN-BH Indonesia Kunjungi dan Telusuri Jejak Sejarah Pendidikan di UPI

06 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Sebanyak 38 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) dari 25 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia mengunjungi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada Rabu (6/5/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari tiga hari rangkaian kegiatan Silaturahmi dan Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH Indonesia yang berlangsung sejak 4 Mei 2026 di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam kunjungan tersebut, para anggota MWA diajak mengenal lebih dekat sejarah dan identitas UPI melalui tur edukatif ke Villa Isola yang kini menjadi Gedung Rektorat UPI. Selain itu, peserta juga mengunjungi Museum Pendidikan Nasional serta mengikuti workshop membatik khas UPI bersama Edu Heritage UPI.

Villa Isola menjadi salah satu titik utama kunjungan karena dikenal sebagai ikon bersejarah UPI dengan nilai arsitektur dan sejarah pendidikan yang kuat. Melalui penjelasan dari tim Edu Heritage UPI, peserta memperoleh informasi mengenai perjalanan sejarah bangunan tersebut sejak masa kolonial hingga menjadi bagian penting dari perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia.

Anggota MWA UPI, Brigjen. TNI (Purn) Ahmad Saefudin, menyampaikan apresiasinya terhadap upaya UPI dalam menjaga dan memperkenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.

“Siapapun yang tidak memahami dan mengenal makna sejarah, tentu saja kita tidak akan pernah tahu bagaimana kesinambungan nilai-nilai peradaban manusia dalam kehidupan selanjutnya,” ujarnya.

Ia juga menilai keberadaan Museum Pendidikan Nasional dan kawasan heritage di lingkungan UPI memiliki peran penting dalam memperkuat identitas dan pemahaman sejarah pendidikan Indonesia.

Sementara itu, Ketua MWA Universitas Negeri Padang, Prof.Z. Mawardi Effendi, menilai pengalaman melihat langsung artefak dan narasi sejarah pendidikan memberikan kesan yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran sejarah secara teoritis.

“Dengan melihat sejarahnya langsung dan mendengarkan ceritanya, membuat kita menjadi lebih tertarik untuk memahami perjalanan pendidikan dan nilai-nilai yang berkembang di dalamnya,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan anggota MWA dari Universitas Diponegoro, Prof. Zahroh Shaluhiyah, yang mengaku terkesan dengan koleksi Museum Pendidikan Nasional UPI. Menurutnya, museum tersebut mampu menggambarkan perkembangan pendidikan Indonesia dari masa kolonial hingga era modern secara informatif dan kontekstual.

Selain kunjungan sejarah, para peserta juga mengikuti workshop membatik bersama Edu Heritage UPI sebagai bagian dari pengenalan budaya dan kreativitas khas kampus. Kegiatan ini menjadi sarana interaksi sekaligus penguatan nilai budaya di lingkungan pendidikan tinggi.

Melalui kunjungan ini, UPI memperkenalkan warisan sejarah, budaya, dan identitas institusi kepada para anggota Forum MWA PTN-BH Indonesia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring antarkampus sekaligus meningkatkan perhatian terhadap pelestarian sejarah pendidikan dan budaya di lingkungan perguruan tinggi. (RK)

Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH 2026 di UPI Sepakati Strategi Kemandirian Finansial dan Penguatan SDM

06 May 2026 • Humas UPI

Padalarang, UPI

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan hari kedua Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Selasa (5/5/2026).

Pertemuan strategis yang dihadiri oleh sekitar 200 perwakilan dari 25 PTN-BH ini menghasilkan kesepakatan krusial mengenai penguatan tata kelola non-akademik. Fokus utama diarahkan pada tiga pilar penyangga universitas, yakni sektor anggaran, pengelolaan aset, dan pemenuhan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam sektor anggaran dan pendapatan, Forum berkomitmen untuk secara konsisten mengusulkan peningkatan alokasi dana kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) serta Kementerian Keuangan. Selain mengandalkan APBN, PTN-BH akan mengoptimalkan pemberdayaan aset internal berupa tanah dan bangunan guna mendongkrak pendapatan mandiri.

Salah satu terobosan yang disepakati adalah penguatan dana abadi (endowment fund). Forum mengusulkan agar Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) di akhir tahun—yang rata-rata mencapai 20 persen—dapat dialokasikan langsung ke saldo dana abadi. Hasil pengelolaan dana tersebut nantinya akan dikembalikan untuk menyokong pembiayaan perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Ketua Forum MWA PTN-BH Indonesia periode 2025/2026, Prof. Mohamad Nasir, menekankan bahwa kemandirian finansial harus dibarengi dengan kepastian SDM. “MWA memiliki peran vital dalam mensinergikan kebijakan non-akademik. Kami terus mendorong Kementerian PAN-RB dan Kemendiktisaintek agar mengalokasikan formasi CPNS setiap tahun khusus untuk dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan PTN-BH,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret untuk merealisasikan hasil rapat, Forum telah menyusun rencana audiensi strategis. Pada tanggal 17-18 Mei mendatang, Forum dijadwalkan bertemu dengan Kementerian Keuangan untuk mengusulkan peningkatan dana LPDP bagi perguruan tinggi serta kemungkinan pengalokasiannya ke dana abadi masing-masing kampus.

Selain itu, audiensi juga akan dilakukan kepada Kemendiktisaintek guna mendorong kebijakan yang lebih adaptif, terutama dalam mendukung target universitas masuk peringkat 100 besar dunia sesuai visi Presiden. Secara paralel, pengawalan terhadap Kementerian PAN-RB tetap dilakukan guna memastikan formasi CPNS dosen tidak meleset dan tersedia secara rutin.

Sebagai penutup, Forum menegaskan kembali bahwa wewenang MWA tetap akan difokuskan pada ranah non-akademik guna mendukung fleksibilitas gerak universitas. Hasil diskusi ini akan segera difinalisasi untuk disampaikan secara resmi kepada kementerian terkait, dengan komitmen pertemuan rutin forum yang akan dilaksanakan setiap satu semester. (RK)

Forum MWA PTN-BH Indonesia, Tetapkan Nanan Soekarna Sebagai Ketua 2026–2027

06 May 2026 • Humas UPI

Padalarang, UPI

Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) Indonesia periode 2026–2027 menggantikan Prof. Mohamad Nasir. Penetapan tersebut menjadi hasil krusial dalam Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH yang digelar di Ballroom Hotel Mason Pine, Padalarang, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan Rapat Kerja Forum MWA PTN-BH yang diselenggarakan oleh UPI sebagai tuan rumah ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi dan rapat kerja tahunan yang bertujuan memperkuat sinergi antar-MWA, merumuskan program kerja, serta membahas isu strategis tata kelola perguruan tinggi berbadan hukum di Indonesia.

Dalam sambutan penutup masa jabatannya, Prof. Mohamad Nasir menyampaikan bahwa kepemimpinan dalam forum MWA merupakan proses estafet yang penting untuk menjaga keberlanjutan program dan penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi.

“Kepemimpinan dalam forum ini adalah estafet yang dilakukan secara rutin. Tidak ada ketua abadi, melainkan kepemimpinan yang terus bergantian untuk memastikan program berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa forum MWA memiliki peran strategis sebagai wadah pertukaran informasi dan penguatan sinergi, termasuk dalam menjembatani komunikasi dengan pemerintah terkait berbagai isu pendidikan tinggi, seperti pemanfaatan aset, kebutuhan sumber daya manusia, dan regulasi pembiayaan perguruan tinggi.

Sementara itu, Ketua Forum MWA PTN-BH Indonesia periode 2026–2027 yang juga merupakan Ketua MWA UPI, Komjen. Pol. (Purn) Nanan Soekarna, menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan menitikberatkan pada nilai tanggung jawab, kewajiban, dan integritas dalam kepemimpinan.

“Yang harus dipikirkan adalah tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Jika itu dijalankan dengan baik, maka kepemimpinan akan berjalan tanpa konflik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan komitmen dalam mengemban amanah kepemimpinan forum.

“Saya ingin berkomitmen bahwa tidak ada kepentingan lain kecuali memajukan forum PTN-BH. Saya atas nama pengurus baru menyampaikan terima kasih kepada Prof. Nasir yang telah memimpin selama satu tahun, dan saya akan melanjutkan sesuai arahan beliau,” ujarnya.

Dalam rapat kerja tersebut, forum juga menyepakati sejumlah poin strategis, antara lain peningkatan anggaran pendidikan, optimalisasi pemanfaatan aset perguruan tinggi, penguatan dana abadi (endowment fund), serta dorongan penyediaan formasi CPNS bagi perguruan tinggi setiap tahun.

Selain itu, forum merencanakan audiensi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk menyampaikan rekomendasi kebijakan, termasuk peningkatan dana LPDP, dukungan anggaran perguruan tinggi, serta penguatan kebijakan yang mendukung daya saing global PTN-BH.

Forum juga menegaskan fokus pada penguatan aspek non-akademik, meliputi sumber daya manusia, keuangan, dan pengelolaan aset, sebagai fondasi dalam meningkatkan kinerja institusi pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, Forum MWA PTN-BH Indonesia diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi ke depan. Program kerja yang dihasilkan juga direncanakan akan ditindaklanjuti melalui pertemuan rutin setiap semester guna memastikan implementasi yang berkelanjutan. (RK)

Merajut Mimpi di Tengah Keterbatasan, Nabilah Mahasiswi FPTI UPI Melangkah ke Pilmapres Nasional

06 May 2026 • Humas UPI

Bandung, UPI

Nabilah Dwisepti Cahyani, mahasiswi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berhasil meraih Juara 2 Pilmapres Wilayah LLDIKTI IV. Senin, (4/5). Capaian ini sekaligus mengantarkannya sebagai salah satu wakil wilayah Jawa Barat dan Banten di seleksi Pilmapres tingkat nasional.

Final Pilmapres LLDIKTI IV yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran ini mempertemukan 15 finalis terbaik kategori Sarjana (Mapres terpilih dari PTN dan PTS se-Jawa Barat dan Banten) yang tersaring dari 125 pendaftar. Persaingan semakin ketat di babak final: hanya 6 dari 15 finalis yang berhak melaju ke nasional. Nabilah berada di antara keenam nama tersebut, bersanding dengan wakil dari Unpad (Juara 1), ITB (Juara 3), IPB (Harapan 1), Telkom University (Harapan 2), dan Unisba (Harapan 3).

Di balik prestasinya, Nabilah tumbuh dari keluarga sederhana. Sang ayah berprofesi sebagai pengemudi ojek online dan bunda sebagai ibu rumah tangga. Namun kasih sayang dan motivasi yang diberikan kedua orang tuanya tak pernah surut. Mereka setia hadir menyaksikan langsung setiap perjuangan Nabilah, baik di final tingkat universitas maupun wilayah kemarin. Bagi Nabilah, kehadiran itu adalah kekuatan yang tak ternilai.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pimpinan UPI, Direktorat Kemahasiswaan UPI, pimpinan FPTI, para dosen pembimbing, serta teman-teman Arsitektur yang turut hadir memberikan dukungan di setiap tahap seleksi. “Semua dukungan ini yang membuat saya terus melangkah,” ungkapnya.

Kiprah Nabilah melampaui ruang kuliah. Ia menggagas Obrolan Bintang, program pendampingan beasiswa yang telah menjangkau lebih dari 1.100 peserta dari berbagai provinsi dan membantu 30 di antaranya lolos beasiswa bergengsi. Sebagai founding member Garda Muda Indonesia, ia aktif turun langsung ke wilayah kepulauan seperti Bawean, Togean, Karimunjawa, Banda Neira, hingga Lombok. Ia juga menginisiasi AKSESable Indonesia, gerakan advokasi aksesibilitas bagi difabel netra melalui audio book dan kampanye publik, serta turut mendirikan Yayasan Abhinaya Aksata Nusantara untuk pemberdayaan masyarakat 3T. Prinsip yang ia pegang: “Datang sebagai gelas kosong, pulang membawa dampak.”

Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Kemitraan FPTI, Dr. Mustika N Handayani, menyambut capaian ini dengan penuh syukur. Ia mencatat bahwa raihan Nabilah ini lebih baik dari tahun sebelumnya, kebetulan Mapres UPI 2025 juga berasal dari FPTI. “Alhamdulillah.Kami sangat bersyukur, prestasi ini membanggakan FPTI sekaligus UPI,” ujarnya.

Didampingi tim dosen pembimbing dan dukungan penuh pimpinan fakultas, Nabilah kini bersiap menghadapi seleksi nasional dengan semangat penuh, membawa nama UPI, keluarganya, dan ribuan anak muda yang pernah ia dampingi, ke panggung yang lebih besar. (MNH)

Pencarian